Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang resmi menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) serta evaluasi pelayanan publik lintas instansi yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, kecamatan hingga puskesmas. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam aspek kenyamanan dan kecepatan respons.
Sebanyak puluhan unit kerja kini mulai mengikuti penguatan kapasitas pelayanan, setelah sebelumnya evaluasi dilakukan secara terbatas di masing-masing instansi. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam mendorong pelayanan publik yang lebih optimal, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Hari ini kita mengikuti diklat untuk menambah wawasan bagi OPD pelayanan publik agar lebih mengoptimalkan dari segi pelayanan. Kita ingin masyarakat merasa lebih nyaman, terfasilitasi dan apa yang menjadi harapan mereka benar-benar ditindaklanjuti,” ujar Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono.
Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis aparatur, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas interaksi pelayanan dan kepercayaan publik. Pemkot Tangerang, kata dia, menempatkan kepuasan masyarakat sebagai indikator utama keberhasilan kinerja pelayanan.
Data terbaru menunjukkan tren positif Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, IKM berada di angka 87,49 dan meningkat menjadi 89,61 pada 2025. Meski peningkatannya tidak terlalu signifikan, konsistensi tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa masyarakat merasakan adanya perbaikan layanan secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga kredibel seperti Kementerian PAN-RB, Ombudsman, serta Bank Central Asia (BCA). Materi yang diberikan mencakup evaluasi pelayanan, peningkatan kualitas interaksi petugas, hingga strategi mempertahankan kepercayaan masyarakat. Hal ini semakin memperkuat nilai strategis kegiatan sebagai upaya pembenahan menyeluruh.
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Tangerang, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa evaluasi menjadi kunci utama dalam memperbaiki kekurangan yang masih ada di lapangan. Menurutnya, pembelajaran dari institusi dengan standar pelayanan terbaik sangat penting untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur.
“Dalam rangka meningkatkan pelayanan, kita perlu mengadakan evaluasi hal-hal yang masih kurang. Itulah mengapa kami menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai sektor,” ujarnya.
Sejumlah aparatur yang terlibat mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru serta memperkuat pemahaman dalam menghadapi dinamika pelayanan publik. Mereka menilai, pelatihan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme saat berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pemerintah Kota Tangerang berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkualitas, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. (B7)
