Gratis! BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Menjahit, Kuota Cuma 16 Orang

Written by

in

Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) resmi membuka pendaftaran pelatihan menjahit pakaian pria dan wanita secara gratis mulai 6 Mei 2026. Program ini langsung menyasar calon angkatan kerja dengan kuota sangat terbatas, hanya 16 peserta.

Sebanyak 16 peserta terpilih nantinya akan mengikuti pelatihan intensif, setelah sebelumnya banyak pencari kerja kesulitan mendapatkan keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di pasar kerja.

“Kami kembali membuka pendaftaran pelatihan menjahit pakaian pria dan wanita angkatan keempat tahun ini. Jangan ketinggalan, pendaftaran pelatihan ini dibuka gratis dengan kuota terbatas hanya 16 peserta saja,” ujar Kepala BLK Kota Tangerang, Yasin Surya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis menjahit, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peluang kerja dan kemandirian ekonomi peserta. Terlebih, pelatihan ini dilengkapi dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pendaftaran dibuka hingga 25 Mei 2026 melalui aplikasi Tangerang LIVE dengan syarat utama memiliki KTP Kota Tangerang. Antusiasme masyarakat diprediksi tinggi mengingat fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap.

Selain itu, peserta akan mendapatkan berbagai keuntungan mulai dari bimbingan tutor profesional, sertifikasi kompetensi, hingga akses relasi untuk membuka peluang kerja setelah pelatihan selesai. Hal ini semakin memperkuat nilai program sebagai solusi nyata pengurangan pengangguran.

Pelatihan sendiri dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 15 Juli 2026. Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk industri maupun membuka usaha mandiri di bidang fashion.

Sejumlah calon peserta mengaku tertarik dengan program ini karena gratis dan memiliki prospek kerja yang jelas. Mereka menilai pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan, terutama bagi yang ingin memiliki skill praktis dalam waktu singkat.

Pemkot Tangerang berharap program ini dapat terus berlanjut dan diperluas dengan berbagai jenis pelatihan lainnya, guna menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu meningkatkan perekonomian daerah. (B7)