Tag: Kota Tangerang

  • Klasemen POPDA Banten 2026 Mengejutkan! Kota Tangerang Unggul Tipis, Kabupaten Tangerang Siap Menyalip

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Persaingan di ajang POPDA XII Provinsi Banten 2026 semakin memanas dan mulai menunjukkan kejutan di papan klasemen sementara. Hingga Minggu (14/6/2026) pukul 14.30 WIB, perebutan posisi puncak benar-benar berlangsung ketat dan belum ada yang bisa disebut aman.

    Sorotan utama tertuju pada dua kekuatan besar yang sama-sama mengoleksi total medali yang identik, namun berbeda dalam jumlah emas.

    Kota Tangerang saat ini masih berada di posisi pertama dengan total 40 medali. Dari jumlah tersebut, Kota Tangerang mengoleksi 21 emas, 10 perak, dan 9 perunggu. Jumlah emas yang lebih tinggi menjadi kunci utama mereka bertahan di puncak klasemen sementara.

    [baca_juga]

    Di posisi kedua, Kabupaten Tangerang menempel sangat ketat dengan total 40 medali juga. Perolehan mereka terdiri dari 10 emas, 14 perak, dan 16 perunggu. Selisih emas yang cukup jauh menjadi tantangan utama Kabupaten Tangerang untuk merebut posisi teratas.

    Meski begitu, tren pertandingan menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang masih sangat berpotensi mengejar, terutama karena mereka unggul dalam jumlah medali perak dan perunggu yang bisa menjadi penentu jika selisih emas mulai mengecil di pertandingan berikutnya.

    Sementara itu, Kota Tangerang Selatan berada di posisi ketiga dengan total 29 medali. Tangsel mencatat 7 emas, 15 perak, dan 7 perunggu. Meski tertinggal, peluang mereka untuk naik peringkat masih terbuka jika mampu tampil konsisten di sisa pertandingan.

    Kondisi klasemen ini membuat suasana kompetisi dalam POPDA XII Provinsi Banten 2026 semakin menarik untuk diikuti. Setiap cabang olahraga kini memiliki dampak besar terhadap posisi akhir klasemen.

    Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah tampil maksimal sejak awal kompetisi. Ia menyebut bahwa semangat juang para atlet menjadi faktor penting dalam menjaga posisi Kota Tangerang di puncak klasemen sementara.

    Namun ia juga mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang dan semua kemungkinan masih bisa terjadi. Menurutnya, masih banyak pertandingan yang akan menentukan perubahan posisi klasemen.

    “Jangan cepat puas, karena pertandingan masih panjang dan semua bisa berubah,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para atlet.

    Di sisi lain, tekanan semakin besar bagi seluruh kontingen karena selisih medali yang sangat tipis. Satu pertandingan saja dapat mengubah peta klasemen secara drastis, terutama di papan atas.

    Dengan kondisi ini, POPDA Banten 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kekuatan antar daerah di Provinsi Banten. (B7

  • BPBD Kota Tangerang Bentuk 20 Kelurahan Tangguh Bencana Baru pada 2026

    Berita7 | TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan warga dalam melakukan mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

    Saat ini, BPBD Kota Tangerang telah membentuk 45 Kelurahan Tangguh Bencana yang tersebar di berbagai wilayah. Pada tahun 2026, BPBD kembali menargetkan pembentukan 20 Kelurahan Tangguh Bencana baru guna memperluas jangkauan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

    [baca_juga]

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

    “Melalui Kelurahan Tangguh Bencana, masyarakat diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai pencegahan serta penanganan bencana seperti banjir, kebakaran dan gempa bumi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalisir,” ujarnya.

    BPBD Kota Tangerang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Banten secara rutin memberikan edukasi, pelatihan dan simulasi kebencanaan kepada anggota Kelurahan Tangguh Bencana.

    Selain mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, masyarakat juga dibekali kemampuan melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan infrastruktur pengendali banjir. Warga juga didorong memanfaatkan aplikasi Sipantau milik Pemerintah Kota Tangerang untuk melaporkan potensi gangguan yang dapat memicu bencana.

    Tidak hanya itu, peserta Kelurahan Tangguh Bencana juga diberikan keterampilan dalam menentukan titik evakuasi, menyiapkan dapur umum, mendirikan posko darurat terintegrasi, hingga memastikan ketersediaan cadangan logistik saat terjadi keadaan darurat.

    Mahdiar menuturkan, seluruh Kelurahan Tangguh Bencana yang telah terbentuk sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) serta perlengkapan pendukung operasional.

    “Setiap Kelurahan Tangguh Bencana telah kami lengkapi dengan berbagai sarana pendukung seperti alat pemadam api ringan (APAR), jas hujan, senter, handy talky (HT), jaket, sepatu hingga lemari penyimpanan perlengkapan kebencanaan,” jelasnya.

    Menurutnya, kesadaran masyarakat Kota Tangerang dalam membantu penanganan bencana terus meningkat. Warga kerap bergerak secara mandiri membantu proses evakuasi maupun penanganan awal ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar.

    “Alhamdulillah, masyarakat Kota Tangerang memiliki kepedulian yang tinggi. Tanpa harus menunggu instruksi, warga langsung bergerak membantu saat terjadi bencana,” katanya.

    Mahdiar juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing. Tas tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen penting seperti sertifikat tanah, ijazah, dokumen kependudukan, senter, peluit dan kebutuhan darurat lainnya.

    “Ketika terjadi bencana, tas siaga ini menjadi barang prioritas yang harus diamankan karena berisi dokumen dan perlengkapan penting,” tambahnya.

    Selain memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Kota Tangerang juga membagikan sejumlah tips sederhana untuk mencegah terjadinya bencana di lingkungan sekitar.

    Untuk mencegah kebakaran rumah, masyarakat diimbau menggunakan instalasi listrik dan peralatan yang telah bersertifikat SNI, menghindari penggunaan stop kontak berlebihan, serta rutin memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik.

    Dalam menghadapi potensi gempa bumi, masyarakat disarankan melindungi kepala dan leher, berlindung di bawah meja yang kokoh, serta memastikan furnitur berat terpasang dengan aman agar tidak membahayakan penghuni rumah.

    Sementara untuk mengurangi risiko banjir, warga diharapkan menjaga kebersihan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan aliran sungai atau kali yang mengalami hambatan.

    Melalui penguatan Kelurahan Tangguh Bencana, BPBD Kota Tangerang berharap tercipta masyarakat yang lebih siap, tanggap dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana demi mewujudkan Kota Tangerang yang aman dan berketahanan. (B7

  • Diskominfo Kota Tangerang Diminta Pantau Media Sosial, DPRD Soroti Maraknya Tawuran Remaja

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah dan aparat keamanan terus memperkuat langkah pencegahan tawuran remaja yang belakangan semakin banyak dipicu melalui komunikasi di media sosial. Selain pengawasan di ruang digital, peran orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam melindungi anak dari pengaruh negatif.

    Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menilai pola tawuran saat ini telah mengalami perubahan. Jika dahulu banyak terjadi karena konflik antar sekolah, kini sejumlah kelompok remaja justru membangun komunikasi melalui media sosial sebelum melakukan aksi di lapangan.

    [baca_juga]

    Karena itu, ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang untuk meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas digital yang berpotensi memicu tindakan kekerasan maupun ajakan tawuran.

    “Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan pengawasan yang kuat di ruang digital serta dukungan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

    Selain pengawasan pemerintah, keluarga juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan lebih aktif mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, serta penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.

    Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama 24 jam. Setiap laporan terkait potensi gangguan keamanan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.

    Pemerintah juga melibatkan camat, lurah, serta pengurus RT dan RW untuk memantau kondisi wilayah agar potensi tawuran dapat dicegah lebih cepat.

    Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, sekolah, masyarakat, dan keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta membangun generasi muda yang berprestasi dan terhindar dari perilaku negatif. (B7

  • Putra Tangerang Harumkan Indonesia, Borong 5 Medali di Ajang Dunia Yoga

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Kabar membanggakan datang dari Kota Tangerang. Di tengah ketatnya persaingan atlet dari berbagai negara, pegiat yoga muda asal Kota Tangerang, Arkan Fauzan Riyanto, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah memborong lima medali pada ajang World Yogasana Championship 2026 di India.

    Prestasi luar biasa tersebut langsung mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Tangerang. Arkan dinilai berhasil membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing dan tampil sejajar dengan atlet-atlet terbaik dunia di cabang olahraga yoga.

    Dalam kejuaraan internasional paling bergengsi di dunia yoga tersebut, Arkan sukses membawa pulang dua medali perak dan tiga medali perunggu. Raihan tersebut diraih dari berbagai kategori yang diikuti, mulai dari Traditional, Back Bend, Twisting Body, Forward Bend hingga Supine.

    Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Kota Tangerang. Pasalnya, tidak banyak atlet Indonesia yang mampu meraih prestasi besar di level dunia dalam cabang yoga yang kini semakin berkembang dan diminati masyarakat internasional.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih Arkan. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Tangerang memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global.

    Di balik kesuksesannya, Arkan mengaku pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Tangerang yang terus memberikan doa dan semangat selama dirinya berjuang di India.

    Tak hanya menjadi kebanggaan daerah, prestasi Arkan juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi di bidang olahraga maupun aktivitas positif lainnya. Bahkan, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan ke depan dapat menggelar kejuaraan yoga internasional guna memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai pusat pembinaan olahraga modern di Indonesia.

    Keberhasilan Arkan Fauzan menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu membawa putra daerah menembus panggung dunia. Dari Kota Tangerang untuk Indonesia, lima medali internasional kini menjadi kebanggaan yang patut dirayakan bersama. (B7

  • Pemkot Tangerang Resmi Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, 22.865 Pekerja Rentan Kini Dapat Perlindungan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang kembali memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 22.865 pekerja rentan kini resmi mendapatkan perlindungan dengan premi yang dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin di Kecamatan Karawaci, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan tingkat risiko tinggi.

    [baca_juga]

    Program yang memasuki tahun kedua ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada para pekerja, terutama terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian yang dapat terjadi saat berangkat bekerja, ketika menjalankan aktivitas kerja, hingga perjalanan pulang.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memiliki perlindungan sosial yang layak.

    “Kartu BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bentuk perlindungan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik kecelakaan saat perjalanan menuju tempat kerja, ketika bekerja maupun saat pulang. Selain itu juga terdapat jaminan kematian bagi peserta,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi menjelaskan bahwa program tersebut secara khusus menyasar pekerja nonformal yang masuk kategori masyarakat rentan berdasarkan data kesejahteraan sosial yang dimiliki pemerintah.

    Menurutnya, perlindungan yang diberikan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), sehingga para pekerja memiliki kepastian perlindungan apabila mengalami risiko saat bekerja.

    Penerima manfaat berasal dari berbagai profesi, mulai dari pengemudi ojek, tukang becak, asisten rumah tangga, juru parkir, hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Penetapan peserta dilakukan berdasarkan data Dinas Sosial serta usulan dari masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

    Pemerintah Kota Tangerang juga memastikan pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp16.800 per peserta setiap bulan telah dialokasikan dalam APBD hingga Desember 2026.

    Dengan berjalannya program ini, pemerintah berharap semakin banyak pekerja rentan yang memperoleh perlindungan sosial sehingga dapat bekerja dengan lebih tenang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan mendorong perlindungan tenaga kerja di sektor nonformal di Kota Tangerang. (B7

  • Kota Tangerang Bidik Juara Umum POPDA 2026, 411 Atlet Siap Rebut Kembali Piala Bergilir

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang optimistis mampu kembali mempertahankan tradisi prestasi dengan merebut gelar juara umum pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Provinsi Banten Tahun 2026.

    Optimisme tersebut disampaikan usai seremoni pembukaan POPDA dan PEPARPEDA 2026 yang berlangsung di Stadion Geger, Kota Cilegon, Kamis (11/6/2026). Sebanyak 411 atlet Kota Tangerang diterjunkan untuk bersaing pada berbagai cabang olahraga dan membawa pulang prestasi terbaik.

    [baca_juga]

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan piala bergilir yang sebelumnya berhasil diraih Kota Tangerang hanya dititipkan sementara. Ia berharap para atlet mampu mengulang kesuksesan dan membawa kembali trofi juara umum ke Kota Tangerang.

    “Hari ini kita mengikuti pembukaan POPDA dan PEPARPEDA Tahun 2026. Pada penyelenggaraan sebelumnya Kota Tangerang berhasil menjadi juara umum dan menerima piala bergilir. Sekarang kita serahkan terlebih dahulu untuk pembukaan, namun mudah-mudahan nanti bisa kita bawa pulang kembali,” ujarnya.

    Semangat mempertahankan gelar tersebut semakin kuat karena persiapan para atlet telah dilakukan secara maksimal. Pemerintah Kota Tangerang juga terus memberikan dukungan agar seluruh kontingen mampu tampil optimal selama pertandingan berlangsung.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengungkapkan bahwa sejumlah cabang olahraga bahkan sudah memulai pertandingan babak penyisihan dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.

    Menurutnya, tim basket dan sepak bola Kota Tangerang berhasil meraih kemenangan pada laga penyisihan sehingga menjadi modal positif untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

    Pada ajang POPDA dan PEPARPEDA 2026, Kota Tangerang mengandalkan sejumlah cabang olahraga unggulan yang diyakini mampu menyumbangkan medali, di antaranya panjat tebing, senam, dan pencak silat.

    Dengan kekuatan 411 atlet yang diterjunkan, Pemerintah Kota Tangerang berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik demi mempertahankan tradisi prestasi sekaligus kembali membawa pulang gelar juara umum. (B7

  • Kota Tangerang Resmi Sabet Dua Penghargaan Nasional, Diakui sebagai Pelopor Transformasi Digital Pemerintahan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mencatat prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 Penghargaan tersebut menjadi bukti atas keberhasilan Kota Tangerang dalam membangun tata kelola pemerintahan modern berbasis inovasi dan transformasi teknologi.

    Penghargaan diberikan pada kategori Pelopor Tata Kelola Pemerintahan Modern dan Penggerak Transformasi Teknologi Daerah dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6/2026).

    [baca_juga]

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, dari Founder Disway Group, Dahlan Iskan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong kemajuan pembangunan di Kota Tangerang.

    “Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, rekan media, dan yang paling utama adalah seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono.

    Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

    Menurutnya, tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat, kerja nyata, serta kolaborasi yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

    Maryono juga menilai forum Disway Top Regional Leader Awards menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar gagasan dan praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

    “Penghargaan ini hendaknya tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pemacu semangat dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan program-program inovatif dan terbaik bagi masyarakat, khususnya Kota Tangerang,” katanya.

    Selain penyerahan penghargaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi strategis yang dihadiri sejumlah gubernur, wali kota, dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut dipandu oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan, dengan menghadirkan narasumber Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono.

    Prestasi ini semakin memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong digitalisasi pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta tata kelola yang adaptif terhadap perkembangan teknologi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (B7)

  • Kabar Menggembirakan! Stunting di Kota Tangerang Bertahan 5,4 Persen, Dinkes Maksimalkan Langkah Pencegahan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar positif datang dari sektor kesehatan di Kota Tangerang. Hingga Mei 2026, prevalensi stunting tercatat berada di angka 5,4 persen menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Namun, Pemerintah Kota Tangerang memilih tidak berpuas diri dan kini mengalihkan fokus besar pada satu target utama, yakni mencegah munculnya kasus stunting baru

    Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program terintegrasi yang menyasar sejak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita. Strategi ini diyakini menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan setiap anak memiliki hak untuk tumbuh secara optimal sehingga pencegahan menjadi prioritas utama pemerintah.

    “Data e-PPGBM hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kota Tangerang berada di angka 5,4 persen. Angka ini relatif stabil, namun kami tidak ingin ada tambahan kasus stunting baru sehingga seluruh upaya pencegahan terus diperkuat,” ujarnya.

    Menurutnya, penanganan stunting saat ini tidak hanya berfokus pada anak yang sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai jauh sebelum kelahiran melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin.

    Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan perjalanan penurunan stunting di Kota Tangerang terus mengalami dinamika. Dari angka 19,1 persen pada 2018, prevalensi berhasil turun menjadi 16,4 persen pada 2019, kemudian 15,3 persen pada 2021 dan 11,8 persen pada 2022. Meski sempat meningkat menjadi 17,6 persen pada 2023, angka tersebut kembali turun menjadi 11,2 persen pada 2024.

    Pemerintah Kota Tangerang menilai keberhasilan menekan stunting tidak hanya menjadi tugas sektor kesehatan. Faktor kesejahteraan keluarga, sanitasi lingkungan, pola asuh, pendidikan, hingga kolaborasi lintas sektor memiliki peran besar dalam menciptakan generasi bebas stunting.

    Untuk memperkuat langkah tersebut, berbagai inovasi terus dijalankan, termasuk pemanfaatan aplikasi SIDATA yang terintegrasi dengan e-PPGBM sehingga pemantauan kondisi gizi anak dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

    Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dunia usaha, dan masyarakat, Kota Tangerang optimistis mampu menekan angka stunting lebih rendah lagi serta mewujudkan generasi emas yang sehat dan berdaya saing. (B7

  • 22.865 Pekerja Rentan di Kota Tangerang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Dibayar Pemkot

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 22.865 pekerja rentan. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja sekaligus melindungi keluarga mereka dari berbagai risiko kerja maupun risiko kematian.

    Melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), para pekerja rentan memperoleh perlindungan dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi.

    Sebagai simbol komitmen tersebut, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para penerima manfaat dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Neglasari, Rabu (10/6/2026).

    Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah mengalokasikan anggaran sebesar **Rp384.132.000 setiap bulan** untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 22.865 pekerja rentan.

    “Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami ingin para pekerja dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang karena memiliki jaminan perlindungan ketika menghadapi risiko yang tidak diharapkan,” ujarnya.

    Menurut Sachrudin, manfaat program ini tidak hanya berupa kartu kepesertaan, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika terjadi kecelakaan kerja maupun musibah yang menimpa pekerja.

    Ia berharap para penerima manfaat dapat bekerja lebih fokus, produktif, dan memiliki rasa aman sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga menyerahkan secara langsung kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua warga Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, sebagai simbol dimulainya pemberian perlindungan kepada para pekerja rentan.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memastikan pekerja rentan mendapatkan perlindungan sosial yang layak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

    Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena proses pendaftaran hingga pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui APBD.

    “BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar administrasi, tetapi investasi perlindungan bagi masa depan keluarga. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap program ini mampu memperluas perlindungan sosial, meningkatkan rasa aman bagi para pekerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (B7)

  • Aksi di Tugu Adipura Tangerang, LAP Desak Evaluasi Total Program MBG dan Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BGN

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Puluhan massa yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) Tangerang menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Rabu (10/6/2026). Dalam aksi long march tersebut, mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

    Massa membawa sejumlah tuntutan yang mereka nilai penting demi menjaga kualitas program strategis nasional tersebut. Di antaranya evaluasi total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, pengawasan yang lebih ketat dan transparan, penegakan standar pelayanan, perlindungan hak penerima manfaat, serta tata kelola program yang akuntabel.

    Koordinator Massa Aksi LAP Tangerang, Saipul Basri, mengatakan aspirasi tersebut lahir dari berbagai keresahan masyarakat terhadap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Raya.

    [baca_juga]

    “Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh dugaan korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga setiap penyimpangan perlu dievaluasi,” ujarnya.

    Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di lapangan.

    LAP Tangerang juga menyoroti masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dinilai belum memenuhi berbagai persyaratan dan standar operasional. Mereka menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar kualitas pelayanan serta keamanan makanan tetap terjamin.

    Saipul Basri menjelaskan bahwa apabila standar pelayanan tidak dipenuhi, maka potensi munculnya berbagai persoalan, termasuk keamanan pangan, harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

    “Kami tidak meminta program strategis nasional ini dibubarkan. Yang kami dorong adalah evaluasi total dan menyeluruh agar tujuan awal program benar-benar tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Selain melakukan aksi kali ini, LAP Tangerang menyebut kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyampaian aspirasi yang akan terus dilakukan sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah.

    Mereka berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh penerima manfaat. (DRi