Category: Berita Utama

  • DPRD Kota Tangerang Soroti Konflik Air Bersih di Ayodya, Opsi Sidak Disiapkan Jika Manajemen Kembali Mangkir

    Berita7 | TANGERANG,. – Persoalan layanan air bersih di Perumahan Ayodya memasuki babak baru setelah DPRD Kota Tangerang menyatakan siap mengambil langkah lanjutan apabila penyelesaian melalui dialog tidak membuahkan hasil.

    Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi I DPRD Kota Tangerang, berbagai pihak telah dimintai keterangan, mulai dari perwakilan warga hingga instansi terkait. Namun menurut DPRD, pihak manajemen perumahan belum hadir untuk memberikan penjelasan.

    Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Junadi, mengatakan ketidakhadiran tersebut membuat sejumlah pertanyaan dari warga belum memperoleh jawaban secara langsung. Karena itu, DPRD akan kembali menjadwalkan forum lanjutan.

    Di sisi lain, warga mengaku kecewa karena persoalan yang mereka alami disebut telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Setelah terbentuknya kepengurusan RT dan RW yang lebih aktif, berbagai keluhan mulai dihimpun dan disampaikan secara bersama-sama.

    Selain dugaan pemutusan aliran air, warga juga mempertanyakan mekanisme penetapan sejumlah biaya yang selama ini dibayarkan. Mereka berharap seluruh pengelolaan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

    [baca_juga]

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Agus Al Anshory, menjelaskan bahwa konflik berkembang setelah muncul ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan IPL dan permintaan dokumen yang menurut warga belum terpenuhi.

    Menurutnya, DPRD akan terus memfasilitasi penyelesaian melalui mekanisme yang ada agar seluruh pihak dapat menyampaikan penjelasan secara terbuka.

    DPRD juga menegaskan bahwa apabila RDP berikutnya kembali tidak dihadiri pihak manajemen, maka opsi inspeksi langsung ke lokasi akan dipertimbangkan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi di lapangan.

    Warga berharap penyelesaian dapat segera tercapai sehingga kebutuhan dasar berupa layanan air bersih tidak lagi menjadi sumber konflik. Mereka juga meminta adanya kepastian aturan yang memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni perumahan.

    Perkembangan kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat sekaligus pentingnya transparansi dalam pengelolaan kawasan hunian. DPRD menyatakan akan terus memantau proses penyelesaian hingga ada kejelasan bagi semua pihak.

  • Tangerang Gelar Doa Bersama 7 Hari Wafatnya Tokoh Pramuka Kak Herman, Sachrudin Sampaikan Pesan Haru

    Berita7 | Tangerang — Wali Kota Tangerang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri kegiatan tahlil dan doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya almarhum Kak Herman, tokoh senior Pramuka yang dikenal berdedikasi tinggi dalam pembinaan generasi muda.

    Kegiatan yang digelar di halaman Gedung Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang pada Sabtu malam (13/6/2026) itu berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, sahabat, anggota Pramuka, serta masyarakat.

    [baca_juga]

    Sachrudin dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kesalahannya.

    “Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, serta memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sachrudin.

    Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok teladan yang konsisten dalam membangun karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

    Menurutnya, nilai pengabdian dan kepedulian yang ditinggalkan almarhum menjadi warisan moral yang harus terus dilanjutkan.

    Sejumlah anggota Pramuka dan masyarakat yang hadir juga tampak larut dalam doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, pengabdian, dan semangat melayani dalam Gerakan Pramuka Kota Tangerang. (B7

  • Daftar Lengkap 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026, Favorit Juara hingga Tim Kuda Hitam Siap Bikin Kejutan

    Berita7 | Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling bersejarah sepanjang penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Untuk pertama kalinya, kompetisi ini diikuti 48 negara menghadirkan lebih banyak pertandingan, lebih banyak rivalitas, dan peluang lahirnya kejutan besar.

    Turnamen ini juga menjadi yang pertama digelar di tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan format baru tersebut, persaingan diprediksi semakin sengit karena negara-negara dari berbagai benua datang membawa ambisi besar untuk mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.

    Deretan raksasa sepak bola seperti **Brasil, Argentina, Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Portugal, Belanda, Belgia, dan Uruguay** kembali menjadi favorit. Namun sejarah Piala Dunia selalu membuktikan bahwa tim unggulan tidak pernah benar-benar aman dari kejutan.

    Di sisi lain, sejumlah negara siap mencuri perhatian. Maroko yang pernah mencetak sejarah di Piala Dunia sebelumnya kembali datang dengan kepercayaan diri tinggi. Begitu pula Korea Selatan, Jepang, Senegal, Mesir, hingga Kanada yang ingin memanfaatkan dukungan publik tuan rumah.

    [baca_juga]

    Sementara itu, beberapa negara yang jarang mendapat sorotan seperti Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Bosnia dan Herzegovina, Jordania, serta Republik Demokratik Kongo juga siap membuktikan bahwa mereka layak bersaing di panggung dunia.

    Daftar Negara Peserta Piala Dunia 2026

    * Afrika Selatan

    * Aljazair

    * Amerika Serikat

    * Arab Saudi

    * Argentina

    * Australia

    * Austria

    * Belgia

    * Bosnia dan Herzegovina

    * Brasil

    * Ceko

    * Curacao

    * Ekuador

    * Mesir

    * Prancis

    * Ghana

    * Haiti

    * Inggris

    * Iran

    * Irak

    * Jepang

    * Jordania

    * Jerman

    * Kanada

    * Kolombia

    * Korea Selatan

    * Kroasia

    * Maroko

    * Meksiko

    * Belanda

    * Norwegia

    * Panama

    * Pantai Gading

    * Paraguay

    * Portugal

    * Qatar

    * Republik Demokratik Kongo

    * Senegal

    * Selandia Baru

    * Skotlandia

    * Spanyol

    * Swedia

    * Swiss

    * Tanjung Verde

    * Tunisia

    * Turki

    * Uruguay

    * Uzbekistan

    Dengan banyaknya peserta dan kualitas tim yang semakin merata, Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah. Tidak hanya para raksasa dunia yang berpeluang melaju jauh, tetapi juga tim-tim kuda hitam yang siap membuat kejutan dan mengubah peta persaingan.

    Kini perhatian pecinta sepak bola dunia tertuju pada satu pertanyaan besar: siapa yang akan menjadi juara Piala Dunia 2026? Apakah trofi akan kembali ke tangan negara langganan juara, atau justru lahir sejarah baru dari tim yang tidak diunggulkan?

  • Didin Tohirudin Kembali Pimpin PPP Kabupaten Tangerang, Langsung Pasang Target Besar untuk Pemilu 2029

    Berita7 | Kabupaten Tangerang – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tangerang menetapkan kembali Didin Tohirudin sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Tangerang periode 2026–2031. Keputusan tersebut lahir setelah dukungan kompak dari 29 Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam forum yang digelar di Kota Tangerang.

    Presidium sidang, Reza Ibnu Malik, secara resmi menetapkan Didin Tohirudin sebagai ketua terpilih untuk memimpin roda organisasi PPP Kabupaten Tangerang selama lima tahun ke depan.

    [baca_juga]

    Usai menerima mandat, Didin langsung menyampaikan langkah awal yang akan dilakukan, yakni mempercepat konsolidasi internal dan menyusun kepengurusan baru bersama DPW PPP Banten. Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dengan para ulama dan sesepuh partai sebagai bagian dari penguatan organisasi.

    Untuk struktur awal kepengurusan, Didin menunjuk Fakhrudin sebagai sekretaris dan Achmad Lutfhi Afriansyah sebagai bendahara. Sementara posisi pengurus lainnya masih dalam proses pembahasan bersama DPW.

    Tidak hanya fokus pada pembenahan internal, Didin juga memasang target politik yang cukup ambisius menjelang Pemilu 2029. Ia menargetkan PPP memiliki fraksi sendiri di DPRD Kabupaten Tangerang dengan perolehan minimal enam kursi legislatif.

    Selain itu, PPP Kabupaten Tangerang juga menargetkan mampu meraih kursi di DPRD Provinsi Banten pada setiap daerah pemilihan serta kembali mengirimkan wakil ke DPR RI.

    “Kami bertekad memiliki fraksi sendiri di DPRD Kabupaten Tangerang. Seluruh kader harus tetap solid dan bekerja bersama menghadapi tantangan politik ke depan,” tegas Didin.

    Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten, Neng Siti Julaiha, mengapresiasi jalannya Muscab PPP Kabupaten Tangerang. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan serta soliditas kader dalam menghadapi agenda politik mendatang.

    Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun organisasi yang semakin kuat, memperluas dukungan masyarakat, serta membawa PPP meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029. (B7

  • Kelapa Dua Bergerak, Program PKK Mengajar 2026 Hadir di SMKN 7 Kabupaten Tangerang Bangun Generasi Berprestasi

    Berita7 | Kabupaten Tangerang – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda terus diperkuat melalui Program PKK Mengajar Tahun 2026 yang digelar di SMKN 7 Kabupaten Tangerang, Kamis, 11 Juni 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat, S.Sos., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kecamatan Kelapa Dua menerima kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Banten, Ibu Tinawati Andra Soni, serta Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ibu Rismawati Maesyal Rasyid beserta jajaran.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TP PKK dalam mendukung dunia pendidikan melalui penanaman nilai-nilai karakter, peningkatan motivasi belajar, serta mendorong para pelajar untuk terus berkarya dan meraih prestasi.

    “Melalui Program PKK Mengajar, kami berharap para peserta didik semakin termotivasi untuk belajar, memiliki karakter yang kuat, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program ini juga mengajak para siswa untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian sosial sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.

    Kehadiran jajaran TP PKK Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan institusi pendidikan diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing.

    Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Program seperti ini dinilai memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi pelajar untuk terus mengembangkan potensi diri serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

    Ke depan, Program PKK Mengajar diharapkan terus berlanjut sebagai salah satu langkah membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (B7

  • Gerakan 1 Juta Pohon Menggema di Tangerang, Misi Besar Selamatkan Lingkungan dari Ancaman Banjir dan Krisis Iklim

    Berita7 | Tangerang,. – Gelombang kepedulian lingkungan terus tumbuh di Tangerang Raya. Di tengah ancaman perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan risiko banjir yang semakin meningkat, Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk menargetkan penanaman satu juta pohon sebagai langkah nyata menyelamatkan lingkungan untuk generasi mendatang.

    Gerakan yang diinisiasi Banksasuci Foundation bersama Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) tersebut menjadi salah satu aksi penghijauan terbesar yang pernah dilakukan secara kolaboratif di wilayah Tangerang Raya.

    Penanaman pohon dilakukan di berbagai titik strategis mulai dari bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, kawasan situ dan danau, hingga ruang terbuka hijau yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

    [baca_juga]

    Hingga pertengahan 2026, sebanyak 212 ribu pohon telah berhasil ditanam. Angka tersebut menjadi langkah awal menuju target besar satu juta pohon yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

    Inisiator Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk, Ade Yunus, mengatakan pohon memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, meningkatkan daya resap air, mencegah erosi, serta membantu mengurangi risiko banjir yang kerap menghantui sejumlah wilayah di Tangerang.

    Menurutnya, penanaman pohon merupakan salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk mengurangi jejak karbon dan menghadapi tantangan perubahan iklim yang kini menjadi perhatian dunia.

    Gerakan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Banten yang telah menyalurkan 5.000 bibit pohon untuk ditanam di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, anak sungai, hingga saluran irigasi.

    Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya mitigasi bencana dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan apresiasi kepada para pegiat lingkungan yang dinilainya telah menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mampu menyuarakan kritik, tetapi juga menghadirkan solusi melalui aksi nyata.

    Dukungan serupa datang dari Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang berharap gerakan tersebut mampu mendorong peningkatan Ruang Terbuka Hijau hingga mencapai 20 sampai 25 persen di wilayah Kabupaten Tangerang.

    Lebih dari sekadar menanam pohon, gerakan ini menjadi simbol kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

    Di tengah meningkatnya suhu global dan berbagai ancaman lingkungan yang semakin nyata, satu juta pohon bukan sekadar angka. Ia menjadi harapan baru bagi masa depan Tangerang yang lebih hijau, lebih sejuk, dan lebih aman bagi generasi mendatang. (B7

  • Disnaker Kota Tangerang Perketat Pengawasan PPRT, 30 Perusahaan Dievaluasi Demi Perlindungan Pekerja

    Berita7 | Kota Tangerang,. — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang terus memperkuat kualitas layanan ketenagakerjaan dengan mendorong kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang berlaku. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar evaluasi perizinan berusaha berbasis risiko bagi Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) di Aula Kantor Disnaker Kota Tangerang.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan penempatan pekerja rumah tangga. Forum ini menjadi sarana evaluasi, koordinasi, sekaligus penguatan pemahaman mengenai implementasi sistem perizinan berusaha berbasis risiko dalam penyelenggaraan layanan penempatan tenaga kerja.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh perusahaan penempatan pekerja rumah tangga menjalankan usahanya secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Melalui evaluasi ini kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha memahami kewajiban dan tanggung jawabnya sehingga layanan penempatan pekerja rumah tangga semakin berkualitas dan memberikan perlindungan bagi semua pihak,” ujarnya.

    Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, aman, dan mampu memberikan kepastian hukum baik bagi perusahaan maupun pekerja.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan materi dari narasumber Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengenai kebijakan penyelenggaraan usaha penempatan pekerja rumah tangga, implementasi perizinan berbasis risiko, hingga mekanisme pembinaan dan pengawasan perusahaan.

    Selain memahami standar perizinan yang harus dipenuhi, para peserta memperoleh penjelasan mengenai kewajiban pelaku usaha serta tantangan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan penempatan pekerja rumah tangga yang profesional.

    Disnaker Kota Tangerang berharap seluruh perusahaan penempatan pekerja rumah tangga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan tetap mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Dengan demikian, perlindungan terhadap pekerja dan pengguna jasa dapat berjalan lebih optimal sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan di Kota Tangerang.

    Pemerintah juga menilai kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan profesionalisme sektor penempatan pekerja rumah tangga, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin aman, transparan, dan akuntabel. (B7

  • Seragam Gratis di Tangsel Disambut Positif, Dewan Pendidikan Minta SPMB Bersih Tanpa Praktik Titip Siswa

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa sekolah negeri yang diluncurkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kebijakan pemberian seragam batik dan olahraga tersebut dinilai dapat membantu mengurangi beban ekonomi orang tua menjelang tahun ajaran baru.

    Di sisi lain, Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan mengingatkan agar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung secara transparan, objektif, dan bebas dari praktik yang dapat mencederai rasa keadilan masyarakat.

    [baca_juga]

    Ketua Dewan Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Maman Syaifurahman, menyatakan bahwa program seragam gratis merupakan langkah positif, namun harus diiringi dengan penyelenggaraan SPMB yang bersih dan berintegritas.

    “Kami berharap SPMB tahun ini berjalan bersih. Tidak boleh ada lagi praktik titip-menitip maupun transaksi yang dapat mengganggu objektivitas proses penerimaan peserta didik,” ujarnya.

    Menurutnya, pemerataan perhatian terhadap dunia pendidikan juga perlu menyentuh seluruh peserta didik di Kota Tangerang Selatan, termasuk yang bersekolah di lembaga swasta maupun madrasah. Ia menilai sekolah swasta dan madrasah turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

    Selain menyoroti pelaksanaan SPMB, Dewan Pendidikan juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan untuk mempercepat pembenahan internal, khususnya terkait pemerataan tenaga pendidik dan penataan manajemen sekolah.

    Maman mengatakan masih diperlukan langkah strategis dalam redistribusi guru agar kebutuhan tenaga pengajar di sekolah negeri dapat terpenuhi secara optimal. Ia juga menilai persoalan aset pada sejumlah sekolah dasar negeri masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

    Sementara itu, Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta Tangerang Selatan, Eko Pranoto P, turut memberikan pandangannya mengenai kebijakan seragam gratis tersebut. Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang baik, namun berpotensi meningkatkan minat masyarakat untuk memilih sekolah negeri sehingga persaingan dalam SPMB semakin tinggi.

    Ia berpendapat bahwa pemberian seragam juga dapat diprioritaskan bagi peserta didik dari kelompok afirmasi yang membutuhkan bantuan, serta berharap siswa di sekolah swasta dapat memperoleh perhatian yang sama.

    Eko juga menyoroti kebijakan penambahan kapasitas rombongan belajar hingga 42 siswa per kelas serta pembukaan SMP negeri baru yang, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah swasta yang sedang menghadapi penurunan jumlah peserta didik.

    Selain itu, ia menyampaikan bahwa bantuan operasional bagi sekolah swasta dinilai sangat membantu keberlangsungan pendidikan. Namun demikian, menurutnya masih terdapat kendala dalam proses pencairan bantuan maupun insentif bagi sebagian tenaga pendidik dan operator sekolah.

     

    Dewan Pendidikan dan Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta berharap berbagai masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar sistem pendidikan berjalan semakin adil, merata, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta didik di Kota Tangerang Selatan. (DT)

  • Aktivis Desak Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane Segera Ditetapkan, Penanganan Dinilai Terlalu Lama

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) kembali menyuarakan desakan kepada Aparat Penegak Hukum dan Kementerian Lingkungan Hidup agar segera menuntaskan kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane yang terjadi setelah insiden kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD.

    Aksi simpatik yang digelar di depan kawasan pergudangan tersebut menjadi bentuk dorongan agar proses hukum berjalan lebih cepat dan menghasilkan kepastian hukum bagi masyarakat. Menurut para aktivis, kasus yang telah bergulir selama beberapa bulan belum menunjukkan adanya penetapan tersangka.

    Koordinator Advokasi Kalung, Fale Wali, menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas sehingga ada pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

    “Kami mendesak Aparat Penegak Hukum dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera menuntaskan kasus pencemaran Sungai Cisadane. Harus ada pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

    Ia menilai proses yang berlangsung cukup lama berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap upaya perlindungan lingkungan hidup. Menurutnya, berbagai kegiatan konservasi akan kehilangan makna apabila tidak diiringi dengan penegakan hukum yang kuat.

    Fale juga menyampaikan bahwa sudah sekitar lima bulan sejak peristiwa terjadi, namun hingga kini belum ada pihak yang diumumkan sebagai tersangka meskipun proses hukum telah meningkat ke tahap penyidikan.

    Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan menyatakan bahwa penanganan perkara dugaan pencemaran Sungai Cisadane telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kebakaran gudang pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu.

    Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menyampaikan bahwa penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan ahli guna mengungkap fakta dalam perkara tersebut.

    Selain proses penyidikan oleh kepolisian, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan juga telah meminta keterangan dari perwakilan pengelola kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD sebagai bagian dari pengumpulan informasi terkait peristiwa kebakaran dan dugaan pencemaran lingkungan.

    Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden tersebut sehingga proses hukum dapat berjalan berdasarkan fakta dan alat bukti yang tersedia.

    Kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane terus menjadi perhatian publik karena menyangkut kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat yang bergantung pada ekosistem sungai. Berbagai kalangan berharap proses hukum dapat berjalan transparan, profesional, dan memberikan kepastian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*

  • Pemkot Tangerang Resmi Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, 22.865 Pekerja Rentan Kini Dapat Perlindungan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang kembali memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 22.865 pekerja rentan kini resmi mendapatkan perlindungan dengan premi yang dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin di Kecamatan Karawaci, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan tingkat risiko tinggi.

    [baca_juga]

    Program yang memasuki tahun kedua ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada para pekerja, terutama terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian yang dapat terjadi saat berangkat bekerja, ketika menjalankan aktivitas kerja, hingga perjalanan pulang.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memiliki perlindungan sosial yang layak.

    “Kartu BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bentuk perlindungan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik kecelakaan saat perjalanan menuju tempat kerja, ketika bekerja maupun saat pulang. Selain itu juga terdapat jaminan kematian bagi peserta,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi menjelaskan bahwa program tersebut secara khusus menyasar pekerja nonformal yang masuk kategori masyarakat rentan berdasarkan data kesejahteraan sosial yang dimiliki pemerintah.

    Menurutnya, perlindungan yang diberikan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), sehingga para pekerja memiliki kepastian perlindungan apabila mengalami risiko saat bekerja.

    Penerima manfaat berasal dari berbagai profesi, mulai dari pengemudi ojek, tukang becak, asisten rumah tangga, juru parkir, hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Penetapan peserta dilakukan berdasarkan data Dinas Sosial serta usulan dari masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

    Pemerintah Kota Tangerang juga memastikan pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp16.800 per peserta setiap bulan telah dialokasikan dalam APBD hingga Desember 2026.

    Dengan berjalannya program ini, pemerintah berharap semakin banyak pekerja rentan yang memperoleh perlindungan sosial sehingga dapat bekerja dengan lebih tenang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan mendorong perlindungan tenaga kerja di sektor nonformal di Kota Tangerang. (B7