Category: Berita Utama

  • DPR RI dan UNEJ Bergerak, RUU Perlindungan Pasar Tradisional Libatkan Pedagang Secara Langsung

    Berita7 | JEMBER – Upaya memperkuat eksistensi pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi modern terus dilakukan. Universitas Jember (UNEJ) bersama Badan Keahlian DPR RI menggelar Seminar Nasional bertajuk Peningkatan Partisipasi Publik yang Bermakna dalam Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional di Gedung Soedjarwo, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi akademisi, pemerintah, legislatif, serta perwakilan pedagang untuk menyampaikan pandangan terkait regulasi yang akan menjadi dasar perlindungan pasar tradisional di Indonesia.

    Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam penyusunan regulasi merupakan bagian penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan tepat sasaran.

    “Masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembentukan kebijakan agar aturan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan yang ada di lapangan,” ujarnya saat membuka seminar nasional tersebut.

    Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung proses legislasi melalui kajian akademik, penguatan sumber daya manusia, hingga penyediaan data berbasis riset yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.

    Ia menilai pasar tradisional masih menjadi denyut utama ekonomi kerakyatan karena mempertemukan petani, pelaku UMKM, pedagang hingga konsumen dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Kepala Badan Keahlian DPR RI, Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H., mengapresiasi kontribusi Universitas Jember dalam berbagai proses legislasi nasional. Ia menyebut UNEJ sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif terlibat dalam penyusunan naskah akademik maupun rancangan undang-undang selama beberapa tahun terakhir.

    Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Keahlian DPR RI dan Universitas Jember sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam bidang legislasi, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.

    “UNEJ memiliki potensi besar dan banyak akademisi yang telah berkontribusi dalam berbagai penyusunan regulasi nasional. Kolaborasi ini akan terus diperkuat ke depan,” kata Prof. Bayu.

    Ia mengungkapkan sepanjang tahun 2025 Badan Keahlian DPR RI menghasilkan ratusan naskah akademik, rancangan undang-undang, serta berbagai publikasi ilmiah yang melibatkan ribuan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

    Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa UNEJ untuk mengikuti program magang di Badan Keahlian DPR RI melalui skema Magang Hub Kemnaker.

    Dukungan terhadap penguatan pasar tradisional juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pasar tradisional merupakan salah satu fondasi ekonomi daerah yang terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

    Menurutnya, sektor informal yang ditopang oleh pasar tradisional memiliki kontribusi besar terhadap tingginya konsumsi domestik yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

    “Pasar tradisional adalah bagian penting dari ekonomi rakyat. Karena itu pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan dan dukungan nyata,” ujarnya.

    Sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang, Pemkab Jember telah menghapus retribusi pasar sejak tahun 2025 atau menurunkannya hingga 100 persen. Selain itu, pembangunan Pasar Tanjung yang menjadi pasar tradisional terbesar di Kabupaten Jember juga terus dikebut dan ditargetkan selesai pada awal 2027.

    Melalui seminar nasional ini, seluruh pihak berharap lahirnya regulasi yang mampu memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi pasar tradisional sehingga tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di masa mendatang. (B7

  • 10 Finalis Terbaik Festival Gita Indonesia 2026 Resmi Diumumkan, Talenta Muda dari Berbagai Daerah Siap Tampil di Jakarta

    Berita7 | Jakarta — Radio Republik Indonesia (RRI) resmi mengumumkan 10 peserta terbaik yang berhasil melaju ke babak Grand Final Festival Gita Indonesia 2026. Para finalis terpilih merupakan talenta muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang akan tampil pada puncak kompetisi di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI Jakarta pada 11 Juni 2026.

    Festival Gita Indonesia merupakan ajang pencarian bakat vokal kebangsaan yang mengusung semangat persatuan, cinta tanah air, serta kebhinekaan melalui karya musik inspiratif. Para peserta yang lolos ke grand final telah melewati proses seleksi ketat dan dinilai memiliki kemampuan vokal, penghayatan lagu, serta pemahaman kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

    Sebanyak 10 grand finalis dari berbagai daerah dijadwalkan tiba di Jakarta pada 10 Juni 2026 untuk mengikuti rangkaian persiapan, termasuk technical meeting, pembekalan, dan sejumlah kegiatan edukatif yang menjadi bagian dari Festival Gita Indonesia tahun ini.

    Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, mengatakan Festival Gita Indonesia hadir bukan sekadar kompetisi menyanyi, melainkan wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan kebangsaan melalui karya dan kreativitas.

    “Festival Gita Indonesia hadir sebagai ruang ekspresi bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk menyuarakan pesan persatuan, cinta tanah air, dan semangat kebhinekaan melalui musik. Kami percaya karya kreatif memiliki kekuatan untuk menjangkau hati masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa,” ujar Yonas.

    Menurutnya, terpilihnya 10 grand finalis dari berbagai wilayah Indonesia menjadi bukti besarnya potensi generasi muda dalam menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga memiliki pesan sosial dan kebangsaan yang kuat.

    Festival Gita Indonesia 2026 juga digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan melalui berbagai ruang kreativitas, termasuk seni dan budaya yang dekat dengan generasi muda.

    Selain kompetisi vokal, masyarakat yang hadir juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti Coaching Clinic bertema Merawat Nilai Pancasila melalui Konten Digital, demonstrasi penanaman pohon dalam polybag, pemilahan sampah, hingga pembuatan jamu tradisional Nusantara.

    Acara ini juga akan menghadirkan Talkshow Kilau Pancasila dengan narasumber nasional, di antaranya Setyo Hajar Dewantoro selaku Ketua Umum Pusaka Indonesia, Gemala Rabi’ah Hatta sebagai akademisi dan putri Proklamator Mohammad Hatta, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI, serta Prof. Dr. Agus Moh. Najib, M.Ag.

    [baca_juga]

    Berikut daftar peserta yang berhasil lolos ke Grand Final Festival Gita Indonesia 2026:

    Kategori Putra:

    1. Danish Cielo Arkana (RRI Semarang)

    2. Fransiskus Brayen (RRI Makassar)

    3. Izat (RRI Makassar)

    4. Mochammad Afghan Rusdiansyah (RRI Surabaya)

    5. Ohar Fandem Ariwey (RRI Nabire)

    Kategori Putri:

    1. Areta Balqis (RRI Bandung)

    2. Astrella Zervinda Nunciata (RRI Malang)

    3. Jihaan Kaltsum Kaamiliaa Afaaf (RRI Semarang)

    4. Joy Elen (RRI Semarang)

    5. Kaila Rara (RRI Surabaya)

    Masyarakat juga dapat memberikan dukungan kepada peserta favorit melalui sistem voting yang tersedia di website resmi Festival Gita Indonesia. Dukungan publik menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap talenta muda yang berupaya menyebarkan semangat persatuan melalui karya musik.

    Festival Gita Indonesia 2026 mengusung tema “Merajut Keberagaman, Satukan Indonesia Melalui Nada dan Irama”, sebagai wujud komitmen menghadirkan ruang kreatif yang mampu memperkuat nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. (B7)

  • Penggerebekan Cepat di Kelapa Dua Tangerang, BPOM Pastikan 2 Juta Kosmetik Ilegal Disita

    Berita7 | Kabupaten Tangerang ,. — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan operasi besar dengan menggerebek dua gudang penyimpanan kosmetik ilegal di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (5/6). Aksi ini menjadi bagian dari pengawasan ketat terhadap peredaran produk tanpa izin edar di Indonesia.

    Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan lebih dari 2 juta produk kosmetik ilegal dengan total nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp27,6 miliar. Barang-barang tersebut terdiri dari berbagai jenis kosmetik impor yang tidak memiliki dokumen resmi.

    Gudang yang dijadikan tempat penyimpanan berada di kawasan Jalan Diklat Pemda, Kelurahan Bojong Nangka. Lokasinya tertutup dan tidak mencolok, sehingga aktivitas di dalamnya tidak banyak diketahui oleh warga sekitar.

    Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari pemantauan aktivitas perdagangan online yang mencurigakan. Dari hasil penelusuran digital, petugas kemudian menemukan titik distribusi utama barang ilegal tersebut.

    “Ini merupakan jaringan yang cukup rapi dan disembunyikan dengan baik, sehingga masyarakat sekitar tidak menyadari aktivitas ilegal di lokasi tersebut,” ujarnya saat berada di lokasi penggerebekan.

    [baca_juga]

    BPOM menjelaskan bahwa kosmetik tersebut merupakan produk impor dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia tanpa kelengkapan dokumen resmi. Diduga, barang tersebut diselundupkan melalui jalur tidak resmi dan kemudian diedarkan secara luas melalui platform online.

    Dari hasil pendataan, ditemukan sebanyak 2.082.039 unit produk dari 956 jenis kosmetik berbeda, mayoritas merupakan produk rias wajah atau dekoratif.

    Selain menyita barang bukti dalam jumlah besar, BPOM juga mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi tersebut. Satu orang berperan sebagai pengelola pemasaran online, sementara lainnya diduga sebagai pihak pengimpor.

    Kasus ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. BPOM menegaskan akan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara. (B7

  • Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Ini Perkembangan Terbaru di Badan Gizi Nasional

    Berita7 | JAKARTA — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto resmi menyetujui pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas keprajuritan. Keputusan tersebut menjadi sorotan publik di tengah perombakan besar yang terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam beberapa hari terakhir.

    Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas memastikan bahwa pengajuan pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono telah mendapat persetujuan dari Panglima TNI dan seluruh proses administrasi berjalan sesuai aturan yang berlaku.

    “Pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas keprajuritan telah disetujui Panglima TNI,” ujar Brigjen TNI Muhammad Nas.

    Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Trenggono memang sedang menjalani proses pengunduran diri dari TNI setelah dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN.

    [baca_juga]

    Menurut Nanik, proses tersebut telah diajukan sebelum muncul berbagai pertanyaan publik terkait status Trenggono sebagai prajurit aktif yang menduduki jabatan strategis di lembaga sipil.

    “Proses pengunduran diri sudah diajukan dan kemungkinan dalam waktu dekat beliau memasuki masa pensiun,” kata Nanik dalam keterangan pers di Jakarta.

    Mayjen TNI Trenggono diketahui memiliki pengalaman panjang di bidang manajemen dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara sebelum bergabung ke Badan Gizi Nasional.

    Perubahan status Trenggono terjadi di tengah perombakan besar jajaran pimpinan BGN yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Pada awal pekan ini, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

    Selain pergantian Kepala BGN, pemerintah juga melakukan perubahan pada posisi Wakil Kepala BGN dengan menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai pejabat baru.

    Perkembangan tersebut semakin menjadi perhatian setelah Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penggeledahan berlangsung selama berjam-jam sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kasus tersebut berujung pada penetapan tersangka terhadap sejumlah mantan pejabat BGN, termasuk Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung yang kini menjalani proses hukum.

    Di tengah dinamika tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional agar program strategis nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

    Pergantian pejabat dan penataan organisasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (B7

  • Aksi Bersih Sungai Cisadane di Tangerang, Camat Yudi Pradana dan Warga Gaungkan Kepedulian Lingkungan

    Berita7 | Kota Tangerang — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Tangerang berlangsung meriah melalui rangkaian kegiatan bertema “Aksi untuk Iklim”. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian publik adalah aksi bersih-bersih Sungai Cisadane yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

    Camat Tangerang, Yudi Pradana, S.H., bersama jajaran staf Kecamatan Tangerang turut ambil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan sepanjang bantaran Sungai Cisadane, mulai dari kawasan Kampung Bekelir hingga Hutan Kota Tangerang.

    [baca_juga]

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, AP, M.Si., serta Founder Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Ade Yunus. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan sungai.

    “Aksi kecil yang dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” ujar Yudi Pradana di sela kegiatan.

    Menurutnya, menjaga kebersihan sungai tidak hanya berkaitan dengan estetika lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat, pencegahan banjir, serta keberlanjutan ekosistem di wilayah perkotaan.

    Selain melakukan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai, peserta kegiatan juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut memberikan dukungan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin.

    Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Tangerang berharap semangat menjaga lingkungan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta kawasan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (B7

  • Festival Cisadane 2026 Siap Digelar 5 Hari, Disbudpar Kota Tangerang Hadirkan Perayaan Budaya dan UMKM Terbesar

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menghadirkan agenda budaya terbesar yang selalu dinantikan masyarakat. Festival Cisadane 2026 dipastikan akan berlangsung selama lima hari penuh mulai 22 hingga 26 Juli 2026 di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng, bantaran Sungai Cisadane.

    Mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage”, festival tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif serta penguatan identitas Kota Tangerang sebagai kota yang kaya sejarah dan budaya.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan Festival Cisadane 2026 dirancang dengan konsep yang lebih kuat dan bermakna dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Menurutnya, tema yang diangkat merepresentasikan warisan budaya yang terus mengalir seperti Sungai Cisadane sekaligus menggambarkan semangat masyarakat Kota Tangerang yang terus tumbuh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

    “Aliran Sungai Cisadane melambangkan warisan luhur yang terus hidup dari generasi ke generasi. Di sisi lain, keberanian menjadi simbol masyarakat Kota Tangerang yang terus berinovasi, berkolaborasi dan bergerak maju bersama,” ujar Boyke.

    Festival Cisadane selama ini dikenal sebagai salah satu agenda wisata unggulan Kota Tangerang yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tahun ini, Disbudpar Kota Tangerang kembali menyiapkan beragam atraksi budaya, seni tradisional, hiburan masyarakat hingga ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

    Tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Festival Cisadane 2026 juga menjadi wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas kreatif hingga pelaku UMKM.

    “Kami mengintegrasikan Festival Cisadane dengan penguatan ekonomi lokal melalui fasilitasi ratusan stan UMKM. Harapannya, festival ini tidak hanya menjadi magnet wisata tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

    Keberadaan ratusan pelaku UMKM yang akan terlibat diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi selama festival berlangsung. Produk-produk unggulan lokal akan ditampilkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kota Tangerang kepada wisatawan.

    Selain itu, Festival Cisadane juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai kekayaan budaya daerah kepada generasi muda agar tetap terjaga dan berkembang di tengah modernisasi.

    Disbudpar Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat, wisatawan dan pecinta budaya untuk hadir dan meramaikan Festival Cisadane 2026 yang akan berlangsung pada 22 hingga 26 Juli mendatang.

    “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari Festival Cisadane 2026. Mari bersama merayakan warisan budaya sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi kreatif Kota Tangerang,” tutup Boyke. (B7

  • Polisi Turun Tangan Usai Keributan di SD Pamulang, Aksi Saling Dorong Terjadi Saat Jam Pulang Siswa

    Betita7 | Tangerang Selatan – Suasana di salah satu sekolah dasar (SD) di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mendadak tegang setelah terjadi keributan yang melibatkan sejumlah orang di lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut bahkan memicu aksi saling dorong di area gerbang sekolah dan menjadi perhatian warga sekitar.

    Insiden yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu berlangsung bertepatan dengan jam pulang siswa. Situasi tersebut sempat menimbulkan keresahan karena terjadi saat aktivitas sekolah masih berlangsung.

    [baca_juga]

    Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah orang terlihat berusaha memasuki area sekolah dengan membuka gerbang secara paksa. Namun, upaya tersebut mendapat penolakan dari pihak yang berada di dalam lingkungan sekolah sehingga memicu ketegangan di lokasi.

    Dalam rekaman video yang beredar, tampak beberapa orang terlibat aksi saling dorong di pintu masuk sekolah. Sejumlah warga dan pihak terkait berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

    Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110.

    “Laporan yang kami terima menyebutkan adanya sekelompok orang yang datang ke lingkungan sekolah dan menimbulkan keresahan. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan,” ujar Galuh.

    Kehadiran aparat kepolisian di lokasi bertujuan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang terlibat agar persoalan tidak semakin meluas.

    Karena terjadi saat jam kepulangan siswa, polisi juga memastikan keamanan dan kenyamanan peserta didik serta orang tua yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

    Hingga proses mediasi berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan berhasil dikendalikan dan tidak terjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

    Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab keributan tersebut serta meminta semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah. (B7

  • PRA SPMB 2026 Dibuka, Hampir 10 Ribu Kursi SMP Negeri Tangsel Disiapkan untuk Siswa Baru

    Berita7 | Tangerang Selatan – Kabar penting bagi para orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang Selatan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi membuka tahapan Pra Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyiapkan kuota besar mencapai 9.976 kursi untuk jenjang SMP Negeri.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri setiap tahunnya.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan seluruh proses SPMB harus berjalan transparan, objektif dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat.

    “Insyaallah tahapan SPMB pada Juni ini sudah mulai dibuka. Orang tua siswa tinggal mengikuti proses dan melengkapi berkas yang dibutuhkan. Kami ingin proses berjalan transparan dan kuota yang tersedia mampu menampung hampir 10 ribu siswa di SMP Negeri,” ujar Pilar.

    Data Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat setiap tahun terdapat sekitar 25 ribu lulusan sekolah dasar yang melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 ribu hingga 15 ribu siswa memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.

    Untuk mengantisipasi tingginya jumlah pendaftar, Pemkot Tangsel terus melakukan berbagai langkah strategis, termasuk pembangunan sekolah baru dan penguatan kerja sama dengan sekolah swasta.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 5.000 beasiswa bagi siswa yang tidak diterima di SMP Negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan secara gratis di sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

    “Kami terus membangun SMP Negeri baru setiap tahun. Di sisi lain, kami juga menggandeng hampir 100 SMP swasta untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Pilar.

    Program perluasan akses pendidikan tersebut juga telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan yang menargetkan pembangunan sejumlah sekolah baru dalam beberapa tahun ke depan.

    Untuk pelaksanaan SPMB 2026, pendaftaran dilakukan secara daring dan dapat diikuti oleh lulusan SD sederajat, lulusan Paket A, hingga lulusan tahun sebelumnya yang memenuhi persyaratan usia dan administrasi.

    SPMB SMP Negeri Tangsel tahun ini membuka empat jalur penerimaan, yakni Jalur Domisili sebesar 40 persen, Jalur Afirmasi 30 persen, Jalur Prestasi 25 persen dan Jalur Mutasi 5 persen.

    [baca_juga]

    Tahapan pendaftaran dimulai melalui Jalur Domisili pada 22 hingga 24 Juni 2026. Selanjutnya Jalur Prestasi dan Mutasi berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026, sedangkan Jalur Afirmasi dan Disabilitas dibuka pada 6 hingga 8 Juli 2026.

    Seluruh siswa yang dinyatakan lolos seleksi dijadwalkan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli 2026.

    Dengan hampir 10 ribu kuota SMP Negeri dan tambahan 5 ribu beasiswa sekolah swasta, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis seluruh lulusan sekolah dasar dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

    “Kami berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala sehingga seluruh siswa memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan terbaik, baik melalui SMP Negeri maupun sekolah swasta yang didukung program beasiswa,” tutup Pilar. (B7

  • DP3AP2KB Kota Tangerang Bekali Kader Posyandu, Perkuat Perlindungan Anak dan Kesehatan Mental Keluarga

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat kualitas pelayanan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Parenting bertema Orientasi dan Pembekalan Dukungan Psikologis Awal (DPA) bagi kader Posyandu yang berlangsung di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang, Gedung Puspem Kota Tangerang.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan keluarga dan anak dari tingkat lingkungan terkecil. Melalui pembekalan tersebut, para kader Posyandu diberikan pemahaman dan keterampilan untuk mengenali berbagai persoalan psikologis yang berpotensi muncul di tengah keluarga maupun masyarakat.

    Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat yang berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungan sekitar.

    Menurutnya, berbagai persoalan psikologis dalam keluarga perlu mendapat perhatian sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan berdampak pada tumbuh kembang anak.

    “Stres pengasuhan bisa memicu kekerasan pada anak. Karena itu, kader Posyandu dibekali kemampuan memberikan Dukungan Psikologis Awal sebagai langkah pencegahan dan mitigasi risiko psikologis keluarga,” ujarnya..

    [baca_juga]

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tiga prinsip utama Dukungan Psikologis Awal atau DPA, yakni Look, Listen dan Link. Ketiga pendekatan tersebut dirancang untuk membantu kader mengenali kondisi psikologis warga, mendengarkan dengan empati, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan pendampingan yang tersedia.

    Selain meningkatkan kapasitas kader, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak.

    DP3AP2KB Kota Tangerang berharap para kader Posyandu mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam mendeteksi permasalahan sosial maupun psikologis sejak dini di lingkungan masing-masing.

    Melalui sinergi antara kader Posyandu, Puspaga dan masyarakat, upaya perlindungan anak serta penguatan ketahanan keluarga di Kota Tangerang diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan.

    “Kami berharap kader Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan awal kepada keluarga yang membutuhkan, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tutupnya. (B7

  • UMB Bangun Teknologi Penampung Air Pintar di Tangerang, 53 Warga Rasakan Dampaknya

    Berita7 | Kota Tangerang – Inovasi menghadapi perubahan iklim kini hadir di lingkungan permukiman warga Kota Tangerang. Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Asri berhasil membangun Groundwater Tank (GWT) berbasis Smart Rain Garden di Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang.

    Program yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat tersebut tidak hanya membantu pengelolaan air secara berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui pengembangan pertanian urban.

    Keberadaan teknologi tersebut menjadi perhatian karena mampu menyimpan air hujan saat musim penghujan dan memanfaatkannya kembali ketika musim kemarau. Sistem ini sekaligus menjadi solusi inovatif dalam mengurangi risiko genangan dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.

    Ketua KWT Cempaka Asri, Nyimas Tri Dewi, mengatakan program tersebut membawa perubahan besar bagi para anggota kelompok tani yang selama ini aktif mengembangkan pertanian perkotaan di lingkungan mereka.

    Setelah mendapatkan pendampingan dari Universitas Mercu Buana dan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, kemampuan anggota dalam mengelola pertanian urban meningkat secara signifikan.

    “Kami mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi pertanian dan manajemen air. Tanggapan seluruh anggota sangat baik dan kami berterima kasih kepada Universitas Mercu Buana serta DLH Kota Tangerang,” ujarnya.

    Program ini juga melibatkan sekitar 53 warga melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi lingkungan yang terintegrasi dengan Program Kampung Iklim (Proklim). Kehadiran Groundwater Tank berbasis Smart Rain Garden diharapkan menjadi aset jangka panjang yang dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

    Nyimas menjelaskan, hasil panen sayuran yang dihasilkan nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat dipasarkan di lingkungan sekitar melalui berbagai kegiatan warga.

    “Harapannya, KWT Cempaka Asri semakin mandiri. Hasil panen dapat diperjualbelikan dalam kegiatan warga sehingga mampu membantu menambah pemasukan keluarga,” katanya.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Dosen Pembimbing Universitas Mercu Buana, Dr. Ir. Uly Amrina, menjelaskan konsep yang diterapkan berfokus pada pengelolaan air berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim di kawasan perkotaan.

    Menurutnya, saat musim hujan, limpasan air akan ditampung secara optimal di tandon bawah tanah untuk mengurangi potensi banjir maupun genangan di lingkungan permukiman. Ketika musim kemarau tiba, cadangan air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan penyiraman tanaman.

    “Konsep ini dirancang untuk menciptakan siklus pemanfaatan air yang efisien dan berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki sumber air cadangan yang dapat digunakan kapan saja,” jelasnya.

    Keunggulan lain dari program tersebut adalah penggunaan teknologi Smart Rain Garden yang dilengkapi sensor pintar untuk memantau tingkat kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman secara otomatis.

    Teknologi tersebut membuat proses penyiraman menjadi lebih efektif, tepat sasaran dan hemat air sehingga mendukung produktivitas pertanian urban sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat diterapkan langsung untuk menjawab tantangan perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga di tingkat lingkungan. (B7