Category: Berita Utama

  • Disbudpar Kota Tangerang Siapkan Festival Cisadane 2026, Budaya dan UMKM Bersatu Jadi Magnet Wisata

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menghadirkan Festival Cisadane 2026, salah satu agenda budaya terbesar yang menjadi kebanggaan masyarakat. Mengusung tema Flowing Heritage, Growing Courage”, festival ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026.

    Berpusat di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng di bantaran Sungai Cisadane, festival tersebut dipersiapkan sebagai ruang kolaborasi budaya, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan tema yang diangkat tahun ini menggambarkan warisan budaya yang terus mengalir sekaligus semangat keberanian masyarakat untuk terus berkembang dan berinovasi.

    “Aliran Sungai Cisadane melambangkan warisan luhur sekaligus simbol keberanian masyarakat Kota Tangerang yang terus tumbuh untuk berinovasi, berkolaborasi, dan bergerak maju bersama,” ujarnya.

    Disbudpar Kota Tangerang menegaskan, Festival Cisadane bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi wadah inklusif yang mempertemukan pegiat budaya, seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat dalam satu perayaan yang memperkuat identitas Kota Tangerang.

    Selain menyuguhkan berbagai atraksi budaya dan hiburan, festival ini juga menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal. Ratusan stan UMKM akan difasilitasi sehingga pelaku usaha memiliki kesempatan memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan selama penyelenggaraan acara.

    Dengan konsep yang menggabungkan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat, Festival Cisadane 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai destinasi wisata budaya yang menarik di tingkat regional maupun nasional.

    Disbudpar Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk hadir dan meramaikan Festival Cisadane 2026 pada 22–26 Juli mendatang serta menikmati beragam pertunjukan seni, budaya, kuliner, dan produk unggulan UMKM yang akan memeriahkan bantaran Sungai Cisadane. (B7

  • DPUPR Kota Tangerang! Jembatan Kaca Berendeng Segera Diperbaiki, Keselamatan Pengunjung Jadi Prioritas

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga fasilitas publik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), langkah penanganan langsung dilakukan setelah ditemukan keretakan pada salah satu bagian Jembatan Kaca Berendeng yang selama ini menjadi ikon wisata favorit masyarakat.

    Tanpa menunggu lama, area yang mengalami keretakan segera diamankan dan tim teknis diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Langkah cepat tersebut dilakukan agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

    [baca_juga]

    Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak segera setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kondisi jembatan.

    “Kami langsung melakukan penanganan setelah mendapatkan laporan terkait adanya keretakan di salah satu bagian kaca. Saat ini area sudah diamankan dan akan segera diperbaiki dalam waktu dekat,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

    DPUPR Kota Tangerang kini tengah melakukan pengkajian teknis secara menyeluruh untuk memastikan metode perbaikan yang dilakukan memenuhi standar keamanan. Setelah proses tersebut selesai, pekerjaan perbaikan akan segera dilaksanakan agar Jembatan Kaca Berendeng dapat kembali digunakan dengan aman oleh seluruh pengunjung.

    Tak hanya melakukan perbaikan, pemerintah juga menyiapkan langkah pemantauan dan evaluasi sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas infrastruktur publik. Upaya ini menjadi bagian dari pelayanan yang mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus mempertahankan daya tarik destinasi wisata di Kota Tangerang.

    “Kami sedang melakukan pengkajian teknis, selanjutnya akan segera diperbaiki secepat mungkin sehingga ikon wisata ini bisa kembali dinikmati oleh masyarakat dari dalam maupun luar Kota Tangerang,” tambah Iwan.

    Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pekerjaan sehingga Jembatan Kaca Berendeng dapat kembali beroperasi secara optimal.

    Gerak cepat DPUPR Kota Tangerang ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Penanganan yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk menjaga keberlanjutan salah satu ikon wisata kebanggaan Kota Tangerang. (B7

  • Aksi di Tugu Adipura Tangerang, LAP Desak Evaluasi Total Program MBG dan Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BGN

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Puluhan massa yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) Tangerang menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Rabu (10/6/2026). Dalam aksi long march tersebut, mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

    Massa membawa sejumlah tuntutan yang mereka nilai penting demi menjaga kualitas program strategis nasional tersebut. Di antaranya evaluasi total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, pengawasan yang lebih ketat dan transparan, penegakan standar pelayanan, perlindungan hak penerima manfaat, serta tata kelola program yang akuntabel.

    Koordinator Massa Aksi LAP Tangerang, Saipul Basri, mengatakan aspirasi tersebut lahir dari berbagai keresahan masyarakat terhadap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Raya.

    [baca_juga]

    “Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh dugaan korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga setiap penyimpangan perlu dievaluasi,” ujarnya.

    Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di lapangan.

    LAP Tangerang juga menyoroti masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dinilai belum memenuhi berbagai persyaratan dan standar operasional. Mereka menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar kualitas pelayanan serta keamanan makanan tetap terjamin.

    Saipul Basri menjelaskan bahwa apabila standar pelayanan tidak dipenuhi, maka potensi munculnya berbagai persoalan, termasuk keamanan pangan, harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

    “Kami tidak meminta program strategis nasional ini dibubarkan. Yang kami dorong adalah evaluasi total dan menyeluruh agar tujuan awal program benar-benar tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Selain melakukan aksi kali ini, LAP Tangerang menyebut kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyampaian aspirasi yang akan terus dilakukan sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah.

    Mereka berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh penerima manfaat. (DRi

  • 548 Sekolah Adiwiyata Jadi Kekuatan Kota Tangerang, Sachrudin Luncurkan Lomba Peduli Lingkungan

    KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) sekaligus peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri se-Kota Tangerang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Selasa (9/6/2026).

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 548 Sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam membangun budaya menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan bukan sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hingga dewasa.

    “Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

    Ia menegaskan, keberhasilan membangun budaya ramah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar kebiasaan baik tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Kompetisi ini diharapkan mampu mendorong sekolah menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

    Penilaian lomba akan difokuskan pada lima aspek utama, yakni kebersihan dan sanitasi sekolah, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan penggunaan air, serta efisiensi energi.

    Menurut Sachrudin, program Adiwiyata menjadi wadah pembentukan budaya lingkungan, sedangkan PRLH merupakan implementasi konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah.

    “Jika Adiwiyata adalah wadahnya, maka PRLH adalah implementasi nyatanya. Dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita berharap lahir budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Kota Tangerang,” ujarnya.

    Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (B7

  • Heboh! Puluhan Paspor Jemaah Haji Ditemukan Berserakan di BSD, Imigrasi Tangerang Turun Tangan

    Berita7 | TANGERANG SELATAN – Warga dan pengguna media sosial dihebohkan oleh beredarnya video yang memperlihatkan puluhan paspor diduga milik jemaah haji ditemukan berserakan di kawasan BSD City, Kota Tangerang Selatan.

    Video yang viral sejak Senin (8/6/2026) itu memperlihatkan sejumlah paspor berwarna hijau tergeletak di bawah pohon dekat halte bus di Jalan Letjen Sutopo, kawasan yang berada di sekitar Pasar Modern BSD dan Santa Ursula.

    Temuan tersebut langsung memicu perhatian publik karena dokumen yang terlihat dalam video diduga merupakan paspor milik calon atau jemaah haji. Bahkan, foto pemilik paspor tampak terlihat pada sampul dokumen sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi.

    Peristiwa yang disebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) itu segera mendapat respons dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang.

    [baca_juga]

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dari Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) untuk melakukan penelusuran dan memastikan kebenaran informasi yang beredar.

    Petugas diketahui mendatangi lokasi sekitar pukul 21.00 WIB pada malam hari. Namun saat pemeriksaan dilakukan, tumpukan paspor yang sebelumnya terlihat dalam video sudah tidak ditemukan di lokasi.

    Meski demikian, tim masih menemukan dua sampul paspor yang telah terpisah dari halaman biodata maupun halaman utama dokumen. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa sebelumnya memang terdapat sejumlah paspor di lokasi tersebut.

    Selain sampul paspor, petugas juga menemukan beberapa dokumen lain yang diduga berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk bukti setoran haji dan berkas pendukung lainnya.

    Seluruh dokumen yang ditemukan kini diamankan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.

    Hasanin menjelaskan pihaknya sedang melakukan penelusuran nomor paspor melalui sistem keimigrasian untuk mengidentifikasi pemilik dokumen serta pihak yang berkaitan dengan penerbitan maupun pengurusan paspor tersebut.

    Tak hanya itu, Kantor Imigrasi Tangerang juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran dalam peristiwa tersebut.

    Proses pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) saat ini masih berlangsung untuk mengungkap siapa pihak yang diduga membuang atau meninggalkan paspor serta dokumen haji tersebut di lokasi kejadian.

    “Hasil pendalaman nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Hasanin.

    Hingga kini, misteri keberadaan puluhan paspor jemaah haji yang sempat ditemukan berserakan di kawasan BSD masih belum terpecahkan. Pihak Imigrasi memastikan investigasi terus dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian yang menghebohkan masyarakat tersebut. (B7)

  • Warga Tangsel Perlu Tahu, Semua Layanan Pertanahan Dipastikan Tanpa Biaya Tambahan

    Berita7 | TANGERANG SELATAN – Komitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan bebas pungutan liar kembali ditegaskan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang Selatan. Seluruh layanan pertanahan dipastikan berjalan sesuai aturan resmi tanpa adanya biaya tambahan di luar ketentuan yang berlaku.

    Langkah tegas tersebut disampaikan langsung Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.

    Menurut Seto, segala bentuk pungutan liar dalam proses pelayanan pertanahan merupakan pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi.

    “Saya melarang keras segala bentuk pungutan liar dalam pelayanan pertanahan. Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan prinsip bersih, transparan, dan profesional. Setiap pegawai wajib menjalankan prosedur sesuai ketentuan,” tegasnya.

    Ia memastikan seluruh mekanisme pelayanan dan biaya administrasi yang berlaku di Kantah Tangsel telah mengacu pada peraturan perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu memberikan biaya tambahan kepada siapapun di luar ketentuan resmi.

    Seto juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran yang mencederai integritas pelayanan publik.

    “Jika ada pelanggaran akan ditindak tegas demi menjaga integritas dan kepercayaan publik kepada kami,” ujarnya.

    [baca_juga]

    Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah besar Kantah Tangsel dalam mewujudkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari percepatan penyelesaian layanan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga memberikan kepastian hukum yang lebih baik kepada masyarakat.

    Selain melakukan pengawasan internal, Kantah Tangsel juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi jalannya pelayanan pertanahan. Warga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi pungutan liar maupun praktik yang tidak sesuai aturan.

    Menurut Seto, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pelayanan yang bersih, transparan, dan terpercaya.

    “Jika ada indikasi pungli segera laporkan, maka akan ditindaklanjuti dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

    Dengan pengawasan yang melibatkan seluruh pihak, Kantah Tangsel optimistis kualitas pelayanan pertanahan akan semakin baik serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

    Langkah tegas ini sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan pertanahan di Kota Tangerang Selatan harus bebas dari praktik pungli dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat. (B7)

  • Olahraga Selam Makin Diminati! AKSI Banten Siapkan Atlet Terbaik Hadapi FORPROV 2026

    Berita7 | CILEGON – Olahraga selam rekreasi mulai menunjukkan geliat positif di Provinsi Banten. Menjelang Festival Olahraga Provinsi (FORPROV) KORMI Banten 2026, Asosiasi Keselamatan Selam Indonesia (AKSI) Provinsi Banten bergerak cepat mempersiapkan para penggiat terbaik melalui pelatihan dan latihan bersama yang digelar di ASA Sport Center, Kota Cilegon.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6 hingga 7 Juni 2026 tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas olahraga selam yang berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Banten.

    Pembina AKSI Provinsi Banten, Ratna Ambarwati, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para penggiat olahraga selam menghadapi FORPROV KORMI Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang pada November mendatang.

    [baca_juga]

    Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis peserta, tetapi juga menyangkut kesiapan pelatih, nomor pertandingan, hingga sistem kompetisi yang akan digunakan saat FORPROV berlangsung.

    “Latihan bersama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan berjalan maksimal sehingga para penggiat olahraga selam Banten siap bersaing dan berprestasi di FORPROV 2026,” ujarnya.

    Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi dasar penyelaman atau basic diving, teknik keselamatan, hingga peningkatan kemampuan penyelaman yang dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman.

    Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pengurus Besar AKSI Nasional melalui kehadiran Badai Vana Prastha yang memberikan materi, evaluasi teknis, serta pembekalan kepada peserta.

    Antusiasme peserta terlihat tinggi. Hampir 30 penggiat olahraga selam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang berlangsung intensif selama dua hari.

    Ratna menilai olahraga selam tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda melalui kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan kerja sama tim.

    “Kami ingin olahraga selam semakin dikenal masyarakat, terutama kalangan pelajar dan generasi muda sebagai aktivitas positif yang sehat, edukatif, sekaligus menyenangkan,” katanya.

    Sementara itu, Pengurus Besar AKSI juga memastikan berbagai aspek pendukung kompetisi terus dipersiapkan, mulai dari perangkat pertandingan, sistem penjurian, hingga kesiapan wasit yang akan bertugas selama FORPROV berlangsung.

    Selain mengejar prestasi, AKSI Banten juga terus memperluas jaringan komunitas olahraga selam di berbagai kabupaten dan kota agar olahraga ini semakin berkembang di tengah masyarakat.

    Dengan persiapan yang terus dimatangkan, AKSI Provinsi Banten optimistis mampu melahirkan penggiat olahraga selam yang kompeten sekaligus menjadi salah satu kekuatan baru dalam FORPROV KORMI Banten 2026 di Kota Tangerang. (B7

  • Viral di Momen Kelulusan, Pesan “Tidak Ada Mantan Guru” Jadi Sorotan di Jember

    Berita7 | JEMBER – Momen kelulusan siswa kelas IX SMPN 8 Jember tahun ajaran 2025/2026 berlangsung penuh haru dan makna. Di hadapan ratusan siswa yang akan melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ridhoi, menyampaikan pesan yang menyentuh hati.

    Dalam acara Tasyakuran dan Kelulusan yang dikemas melalui kegiatan NADI 5 (KeNangan yang tidak Dilupakan), Ridhoi menegaskan bahwa jasa seorang guru tidak akan pernah berakhir meski siswa telah lulus dari sekolah.

    “Tidak ada istilah mantan guru. Beliau tetap guru kalian sampai kapan pun,” tegas Muhammad Ridhoi disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.

    Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam acara yang digelar di halaman SMPN 8 Jember, Sabtu (6/6/2026).

    Menurut Ridhoi, penghormatan kepada guru merupakan salah satu syarat penting untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dalam kehidupan.

    Selain itu, ia juga mengingatkan para lulusan bahwa tantangan yang akan dihadapi di jenjang pendidikan berikutnya jauh lebih besar dibandingkan saat masih duduk di bangku SMP.

    “Tantangan ke depan lebih besar. Jadikan ilmu dan pengalaman selama belajar di SMPN 8 Jember sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

    Ridhoi menjelaskan, pelaksanaan tasyakuran di lingkungan sekolah sengaja dilakukan agar para siswa memiliki kenangan terakhir yang kuat bersama teman, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan mereka.

    [baca_juga]

    Acara yang mengusung tema “Nyalakan Asa, Dekap Impian” tersebut juga dihadiri mantan Kepala SMPN 8 Jember, Tutuk Pancaningtyas Suryandari, serta Kepala Sekolah yang baru, Dwi Kristatiningsih.

    Dalam kesempatan itu, Tutuk turut menyampaikan pesan kepada penerusnya agar terus melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun selama ini demi kemajuan sekolah.

    Suasana semakin meriah ketika para siswa kelas VII dan VIII menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional, solo vokal hingga pantomim yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.

    Panitia juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi akademik maupun non-akademik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka selama menempuh pendidikan.

    Bagi para lulusan, NADI 5 bukan hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan meraih mimpi baru saja dimulai, dengan doa dan bimbingan guru yang akan selalu menyertai langkah mereka. (B7

  • Fantastis! Jember Terima Bantuan Pertanian Terbesar Sepanjang Sejarah, Nilainya Rp312 Miliar

    Berita7 | JEMBER – Ribuan petani di Kabupaten Jember mendapat kabar menggembirakan. Pemerintah menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar yang disebut sebagai bantuan terbesar sepanjang sejarah daerah tersebut.

    Program raksasa ini mencakup bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, pembangunan irigasi, hingga teknologi pertanian modern yang akan disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Jember selama 2025 hingga 2026.

    [baca_juga]

    Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut bantuan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

    “Ini bantuan terbesar yang pernah diterima Jember untuk sektor pertanian. Nilainya mencapai Rp312 miliar dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para petani,” kata Fawait saat memberikan keterangan di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember.

    Bantuan yang mulai disalurkan meliputi 170 unit pompa air, 47 unit combine harvester, puluhan traktor roda empat dan roda dua, drone pertanian, hingga berbagai mesin pengolahan hasil panen.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan rice milling unit, mesin pengolahan hasil pertanian, serta berbagai peralatan modern yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi petani.

    Langkah besar ini dilakukan untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan hasil panen di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

    Selain alsintan, pemerintah juga menyiapkan rehabilitasi 16 titik irigasi besar yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program tersebut dinilai sangat penting karena sistem pengairan menjadi faktor utama keberhasilan produksi pertanian.

    “Irigasi merupakan urat nadi pertanian. Ketika air tersedia dengan baik, produktivitas petani akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

    Pemkab Jember juga memastikan pengajuan bantuan tambahan terus dilakukan ke pemerintah pusat agar dukungan terhadap petani semakin besar pada tahun-tahun mendatang.

    Masuknya bantuan senilai Rp312 miliar tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak luas tanam, meningkatkan produktivitas lahan, mempercepat proses panen, sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.

    Program ini sekaligus menjadi harapan baru bagi ribuan petani yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai kendala mulai dari keterbatasan alat produksi hingga persoalan irigasi.

    Dengan dukungan alat modern dan infrastruktur yang lebih baik, sektor pertanian Jember diyakini akan memasuki babak baru menuju pertanian yang lebih maju, efisien, dan menguntungkan bagi petani. (B7

  • Rp312 Miliar Mengalir ke Jember! Bantuan Pertanian Terbesar Sepanjang Sejarah Resmi Digelontorkan

    Berita7 | JEMBER – Kabar menggembirakan datang bagi ribuan petani di Kabupaten Jember. Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar yang disebut sebagai bantuan terbesar sepanjang sejarah yang pernah diterima daerah tersebut.

    Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bantuan jumbo itu mencakup berbagai program strategis mulai dari alat pertanian modern, bibit unggul, pupuk, hingga pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Jember.

    “Bantuan pertanian yang masuk ke Jember pada tahun 2025 hingga 2026 mencapai sekitar Rp312 miliar. Ini menjadi bantuan terbesar yang pernah diterima Jember untuk sektor pertanian,” ujar Fawait saat konferensi pers di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Jember.

    Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Jember.

    [baca_juga]

    Salah satu program terbesar adalah Optimalisasi Lahan (Oplah) yang menjangkau seluruh kecamatan. Program ini diperkuat dengan bantuan 100 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) yang akan membantu petani mengatasi persoalan ketersediaan air di lahan pertanian.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan 190 titik pemeliharaan jaringan irigasi serta 16 proyek rehabilitasi irigasi skala besar untuk memperkuat sistem pengairan pertanian.

    “Selama ini sekitar 70 persen infrastruktur pertanian kita kondisinya kurang baik. Karena itu kami berjuang agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar kepada Jember,” katanya.

    Dukungan bagi petani juga diwujudkan melalui bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 3.540 hektare. Selain itu tersedia pula bantuan benih padi, kopi, tebu, hingga berbagai kebutuhan produksi pertanian lainnya.

    Di sisi mekanisasi, puluhan alat pertanian modern turut disalurkan. Mulai dari traktor roda dua dan roda empat, drone pertanian, mesin roasting kopi, kendaraan roda tiga, hingga puluhan unit combine harvester yang akan mempercepat proses panen petani.

    Bupati optimistis berbagai bantuan tersebut akan mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Jember yang saat ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Timur.

    Selain meningkatkan produktivitas, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan ekonomi nasional.

    Dengan masuknya bantuan ratusan miliar rupiah tersebut, sektor pertanian Jember diproyeksikan mengalami percepatan pertumbuhan yang signifikan dalam dua tahun ke depan dan semakin memperkuat posisi Jember sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. (B7