Tag: Kota Tangerang

  • Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan untuk merespon cepat potensi penyebaran Hantavirus usai meningkatnya perhatian terhadap kasus penyakit tersebut dari luar negeri.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini agar penyebaran virus tidak berdampak luas kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki risiko kontak dengan lingkungan tidak bersih dan hewan pengerat seperti tikus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan panduan pencegahan penyebaran Hantavirus kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat.

    Virus tersebut diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

    “Hantavirus dianggap sangat berbahaya karena dapat menginfeksi saluran pernapasan sampai ginjal manusia,” ujar Dini.

    Ia menjelaskan, gejala Hantavirus biasanya muncul dalam satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan dan gagal ginjal pada kondisi tertentu.

    Selain memperkuat kewaspadaan di fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.

    Pemkot Tangerang menilai kebersihan lingkungan menjadi langkah paling penting untuk memutus potensi penyebaran virus Hanta di tengah masyarakat, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan pascabanjir yang rawan memicu munculnya hewan pengerat.

    Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kebersihan lingkungan setelah adanya imbauan dari pemerintah terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Mereka berharap sosialisasi kesehatan terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami gejala dan cara pencegahannya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memastikan sebanyak 23 kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejak 2023 merupakan jenis ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

    Menurut Dante, Indonesia hanya mendeteksi varian “Hanta Fever Renal Syndrome” dengan tingkat kematian lebih rendah dibandingkan varian “Pulmonary Syndrome” yang memiliki fatalitas mencapai 60 hingga 80 persen.

    “Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah Hanta Fever Renal Syndrome yang ringan,” katanya.

    Ia menambahkan pola penyebaran virus ini mirip dengan leptospirosis, yakni melalui perantara tikus dan lingkungan dengan sanitasi buruk. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko penularan. (B7)

  • Kota Tangerang Mencekam, Polisi Bongkar 52 Kasus Begal dan Curanmor dalam Sebulan

    Kota Tangerang Mencekam, Polisi Bongkar 52 Kasus Begal dan Curanmor dalam Sebulan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap 52 kasus kriminal yang terjadi di wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Kasus yang berhasil dibongkar didominasi tindak pencurian kendaraan bermotor, begal, pencurian dengan kekerasan hingga pengeroyokan.

    Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol R. M. Jauhari mengatakan, sebanyak 36 tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Menurutnya, pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Polres Metro Tangerang Kota dalam menekan angka kriminalitas yang belakangan meresahkan masyarakat.

    “Dalam satu bulan terakhir, kami berhasil mengungkap 52 kasus mulai dari curas, curat, curanmor, pencurian biasa hingga pengeroyokan dan penganiayaan,” kata Jauhari.

    Seluruh pelaku dijerat dengan sejumlah pasal pidana, mulai dari Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, Pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa, hingga Pasal 170 dan 351 KUHP mengenai pengeroyokan dan penganiayaan.

    Ancaman hukuman bagi para pelaku rata-rata di atas lima tahun penjara.

    Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik di Kota Tangerang adalah aksi begal yang sempat viral di media sosial. Dalam kasus tersebut, korban dipepet oleh pelaku di pinggir jalan sebelum akhirnya ditodong celurit dan dirampas kendaraannya.

    Peristiwa itu diketahui terjadi di kawasan Karang Tengah, tepatnya di depan sebuah ruko laundry dan cuci motor.

    Polisi bergerak cepat setelah video kejadian ramai beredar di media sosial. Para pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan kini sudah ditahan.

    “Kasus yang sempat viral di media sosial, yaitu kelompok pencuri motor yang memepet korban di pinggir jalan dan menodongkan celurit, seluruh tersangka sudah diamankan,” ujarnya.

    Pengungkapan kasus tersebut mendapat perhatian luas warga Kota Tangerang karena aksi begal jalanan belakangan dinilai semakin nekat dan meresahkan masyarakat.

    Dalam pengungkapan puluhan kasus itu, polisi menemukan berbagai modus kejahatan yang digunakan pelaku saat beraksi di wilayah hukum Kota Tangerang.

    Pada kasus curanmor, beberapa pelaku diketahui menggunakan senjata api rakitan untuk mengintimidasi korban. Ada juga yang memakai senjata mainan dan benda keras agar korban ketakutan.

    Aksi pencurian kendaraan bermotor banyak terjadi di area perumahan, pemukiman warga hingga kawasan perkantoran.

    Tak hanya itu, jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama polsek-polsek juga berhasil membongkar kasus pencurian dengan modus ganjal ATM.

    Dalam modus tersebut, pelaku berpura-pura membantu korban di mesin ATM sebelum akhirnya menguras rekening milik korban.

    Selain curanmor dan begal, polisi juga mengungkap kasus pecah kaca mobil yang menyasar kendaraan terparkir untuk mengambil barang-barang berharga seperti telepon genggam.

    Kasus lain yang turut menjadi perhatian adalah tindak kriminal yang melibatkan warga negara asing asal Korea.

    Dalam kejadian itu, korban dibuntuti saat melintas di jalan tol sebelum akhirnya dipepet, ditabrak dan dianiaya menggunakan pisau serta alat setrum listrik.

    Polres Metro Tangerang Kota memastikan seluruh kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

    Pemerintah Kota Tangerang bersama aparat kepolisian juga terus memperkuat koordinasi guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat.

    Polisi Perkuat Pengawasan di Kota Tangerang

    Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan langkah represif melalui penegakan hukum terhadap pelaku kriminal di Kota Tangerang.

    Selain itu, upaya preventif dan preemtif juga diperkuat melalui program Jaga Jakarta yang diterapkan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

    Ia meminta masyarakat untuk ikut aktif melaporkan tindak kejahatan agar kasus kriminal bisa lebih cepat ditangani.

    Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

    “Silakan gunakan layanan Call Center 110 untuk melapor jika menemukan tindak kejahatan atau hal mencurigakan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

    Dengan pengungkapan puluhan kasus tersebut, aparat berharap angka kriminalitas di Kota Tangerang bisa ditekan dan masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas, terutama pada malam hari dan di kawasan rawan kejahatan. (B7)

  • Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar yang ditunggu banyak warga akhirnya datang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda Kota Tangerang kini resmi melayani pasien BPJS Kesehatan atau JKN-KIS setelah Pemerintah Kota Tangerang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    Langkah ini langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar Kecamatan Benda dan wilayah perbatasan Kota Tangerang.

    Sebelumnya, layanan pasien BPJS di RSUD Benda masih terbatas. Kini, hampir seluruh poli sudah bisa diakses peserta JKN-KIS.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Menurutnya, warga kini tidak perlu lagi khawatir atau harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan BPJS.

    “Pasien atau peserta BPJS khususnya yang tinggal di sekitar RSUD Benda sekarang bisa memanfaatkan layanan kesehatan di sini secara maksimal,” ujar Sachrudin usai peresmian kerja sama di RSUD Benda, Rabu 13 Mei 2026.

    RSUD Benda Kota Tangerang Kini Layani Hampir Semua Poli

    Direktur RSUD Benda dr. Suhendra menjelaskan pelayanan BPJS atau JKN-KIS mulai berlaku penuh sejak Mei 2026.

    Ia memastikan peserta BPJS kini bisa mengakses hampir seluruh layanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di RSUD Benda.

    “Kalau sebelumnya layanan BPJS hanya tersedia di UGD, sekarang hampir semua poli sudah bisa melayani peserta JKN-KIS,” katanya.

    Saat ini hanya ada satu poli yang masih menunggu proses perekrutan dokter spesialis sehingga belum beroperasi penuh.

    Selain memperluas pelayanan, RSUD Benda juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan agar pelayanan pasien tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah kunjungan.

    Warga Kota Tangerang Kini Punya Pilihan Layanan Kesehatan Lebih Dekat

    Kerja sama antara Pemkot Tangerang dan BPJS Kesehatan ini dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat.

    Pasalnya, warga kini memiliki akses rumah sakit pemerintah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, khususnya di wilayah Benda dan sekitarnya.

    Keberadaan layanan BPJS di RSUD Benda juga diprediksi membantu mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit lain di Kota Tangerang.

    Tidak hanya itu, masyarakat juga diuntungkan dengan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau.

    RSUD Benda sendiri saat ini telah mengantongi akreditasi dengan nilai kredensial “sangat direkomendasikan”.

    Rumah sakit tersebut melayani delapan poli utama, mulai dari poli penyakit dalam, bedah, anak, kandungan, paru hingga layanan kesehatan gigi.

    Pemkot Tangerang Perluas Pemerataan Layanan Kesehatan

    Pemerintah Kota Tangerang menegaskan perluasan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Kerja sama dengan BPJS Kesehatan di RSUD Benda diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan terjangkau dan berkualitas.

    Dengan bertambahnya fasilitas kesehatan yang menerima pasien BPJS, warga Kota Tangerang kini memiliki lebih banyak pilihan layanan medis tanpa harus keluar biaya besar.

    Kehadiran layanan BPJS di RSUD Benda juga menjadi langkah penting dalam memperkuat pemerataan layanan kesehatan di Kota Tangerang. (B7)

  • GOW Kota Tangerang Kumpulkan Puluhan Kader Wanita, Sinergi Organisasi Jadi Sorotan

    GOW Kota Tangerang Kumpulkan Puluhan Kader Wanita, Sinergi Organisasi Jadi Sorotan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tangerang kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas organisasi yang diikuti puluhan kader wanita dari berbagai organisasi di Kota Tangerang, Rabu 13 Mei 2026.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nyimas Melati itu menjadi perhatian karena menyoroti pentingnya kekompakan organisasi wanita dalam mendukung pembangunan Kota Tangerang.

    Sebanyak 65 peserta hadir dalam kegiatan bertema “Penguatan Sinergi Antarpengurus dan Anggota”. Mereka berasal dari berbagai organisasi wanita yang berada di bawah naungan GOW Kota Tangerang.

    Pelatihan ini digelar untuk memperkuat kerja sama antarpengurus sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi wanita Kota Tangerang.

    GOW Kota Tangerang Dorong Organisasi Wanita Lebih Solid

    Ketua GOW Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh organisasi wanita di Kota Tangerang.

    Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang maksimal jika para anggotanya berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi yang kuat.

    Ia menegaskan kreativitas dan ide besar dalam organisasi hanya akan menjadi wacana jika tidak dibarengi kekompakan antaranggota.

    “Saya ingin seluruh pengurus dan anggota organisasi memahami bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi menjadi kunci agar program kerja benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

    Masturoh menilai organisasi wanita memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Tangerang.

    Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dianggap menjadi langkah penting agar organisasi wanita semakin aktif dan profesional.

    Puluhan Kader Wanita Kota Tangerang Didorong Jadi Penggerak

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat pembekalan mengenai pentingnya komunikasi organisasi, kerja sama tim, hingga penguatan peran anggota dalam menjalankan program kerja.

    GOW Kota Tangerang berharap para peserta nantinya dapat menjadi penggerak di organisasinya masing-masing dan membawa dampak positif di lingkungan masyarakat.

    “Harapan kami, GOW Kota Tangerang semakin maju, solid dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” kata Masturoh.

    Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi wanita dan Pemerintah Kota Tangerang agar berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih maksimal.

    Menurutnya, organisasi wanita memiliki potensi besar untuk membantu memperkuat pembangunan sosial di Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang Dukung Penguatan Organisasi Wanita

    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pengembangan organisasi masyarakat, khususnya organisasi wanita.

    Selain menjadi wadah silaturahmi, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader wanita yang aktif, kreatif dan mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat Kota Tangerang.

    Dengan meningkatnya kapasitas organisasi, GOW Kota Tangerang diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan sosial serta mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

    Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga wanita di Kota Tangerang agar program yang dijalankan lebih terarah dan saling mendukung.

    Ke depan, GOW Kota Tangerang berencana terus menggelar kegiatan serupa secara rutin guna memperkuat kualitas organisasi dan memperluas dampak positif bagi masyarakat. (B7)

  • Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menangani kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui sinergitas bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta guna memastikan proses evakuasi dan penanganan satwa berjalan cepat, aman, dan profesional.

    Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat perkembangan kawasan perkotaan serta perubahan kondisi lingkungan.

    Dalam sepekan terakhir, BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi delapan satwa liar dari berbagai wilayah permukiman warga. Satwa yang diamankan terdiri dari dua ekor monyet, satu ekor musang, dan lima ekor ular sanca yang ditemukan di area permukiman dan titik rawan aktivitas warga.

    Seluruh satwa tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada BKSDA Jakarta untuk menjalani proses observasi, pemeriksaan kesehatan hingga pelepasliaran kembali ke habitat yang sesuai.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, penanganan satwa liar membutuhkan koordinasi yang baik agar keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan terhadap satwa dan ekosistemnya.

    “Penanganan hewan liar tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi bersama BKSDA sebagai instansi yang memiliki kewenangan dan keahlian dalam penanganan satwa liar dilindungi maupun tidak dilindungi,” ujar Mahdiar, Selasa (12/05/2026).

    Menurutnya, kehadiran BPBD tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana alam, tetapi juga merespons berbagai situasi darurat yang berpotensi membahayakan masyarakat, termasuk kemunculan hewan liar di lingkungan permukiman.

    Melalui sinergi tersebut, BPBD dan BKSDA memperkuat sistem pelaporan masyarakat, proses evakuasi lapangan, hingga penanganan pasca-evakuasi sesuai standar keselamatan dan konservasi.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan profesional.

    Kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang dan BKSDA Jakarta diharapkan mampu meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa liar di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat.

    Langkah ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadirkan pelayanan responsif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan. (B7

  • Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Virus ini diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat seperti tikus.

    Dinas Kesehatan Kota Tangerang kini mulai memperkuat pengawasan dan sosialisasi pencegahan di berbagai wilayah, setelah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan hingga ginjal manusia tersebut.

    “Kami sudah melakukan persiapan sesuai edaran sampai meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Selasa (12/5/2026).

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat dari ancaman penyakit menular berbahaya.

    Selain itu, Dinkes Kota Tangerang juga mulai meningkatkan pemantauan terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan mengalami keluhan kesehatan tertentu.

    Virus Hanta sendiri diketahui memiliki masa inkubasi sekitar 1 hingga 8 minggu setelah terpapar. Gejalanya diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual hingga tubuh terasa lemas.

    Dalam kondisi lebih serius, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, sesak napas hingga gagal ginjal yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

    “Adapun untuk pencegahannya sendiri karena ini berhubungan langsung dengan tikus, jadi kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu,” lanjut Dini.

    Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang dapat memicu penyebaran virus Hanta.

    Sejumlah warga juga diminta lebih waspada terhadap keberadaan hewan pengerat di lingkungan permukiman, terutama di area lembap, gudang penyimpanan hingga saluran air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak tikus.

    “Maria menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang bisa menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” tegasnya.

    Pemkot Tangerang berharap langkah pencegahan sejak dini dapat meminimalkan risiko penyebaran virus Hanta sekaligus menjaga kesehatan masyarakat tetap aman dan terkendali. (B7)

  • Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional, Dinas Pendidikan Pastikan Kualitas Sekolah Tetap Stabil

    Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional, Dinas Pendidikan Pastikan Kualitas Sekolah Tetap Stabil

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Pendidikan Kota Tangerang resmi mengukuhkan 31 pejabat fungsional di Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (12/5/2026). Langkah ini berdampak langsung pada keberlangsungan proses belajar-mengajar dan stabilitas kualitas pendidikan di seluruh sekolah.

    Pengukuhan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengisi kekosongan tenaga pendidikan yang ditinggalkan para guru dan pejabat fungsional yang memasuki masa pensiun.

    Sebanyak 31 pejabat fungsional kini mulai bertugas di sejumlah sekolah yang telah ditetapkan melalui surat keputusan resmi. Percepatan pengisian posisi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

    “Alhamdulillah, sejumlah 31 orang hadir semua. Harapan kami, mereka dapat langsung melanjutkan proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada pengisian kebutuhan tenaga pendidik, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Kota Tangerang.

    Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang terus melakukan pemantauan rasio guru dan siswa untuk memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pengajar yang memadai.

    “Kebutuhan guru selalu ada seiring dengan adanya guru yang pensiun. Kami terus melakukan pendataan mana posisi yang kosong untuk segera diterbitkan SK-nya,” lanjut Wahyudi.

    Di momen yang sama, Pemkot Tangerang juga mengukuhkan sejumlah Kepala TK Negeri Pembina di wilayah Karawaci, Cipondoh dan Pinang. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan anak usia dini di Kota Tangerang.

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki tiga TK Negeri Pembina yang diharapkan mampu memberikan sistem pembelajaran yang sesuai dengan fase pertumbuhan anak.

    “Fokus kita adalah memastikan anak-anak usia di bawah enam tahun mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan fase pertumbuhannya,” tegasnya.

    Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu TK Negeri Pembina guna memperluas akses pendidikan berkualitas sejak usia dini.

    Sejumlah tenaga pendidikan menyambut positif pengukuhan tersebut karena dinilai mampu mempercepat pemerataan guru dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. (B7

  • Kota Tangerang Gelar Pelatihan B2SA di SMPN 1, Orang Tua Diajarkan Olah Pangan Sehat Modern

    Kota Tangerang Gelar Pelatihan B2SA di SMPN 1, Orang Tua Diajarkan Olah Pangan Sehat Modern

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal dengan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) di SMPN 1 Tangerang, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan pemahaman pola makan sehat bagi keluarga dan pelajar.

    Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih fokus kepada siswa, kali ini DKP Kota Tangerang menitikberatkan edukasi kepada para orang tua siswa. Langkah tersebut dilakukan agar pola konsumsi sehat di sekolah dapat terus diterapkan hingga di lingkungan rumah.

    Puluhan peserta yang terdiri dari orang tua murid, guru hingga Kader Pansat (Pangan Aman Sehat untuk Hebat) mulai mengikuti praktik langsung pengolahan pangan lokal menjadi menu modern dan bergizi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

    “Tujuannya agar ibu-ibu tidak hanya paham apa itu B2SA, tapi juga memiliki keterampilan memasak yang bisa meningkatkan kesehatan anak sekaligus ekonomi keluarga,” ujar Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah.

    Ia menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teori gizi, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal agar lebih kreatif, sehat dan bernilai ekonomis.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak membuat berbagai menu unik hasil kolaborasi bersama chef profesional. Mulai dari ramen berbahan sagu, ayam angkak hingga puding sayur berbahan wortel dan jagung.

    Menu-menu tersebut disiapkan sebagai alternatif bekal sekolah yang menarik bagi anak-anak namun tetap kaya nutrisi dan aman dikonsumsi setiap hari.

    “Kami ingin orang tua di rumah juga bisa menyiapkan masakan harian dengan standar yang sama. Sehingga kebutuhan gizi anak mulai dari karbohidrat, protein, vitamin hingga mineral selalu tercukupi,” lanjut Lisnah.

    Selain praktik memasak, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi penting tentang pemanfaatan pangan lokal yang selama ini masih kurang dimaksimalkan oleh masyarakat.

    Sejumlah orang tua siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru dalam menyiapkan makanan sehat untuk keluarga.

    Salah satu orang tua siswa kelas 7A SMPN 1 Tangerang, Waika Ismalia, mengaku pelatihan tersebut membuka pemahamannya bahwa sumber karbohidrat tidak selalu bergantung pada nasi.

    “Kebetulan anak saya tidak mengonsumsi nasi. Di pelatihan ini saya mendapat ilmu bahwa sumber karbohidrat itu tidak selalu dari nasi,” ungkapnya.

    Ia berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan karena dinilai sangat membantu para orang tua dalam menyiapkan makanan sehat dan bergizi untuk anak.

    “Semoga dengan makanan yang disajikan lebih beraneka ragam dan bervitamin, anak-anak bisa tumbuh dengan baik,” tutupnya. (B7)

  • Layanan Adminduk Tangerang Gratis, Warga Diminta Pakai Sobat Dukcapil

    Layanan Adminduk Tangerang Gratis, Warga Diminta Pakai Sobat Dukcapil

    Berita7 | Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan (adminduk) diberikan gratis tanpa pungutan biaya. Warga kini juga didorong memanfaatkan aplikasi digital Sobat Dukcapil agar pengurusan dokumen lebih cepat, praktis, dan transparan.

    Berbagai layanan adminduk mulai dari KTP elektronik, kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian hingga pindah datang penduduk kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi Sobat Dukcapil. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pelayanan publik sekaligus mencegah praktik percaloan yang masih menjadi perhatian masyarakat.

    “Seluruh layanan adminduk mudah, gratis dan transparan,” tegas Rizal Ridolloh, Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi Sobat Dukcapil memungkinkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Sistem digital tersebut dinilai mampu memangkas antrean sekaligus mempercepat proses administrasi warga.

    Selain memperkuat layanan digital, Pemkot Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa pengurusan dokumen dengan meminta biaya tertentu. Seluruh layanan dipastikan gratis sesuai aturan yang berlaku.

    Langkah ini dinilai berdampak langsung terhadap pelayanan publik, khususnya memudahkan warga dalam mengakses dokumen penting secara cepat dan aman. Digitalisasi layanan adminduk juga diharapkan meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi pungutan liar di lingkungan pelayanan masyarakat.

    Sejumlah warga mengaku terbantu dengan sistem layanan digital karena proses pengurusan menjadi lebih mudah tanpa harus antre panjang di kantor Disdukcapil. (B7

  • Siswi Tunadaksa Tangerang Siap Harumkan Banten Lewat Puisi

    Siswi Tunadaksa Tangerang Siap Harumkan Banten Lewat Puisi

    Berita7 | Kota Tangerang — Siswi tunadaksa asal Yayasan Karya Dharma Wanita 03 Kota Tangerang, Nayla Alifia, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah terpilih mewakili Tangerang di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Gebyar Lomba Talenta Siswa Provinsi Banten 2026. Di tengah keterbatasan fisik pada tangan dan kaki, Nayla tetap semangat berkarya lewat puisi yang kini jadi perhatian dunia pendidikan.

    Sebanyak puluhan pelajar berbakat berhasil dikalahkan Nayla dalam ajang FLS3N tingkat Kota Tangerang 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat belajar dan berkarya. Dengan bantuan tablet dan handphone, Nayla terus menulis puisi sambil mendapat dukungan penuh dari guru dan keluarga.

    “Saya tetap bersemangat belajar dan membuat karya sampai bisa mewakili Kota Tangerang di ajang provinsi,” ujar Nayla Alifia, Senin (11/05/2026).

    Ia menambahkan, lomba tersebut bukan sekadar pembuktian diri, tetapi menjadi langkah awal untuk mengejar cita-cita sebagai penulis profesional di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

    Perjuangan Nayla dinilai memberikan dampak besar bagi pelajar disabilitas lainnya. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan prestasi tetap bisa diraih dengan kerja keras serta dukungan lingkungan sekitar. Kisah Nayla juga menjadi sorotan positif bagi dunia pendidikan inklusif di Kota Tangerang.

    Selain aktif menulis puisi, Nayla berharap pengalaman di FLS3N Banten 2026 dapat membuka jalan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia ingin terus menghasilkan karya tulis yang mampu menginspirasi banyak orang di masa depan.

    Sejumlah guru dan pelajar mengaku bangga atas pencapaian Nayla karena dinilai membawa semangat baru bagi siswa berkebutuhan khusus untuk lebih percaya diri menunjukkan bakat mereka. (B7)