Berita7 | Kota Tangerang,. – Ribuan buruh dari wilayah Tangerang diberangkatkan menuju Jakarta dalam rangka aksi unjuk rasa peringatan May Day atau Hari Buruh 2026, Jumat (1/5/2026). Massa aksi yang berasal dari berbagai serikat pekerja seperti FSBN, KASBI, FSBKU, KSBSI, hingga SPSI tersebut berangkat menggunakan bus melalui jalur Tol Tangerang–Jakarta sejak pagi hari.
Aksi ini menjadi bagian dari gelombang peringatan Hari Buruh yang digelar secara nasional. Para buruh dijadwalkan berkumpul di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka nilai berkaitan langsung dengan kondisi ketenagakerjaan saat ini.
Salah satu perwakilan massa aksi, Rohman, mengatakan bahwa pihaknya membawa beberapa tuntutan utama dalam aksi tersebut. Di antaranya penolakan terhadap sistem ekonomi yang dinilai tidak berpihak pada pekerja.
“Kami membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan terhadap kapitalisme, imperialisme, dan militerisme,” kata Rohman di sela keberangkatan massa aksi dari Tangerang.
Ia menambahkan bahwa para buruh juga menuntut adanya dorongan nyata dari pemerintah untuk mewujudkan kerja layak, upah yang layak, serta kehidupan yang lebih sejahtera bagi seluruh pekerja di Indonesia.
“Dorongan untuk mewujudkan kerja layak, upah layak, dan kehidupan yang sejahtera bagi para pekerja,” lanjutnya.
Sorotan Pajak Pesangon dan Regulasi Ketenagakerjaan
Selain isu besar terkait sistem ekonomi, para buruh di Kota Tangerang juga menyoroti persoalan teknis ketenagakerjaan yang dinilai berdampak langsung terhadap kesejahteraan pekerja.
Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Tangerang, Rizki, mengungkapkan bahwa salah satu isu yang paling disoroti adalah kebijakan pajak pesangon bagi pekerja yang memasuki masa akhir kerja.
Menurutnya, potongan pajak yang dikenakan terhadap pesangon masih cukup memberatkan buruh, bahkan bisa mencapai angka signifikan.
“Pada akhir masa kerja, seharusnya hak pekerja bisa diterima secara maksimal. Tetapi saat ini masih ada potongan pajak yang cukup besar, bahkan bisa mencapai 15 persen. Ini sangat memberatkan,” ujar Rizki.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut semakin kompleks setelah adanya perubahan regulasi ketenagakerjaan terbaru yang dinilai membuat nilai pesangon lebih rendah dibandingkan ketentuan sebelumnya dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Menurut Rizki, perubahan tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak semakin menekan kondisi ekonomi buruh, khususnya mereka yang sudah memasuki masa pensiun atau PHK.
“Para buruh berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan pajak pesangon serta memperbaiki regulasi ketenagakerjaan agar lebih berpihak kepada pekerja,” tegasnya.
Pengamanan Ketat Polisi di Jalur Keberangkatan
Sementara itu, keberangkatan ribuan buruh dari Tangerang menuju Jakarta juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Polres Kota Tangerang menurunkan personel untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada Amirulloh mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari titik kumpul hingga pengawalan di jalur pergerakan massa.
“Kami lakukan pengawalan, dan Polri hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan terdiri dari berbagai unsur, termasuk pengamanan objek, pengamanan tertutup, serta pengawalan lalu lintas guna memastikan tidak terjadi gangguan selama perjalanan massa aksi.
Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menghadapi dinamika peringatan May Day tahun ini.
“Saya tadi cek sejumlah titik kumpul pemberangkatan buruh menuju Jakarta untuk memastikan seluruh pergerakan massa terpantau dan berjalan tertib, karena kami ingin memastikan setiap pergerakan massa buruh berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan,” ungkapnya.
Aksi May Day Jadi Sorotan Nasional
Aksi ribuan buruh dari Tangerang ini menjadi bagian dari gelombang peringatan Hari Buruh di berbagai daerah. Isu yang diangkat mulai dari sistem ekonomi, regulasi ketenagakerjaan, hingga kesejahteraan pekerja masih menjadi perhatian utama dalam setiap aksi May Day.
Para buruh berharap pemerintah pusat dapat mendengar langsung aspirasi mereka dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada pekerja. (B7)