Gubernur Banten Tinjau Sekolah di Ciputat, Program Sekolah Gratis dan MBG Disorot

Written by

in

Berita7 | TANGERANG SELATAN,. – Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026). Dalam agenda tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Gratis serta memantau distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kunjungan ini turut didampingi oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta perangkat wilayah seperti camat dan lurah setempat.

Di SMK PGRI 56 Ciputat, Gubernur meninjau pelaksanaan Program Sekolah Gratis tahun ajaran 2025/2026 yang disebut telah melibatkan sekitar 7.000 siswa dari berbagai sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Banten.

Andra Soni menegaskan pentingnya komitmen semua pihak dalam menjalankan program tersebut, mulai dari sekolah, siswa, hingga orang tua.

“Kami meminta ada komitmen bersama antara sekolah, murid, dan orang tua agar program sekolah gratis ini benar-benar menghasilkan peserta didik yang berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, program ini tidak hanya membuka akses pendidikan lebih luas, tetapi juga membantu sekolah swasta dalam hal pembiayaan operasional yang selama ini menjadi tantangan, termasuk keterbatasan pembayaran SPP dan jumlah peserta didik.

Dengan meningkatnya jumlah siswa, sekolah juga berpotensi mendapatkan tambahan Dana BOS yang dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan serta kesejahteraan tenaga pendidik.

Usai dari SMK PGRI 56 Ciputat, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proses verifikasi pra-SPMB.

[baca_juga]

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pihak sekolah sempat meminta penyesuaian jadwal distribusi makanan karena siswa tengah menjalani ujian sehingga jam belajar lebih singkat dari biasanya.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan peserta didik baru agar berjalan adil tanpa intervensi pihak manapun.

“Kami ingin proses ini transparan dan adil. Tidak boleh ada titip-menitip siswa atau intervensi kepada panitia maupun kepala sekolah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh program pendidikan yang dijalankan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjamin kesempatan pendidikan yang setara.

Sementara itu, Benyamin Davnie menyebut kunjungan Gubernur Banten kali ini berfokus pada dua hal utama, yakni evaluasi penerimaan siswa baru dan pemantauan distribusi MBG untuk pelajar tingkat SMA.

“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan di lapangan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Gratis di Banten sangat membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan dukungan biaya dari pemerintah.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah menjalankan program bantuan pendidikan bagi siswa SMP swasta sejak 2022 yang menyasar sekitar 5.000 siswa setiap tahun, dengan bantuan mencapai Rp1,8 juta per siswa.

Benyamin menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru di Tangsel akan terus diawasi agar berjalan transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. (B7

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *