Tag: “Pemkot Tangerang”

  • Banyak Warga Belum Tahu! Di Tengah BBM Naik, Pemkot Tangerang Siapkan Transportasi Rp2 Ribu yang Bikin Hemat

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Kenaikan harga BBM membuat banyak masyarakat mulai menghitung ulang pengeluaran harian, terutama biaya transportasi. Bagi pengguna kendaraan pribadi, perubahan harga bahan bakar dapat berdampak langsung terhadap anggaran bulanan.

    Untuk menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat memanfaatkan layanan transportasi umum yang telah beroperasi di berbagai wilayah. Dengan tarif hanya Rp2 ribu, Bus Tayo dan Angkot Si Benteng diharapkan menjadi pilihan yang lebih ekonomis.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyampaikan bahwa penggunaan transportasi umum bukan hanya membantu menekan biaya perjalanan, tetapi juga berkontribusi mengurangi kemacetan di jalan raya.

    Ia menjelaskan, Bus Tayo saat ini melayani empat koridor strategis yang menghubungkan sejumlah kawasan penting di Kota Tangerang. Sementara Angkot Si Benteng hadir sebagai layanan pengumpan yang menjangkau lingkungan permukiman dan terhubung dengan moda transportasi lainnya.

    [baca_juga]

    Menurutnya, peningkatan kualitas layanan terus dilakukan agar masyarakat merasa nyaman saat menggunakan transportasi publik. Upaya tersebut meliputi peningkatan aksesibilitas dan pelayanan bagi pengguna.

    Pemkot Tangerang berharap perubahan pola mobilitas masyarakat dapat membawa manfaat yang lebih luas. Selain mengurangi pengeluaran akibat kenaikan BBM, penggunaan angkutan umum juga dapat membantu menekan kepadatan lalu lintas dan mendukung lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

    Masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas transportasi yang telah tersedia sehingga perjalanan sehari-hari tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan lebih hemat.

    Dengan tarif yang relatif murah dibandingkan biaya penggunaan kendaraan pribadi, Bus Tayo dan Angkot Si Benteng menjadi salah satu alternatif yang diharapkan mampu membantu warga menghadapi meningkatnya biaya transportasi tanpa mengurangi produktivitas aktivitas mereka. (B7

  • Pemkot Tangerang Resmi Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, 22.865 Pekerja Rentan Kini Dapat Perlindungan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang kembali memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 22.865 pekerja rentan kini resmi mendapatkan perlindungan dengan premi yang dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin di Kecamatan Karawaci, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan tingkat risiko tinggi.

    [baca_juga]

    Program yang memasuki tahun kedua ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada para pekerja, terutama terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian yang dapat terjadi saat berangkat bekerja, ketika menjalankan aktivitas kerja, hingga perjalanan pulang.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memiliki perlindungan sosial yang layak.

    “Kartu BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bentuk perlindungan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik kecelakaan saat perjalanan menuju tempat kerja, ketika bekerja maupun saat pulang. Selain itu juga terdapat jaminan kematian bagi peserta,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi menjelaskan bahwa program tersebut secara khusus menyasar pekerja nonformal yang masuk kategori masyarakat rentan berdasarkan data kesejahteraan sosial yang dimiliki pemerintah.

    Menurutnya, perlindungan yang diberikan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), sehingga para pekerja memiliki kepastian perlindungan apabila mengalami risiko saat bekerja.

    Penerima manfaat berasal dari berbagai profesi, mulai dari pengemudi ojek, tukang becak, asisten rumah tangga, juru parkir, hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Penetapan peserta dilakukan berdasarkan data Dinas Sosial serta usulan dari masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

    Pemerintah Kota Tangerang juga memastikan pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp16.800 per peserta setiap bulan telah dialokasikan dalam APBD hingga Desember 2026.

    Dengan berjalannya program ini, pemerintah berharap semakin banyak pekerja rentan yang memperoleh perlindungan sosial sehingga dapat bekerja dengan lebih tenang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan mendorong perlindungan tenaga kerja di sektor nonformal di Kota Tangerang. (B7

  • Kota Tangerang Resmi Sabet Dua Penghargaan Nasional, Diakui sebagai Pelopor Transformasi Digital Pemerintahan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mencatat prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 Penghargaan tersebut menjadi bukti atas keberhasilan Kota Tangerang dalam membangun tata kelola pemerintahan modern berbasis inovasi dan transformasi teknologi.

    Penghargaan diberikan pada kategori Pelopor Tata Kelola Pemerintahan Modern dan Penggerak Transformasi Teknologi Daerah dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6/2026).

    [baca_juga]

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, dari Founder Disway Group, Dahlan Iskan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong kemajuan pembangunan di Kota Tangerang.

    “Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, rekan media, dan yang paling utama adalah seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono.

    Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

    Menurutnya, tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat, kerja nyata, serta kolaborasi yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

    Maryono juga menilai forum Disway Top Regional Leader Awards menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar gagasan dan praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

    “Penghargaan ini hendaknya tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pemacu semangat dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan program-program inovatif dan terbaik bagi masyarakat, khususnya Kota Tangerang,” katanya.

    Selain penyerahan penghargaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi strategis yang dihadiri sejumlah gubernur, wali kota, dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut dipandu oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan, dengan menghadirkan narasumber Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono.

    Prestasi ini semakin memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong digitalisasi pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta tata kelola yang adaptif terhadap perkembangan teknologi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (B7)

  • 22.865 Pekerja Rentan di Kota Tangerang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Dibayar Pemkot

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 22.865 pekerja rentan. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja sekaligus melindungi keluarga mereka dari berbagai risiko kerja maupun risiko kematian.

    Melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), para pekerja rentan memperoleh perlindungan dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi.

    Sebagai simbol komitmen tersebut, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para penerima manfaat dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Neglasari, Rabu (10/6/2026).

    Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah mengalokasikan anggaran sebesar **Rp384.132.000 setiap bulan** untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 22.865 pekerja rentan.

    “Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami ingin para pekerja dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang karena memiliki jaminan perlindungan ketika menghadapi risiko yang tidak diharapkan,” ujarnya.

    Menurut Sachrudin, manfaat program ini tidak hanya berupa kartu kepesertaan, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika terjadi kecelakaan kerja maupun musibah yang menimpa pekerja.

    Ia berharap para penerima manfaat dapat bekerja lebih fokus, produktif, dan memiliki rasa aman sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga menyerahkan secara langsung kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua warga Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, sebagai simbol dimulainya pemberian perlindungan kepada para pekerja rentan.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memastikan pekerja rentan mendapatkan perlindungan sosial yang layak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

    Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena proses pendaftaran hingga pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui APBD.

    “BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar administrasi, tetapi investasi perlindungan bagi masa depan keluarga. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap program ini mampu memperluas perlindungan sosial, meningkatkan rasa aman bagi para pekerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (B7)

  • 548 Sekolah Adiwiyata Jadi Kekuatan Kota Tangerang, Sachrudin Luncurkan Lomba Peduli Lingkungan

    KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) sekaligus peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri se-Kota Tangerang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Selasa (9/6/2026).

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 548 Sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam membangun budaya menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan bukan sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hingga dewasa.

    “Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

    Ia menegaskan, keberhasilan membangun budaya ramah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar kebiasaan baik tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Kompetisi ini diharapkan mampu mendorong sekolah menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

    Penilaian lomba akan difokuskan pada lima aspek utama, yakni kebersihan dan sanitasi sekolah, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan penggunaan air, serta efisiensi energi.

    Menurut Sachrudin, program Adiwiyata menjadi wadah pembentukan budaya lingkungan, sedangkan PRLH merupakan implementasi konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah.

    “Jika Adiwiyata adalah wadahnya, maka PRLH adalah implementasi nyatanya. Dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita berharap lahir budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Kota Tangerang,” ujarnya.

    Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (B7

  • Pemkot Tangerang Luncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan, 44 Sekolah Adiwiyata Mandiri Jadi Percontohan

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dengan meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup di Sekolah yang dirangkaikan dengan sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang Juni 2026.

    Peluncuran program berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (9/6/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik.

    Sachrudin menegaskan bahwa Program Sekolah Adiwiyata bukan sekadar penghargaan bagi sekolah, tetapi menjadi sarana membangun budaya hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

    “Program Sekolah Adiwiyata sangat penting karena mampu membentuk perilaku peduli lingkungan yang nantinya dibawa siswa ke kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baik ini diharapkan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, pendidikan mengenai kelestarian lingkungan harus terus diperkuat agar lahir generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, serta Kementerian Agama Kota Tangerang.

    Ia menjelaskan bahwa lomba perilaku ramah lingkungan difokuskan bagi sekolah yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Saat ini terdapat sekitar 40 sekolah yang telah mencapai kategori tersebut dan diharapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

    “Kami ingin menjaga semangat sekolah-sekolah yang sudah mencapai level Adiwiyata Mandiri agar tetap konsisten menerapkan budaya peduli lingkungan dan terus melakukan inovasi,” kata Wawan.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dalam memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

    Ia mengungkapkan bahwa capaian Program Adiwiyata di Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 167 sekolah meraih predikat Adiwiyata tingkat kota, 252 sekolah tingkat provinsi, lebih dari 90 sekolah tingkat nasional, serta 44 sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri.

    Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperluas gerakan peduli lingkungan di seluruh satuan pendidikan. Pemerintah Kota Tangerang berharap semakin banyak sekolah yang aktif menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan asri sehingga mampu membentuk generasi yang peduli terhadap masa depan lingkungan. (B7

  • 271 Warga Sudah Bekerja di Jepang, Disnaker Kota Tangerang Kembali Siapkan Talenta Baru

    Berita7 | Kota Tangerang,. — Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat program unggulan Gampang Kerja dengan membuka akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Upaya tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT LPK Wahana Danau Indah dan para kepala SMK se-Kota Tangerang dan Banten untuk program penempatan kerja ke Jepang, Rabu (3/6/2026).

    Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan dan lembaga pelatihan kerja guna mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja internasional.

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan program penempatan tenaga kerja ke Jepang telah memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Tangerang.

    “Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam memperluas peluang kerja masyarakat hingga ke luar negeri. Sampai saat ini, sebanyak 271 tenaga kerja asal Kota Tangerang telah berhasil diberangkatkan dan bekerja di Jepang,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, peluang kerja internasional menjadi salah satu alternatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka pengalaman kerja global bagi generasi muda Kota Tangerang.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menegaskan pihaknya akan melakukan sosialisasi secara luas agar informasi program tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    “Kami akan memperluas penyebaran informasi melalui sekolah, perguruan tinggi, hingga tingkat kewilayahan melalui berbagai kanal resmi Disnaker. Harapannya, masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri dapat memperoleh informasi yang benar dan melalui jalur resmi,” katanya.

    Selain memberikan akses informasi, Pemkot Tangerang juga menyediakan dukungan berupa pelatihan Bahasa Jepang gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan regulasi terkait subsidi pelatihan melalui lembaga pelatihan kerja swasta guna memperluas kesempatan bagi calon pekerja.

    Ujang menambahkan, program ini melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki jaringan di negara tujuan sehingga dapat memastikan keamanan dan perlindungan para pekerja selama berada di luar negeri.

    “Setiap perkembangan dan kondisi pekerja akan dipantau secara berkala sehingga mereka mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang optimal selama bekerja,” tegasnya.

    Di sisi lain, CEO PT Wahana Danau Indah, Lili Njoyn, mengungkapkan saat ini sebanyak 18 sekolah dengan sekitar 300 siswa sedang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang yang terus meningkat.

    Menurutnya, peluang kerja yang tersedia sangat beragam, mulai dari sektor perhotelan, bandara, manufaktur, perawatan lansia, konstruksi hingga perawatan gedung.

    “Kami memberikan pelatihan Bahasa Jepang secara intensif kepada para siswa agar siap memenuhi kebutuhan industri di Jepang. Kesempatan kerja di sana masih sangat terbuka lebar,” ujar Lili.

    Ia menjelaskan, proses pelatihan hingga keberangkatan umumnya membutuhkan waktu tiga hingga enam bulan. Para peserta diwajibkan lulus ujian kemampuan Bahasa Jepang minimal level N4 dan memiliki sertifikat keahlian Specified Skilled Worker (SSW) sebagai salah satu syarat memperoleh visa kerja.

    Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan peluang kerja internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat global. (B7

  • 500 Kendaraan Mulai Uji Emisi Gratis di Kota Tangerang, Pemkot Pastikan Udara Lebih Bersih

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali memperkuat upaya pengendalian pencemaran udara dengan menggelar uji emisi kendaraan gratis di Jalan M.H. Thamrin, Cikokol, tepatnya di depan Tangcity Mall, Rabu (3/6/2026).

    [baca_juga]

    Kegiatan yang menjadi bagian dari program Satgas Langit Biru tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ratusan kendaraan roda empat yang melintas tampak memanfaatkan layanan pemeriksaan emisi secara gratis yang disediakan Pemkot Tangerang.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi emisi kendaraan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas udara.

    Pada hari pertama pelaksanaan, Pemkot Tangerang menargetkan sedikitnya 500 kendaraan mengikuti uji emisi. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sejumlah instansi turut dilibatkan, mulai dari Polres Metro Tangerang Kota, Kodim 0506/Tangerang, Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga mitra teknis pelaksana uji emisi.

    “Target kami sedikitnya 500 kendaraan mengikuti uji emisi pada hari pertama. Ini menjadi salah satu langkah nyata menjaga kualitas udara di Kota Tangerang,” ujar Wawan Fauzi.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas masih menemukan beberapa kendaraan yang belum memenuhi ambang batas emisi, khususnya kendaraan berbahan bakar solar. Pemilik kendaraan yang tidak lulus uji emisi langsung diberikan edukasi serta imbauan untuk segera melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan.

    Menurut Wawan, kendaraan yang menghasilkan emisi di atas standar berpotensi menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari pemiliknya.

    Selain melakukan pemeriksaan kendaraan, program Satgas Langit Biru juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

    Antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Salah seorang peserta uji emisi, Syahrudin, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan dan kualitas udara.

    Sementara itu, warga lainnya, Diki, mengaku baru pertama kali mengikuti uji emisi. Namun, ia menilai pemeriksaan kendaraan secara berkala penting dilakukan untuk membantu mengurangi polusi udara dari sektor transportasi.

    Pemkot Tangerang berharap program pengendalian pencemaran udara melalui Satgas Langit Biru dapat terus berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat demi menciptakan udara yang lebih bersih dan sehat. (B7

  • Peluang Emas! Pemkot Tangerang Buka Pelatihan Tata Boga Gratis untuk 100 Warga, Daftar Mulai Hari Ini

    Berita7 | Kota Tangerang — Kabar gembira bagi warga yang ingin memiliki keterampilan sekaligus membuka peluang usaha. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial kembali membuka Program Pelatihan Tata Boga Gratis Tahun 2026 untuk 100 peserta terpilih.

    Program ini menjadi langkah nyata Pemkot Tangerang dalam membantu masyarakat meningkatkan kemampuan kerja dan mendorong lahirnya pelaku usaha kuliner baru yang mandiri serta produktif.

    Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menjelaskan pendaftaran program dibuka mulai 1 hingga 15 Juni 2026. Setelah proses administrasi selesai, peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti tahapan wawancara pada 24 sampai 29 Juni 2026.

    Menurutnya, pelatihan akan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total kuota mencapai 100 peserta.

    “Program ini kami hadirkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memperluas peluang ekonomi keluarga. Seluruh pelatihan diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun,” kata Acep, Selasa (2/6/2026).

    Gelombang pertama pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Juli 2026 dan diikuti oleh 50 peserta. Sementara gelombang kedua akan digelar pada 14 hingga 16 Juli 2026 untuk 50 peserta lainnya.

    Melalui pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan keterampilan tata boga yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha kuliner rumahan, meningkatkan pendapatan keluarga, maupun memperbesar peluang memperoleh pekerjaan di sektor makanan dan minuman yang terus berkembang.

    Dinas Sosial Kota Tangerang menegaskan program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan administrasi, di antaranya memiliki KTP Kota Tangerang, kartu keluarga, terdaftar dalam DTSEN desil 1 sampai 5, memiliki rekening bank aktif, serta berusia minimal 17 tahun.

    Antusiasme masyarakat diperkirakan akan tinggi mengingat pelatihan serupa sebelumnya banyak diminati karena mampu memberikan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan untuk menghasilkan pendapatan.

    [baca_juga]

    Pemkot Tangerang berharap program ini dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi saat ini. (B7

  • Hari Lahir Pancasila 2026, Wali Kota Tangerang Sachrudin Serukan Persatuan dan Pelayanan Terbaik untuk Warga

    Berita7 | TANGERANG — Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 dimanfaatkan Wali Kota Tangerang Sachrudin untuk mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan tersebut disampaikan Sachrudin usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kota Tangerang yang berlangsung di Alun-alun Ahmad Yani, Kecamatan Tangerang, Senin (1/6/2026).

    Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan fondasi utama yang menyatukan keberagaman bangsa Indonesia sekaligus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Pancasila adalah falsafah hidup bangsa yang menjadi tuntunan bagi kita semua. Menjaga dan mengamalkannya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan dengan semangat gotong royong,” ujar Sachrudin.

    Ia menegaskan, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekitar hingga kehidupan sosial yang lebih luas. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan berbagai program pembinaan guna memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

    [baca_juga]

    Program tersebut menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan hingga komunitas warga yang diharapkan menjadi agen penyebar nilai-nilai kebangsaan.

    Selain menekankan pentingnya persatuan, Sachrudin juga menegaskan bahwa pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang adil dan berkualitas bagi masyarakat.

    Pemerintah Kota Tangerang, lanjutnya, terus melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan dasar, termasuk sektor kesehatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

    “Terkait pelayanan kesehatan, kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik sesuai standar pelayanan yang berlaku,” katanya.

    Komitmen tersebut turut mengantarkan Kota Tangerang meraih penghargaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup berbagai sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, keamanan dan pelayanan masyarakat.

    Sachrudin berharap semangat Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan serta bersama-sama membangun Kota Tangerang yang lebih maju dan sejahtera. (B7