Blog

  • Kota Tangerang Bentuk Gugus Tugas Pornografi, Kemenko PMK Apresiasi Dampak ke Perlindungan Anak

    Kota Tangerang Bentuk Gugus Tugas Pornografi, Kemenko PMK Apresiasi Dampak ke Perlindungan Anak

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang resmi membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi (GTP3) berbasis komunitas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kota Tangerang, Banten, Senin (27/4/2026). Langkah ini berdampak langsung pada penguatan perlindungan keluarga dan anak di era digital, khususnya di tingkat masyarakat.

    Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum. Ia menilai pembentukan gugus tugas di daerah menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang terintegrasi.

    “Sinergi lintas sektor seperti yang dilakukan Kota Tangerang menjadi modal penting dalam membangun ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” ujarnya.

    Gugus tugas ini memiliki dasar hukum melalui Keputusan Wali Kota Tangerang Nomor 1126 Tahun 2025 dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat dan komunitas di tingkat kelurahan dan RW.

    Sebagai bagian dari implementasi, sebanyak sejumlah elemen masyarakat kini mulai terlibat aktif dalam upaya pencegahan, edukasi, hingga penanganan kasus pornografi, setelah sebelumnya penanganan masih berjalan parsial. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sistem perlindungan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

    Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa gugus tugas ini dirancang sebagai mekanisme kerja yang aktif dan responsif.

    “Kami ingin memastikan pencegahan dan penanganan dilakukan secara terstruktur dengan dukungan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang juga memperkuat layanan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Upaya ini diperkuat dengan jejaring Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di seluruh kelurahan guna mendorong deteksi dini di tingkat komunitas.

    Sejumlah masyarakat menyambut positif langkah tersebut karena dinilai mampu memberikan perlindungan yang lebih nyata, terutama bagi anak dan keluarga di tengah derasnya arus digital.

    Pemerintah berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di masa depan. (B7)

  • DLH Kota Tangerang Resmi Stop Pengangkutan Sampah Kunciran, Ini Alasannya

    DLH Kota Tangerang Resmi Stop Pengangkutan Sampah Kunciran, Ini Alasannya

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang resmi menghentikan layanan pengangkutan sampah di lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kampung Kunciran, Kecamatan Pinang. Kebijakan ini mulai diberlakukan setelah muncul laporan keresahan warga terkait aktivitas persampahan di kawasan tersebut.

    Penghentian layanan ini berdampak langsung pada aktivitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut, khususnya bagi warga sekitar yang selama ini terdampak bau dan lalu lintas kendaraan pengangkut.

    Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur DLH Kota Tangerang, Bahrudin, menegaskan bahwa seluruh armada pengangkut sampah tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut mulai saat ini.

    “Terkait hal itu, hari ini sudah mulai kita stop layanannya. Tidak ada armada kita yang akan melakukan pengangkutan di situ,” ujarnya.

    Keputusan ini diambil setelah adanya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas di TPS tersebut, mulai dari bau menyengat hingga kebisingan kendaraan.

    “Dasar pertama, ya adanya laporan keresahan masyarakat setempat. Itu juga menjadi dasar kami untuk melakukan penghentian pengangkutan sampah di situ,” katanya.

    DLH menyebut, penghentian layanan akan berlangsung selama penolakan dari warga masih terjadi. Evaluasi lanjutan akan dilakukan jika kondisi di lapangan dinilai sudah kondusif dan memungkinkan layanan kembali berjalan.

    “Untuk penghentian, ya selama di situ masyarakat menolak, ya mungkin kita akan tinjau ulang untuk kelanjutan layanan pengangkutan di situ,” jelasnya.

    Menurut Bahrudin, dalam sistem pelayanan persampahan, kenyamanan warga menjadi prioritas utama. Setiap aktivitas yang menimbulkan keresahan dapat menjadi dasar untuk dilakukan penghentian layanan.

    “Bahwa itu adalah bagian dari kegiatan pengangkutan sampah selama masyarakat tidak resah,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangerang, Iwan, menyebut bahwa keputusan penghentian layanan merupakan kewenangan bidang kebersihan, sedangkan sanksi lanjutan akan ditentukan oleh bidang terkait.

    “Kalau terkait sanksi nanti dari teman-teman dari bidang PPKLH memutuskan. Kalau dari bidang kebersihan akan stop pelayanan ke lokasi tersebut,” singkatnya.

    Sebelumnya, aktivitas pengelolaan sampah di Lapak Among, Kampung Kunciran, tepatnya di Jalan Raya Gempol RT 01 RW 02, menuai protes warga. Lokasi tersebut diduga beroperasi tanpa sosialisasi dan menimbulkan gangguan lingkungan hingga kesehatan.

    Salah satu warga, Mamat, mengaku keberatan dengan aktivitas yang berlangsung di dekat tempat tinggalnya. Ia menyebut bau menyengat dan lalu lintas kendaraan pengangkut menjadi sumber utama gangguan.

    “Keberatan, benar-benar keberatan,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa kendaraan pengangkut jenis bak motor keluar masuk hampir sepanjang hari, sehingga menimbulkan kebisingan yang mengganggu.

    “Bau, terus kendaraan yang masuk siang-malam, pulang-pergi berisik,” katanya.

    DLH berharap langkah penghentian ini dapat menjadi solusi sementara sekaligus membuka ruang evaluasi untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar. (B7)

  • Pergantian Kajari Tangerang, Ini Target Besar yang Dikejar

    Pergantian Kajari Tangerang, Ini Target Besar yang Dikejar

    Berita7 | Tangerang — Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tangerang resmi dilakukan, Selasa (5/5/2026). Momentum ini berdampak langsung pada penguatan sinergi antara penegak hukum dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta pertumbuhan ekonomi.

    Jabatan Kajari Kota Tangerang kini diemban oleh Pradhana Probo Setyarjo, menggantikan Muhammad Amin dalam acara lepas sambut yang digelar di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang.

    Kajari baru, Pradhana Probo Setyarjo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan hukum sebagai penopang utama pembangunan daerah.

    “Prinsipnya, kami ingin mendukung pembangunan di Kota Tangerang. Hukum harus menjadi penopang ekonomi, dengan menghadirkan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Kejaksaan akan terus hadir di tengah masyarakat guna memahami kebutuhan serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangerang, termasuk dalam mengawal program pembangunan dan perencanaan daerah.

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyambut baik kehadiran Kajari yang baru dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat.

    “Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dan semakin solid demi kemajuan Kota Tangerang,” katanya.

    Sementara itu, Kajari sebelumnya, Muhammad Amin, menyampaikan terima kasih atas dukungan selama masa jabatannya. Ia mengungkapkan, salah satu capaian yang diraih adalah kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga sekitar Rp30 miliar.

    Pergantian ini menjadi bagian dari kesinambungan peran Kejaksaan Negeri Kota Tangerang dalam mendukung pembangunan melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berintegritas. (B7)

  • 7 Pasar di Tangerang Disidak, Pemkot Pastikan Timbangan Pedagang Akurat

    7 Pasar di Tangerang Disidak, Pemkot Pastikan Timbangan Pedagang Akurat

    Berita7 | Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui UPT Pelayanan Metrologi Legal menggelar sidang tera ulang di tujuh pasar, Selasa (5/5/2026). Langkah ini berdampak langsung pada perlindungan konsumen dan pedagang, terutama dalam memastikan keakuratan alat ukur dalam transaksi jual beli.

    Sebanyak 7 pasar menjadi lokasi pemeriksaan, yakni Pasar Malabar, Pasar Bersih Malabar, Pasar Poris Indah, Pasar Nyamuk, Pasar Keroncong Permai, Pasar RW 8 Batuceper, hingga Modern Town Market.

    Kepala UPT Pelayanan Metrologi Legal Kota Tangerang, Nur Hidayati, menjelaskan bahwa petugas melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai timbangan yang digunakan pedagang.

    “Petugas melakukan pemeriksaan terhadap alat ukur. Jika ditemukan kesalahan di luar batas toleransi, langsung dilakukan perbaikan oleh tim reparatir,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pengawasan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak besar terhadap keadilan dalam perdagangan serta kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas jual beli di pasar.

    Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin untuk memastikan seluruh alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) sesuai standar metrologi legal.

    Sejumlah pedagang menyambut baik kegiatan tersebut karena membantu memastikan alat yang digunakan tetap akurat dan tidak merugikan pembeli maupun penjual. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut mulai dirasakan manfaatnya secara langsung.

    Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangerang juga mendorong gerakan 3M (Masyarakat Melek Metrologi) guna meningkatkan kesadaran pentingnya ketepatan ukuran dalam transaksi.

    “Dengan pengawasan dan edukasi berkelanjutan, diharapkan tercipta keadilan dalam perdagangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat,” kata Nur Hidayati. (B7)

  • Tangerang Peringati HUT ke-62 RSUD, Bupati Tekankan Inovasi Layanan Kesehatan

    Tangerang Peringati HUT ke-62 RSUD, Bupati Tekankan Inovasi Layanan Kesehatan

    Berita7 | Tangerang — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 RSUD Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (5/5/2026). Momentum ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien dan tenaga medis.

    Selama 62 tahun perjalanan, RSUD Kabupaten Tangerang terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelayanan kesehatan. Kini, rumah sakit tersebut menjadi rujukan bagi masyarakat tidak hanya dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, hingga Kota Tangerang.

    “HUT ke-62 tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi RSUD Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien,” ujar Bupati Moch. Maesyal Rasyid.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas dan layanan medis, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan masyarakat dan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

    Selain itu, berbagai inovasi layanan terus dikembangkan, termasuk layanan bedah jantung, sistem digital terintegrasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini semakin memperkuat posisi RSUD Kabupaten Tangerang sebagai rumah sakit rujukan unggulan.

    Sejumlah masyarakat mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan karena dinilai ramah, profesional, dan didukung fasilitas yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan layanan mulai dirasakan secara langsung.

    Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan layanan kesehatan yang optimal, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah.

    Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Tangerang dr. Endang Widyastiwi menyampaikan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “RSUD Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ungkapnya.

    Dalam rangka HUT ke-62, RSUD Kabupaten Tangerang juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti vaksinasi kanker serviks gratis, donor darah, santunan anak yatim, pembagian makanan gratis, hingga berbagai lomba internal. (B7)

  • Cipondoh Tangerang Diguncang Kasus Pemerkosaan, Polisi Buru Pelaku 

    Cipondoh Tangerang Diguncang Kasus Pemerkosaan, Polisi Buru Pelaku 

    Berita7 | Kota Tangerang — Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota tengah mengusut kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan berinisial D di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.

    Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian bersama terduga pelaku berinisial Ivan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ketiganya tidak terbukti terlibat dalam tindakan pelecehan maupun pemerkosaan.

    “Berdasarkan pemeriksaan sementara mereka tidak ikut melakukan perbuatan cabul, pemerkosaan dan pengancaman terhadap korban, sehingga sudah kami pulangkan,” ujar AKBP Parikhesit, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Senin (4/5).

    Sementara itu, pelaku utama justru diduga melarikan diri dan kini dalam pengejaran pihak kepolisian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku disinyalir kabur ke arah wilayah Serang.

    Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah warga sekitar, termasuk orang tua pelaku. Namun, keluarga pelaku mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut di rumah mereka.

    Kasus ini bermula saat korban berkumpul bersama delapan teman prianya. Terduga pelaku kemudian mengajak korban pindah lokasi dengan alasan memperbaiki sepeda motor. Tanpa curiga, korban mengikuti ajakan tersebut.

    Setibanya di lokasi, korban diduga dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol hingga kehilangan kesadaran. Saat terbangun keesokan harinya, korban menyadari dirinya sudah tidak mengenakan pakaian di lokasi kejadian.

    Peristiwa tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial, lengkap dengan kronologi, foto, serta tangkapan layar yang memperlihatkan terduga pelaku bersama korban.

    Pihak kepolisian memastikan kasus ini terus ditangani secara serius. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota juga telah menerima laporan resmi dari korban sejak 27 April 2026.

    Polisi berkomitmen untuk terus memburu pelaku hingga tertangkap dan memastikan korban mendapatkan keadilan atas peristiwa yang dialaminya. (B7)

  • Banjir 1 Meter di Cipondoh Tangerang, 60 KK Mengungsi dan Dievakuasi BPBD

    Banjir 1 Meter di Cipondoh Tangerang, 60 KK Mengungsi dan Dievakuasi BPBD

    Berita7 | Kota Tangerang — BPBD Kota Tangerang melakukan penanganan banjir di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Selasa (5/5/2026), setelah hujan deras menyebabkan genangan air mencapai lebih dari 1 meter. Kondisi ini berdampak langsung pada puluhan warga yang terpaksa mengungsi demi keselamatan.

    Sebanyak 60 kepala keluarga kini mulai mengungsi ke lokasi aman, setelah sebelumnya bertahan di rumah masing-masing saat air terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan warga di tengah kondisi banjir yang cukup parah.

    “Sebanyak 45 KK mengungsi di gedung RPH sapi dan 15 KK lainnya di musala, sementara sebagian warga masih bertahan di rumah,” ujar Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang.

    Ia menambahkan, langkah evakuasi tidak hanya berfokus pada penyelamatan warga, tetapi juga memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman melalui bantuan armada di lokasi.

    Selain itu, BPBD juga mengerahkan enam personel dengan satu unit truk perahu, satu perahu karet, serta tiga dayung untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan di kawasan terdampak. Hal ini semakin memperkuat respons cepat penanganan banjir.

    Sejumlah warga mengaku terpaksa meninggalkan rumah karena ketinggian air terus meningkat dan berisiko membahayakan keselamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut.

    BPBD berharap kondisi segera membaik dan warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (B7)

  • Kunjungan Studi Tiru di Tangerang, TP PKK Badung Siap Adopsi Program Unggulan

    Kunjungan Studi Tiru di Tangerang, TP PKK Badung Siap Adopsi Program Unggulan

    Berita7 | Kota Tangerang — Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Badung melakukan kunjungan studi tiru ke TP PKK Kota Tangerang di Gedung Nyimas Melati, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini berdampak pada penguatan program pemberdayaan keluarga, khususnya bagi kader dan masyarakat di daerah asal.

    Sebanyak satu rombongan TP PKK Kabupaten Badung kini mulai mendalami berbagai program unggulan, setelah sebelumnya mencari referensi praktik terbaik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembinaan keluarga dan administrasi wilayah.

    “Kami menyambut kunjungan ini dengan senang hati, sekaligus berharap program yang kami jalankan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujar Masturoh Sachrudin, Ketua TP PKK Kota Tangerang.

    Ia menambahkan, kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas keluarga melalui berbagai program inovatif.

    Selain itu, pembahasan mengenai 10 Program Pokok PKK menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan, termasuk penguatan peran Pokja dan inovasi pelayanan di tingkat posyandu. Hal ini semakin memperkuat nilai kolaborasi antar daerah.

    Sejumlah peserta dari Kabupaten Badung mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama terkait konsistensi pembinaan administrasi serta peran aktif kader di berbagai wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa praktik yang dilakukan mulai memberikan dampak nyata.

    Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan di Kota Tangerang. Ia menilai sejumlah inovasi yang dipaparkan sangat relevan untuk diterapkan di daerahnya.

    “Kami melihat banyak program yang bisa diadopsi, terutama terkait pola asuh anak dan penguatan peran kader. Ini sangat penting untuk masa depan,” ujarnya.

    TP PKK di kedua daerah berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut guna menciptakan program yang lebih efektif dan berdampak luas bagi kesejahteraan keluarga. (B7)

  • Tangerang Perkuat Kolaborasi Statistik, BPS Nilai Data Daerah Kian Akurat dan Dorong Pertumbuhan

    Tangerang Perkuat Kolaborasi Statistik, BPS Nilai Data Daerah Kian Akurat dan Dorong Pertumbuhan

    Berita7 | Kota Tangerang — Badan Pusat Statistik Republik Indonesia mengapresiasi kuatnya kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kota Tangerang dan BPS dalam upaya penguatan data statistik daerah. Sinergi ini dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembangunan yang lebih efektif dan berbasis bukti.

    Langkah kolaboratif tersebut menjadi bagian penting dalam merespons kebutuhan data yang semakin kompleks, terutama di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang. Ketersediaan data yang akurat dinilai menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan yang tepat dan terukur.

    Dalam implementasinya, penguatan data dilakukan hingga tingkat paling bawah melalui berbagai program yang melibatkan kelurahan. Upaya ini memungkinkan pengumpulan data yang lebih detail dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga dapat mencerminkan kebutuhan masyarakat secara lebih akurat.

    “Kolaborasi di Kota Tangerang menunjukkan hasil yang sangat baik. Penguatan data dari tingkat kelurahan melalui program Kelurahan Cinta Statistik menjadi langkah strategis dalam menghadirkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi riil,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI.

    Ia menambahkan, pembangunan yang berbasis pada data statistik akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor. Hal ini juga dinilai sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang yang dalam dua tahun terakhir tercatat berada di atas 5,5 persen.

    Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga ke level kelurahan menjadi faktor kunci dalam memastikan kualitas data tetap terjaga. Dengan demikian, hasil data yang diperoleh tidak hanya valid secara angka, tetapi juga relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

    Selain itu, penguatan data statistik juga dinilai mampu mendukung berbagai program pembangunan yang lebih terarah. Data yang akurat memungkinkan pemerintah untuk menentukan prioritas kebijakan serta mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

    Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan BPS dalam pengelolaan data statistik. Kolaborasi ini tidak hanya difokuskan pada pengumpulan data, tetapi juga pada pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.

    “Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas statistik daerah sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” ujar Mugiya Wardhany, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang.

    Dalam praktiknya, berbagai program berbasis data mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran menjadi salah satu dampak nyata dari penguatan sistem statistik yang terus dikembangkan.

    Para pemangku kepentingan juga menilai bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penggunaan data sebagai dasar kebijakan menjadi indikator penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

    Ke depan, sinergi antara BPS dan Pemerintah Kota Tangerang diharapkan terus diperkuat agar mampu menghadirkan sistem data yang semakin terintegrasi. Dengan dukungan data yang solid, pembangunan daerah diyakini akan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (B7)

  • Tangerang Perkuat Pembinaan PMKS, Dorong Kemandirian dan Pemberdayaan Sosial

    Tangerang Perkuat Pembinaan PMKS, Dorong Kemandirian dan Pemberdayaan Sosial

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Upaya penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Tangerang terus diperkuat melalui program pembinaan yang digelar Dinas Sosial, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok rentan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan sosial.

    Peserta pembinaan terdiri dari berbagai kategori, mulai dari individu rentan, masyarakat berpenghasilan rendah, hingga kelompok yang membutuhkan pendampingan sosial secara berkelanjutan.

    Dalam pelaksanaannya, pembinaan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan edukatif dan humanis. Program ini bertujuan mengubah pola pikir serta mendorong perilaku yang lebih produktif di tengah masyarakat.

    “Pembinaan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan edukatif dan humanis agar mendorong perubahan ke arah yang lebih produktif,” ujar Acep Wahyudi, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang.

    Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari motivasi hidup, pemahaman akses layanan sosial, hingga peluang pemberdayaan ekonomi yang bisa dimanfaatkan.

    Selain itu, peserta juga dikenalkan pada berbagai program bantuan sosial yang tersedia, seperti bantuan pangan, jaminan sosial, hingga pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan.

    “Melalui pembinaan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu mandiri dan lebih berdaya,” ujar Acep.

    Pendampingan lanjutan juga akan dilakukan guna memastikan materi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para peserta. (B7)