Tag: Kota Tangerang

  • Kota Tangerang Perkuat 20 LPK Swasta, Disnaker Siapkan SDM Siap Kerja Hadapi Industri Modern

    Kota Tangerang Perkuat 20 LPK Swasta, Disnaker Siapkan SDM Siap Kerja Hadapi Industri Modern

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan terus bergerak memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui pembinaan terhadap 20 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta. Langkah ini dilakukan untuk mencetak tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di tengah ketatnya kebutuhan industri modern dan dunia kerja saat ini.

    Sebanyak 20 LPK swasta mengikuti pembinaan strategis yang digelar Disnaker Kota Tangerang, Senin (11/5/26). Program tersebut difokuskan pada penguatan standar kompetensi, sinkronisasi kurikulum pelatihan, hingga peningkatan kualitas lulusan agar sesuai kebutuhan perusahaan dan sektor industri.

    “Kami ingin memastikan 20 LPK yang hadir hari ini bukan hanya sekadar penyedia jasa pelatihan, melainkan mitra pemerintah dalam mencetak SDM berkualitas,” ujar Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan.

    Ia menegaskan, standardisasi kurikulum menjadi fokus utama agar sertifikat lulusan LPK memiliki nilai tinggi dan mampu meningkatkan peluang kerja masyarakat Kota Tangerang di berbagai sektor industri.

    “Fokus kami adalah standardisasi kurikulum agar sertifikat yang dikeluarkan LPK memiliki daya tawar yang kuat di mata perusahaan,” tambahnya.

    Menurut Ujang, tantangan dunia kerja saat ini berkembang sangat cepat sehingga lembaga pelatihan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, baik dari sisi teknologi, fasilitas pelatihan maupun materi pembelajaran.

    Disnaker Kota Tangerang juga mendorong seluruh LPK untuk memperbarui metode pelatihan agar lulusan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi benar-benar siap terjun ke dunia kerja dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan perusahaan.

    “Melalui pembinaan ini, kami juga mengajarkan harus sinkron dengan kebutuhan riil di pabrik atau perkantoran. Kami tidak ingin ada celah antara kompetensi lulusan dengan kriteria yang dicari oleh pemberi kerja,” tegas Ujang.

    Langkah tersebut mendapat respons positif karena dinilai mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal yang lebih kompetitif.

    Dengan penguatan pembinaan tersebut, Pemkot Tangerang berharap LPK swasta dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja unggul, profesional, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional. (B7)

  • Kota Tangerang Matangkan SPMB 2026, Prioritaskan Akses Pendidikan Inklusif

    Kota Tangerang Matangkan SPMB 2026, Prioritaskan Akses Pendidikan Inklusif

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP Tahun 2026. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

    Sebanyak enam jalur pendaftaran disiapkan untuk jenjang SD dan enam jalur lainnya untuk jenjang SMP pada pelaksanaan SPMB 2026. Kebijakan tersebut menunjukkan peningkatan pelayanan pendidikan yang lebih inklusif dibanding pelaksanaan sebelumnya dengan penekanan pada transparansi dan pemerataan akses sekolah.

    “Insyaallah, proses persiapan sampai dengan hari ini semuanya berjalan dengan baik, tidak ada kendala secara teknis yang ditemukan,” ujar Wahyudi Iskandar selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Senin (11/5/26).

    Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada pemerataan pendidikan dan pelayanan sosial bagi masyarakat Kota Tangerang, khususnya bagi calon peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik.

    Pemkot Tangerang juga menyiapkan jalur khusus bagi calon peserta didik penyandang disabilitas guna memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

    Untuk jenjang SD, jalur pendaftaran meliputi jalur disabilitas pada 2–3 Juni 2026, jalur mutasi 5 Juni 2026, jalur afirmasi 8 Juni 2026, jalur domisili lingkungan 10 Juni 2026, jalur domisili wilayah 12–13 Juni 2026, serta jalur domisili umum atau luar kota pada 17 Juni 2026.

    Sementara itu, untuk jenjang SMP, jadwal pendaftaran dimulai dari jalur disabilitas pada 19–20 Juni 2026, jalur afirmasi 23–24 Juni 2026, jalur domisili 26–27 Juni 2026, jalur mutasi 30 Juni 2026, jalur prestasi lomba 2 Juli 2026, dan jalur prestasi nilai rapor dalam maupun luar kota pada 6–7 Juli 2026.

    Sejumlah pihak menyambut baik langkah tersebut karena dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan layanan pendidikan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, transparan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses sekolah bagi seluruh calon peserta didik di wilayah tersebut. (B7)

  • Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan Ambil Langkah Tegas di Kawasan Sipon, Penertiban PKL dan Parkir Liar Mulai Berdampak ke Warga

    Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan Ambil Langkah Tegas di Kawasan Sipon, Penertiban PKL dan Parkir Liar Mulai Berdampak ke Warga

    Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat penataan kawasan padat aktivitas di wilayah Sipon, Cipondoh, melalui langkah penertiban pedagang kaki lima dan parkir liar yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Penataan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan yang meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keteraturan kawasan.

    Kegiatan penertiban yang berlangsung hari ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi warga maupun pengguna jalan. Kawasan Sipon selama ini dikenal sebagai titik aktivitas masyarakat dengan mobilitas tinggi, terutama pada jam sibuk pagi hingga malam hari.

    Pemkot Tangerang menilai penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Karena itu, langkah penertiban dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif dan pengawasan lapangan yang lebih intensif.

    Penertiban dilakukan menyusul banyaknya aktivitas yang memicu kemacetan dan mengganggu akses jalan di kawasan Sipon. Pemerintah Kota Tangerang bersama jajaran terkait turun langsung untuk memastikan area publik tetap bisa digunakan secara tertib.

    Dalam keterangannya, Mulyani menegaskan bahwa langkah penataan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku dan bertujuan menciptakan kondisi lingkungan yang lebih berkelanjutan.

    “Kita harap penertiban yang berlangsung dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Mulyani.

    Pemkot Tangerang juga menilai penataan kawasan menjadi bagian penting dalam menjaga wajah kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat. Penataan dilakukan bukan untuk mematikan usaha warga, melainkan memastikan seluruh aktivitas berjalan lebih tertib dan aman.

    Penataan kawasan Sipon dinilai mulai memberi dampak terhadap kelancaran aktivitas masyarakat. Sejumlah pengguna jalan mengaku akses kendaraan menjadi lebih lancar dibanding sebelumnya, terutama di titik yang selama ini dipenuhi parkir sembarangan.

    Selain itu, kawasan yang lebih tertata dinilai membuat aktivitas perdagangan menjadi lebih nyaman bagi pembeli maupun pedagang. Pemkot Tangerang berharap kondisi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum bersama-sama.

    Kawasan yang tertib juga dianggap mampu mendukung kenyamanan lingkungan sekitar, termasuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan.

    Pemkot Tangerang menegaskan penataan kawasan akan terus dilakukan di sejumlah titik lain yang memiliki tingkat kepadatan tinggi. Pemerintah daerah ingin memastikan ruang publik tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

    Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan meminta masyarakat mendukung langkah penataan yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Ia mengimbau pedagang, pembeli, hingga pengguna jalan untuk sama-sama menjaga ketertiban kawasan.

    Menurut Maryono, keberhasilan penataan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mematuhi aturan yang berlaku.

    “Kami mohon partisipasi seluruh masyarakat, baik pedagang, pembeli, maupun pengendara, agar bersama-sama menjaga ketertiban sehingga aktivitas dapat berjalan aman dan nyaman,” kata Maryono Hasan.

    Ia juga meminta masyarakat mematuhi aturan parkir dan lalu lintas agar kawasan Sipon dapat menjadi area yang lebih rapi dan nyaman untuk seluruh aktivitas warga.

    Arahan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat budaya tertib di tengah aktivitas perkotaan yang semakin dinamis pada 2026.

    Pemerintah Kota Tangerang memastikan penataan kawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan edukasi dan pengawasan lapangan. Pemkot Tangerang juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar penertiban berjalan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

    Selain penertiban fisik, pemerintah daerah akan memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan fasilitas umum secara tertib. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kenyamanan kota bersama-sama

    Penataan kawasan Sipon menjadi salah satu bagian dari strategi besar Pemkot Tangerang dalam menciptakan wilayah perkotaan yang lebih modern, tertib, dan nyaman bagi warga. Pemerintah berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga upaya menjaga ketertiban kota dapat berjalan lebih efektif ke depannya. (B7)

  • Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang Jadi Momentum Deklarasi Sekolah Aman dan Nyaman di Banten

    Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang Jadi Momentum Deklarasi Sekolah Aman dan Nyaman di Banten

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, pada Sabtu 9 Mei 2026, berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi pelajar, tetapi juga menjadi momentum penting deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman atau BSAN serta peluncuran program Sekolah Adiwiyata di seluruh jenjang pendidikan di Banten.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, serta para kepala daerah dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

    Kegiatan ini menjadi sorotan karena menggabungkan kompetisi pelajar dengan agenda besar transformasi pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan prestasi.

    Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten

    Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh pemerintah daerah di dalamnya yang dinilai serius dalam memperkuat budaya sekolah yang aman dan bebas kekerasan.

    Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan implementasi Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus benar-benar menjadi ruang tumbuh yang positif bagi peserta didik.

    Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberadaan budaya sekolah yang sehat akan berdampak langsung pada kualitas generasi muda. Lingkungan yang aman dan nyaman, kata dia, akan melahirkan siswa yang lebih percaya diri, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan.

    Banten Dorong Pendidikan Berbasis Karakter dan Lingkungan

    Gubernur Banten Andra Soni dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan pendidikan yang sehat dan berkarakter.

    Ia menegaskan bahwa peluncuran Sekolah Adiwiyata serta penguatan BSAN menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan nilai sosial.

    Menurut Andra Soni, pendidikan di Banten diarahkan untuk mendukung visi jangka panjang Indonesia Emas, di mana pelajar saat ini dipersiapkan menjadi generasi unggul yang mampu menjawab tantangan global di masa depan.

    Komitmen Kota Tangerang dalam Cegah Kekerasan di Sekolah

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang memiliki komitmen kuat dalam mendukung implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh satuan pendidikan.

    Ia menjelaskan bahwa deklarasi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan.

    Pemerintah Kota Tangerang sendiri telah membentuk Kelompok Kerja BSAN serta memperkuat sistem pengawasan melalui layanan digital SI LACAK PERAK, yang berfungsi sebagai sistem pelaporan cepat terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

    Sachrudin juga mengajak para pelajar untuk menjadikan ajang Gebyar Lomba Talenta Siswa sebagai ruang positif untuk mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat persaudaraan antar daerah di Provinsi Banten.

    Ajang Talenta Pelajar Jadi Simbol Kolaborasi Pendidikan

    Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 juga dimeriahkan dengan defile kontingen dari delapan kabupaten dan kota di Banten. Penampilan seni budaya dan kreativitas pelajar turut menambah semarak suasana di Stadion Benteng Reborn.

    Ajang ini menjadi simbol kolaborasi antar daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan inklusif. Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelajar di Banten.

    Kegiatan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang tidak hanya menampilkan semangat kompetisi pelajar, tetapi juga menandai komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

    Melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan dunia pendidikan di Banten dapat berkembang menjadi lebih inklusif, aman, dan mampu mencetak generasi unggul untuk masa depan Indonesia. (B7)

  • Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Berita7 | Kota Tangerang — GMNI resmi melakukan aksi mimbar bebas di kawasan Tugu Adipura pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kritik kebijakan publik terutama bagi sektor pendidikan dan buruh di wilayah tersebut.

    Sebanyak puluhan massa aksi tercatat mengalami peningkatan eskalasi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keresahan dari sebelumnya yang hanya fokus pada isu kenaikan UKT.

    “Kampus membutuhkan dukungan riset dan penelitian, bukan program yang tidak menyentuh akar persoalan pendidikan tinggi,” ujar Elwin Mendrova, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang.

    Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang lebih membutuhkan subsidi BBM dan peningkatan kesejahteraan guru honorer.

    Sejumlah pihak terkait menyambut baik langkah tersebut karena memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui fungsi pengawasan sosial yang dilakukan mahasiswa.

    GMNI Kota Tangerang berharap gerakan ini terus berlanjut untuk meningkatkan transparansi kebijakan nasional di wilayah tersebut. (B7)

  • 2.000 Lapak Hewan Kurban di Kota Tangerang Mulai Diawasi, Pemkot Pastikan Hewan Sehat dan Aman

    2.000 Lapak Hewan Kurban di Kota Tangerang Mulai Diawasi, Pemkot Pastikan Hewan Sehat dan Aman

    Berita7 | Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang mulai melakukan pendataan dan pengawasan lapak hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat, layak konsumsi, serta aman bagi masyarakat yang akan berkurban tahun ini.

    Melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, tim lapangan sudah diterjunkan ke sejumlah kecamatan guna melakukan pemeriksaan langsung terhadap lapak penjualan hewan kurban. Pengawasan mencakup kebersihan lokasi, kesehatan hewan, hingga kelengkapan dokumen resmi dari daerah asal hewan.

    Sebanyak ratusan lapak hewan kurban kini mulai didata dan diverifikasi oleh petugas. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh pedagang memenuhi standar kesehatan dan kelayakan yang telah ditetapkan pemerintah daerah menjelang meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban.

    “Kami sudah mulai menerjunkan tim lapangan untuk melakukan pendataan dan pengawasan lapak hewan kurban. Tidak hanya pendataan, kami juga akan melakukan labelisasi pada lapak yang memenuhi kriteria kebersihan dan kesehatan,” ujar Muhdorun, Kamis (7/5/2026).

    Ia menegaskan, pengawasan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lapak semata, tetapi juga bertujuan menjaga kesehatan masyarakat secara luas. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik hewan, usia hewan kurban, hingga pengecekan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

    Selain itu, lapak yang telah lolos pemeriksaan akan diberikan stiker resmi dari DKP Kota Tangerang. Labelisasi tersebut menjadi penanda bahwa lapak sudah memenuhi standar kesehatan dan keamanan sehingga masyarakat lebih mudah memilih lokasi pembelian hewan kurban yang terpercaya.

    Pemkot Tangerang juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Warga diimbau memilih hewan yang sehat, aktif, tidak cacat, serta membeli di lapak yang sudah mendapatkan pengawasan resmi dari pemerintah daerah.

    Sejumlah pedagang dan warga mengaku mendukung langkah pengawasan tersebut karena dinilai membantu meningkatkan rasa aman saat membeli hewan kurban. Pengawasan ketat juga dianggap mampu mencegah penyebaran penyakit hewan dan menjaga kualitas daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap proses pendataan dan pengawasan lapak hewan kurban dapat berjalan maksimal hingga mendekati Hari Raya Iduladha. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan kurban yang aman, sehat, tertib, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang dijual di Kota Tangerang. (B7)

  • 150 Kilogram Maggot Diproduksi di Tangerang, Sampah Organik Berhasil Diurai dalam 27 Hari

    150 Kilogram Maggot Diproduksi di Tangerang, Sampah Organik Berhasil Diurai dalam 27 Hari

    Berita7 | Kota Tangerang — Inovasi pengelolaan sampah organik di Kota Tangerang kembali menunjukkan hasil positif. Melalui budi daya lalat black soldier fly (BSF), kelompok pengelola sampah mandiri di Gerendeng mampu menghasilkan 90 hingga 150 kilogram maggot dalam satu periode produksi dengan siklus cepat hanya 27 hari.

    Program pengolahan sampah berbasis maggot BSF tersebut kini menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

    Ketua KIM Gerendeng Hok Tjuan Wula Djana menjelaskan, keberhasilan budidaya maggot tersebut terletak pada efisiensi waktu produksi serta kemandirian siklus yang terus dijaga secara konsisten setiap harinya.

    “Kami memulai proses dari penetasan telur menggunakan media sederhana seperti ampas kelapa dan sisa nasi. Setelah menetas, larva diberikan nutrisi dari cacahan sayuran dan berbagai jenis sampah organik secara terukur. Dalam waktu 15 hingga 20 hari, maggot sudah bisa dipanen,” terangnya.

    Sebanyak 90 hingga 150 kilogram maggot kini dapat diproduksi dalam satu periode panen. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pengolahan sampah organik dengan metode BSF mampu berjalan efektif sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pengurangan beban sampah lingkungan.

    Tidak hanya fokus pada produksi, pengelola juga menerapkan sistem keberlanjutan dengan menyisihkan sekitar 10 persen hasil panen untuk dijadikan calon indukan agar siklus produksi tetap berjalan tanpa ketergantungan dari luar.

    Strategi tersebut dinilai berhasil menjaga ketersediaan telur BSF setiap hari sehingga proses budidaya dapat berlangsung stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

    “Dari 10 persen calon indukan yang disisihkan, hanya butuh beberapa hari hingga mereka bertelur kembali. Setiap pagi kami rutin melakukan panen telur, sehingga siklus dari telur ke telur lagi totalnya hanya 27 hari. Ini yang membuat ketersediaan maggot di tempat kami tetap terjaga,” tambahnya.

    Ia menegaskan, sistem budidaya maggot BSF bukan hanya membantu mengurangi tumpukan sampah organik, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru melalui hasil panen maggot yang memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan ternak maupun ikan.

    Selain itu, metode penguraian sampah menggunakan maggot BSF juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mempercepat proses pembusukan tanpa menimbulkan pencemaran yang berlebihan.

    Saat ini, sebagian besar sampah organik yang diolah berasal dari limbah rumah tangga, sisa sayuran hingga bahan makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi penumpukan sampah di lingkungan sekitar.

    Melihat potensi besar tersebut, pihak pengelola berharap adanya dukungan fasilitas dan perluasan lahan agar kapasitas pengolahan sampah organik dapat meningkat lebih besar lagi di masa mendatang.

    “Target kami adalah mampu mengurai lebih banyak lagi sampah organik dari lingkungan sekitar. Jika fasilitas lebih luas, kapasitas produksi maggot pun akan naik tajam, sehingga dampak positifnya terhadap pengurangan beban sampah di TPA akan semakin terasa,” pungkasnya.

    Sejumlah warga mengaku mulai tertarik mempelajari metode pengelolaan sampah menggunakan maggot BSF karena dinilai praktis, efisien dan memiliki manfaat ekonomi yang cukup menjanjikan.

    Tidak sedikit masyarakat yang kini melihat pengolahan sampah organik bukan lagi sekadar aktivitas lingkungan, tetapi juga peluang usaha baru yang bisa dikembangkan secara mandiri di lingkungan permukiman.

    Keberhasilan budidaya maggot BSF oleh KIM Gerendeng diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Tangerang untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah mandiri berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

    Dengan pengembangan yang lebih luas, sistem pengolahan sampah menggunakan maggot BSF diproyeksikan mampu membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (B7)

  • 195 Segmen Jalan di Kota Tangerang Rampung Diperbaiki, Ribuan Meter Jalan Kini Lebih Aman

    195 Segmen Jalan di Kota Tangerang Rampung Diperbaiki, Ribuan Meter Jalan Kini Lebih Aman

    Berita7 | Kota Tangerang — Sebanyak 195 segmen jalan berlubang di Kota Tangerang langsung diperbaiki Pemerintah Kota Tangerang dalam sebulan terakhir. Perbaikan yang mencapai 9.135,79 meter persegi itu dilakukan merata di seluruh kecamatan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengendara.

    Kegiatan percepatan perbaikan jalan tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang dengan fokus utama pada penambalan jalan berlubang menggunakan material hotmix di sejumlah ruas strategis.

    Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni menuturkan, tim lapangan terus bergerak tanpa henti untuk memastikan kerusakan jalan dapat segera ditangani demi mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan di wilayah perkotaan.

    “Sebulan terakhir ini tim lapangan tidak berhenti melakukan percepatan perbaikan jalan di semua wilayah. Ada 195 segmen jalan yang telah rampung diperbaiki dengan mayoritas perbaikan terfokus pada penambalan lubang jalan menggunakan hotmix,” ujar Taufik, Rabu (6/5/2026).

    Pemkot Tangerang juga memastikan proses perbaikan dilakukan dengan menyasar sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur strategis penghubung antarwilayah dan memiliki mobilitas kendaraan tinggi setiap harinya.

    Beberapa ruas jalan prioritas yang telah mendapatkan penanganan di antaranya Jalan Moh. Toha Karawaci, Jalan Rasuna Said Pinang, Jalan Husein Sastranegara Benda hingga Jalan Underpass Ciledug Raya yang selama ini menjadi akses vital masyarakat.

    “Sejumlah ruas jalan strategis tetap menjadi prioritas percepatan perbaikan jalan ke depannya, namun kami juga terus merespons laporan dari masyarakat untuk langsung ditangani dalam waktu secepat-cepatnya,” tambahnya.

    Tidak hanya fokus pada jalan utama, Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan penanganan laporan masyarakat terkait jalan rusak di lingkungan permukiman maupun akses penghubung antarwilayah. Langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat merasakan dampak langsung dari peningkatan kualitas infrastruktur.

    Selain itu, percepatan perbaikan jalan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan hingga mobilitas harian warga yang selama ini kerap terganggu akibat jalan berlubang.

    Warga pun mengaku mulai merasakan perubahan setelah sejumlah titik kerusakan berhasil diperbaiki. Banyak pengendara menilai kondisi jalan kini lebih nyaman dilalui terutama saat jam sibuk maupun ketika hujan turun.

    Perbaikan menggunakan hotmix dinilai lebih efektif karena mampu memberikan permukaan jalan yang lebih kuat dan tahan terhadap tekanan kendaraan berat. Dengan metode tersebut, pemerintah berharap kualitas jalan dapat bertahan lebih lama dan meminimalkan kerusakan berulang.

    Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan yang terus berkembang pesat di Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang menargetkan kegiatan perbaikan jalan dapat terus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan agar seluruh akses jalan di Kota Tangerang berada dalam kondisi aman, nyaman dan layak digunakan masyarakat.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan responsif terhadap kebutuhan warga. (B7)

  • 1.500 Peserta Serbu Job Fair Tangerang 2026, Ratusan Lowongan Dibuka Langsung

    1.500 Peserta Serbu Job Fair Tangerang 2026, Ratusan Lowongan Dibuka Langsung

    Berita7 | Kota Tangerang — Sebanyak 1.500 peserta memadati Job Fair Edufair Linkara Expo 2026 yang digelar di YPI Assyakirin, Kecamatan Pinang, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini langsung berdampak pada terbukanya peluang kerja bagi para lulusan baru, dengan ratusan lowongan dari berbagai perusahaan ternama.

    Sebanyak 1.500 peserta dari alumni SMA/SMK sederajat kini mulai berburu pekerjaan dan peluang pendidikan, setelah sebelumnya terbatas dalam akses informasi lowongan kerja. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Global Mandiri dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang dalam menekan angka pengangguran.

    “Job Fair Linkara Expo disambut sangat meriah bahkan lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Ada ratusan lowongan dari sejumlah perusahaan, bahkan beberapa membuka walk in interview langsung di lokasi,” ujar Kepala SMK Global Mandiri Pinang, Asril Fachriza Haqi.

    Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja dan pendidikan lanjutan. Hal ini diperkuat dengan kehadiran berbagai perguruan tinggi yang turut membuka informasi beasiswa dan potongan biaya pendidikan.

    Selain itu, antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal acara. Ribuan pencari kerja memanfaatkan kesempatan ini untuk melamar langsung ke perusahaan, sekaligus menggali informasi peluang karier yang tersedia di Kota Tangerang.

    Sejumlah peserta mengaku terbantu dengan adanya job fair ini karena bisa langsung bertemu perusahaan tanpa harus melalui proses panjang. “Saya tadi langsung melamar ke Alfamart dan Indomaret, semoga hasilnya sesuai harapan,” ujar Hasan Ali Mukti, salah satu peserta.

    Hal senada juga disampaikan peserta lainnya yang berharap kegiatan ini terus diadakan secara rutin. Mereka menilai job fair seperti ini sangat membantu lulusan baru dalam mendapatkan pekerjaan sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik.

    Kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan di Kota Tangerang.

    Pemerintah dan penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak peserta, sehingga dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja semakin besar dan merata.  (B7)

  • Gratis! BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Menjahit, Kuota Cuma 16 Orang

    Gratis! BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Menjahit, Kuota Cuma 16 Orang

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) resmi membuka pendaftaran pelatihan menjahit pakaian pria dan wanita secara gratis mulai 6 Mei 2026. Program ini langsung menyasar calon angkatan kerja dengan kuota sangat terbatas, hanya 16 peserta.

    Sebanyak 16 peserta terpilih nantinya akan mengikuti pelatihan intensif, setelah sebelumnya banyak pencari kerja kesulitan mendapatkan keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di pasar kerja.

    “Kami kembali membuka pendaftaran pelatihan menjahit pakaian pria dan wanita angkatan keempat tahun ini. Jangan ketinggalan, pendaftaran pelatihan ini dibuka gratis dengan kuota terbatas hanya 16 peserta saja,” ujar Kepala BLK Kota Tangerang, Yasin Surya.

    Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis menjahit, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peluang kerja dan kemandirian ekonomi peserta. Terlebih, pelatihan ini dilengkapi dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    Pendaftaran dibuka hingga 25 Mei 2026 melalui aplikasi Tangerang LIVE dengan syarat utama memiliki KTP Kota Tangerang. Antusiasme masyarakat diprediksi tinggi mengingat fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap.

    Selain itu, peserta akan mendapatkan berbagai keuntungan mulai dari bimbingan tutor profesional, sertifikasi kompetensi, hingga akses relasi untuk membuka peluang kerja setelah pelatihan selesai. Hal ini semakin memperkuat nilai program sebagai solusi nyata pengurangan pengangguran.

    Pelatihan sendiri dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 15 Juli 2026. Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk industri maupun membuka usaha mandiri di bidang fashion.

    Sejumlah calon peserta mengaku tertarik dengan program ini karena gratis dan memiliki prospek kerja yang jelas. Mereka menilai pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi yang ingin memiliki skill praktis dalam waktu singkat.

    Pemkot Tangerang berharap program ini dapat terus berlanjut dan diperluas dengan berbagai jenis pelatihan lainnya, guna menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu meningkatkan perekonomian daerah. (B7)