Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, pada Sabtu 9 Mei 2026, berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi pelajar, tetapi juga menjadi momentum penting deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman atau BSAN serta peluncuran program Sekolah Adiwiyata di seluruh jenjang pendidikan di Banten.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, serta para kepala daerah dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Kegiatan ini menjadi sorotan karena menggabungkan kompetisi pelajar dengan agenda besar transformasi pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan prestasi.
Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh pemerintah daerah di dalamnya yang dinilai serius dalam memperkuat budaya sekolah yang aman dan bebas kekerasan.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan implementasi Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus benar-benar menjadi ruang tumbuh yang positif bagi peserta didik.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberadaan budaya sekolah yang sehat akan berdampak langsung pada kualitas generasi muda. Lingkungan yang aman dan nyaman, kata dia, akan melahirkan siswa yang lebih percaya diri, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan.
Banten Dorong Pendidikan Berbasis Karakter dan Lingkungan
Gubernur Banten Andra Soni dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan pendidikan yang sehat dan berkarakter.
Ia menegaskan bahwa peluncuran Sekolah Adiwiyata serta penguatan BSAN menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan nilai sosial.
Menurut Andra Soni, pendidikan di Banten diarahkan untuk mendukung visi jangka panjang Indonesia Emas, di mana pelajar saat ini dipersiapkan menjadi generasi unggul yang mampu menjawab tantangan global di masa depan.
Komitmen Kota Tangerang dalam Cegah Kekerasan di Sekolah
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang memiliki komitmen kuat dalam mendukung implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh satuan pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa deklarasi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan.
Pemerintah Kota Tangerang sendiri telah membentuk Kelompok Kerja BSAN serta memperkuat sistem pengawasan melalui layanan digital SI LACAK PERAK, yang berfungsi sebagai sistem pelaporan cepat terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Sachrudin juga mengajak para pelajar untuk menjadikan ajang Gebyar Lomba Talenta Siswa sebagai ruang positif untuk mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat persaudaraan antar daerah di Provinsi Banten.
Ajang Talenta Pelajar Jadi Simbol Kolaborasi Pendidikan
Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 juga dimeriahkan dengan defile kontingen dari delapan kabupaten dan kota di Banten. Penampilan seni budaya dan kreativitas pelajar turut menambah semarak suasana di Stadion Benteng Reborn.
Ajang ini menjadi simbol kolaborasi antar daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan inklusif. Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelajar di Banten.
Kegiatan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang tidak hanya menampilkan semangat kompetisi pelajar, tetapi juga menandai komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan dunia pendidikan di Banten dapat berkembang menjadi lebih inklusif, aman, dan mampu mencetak generasi unggul untuk masa depan Indonesia. (B7)
