Tag: Kota Tangerang

  • Indeks Kepuasan Naik, Pemkot Tangerang Genjot Diklat Pelayanan Publik Lintas Instansi

    Indeks Kepuasan Naik, Pemkot Tangerang Genjot Diklat Pelayanan Publik Lintas Instansi

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang resmi menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) serta evaluasi pelayanan publik lintas instansi yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, kecamatan hingga puskesmas. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam aspek kenyamanan dan kecepatan respons.

    Sebanyak puluhan unit kerja kini mulai mengikuti penguatan kapasitas pelayanan, setelah sebelumnya evaluasi dilakukan secara terbatas di masing-masing instansi. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam mendorong pelayanan publik yang lebih optimal, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    “Hari ini kita mengikuti diklat untuk menambah wawasan bagi OPD pelayanan publik agar lebih mengoptimalkan dari segi pelayanan. Kita ingin masyarakat merasa lebih nyaman, terfasilitasi dan apa yang menjadi harapan mereka benar-benar ditindaklanjuti,” ujar Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis aparatur, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas interaksi pelayanan dan kepercayaan publik. Pemkot Tangerang, kata dia, menempatkan kepuasan masyarakat sebagai indikator utama keberhasilan kinerja pelayanan.

    Data terbaru menunjukkan tren positif Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, IKM berada di angka 87,49 dan meningkat menjadi 89,61 pada 2025. Meski peningkatannya tidak terlalu signifikan, konsistensi tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa masyarakat merasakan adanya perbaikan layanan secara berkelanjutan.

    Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga kredibel seperti Kementerian PAN-RB, Ombudsman, serta Bank Central Asia (BCA). Materi yang diberikan mencakup evaluasi pelayanan, peningkatan kualitas interaksi petugas, hingga strategi mempertahankan kepercayaan masyarakat. Hal ini semakin memperkuat nilai strategis kegiatan sebagai upaya pembenahan menyeluruh.

    Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Tangerang, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa evaluasi menjadi kunci utama dalam memperbaiki kekurangan yang masih ada di lapangan. Menurutnya, pembelajaran dari institusi dengan standar pelayanan terbaik sangat penting untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur.

    “Dalam rangka meningkatkan pelayanan, kita perlu mengadakan evaluasi hal-hal yang masih kurang. Itulah mengapa kami menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai sektor,” ujarnya.

    Sejumlah aparatur yang terlibat mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru serta memperkuat pemahaman dalam menghadapi dinamika pelayanan publik. Mereka menilai, pelatihan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme saat berinteraksi langsung dengan masyarakat.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkualitas, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. (B7)

  • Kota Tangerang Gelar Pelatihan Bela Negara, 100 PPPK Didorong Tingkatkan Integritas

    Kota Tangerang Gelar Pelatihan Bela Negara, 100 PPPK Didorong Tingkatkan Integritas

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang resmi menggelar pelatihan bela negara bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata pada 6-8 Mei 2026. Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas aparatur, khususnya dalam hal integritas dan pelayanan publik bagi masyarakat.

    Sebanyak 100 PPPK dari berbagai Perangkat Daerah kini mulai mengikuti pelatihan intensif, setelah sebelumnya menjalankan tugas rutin tanpa pembinaan karakter secara terstruktur. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.

    “Sebagai pelayan masyarakat, PPPK harus memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Bela negara dalam konteks aparatur adalah bekerja dengan jujur, disiplin, serta mampu memberikan solusi terbaik bagi setiap persoalan di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis aparatur, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, karakter dan integritas menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang kuat dan berdaya saing.

    Selain itu, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, mulai dari unsur TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga praktisi pemerintahan. Materi yang diberikan mencakup wawasan kebangsaan, kedisiplinan, etika pelayanan publik, serta penguatan mental aparatur. Hal ini semakin memperkuat nilai strategis kegiatan dalam membentuk aparatur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

    Sejumlah peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang berbeda dari rutinitas kerja sehari-hari. Mereka merasa pelatihan ini mampu membuka wawasan serta meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa program pembinaan tersebut mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para peserta.

    Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi Pemkot Tangerang untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, diharapkan para peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan aparatur yang tangguh, profesional, dan berintegritas tinggi, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Transformasi mental dan karakter aparatur dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang maju dan berdaya saing.

    Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas dengan cakupan peserta yang lebih besar, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara merata di seluruh lini pemerintahan. Dengan komitmen yang kuat, Pemkot Tangerang optimistis mampu menciptakan birokrasi yang adaptif, responsif, dan siap menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat. ( B7)

  • Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL, Fasilitas Umum Kembali Nyaman Digunakan

    Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL, Fasilitas Umum Kembali Nyaman Digunakan

    Berita7 | Kota Tangerang — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik strategis, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menyasar kawasan Alun-Alun Ahmad Yani, Jalan Satria Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan Benteng Betawi sebagai upaya menjaga ketertiban dan fungsi fasilitas umum yang selama ini terganggu.

    Langkah ini berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat, khususnya pejalan kaki dan pengguna ruang publik yang selama ini terganggu akibat pemanfaatan trotoar, bahu jalan, hingga area taman sebagai lokasi berjualan. Penataan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman.

    Sebanyak sejumlah pedagang kini mulai diarahkan untuk tidak lagi berjualan di area terlarang, setelah sebelumnya masih ditemukan pelanggaran di berbagai titik. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya Satpol PP dalam menegakkan aturan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ketertiban umum.

    “Kami terus melakukan penataan terhadap PKL yang menggunakan fasilitas umum tidak sesuai peruntukannya. Trotoar, bahu jalan, hingga ruang terbuka publik harus tetap difungsikan sebagaimana mestinya untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mulyani.

    Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Petugas di lapangan memberikan edukasi langsung kepada para pedagang terkait aturan yang berlaku, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga fungsi fasilitas umum.

    Dalam pelaksanaannya, petugas terlebih dahulu memberikan imbauan dan peringatan kepada para pedagang agar tidak kembali berjualan di lokasi yang dilarang. Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan kesadaran bersama tanpa harus langsung mengambil tindakan tegas.

    Namun demikian, bagi pedagang yang masih melanggar setelah diberikan peringatan, petugas tetap melakukan tindakan sesuai prosedur. Barang dagangan yang digunakan di lokasi terlarang diamankan sebagai bentuk penegakan aturan yang tegas dan terukur.

    “Barang yang diamankan dapat diambil kembali sesuai prosedur yang berlaku, dengan syarat membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran,” jelas Mulyani.

    Selain itu, penertiban ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Regulasi tersebut menjadi dasar hukum dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan kepentingan umum.

    Sejumlah masyarakat menyambut positif langkah ini karena dinilai mampu mengembalikan fungsi ruang publik yang sebelumnya terganggu. Trotoar yang kembali bersih dan tertata membuat pejalan kaki merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas.

    Di sisi lain, para pedagang juga diharapkan dapat memahami pentingnya mematuhi aturan yang berlaku. Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan bersama.

    Satpol PP Kota Tangerang menegaskan bahwa kegiatan penataan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas umum dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya oleh masyarakat luas.

    Melalui langkah ini, diharapkan tercipta lingkungan kota yang lebih tertib, rapi, dan nyaman untuk semua. Partisipasi aktif masyarakat, termasuk para pedagang, menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban serta menciptakan ruang publik yang berkualitas.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap, dengan adanya penertiban ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya aturan semakin meningkat. Dengan demikian, keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kepentingan umum dapat terus terjaga secara berkelanjutan. (B7)

  • BPBD Kota Tangerang Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran, Pegawai SPPG Bugel Ikuti Pelatihan K3

    BPBD Kota Tangerang Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran, Pegawai SPPG Bugel Ikuti Pelatihan K3

    Berita7 | Kota Tangerang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran melalui pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pemadaman api. Kali ini, pelatihan menyasar pegawai SPPG Bugel Karawaci yang mengikuti kegiatan secara langsung pada Senin (4/5/2026).

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis BPBD Kota Tangerang dalam meningkatkan kemampuan dasar penanggulangan kebakaran di lingkungan kerja. Pelatihan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesiapan pegawai dalam menghadapi situasi darurat, khususnya dalam melakukan tindakan awal sebelum bantuan petugas pemadam tiba di lokasi.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan lengkap, mulai dari pengenalan jenis-jenis api, potensi penyebab kebakaran, hingga teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Materi disampaikan secara sistematis agar mudah dipahami, sekaligus memastikan setiap peserta mampu mengaplikasikannya di kondisi nyata.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba memadamkan api dengan pengawasan ketat dari petugas berpengalaman.

    “Hal ini dilakukan agar pegawai dapat memahami langkah-langkah penanganan kebakaran secara tepat, cepat dan aman,” ujar Mahdiar.

    Ia menambahkan, pelatihan K3 pemadaman api menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam meminimalkan risiko kebakaran, terutama di lingkungan kerja yang memiliki potensi bahaya tertentu. Dengan pemahaman yang baik, setiap individu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan awal.

    “Melalui pelatihan ini, kami berharap para pegawai dapat lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat kebakaran,” lanjutnya.

    Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BPBD Kota Tangerang dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini.

    Selain itu, pelatihan ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri para pegawai dalam menghadapi potensi risiko kebakaran. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman praktik langsung, mereka diharapkan mampu mengambil keputusan cepat dan tepat dalam situasi darurat.

    Sejumlah peserta mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang sebelumnya belum dimiliki. Mereka merasa lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus lebih memahami pentingnya keselamatan kerja di lingkungan masing-masing.

    BPBD Kota Tangerang secara konsisten terus melakukan edukasi dan pelatihan serupa di berbagai sektor, baik instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya kebakaran, dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Ke depan, program pelatihan seperti ini akan terus diperluas agar semakin banyak pihak yang mendapatkan manfaat. BPBD juga mendorong setiap instansi untuk secara aktif melakukan simulasi dan pelatihan internal guna memperkuat sistem mitigasi bencana di lingkungan kerja masing-masing.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pegawai SPPG Bugel Karawaci tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan tindakan nyata dalam penanggulangan kebakaran. Respons cepat di tahap awal dinilai sangat krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran dan mengurangi potensi kerugian.

    BPBD Kota Tangerang berharap, melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat semakin tanggap, siap, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya keselamatan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (B7)

  • Diskominfo Kota Tangerang Perkuat 104 Kelurahan Cantik, Dorong Pemanfaatan Big Data untuk Pembangunan

    Diskominfo Kota Tangerang Perkuat 104 Kelurahan Cantik, Dorong Pemanfaatan Big Data untuk Pembangunan

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang memperkuat implementasi program 104 Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) sebagai langkah strategis mendorong pembangunan berbasis data. Upaya ini difokuskan pada pemanfaatan big data serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data di tingkat kelurahan.

    Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peluncuran program Kelurahan Cantik yang diinisiasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Badan Pusat Statistik (BPS), sekaligus sebagai persiapan menuju pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Program ini diharapkan mampu menghadirkan data yang lebih akurat, terintegrasi, dan relevan dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa penguatan program Kelurahan Cantik dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data sekaligus memperkuat kemampuan aparatur di tingkat kelurahan.

    “Pengelolaan data hingga tingkat kelurahan sangat penting untuk mengetahui potensi dan permasalahan secara lebih rinci. Dengan data yang akurat, kebijakan yang diambil akan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujar Mugiya.

    Ia menambahkan, pemanfaatan big data menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan modern. Dengan sistem data yang kuat dan terintegrasi, pemerintah dapat merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat.

    Program Kelurahan Cantik sendiri dirancang untuk membangun ekosistem statistik dari level paling bawah, sehingga setiap kelurahan memiliki kemampuan dalam mengelola, memanfaatkan, dan menyajikan data secara mandiri. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis bukti.

    Selain itu, keberadaan program ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung agenda nasional, termasuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan segera dimulai. Dengan kesiapan data di tingkat kelurahan, proses pendataan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan informasi yang akurat.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa penguatan data dari tingkat lokal akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas statistik secara keseluruhan. Ia menilai Kota Tangerang telah menunjukkan langkah progresif dalam membangun sistem data yang terintegrasi.

    “Dengan membangun data dari bawah melalui Kelurahan Cantik dan memperkuatnya dengan big data, kualitas data akan semakin baik dan dapat dimanfaatkan secara luas,” ungkapnya.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran data yang akurat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mendukung penuh program ini agar dapat berjalan secara maksimal.

    “Pembangunan harus berbasis data. Seluruh perangkat daerah, camat, lurah hingga RT dan RW harus berperan aktif dalam menyukseskan program ini,” tegasnya.

    Sebagai tindak lanjut, Diskominfo Kota Tangerang bersama BPS akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya data dalam pembangunan, termasuk dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut.

    Sejumlah pihak menilai, penguatan program Kelurahan Cantik oleh Diskominfo menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Dengan dukungan data yang akurat dan sistem yang terintegrasi, kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap, melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi, budaya sadar data dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya terarah, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (B7)

  • Kota Tangerang Bentuk Gugus Tugas Pornografi, Kemenko PMK Apresiasi Dampak ke Perlindungan Anak

    Kota Tangerang Bentuk Gugus Tugas Pornografi, Kemenko PMK Apresiasi Dampak ke Perlindungan Anak

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang resmi membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi (GTP3) berbasis komunitas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kota Tangerang, Banten, Senin (27/4/2026). Langkah ini berdampak langsung pada penguatan perlindungan keluarga dan anak di era digital, khususnya di tingkat masyarakat.

    Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum. Ia menilai pembentukan gugus tugas di daerah menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang terintegrasi.

    “Sinergi lintas sektor seperti yang dilakukan Kota Tangerang menjadi modal penting dalam membangun ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” ujarnya.

    Gugus tugas ini memiliki dasar hukum melalui Keputusan Wali Kota Tangerang Nomor 1126 Tahun 2025 dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat dan komunitas di tingkat kelurahan dan RW.

    Sebagai bagian dari implementasi, sebanyak sejumlah elemen masyarakat kini mulai terlibat aktif dalam upaya pencegahan, edukasi, hingga penanganan kasus pornografi, setelah sebelumnya penanganan masih berjalan parsial. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sistem perlindungan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

    Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa gugus tugas ini dirancang sebagai mekanisme kerja yang aktif dan responsif.

    “Kami ingin memastikan pencegahan dan penanganan dilakukan secara terstruktur dengan dukungan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang juga memperkuat layanan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Upaya ini diperkuat dengan jejaring Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di seluruh kelurahan guna mendorong deteksi dini di tingkat komunitas.

    Sejumlah masyarakat menyambut positif langkah tersebut karena dinilai mampu memberikan perlindungan yang lebih nyata, terutama bagi anak dan keluarga di tengah derasnya arus digital.

    Pemerintah berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di masa depan. (B7)

  • 300 Siswa Ikuti O2SN dan FLS3N di Cipondoh Pagi Ini, Ajang Cari Bibit Unggul

    300 Siswa Ikuti O2SN dan FLS3N di Cipondoh Pagi Ini, Ajang Cari Bibit Unggul

    Berita7 | KOTA TANGERANG Cipondoh — Pembukaan Gebyar Festival Lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) digelar pada Selasa pagi (5/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 siswa sekolah dasar dari seluruh wilayah Kecamatan Cipondoh.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung di Stadion Mini Cipondoh dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Ajang ini menjadi sarana untuk menjaring bibit unggul di berbagai cabang seperti pencak silat, karate, dan atletik.

    “Kami mendorong para siswa untuk terus mengasah bakat serta memanfaatkan momen ini sebagai wadah menunjukkan potensi terbaik di bidang olahraga dan seni,” ujar Camat Cipondoh, Muhammad Marwan.

    Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya menekankan prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas serta menjadi ajang silaturahmi antar peserta dari berbagai sekolah.

    Situasi kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat, dengan harapan dapat melahirkan perwakilan terbaik untuk melaju ke tingkat Kota Tangerang.

    Berita ini akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan. (B7)

  • Capaian Program Keluarga Berencana di Kota Tangerang Terus Meningkat

    Capaian Program Keluarga Berencana di Kota Tangerang Terus Meningkat

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang mencatatkan tren positif dalam capaian program Keluarga Berencana (KB) di Kota Tangerang. Data menunjukkan penggunaan alat kontrasepsi terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, menyebutkan bahwa angka proporsi kebutuhan KB terlayani pada tahun 2025 telah mencapai 88,8 persen.

    Selain itu, pelayanan KB pascabersalin pada tahun yang sama juga telah melampaui target dengan capaian sebesar 119,8 persen.

    “Kami melihat kampanye edukasi akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dan program KB telah berjalan sesuai target. Data ini menjadi bukti keberhasilan pengendalian penduduk di Kota Tangerang,” ujar Tihar.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terkait penggunaan alat kontrasepsi melalui berbagai program sosialisasi.

    Pemkot Tangerang juga akan memanfaatkan berbagai momentum seperti HUT Ikatan Bidan Indonesia, Hari Keluarga Nasional, hingga Hari Kontrasepsi Sedunia untuk menggelar pelayanan KB serentak.

    “Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program yang sudah ada termasuk pelayanan KB serentak setiap tahunnya,” tambahnya.

    Pemkot Tangerang berharap capaian program KB terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (B7)

  • Pemkot Tangerang Dukung Penuh SPPG Cisadane, MBG untuk Anak Sekolah Segera Berjalan

    Pemkot Tangerang Dukung Penuh SPPG Cisadane, MBG untuk Anak Sekolah Segera Berjalan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Sentra Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan Polres Metro Tangerang Kota. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin usai menghadiri syukuran dan doa bersama selesainya pembangunan SPPG Cisadane 1 dan Cisadane 2, Jumat (28/11/2025).

    Suasana penuh antusias dan optimisme terlihat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran dua fasilitas baru ini menjadi langkah penting dalam mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di Kota Tangerang.

    Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengapresiasi kinerja Polres Metro Tangerang Kota bersama seluruh mitra kerja yang mampu menyelesaikan pembangunan secara cepat dengan kualitas yang baik.

    “Saya memberikan apresiasi kepada Pak Kapolres dan seluruh jajaran beserta mitra kerja. Proses percepatan pembangunan SPPG Cisadane 1 dan 2 berjalan luar biasa dan layak menjadi percontohan,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

    Ia menjelaskan, setiap dapur MBG dirancang dengan standar sanitasi ketat dan didukung petugas serta relawan yang telah mendapatkan pelatihan khusus agar proses pengolahan hingga distribusi makanan berjalan aman dan higienis.

    Sachrudin juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi demi menciptakan masyarakat Kota Tangerang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

    Pemkot Tangerang memastikan akan melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala agar seluruh operasional SPPG berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

    Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari menyampaikan bahwa dua bangunan SPPG yang telah selesai dibangun kini siap beroperasi untuk mendukung program MBG di wilayah Kota Tangerang.

    “Mulai hari Senin, SPPG Cisadane 1 akan beroperasi untuk menyiapkan Makanan Bergizi Gratis bagi anak-anak sekolah di Kota Tangerang,” ungkapnya.

    Ke depan, Polres Metro Tangerang Kota menargetkan pembangunan total tujuh SPPG guna memperluas cakupan pelayanan gizi di wilayah hukumnya.

    Dengan dukungan Pemerintah Kota Tangerang dan Forkopimda, program tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pemenuhan gizi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kota Tangerang. (B7)

     

  • 50 Peserta Ikuti Sosialisasi Disabilitas di Kota Tangerang, Pemkot Dorong Dunia Kerja Inklusif

    50 Peserta Ikuti Sosialisasi Disabilitas di Kota Tangerang, Pemkot Dorong Dunia Kerja Inklusif

    Berita7 | Kota Tangerang — Suasana antusias terlihat saat Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang melakukan Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas di salah satu ruang kegiatan resmi, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini langsung menarik perhatian 50 peserta yang terdiri dari perwakilan perusahaan, Sekolah Luar Biasa, serta organisasi penyandang disabilitas.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

    “Kami ingin membangun ekosistem kerja yang inklusif di Kota Tangerang. Mempekerjakan penyandang disabilitas bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga tentang hak yang setara untuk berkarya,” ujar Ujang Hendra Gunawan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang.

    Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman langsung kepada perusahaan mengenai rekrutmen inklusif dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

    Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI serta praktisi disabilitas yang telah sukses di dunia usaha.

    Kegiatan berlangsung tertib dengan diskusi aktif antara peserta dan narasumber. Pemerintah berharap program ini dapat memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kota Tangerang. (B7)