Category: Pemerintahan

  • Banyak Warga Belum Tahu! Di Tengah BBM Naik, Pemkot Tangerang Siapkan Transportasi Rp2 Ribu yang Bikin Hemat

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Kenaikan harga BBM membuat banyak masyarakat mulai menghitung ulang pengeluaran harian, terutama biaya transportasi. Bagi pengguna kendaraan pribadi, perubahan harga bahan bakar dapat berdampak langsung terhadap anggaran bulanan.

    Untuk menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat memanfaatkan layanan transportasi umum yang telah beroperasi di berbagai wilayah. Dengan tarif hanya Rp2 ribu, Bus Tayo dan Angkot Si Benteng diharapkan menjadi pilihan yang lebih ekonomis.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyampaikan bahwa penggunaan transportasi umum bukan hanya membantu menekan biaya perjalanan, tetapi juga berkontribusi mengurangi kemacetan di jalan raya.

    Ia menjelaskan, Bus Tayo saat ini melayani empat koridor strategis yang menghubungkan sejumlah kawasan penting di Kota Tangerang. Sementara Angkot Si Benteng hadir sebagai layanan pengumpan yang menjangkau lingkungan permukiman dan terhubung dengan moda transportasi lainnya.

    [baca_juga]

    Menurutnya, peningkatan kualitas layanan terus dilakukan agar masyarakat merasa nyaman saat menggunakan transportasi publik. Upaya tersebut meliputi peningkatan aksesibilitas dan pelayanan bagi pengguna.

    Pemkot Tangerang berharap perubahan pola mobilitas masyarakat dapat membawa manfaat yang lebih luas. Selain mengurangi pengeluaran akibat kenaikan BBM, penggunaan angkutan umum juga dapat membantu menekan kepadatan lalu lintas dan mendukung lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

    Masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas transportasi yang telah tersedia sehingga perjalanan sehari-hari tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan lebih hemat.

    Dengan tarif yang relatif murah dibandingkan biaya penggunaan kendaraan pribadi, Bus Tayo dan Angkot Si Benteng menjadi salah satu alternatif yang diharapkan mampu membantu warga menghadapi meningkatnya biaya transportasi tanpa mengurangi produktivitas aktivitas mereka. (B7

  • BPBD Kota Tangerang Bentuk 20 Kelurahan Tangguh Bencana Baru pada 2026

    Berita7 | TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan warga dalam melakukan mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

    Saat ini, BPBD Kota Tangerang telah membentuk 45 Kelurahan Tangguh Bencana yang tersebar di berbagai wilayah. Pada tahun 2026, BPBD kembali menargetkan pembentukan 20 Kelurahan Tangguh Bencana baru guna memperluas jangkauan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

    [baca_juga]

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

    “Melalui Kelurahan Tangguh Bencana, masyarakat diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai pencegahan serta penanganan bencana seperti banjir, kebakaran dan gempa bumi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalisir,” ujarnya.

    BPBD Kota Tangerang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Banten secara rutin memberikan edukasi, pelatihan dan simulasi kebencanaan kepada anggota Kelurahan Tangguh Bencana.

    Selain mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, masyarakat juga dibekali kemampuan melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan infrastruktur pengendali banjir. Warga juga didorong memanfaatkan aplikasi Sipantau milik Pemerintah Kota Tangerang untuk melaporkan potensi gangguan yang dapat memicu bencana.

    Tidak hanya itu, peserta Kelurahan Tangguh Bencana juga diberikan keterampilan dalam menentukan titik evakuasi, menyiapkan dapur umum, mendirikan posko darurat terintegrasi, hingga memastikan ketersediaan cadangan logistik saat terjadi keadaan darurat.

    Mahdiar menuturkan, seluruh Kelurahan Tangguh Bencana yang telah terbentuk sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) serta perlengkapan pendukung operasional.

    “Setiap Kelurahan Tangguh Bencana telah kami lengkapi dengan berbagai sarana pendukung seperti alat pemadam api ringan (APAR), jas hujan, senter, handy talky (HT), jaket, sepatu hingga lemari penyimpanan perlengkapan kebencanaan,” jelasnya.

    Menurutnya, kesadaran masyarakat Kota Tangerang dalam membantu penanganan bencana terus meningkat. Warga kerap bergerak secara mandiri membantu proses evakuasi maupun penanganan awal ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar.

    “Alhamdulillah, masyarakat Kota Tangerang memiliki kepedulian yang tinggi. Tanpa harus menunggu instruksi, warga langsung bergerak membantu saat terjadi bencana,” katanya.

    Mahdiar juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing. Tas tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen penting seperti sertifikat tanah, ijazah, dokumen kependudukan, senter, peluit dan kebutuhan darurat lainnya.

    “Ketika terjadi bencana, tas siaga ini menjadi barang prioritas yang harus diamankan karena berisi dokumen dan perlengkapan penting,” tambahnya.

    Selain memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Kota Tangerang juga membagikan sejumlah tips sederhana untuk mencegah terjadinya bencana di lingkungan sekitar.

    Untuk mencegah kebakaran rumah, masyarakat diimbau menggunakan instalasi listrik dan peralatan yang telah bersertifikat SNI, menghindari penggunaan stop kontak berlebihan, serta rutin memeriksa kondisi kabel dan peralatan listrik.

    Dalam menghadapi potensi gempa bumi, masyarakat disarankan melindungi kepala dan leher, berlindung di bawah meja yang kokoh, serta memastikan furnitur berat terpasang dengan aman agar tidak membahayakan penghuni rumah.

    Sementara untuk mengurangi risiko banjir, warga diharapkan menjaga kebersihan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan aliran sungai atau kali yang mengalami hambatan.

    Melalui penguatan Kelurahan Tangguh Bencana, BPBD Kota Tangerang berharap tercipta masyarakat yang lebih siap, tanggap dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana demi mewujudkan Kota Tangerang yang aman dan berketahanan. (B7

  • Diskominfo Kota Tangerang Diminta Pantau Media Sosial, DPRD Soroti Maraknya Tawuran Remaja

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah dan aparat keamanan terus memperkuat langkah pencegahan tawuran remaja yang belakangan semakin banyak dipicu melalui komunikasi di media sosial. Selain pengawasan di ruang digital, peran orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam melindungi anak dari pengaruh negatif.

    Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menilai pola tawuran saat ini telah mengalami perubahan. Jika dahulu banyak terjadi karena konflik antar sekolah, kini sejumlah kelompok remaja justru membangun komunikasi melalui media sosial sebelum melakukan aksi di lapangan.

    [baca_juga]

    Karena itu, ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang untuk meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas digital yang berpotensi memicu tindakan kekerasan maupun ajakan tawuran.

    “Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan pengawasan yang kuat di ruang digital serta dukungan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

    Selain pengawasan pemerintah, keluarga juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan lebih aktif mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, serta penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.

    Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama 24 jam. Setiap laporan terkait potensi gangguan keamanan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.

    Pemerintah juga melibatkan camat, lurah, serta pengurus RT dan RW untuk memantau kondisi wilayah agar potensi tawuran dapat dicegah lebih cepat.

    Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, sekolah, masyarakat, dan keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta membangun generasi muda yang berprestasi dan terhindar dari perilaku negatif. (B7

  • Pelayanan Pemakaman di Tangsel Terus Ditingkatkan, Disperkimta Siapkan Fasilitas dan Lahan yang Lebih Baik

    Berita7 | TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus melakukan pembenahan layanan pemakaman dengan meningkatkan pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU), memperluas kesiapan lahan makam, serta melengkapi berbagai fasilitas pendukung demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

    Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), pemerintah memastikan pelayanan pemakaman menjadi salah satu layanan dasar yang harus mudah diakses, tertib, transparan, dan memiliki kepastian bagi warga.

    [baca_juga]

    Kepala Disperkimta Kota Tangerang Selatan, Aries Kurniawan, mengatakan pemerintah terus melakukan pengembangan fasilitas pemakaman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

    “Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen memberikan pelayanan pemakaman yang tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami terus melakukan pengembangan fasilitas pemakaman sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujarnya.

    Salah satu fokus pengembangan berada di TPU Sarimulya, Kecamatan Setu. Kawasan ini dipersiapkan sebagai pusat layanan pemakaman yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tangerang Selatan dalam jangka panjang seiring pertumbuhan penduduk.

    Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Disperkimta Kota Tangsel, Agus Mulyadi, menjelaskan bahwa seluruh pelayanan pemakaman mengacu pada Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemakaman dan Pengabuan Jenazah. Regulasi tersebut menjadi dasar pengelolaan penggunaan petak makam, perizinan, hingga penataan sarana dan prasarana pemakaman.

    Saat ini pemerintah mengelola sejumlah TPU di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan dengan terus melakukan penataan agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

    Untuk memperoleh layanan pemakaman, masyarakat cukup melengkapi dokumen administrasi seperti KTP almarhum atau almarhumah, Kartu Keluarga, surat keterangan kematian dari rumah sakit atau kelurahan, serta identitas ahli waris atau pemohon. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, petugas akan memproses administrasi dan penempatan petak makam sesuai ketentuan yang berlaku.

    Disperkimta menegaskan bahwa pemerintah bertugas menyediakan lahan makam dan pelayanan administrasi. Sementara kebutuhan teknis seperti jasa penggalian makam, penyediaan tenda, papan makam, rumput, maupun nisan dipersiapkan oleh keluarga atau ahli waris melalui penyedia jasa sesuai kebutuhan.

    Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas TPU juga terus dilakukan, mulai dari jalan lingkungan, drainase, pagar, turap, fasilitas ibadah, kantor pengelola, hingga sarana pendukung lainnya guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.

    Untuk mempermudah akses informasi, Disperkimta juga menyediakan layanan call center sebagai pusat informasi dan pengaduan terkait pelayanan pemakaman sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat dan jelas.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap berbagai pembenahan tersebut mampu menghadirkan pelayanan pemakaman yang semakin profesional, mudah diakses, serta memberikan kepastian layanan bagi seluruh masyarakat. (B7

  • Pemkot Tangsel Perkuat Satgas Makan Bergizi Gratis, UMKM Lokal Berpeluang Raup Manfaat Besar

    Berita7 | TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG. Langkah ini dilakukan agar program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

    Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, usai memimpin rapat koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Lengkong, Puspemkot Tangsel.

    [baca_juga]

    Menurut Bambang, Satgas Percepatan MBG sebenarnya telah dibentuk sejak akhir 2025 sebagai tindak lanjut berbagai regulasi pemerintah. Kini, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan seluruh fungsi satgas agar pelaksanaan program semakin maksimal melalui pengawasan dan koordinasi yang lebih kuat.

    “Satgas yang telah dibentuk akan terus diperkuat agar seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

    Tidak hanya fokus pada pengawasan penerima manfaat, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan rantai pasok bahan baku yang dibutuhkan untuk operasional dapur MBG. Pemerintah berharap kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh pelaku usaha dan pemasok yang berasal dari Kota Tangerang Selatan.

    Strategi ini diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi daerah. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program tersebut juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, peternak, hingga distributor bahan pangan di Tangsel.

    Menurut Bambang, salah satu tujuan penting Program Makan Bergizi Gratis adalah menciptakan perputaran ekonomi di daerah sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi juga oleh masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem penyedia bahan baku.

    Forum koordinasi tersebut juga membahas aspek legalitas dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan tanpa menghambat pelayanan kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

    Melalui penguatan Satgas Percepatan MBG, Pemkot Tangerang Selatan berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin optimal, mulai dari pengawasan, distribusi, hingga pemenuhan kebutuhan bahan baku. Program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak peningkatan kualitas gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (B7

  • DLH Kota Tangerang Bergerak, TPS Ilegal di Jalan Gembor Raya Ditertibkan, Pengelola Terancam Sanksi Tegas

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali mengambil langkah tegas dalam menata lingkungan dengan menertibkan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang beroperasi di Jalan Gembor Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kamis (11/6/2026).

    Penertiban dilakukan karena lokasi tersebut beroperasi tanpa memiliki izin sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat merugikan masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut, petugas memasang papan penyegelan sebagai tanda penghentian aktivitas di lokasi.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan penindakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas lingkungan sekaligus mencegah pencemaran tanah, air, dan udara akibat pengelolaan sampah yang tidak sesuai aturan.

    “Hari ini kami bersama sejumlah pihak berwenang melaksanakan penertiban TPS ilegal yang beroperasi tanpa memiliki izin,” ujarnya.

    Menurutnya, setelah proses penertiban dilakukan, pengawasan di lokasi akan diperkuat oleh aparat kewilayahan. Apabila aktivitas pembuangan sampah masih berlangsung, pemerintah akan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap pengelolanya.

    Persoalan tersebut juga akan diteruskan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Tangerang untuk proses penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

    DLH Kota Tangerang memastikan operasi penertiban tidak berhenti di satu lokasi. Dalam beberapa hari ke depan, sejumlah TPS ilegal lainnya juga akan menjadi sasaran penindakan, di antaranya di kawasan Jalan Dipati Unus, Kecamatan Cibodas, serta Kampung Jati Baru, Kecamatan Benda.

    Sebelumnya, DLH juga telah melakukan penertiban di sejumlah titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah ilegal, seperti bantaran Kali Poris di Kecamatan Pinang, beberapa ruas jalan di Kecamatan Cipondoh, kawasan wisata Situ Bulakan di Kecamatan Periuk, hingga bantaran Sungai Cisadane di Kecamatan Tangerang.

    Pemerintah Kota Tangerang juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas TPS ilegal di wilayahnya. Partisipasi warga dinilai penting untuk menciptakan pengelolaan sampah yang tertib, sehat, dan berkelanjutan. (B7

  • Kota Tangerang Resmi Sabet Dua Penghargaan Nasional, Diakui sebagai Pelopor Transformasi Digital Pemerintahan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mencatat prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 Penghargaan tersebut menjadi bukti atas keberhasilan Kota Tangerang dalam membangun tata kelola pemerintahan modern berbasis inovasi dan transformasi teknologi.

    Penghargaan diberikan pada kategori Pelopor Tata Kelola Pemerintahan Modern dan Penggerak Transformasi Teknologi Daerah dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (11/6/2026).

    [baca_juga]

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, dari Founder Disway Group, Dahlan Iskan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong kemajuan pembangunan di Kota Tangerang.

    “Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, rekan media, dan yang paling utama adalah seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono.

    Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

    Menurutnya, tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat, kerja nyata, serta kolaborasi yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

    Maryono juga menilai forum Disway Top Regional Leader Awards menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar gagasan dan praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

    “Penghargaan ini hendaknya tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pemacu semangat dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan program-program inovatif dan terbaik bagi masyarakat, khususnya Kota Tangerang,” katanya.

    Selain penyerahan penghargaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi strategis yang dihadiri sejumlah gubernur, wali kota, dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut dipandu oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan, dengan menghadirkan narasumber Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono.

    Prestasi ini semakin memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang konsisten mendorong digitalisasi pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta tata kelola yang adaptif terhadap perkembangan teknologi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (B7)

  • Bappeda Kota Tangerang Matangkan Penataan Jalan Kiasnawi, Dongkrak Destinasi Wisata

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang terus mematangkan rencana penataan kawasan strategis Jalan Kiasnawi yang berada di sekitar Pasar Lama dan Pasar Anyar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

    Penataan kawasan tersebut telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar konsep pembangunan berjalan terpadu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

    Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan penataan Jalan Kiasnawi tidak hanya difokuskan pada penyelesaian persoalan lalu lintas, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata dan memiliki daya tarik wisata.

    “Kami akan menata kembali kawasan strategis Kiasnawi dengan tujuan utama mengurai kemacetan sekaligus mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang,” ujarnya.

    [baca_juga]

    Dalam rencana tersebut, Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penataan akses jalan, penyediaan fasilitas parkir yang lebih memadai, hingga pembangunan jembatan penghubung khusus pejalan kaki atau skybridge yang akan terintegrasi dengan Stasiun Tangerang.

    Keberadaan skybridge tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), sehingga masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.

    Selain meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi umum, pembangunan fasilitas pendukung di kawasan Pasar Anyar Selatan juga diproyeksikan mampu memperkuat aktivitas perdagangan serta menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Pasar Lama yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan sejarah di Kota Tangerang.

    Bappeda Kota Tangerang optimistis penataan kawasan Jalan Kiasnawi akan menghadirkan wajah baru kawasan strategis tersebut. Dengan infrastruktur yang lebih modern, tertib, dan terintegrasi, kawasan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi wisata yang mampu meningkatkan daya saing Kota Tangerang di masa mendatang. (B7)

  • Demi Kenyamanan Warga, Pemkot Tangerang Hadirkan Fasilitas Pencucian Truk Sampah di TPA Rawa Kucing

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang kembali menghadirkan inovasi dalam pengelolaan kebersihan dengan mengoperasikan fasilitas pencucian truk sampah atau truck wash di TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan armada pengangkut sampah yang kembali ke jalan dalam kondisi bersih sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan.

    Fasilitas yang berada di Pintu 2 TPA Rawa Kucing tersebut mulai dioperasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan sekaligus menjaga kebersihan armada setelah melakukan pembongkaran sampah.

    [baca_juga]

    Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Iwan, mengatakan fasilitas pencucian ini akan beroperasi setiap hari dan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan standar operasional armada kebersihan.

    “Kami kembali mengoperasikan fasilitas pencucian truk sampah di TPA Rawa Kucing untuk memastikan armada yang selesai melakukan pembongkaran dapat kembali ke jalan dalam keadaan bersih. Beberapa hari ke depan fasilitas ini akan beroperasi setiap hari, sekaligus dilakukan evaluasi dan penyempurnaan apabila masih diperlukan penambahan sarana pendukung,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

    Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meminimalkan kotoran maupun sisa air lindi yang menempel pada kendaraan sehingga aktivitas armada kebersihan di jalan raya menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.

    DLH Kota Tangerang menargetkan fasilitas pencucian ini mampu melayani sekitar 100 hingga 200 armada truk sampah setiap harinya. Dengan kapasitas tersebut, proses pembersihan armada dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

    Selain dilengkapi sistem penyemprotan untuk membersihkan bagian luar kendaraan, fasilitas ini juga mendapat respons positif dari para pengemudi truk sampah. Mereka turut membantu memastikan kendaraan yang dioperasikan kembali ke jalan dalam kondisi bersih setelah selesai bertugas.

    “Alhamdulillah, fasilitas ini sudah mulai diuji coba dan disambut baik oleh para sopir armada truk sampah. Mereka ikut membantu memastikan kendaraan yang digunakan kembali ke jalan dalam keadaan bersih,” tambah Iwan.

    Tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, fasilitas pencucian ini juga diharapkan mampu memperpanjang usia pakai armada truk sampah. Pembersihan secara rutin dapat mengurangi risiko korosi akibat paparan air lindi sehingga kondisi kendaraan tetap terjaga dan biaya perawatan dapat ditekan.

    Melalui inovasi ini, Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kebersihan kota melalui pengelolaan armada yang lebih modern, higienis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. (B7

  • Aksi untuk Iklim! Pemkot Tangerang Beri Penghargaan kepada 30 Perusahaan Ramah Lingkungan, Dorong Industri Hijau Berkelanjutan

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang peduli lingkungan, Pemkot Tangerang memberikan penghargaan kepada 30 perusahaan yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).

    Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa transformasi menuju industri yang ramah lingkungan terus berkembang di Kota Tangerang. Melalui program ini, perusahaan didorong untuk menerapkan efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah dan emisi yang lebih baik, hingga pengembangan konsep ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan.

    “Kami memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan-perusahaan yang telah mendukung praktik usaha dan industri yang bertanggung jawab serta ramah lingkungan,” ujarnya usai acara di Grand Soll Marina, Rabu (10/6/2026).

    Sebanyak 30 perusahaan menerima penghargaan dengan predikat hijau atau lebih dari taat, serta predikat biru atau taat terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Sejumlah perusahaan yang memperoleh penghargaan di antaranya Pertamina Patra Niaga, Pratapa Nirmala, IRC Inoac Indonesia, Mitsuba Indonesia, Mayora Indah, Indofood Sukses Makmur, Multi Bintang Indonesia, dan sejumlah perusahaan lainnya.

    Menurut Wawan, penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lingkungan, tetapi juga menjadi motivasi agar semakin banyak pelaku usaha menerapkan praktik industri yang berkelanjutan.

    “Pemberian penghargaan ini juga menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk bersama-sama mendorong pembangunan yang berkelanjutan sekaligus berwawasan lingkungan,” tambahnya.

    [baca_juga]

    Pada kesempatan yang sama, Pemkot Tangerang juga menyelenggarakan workshop pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup yang diikuti sekitar 100 pelaku usaha. Kegiatan ini menjadi wadah sinergi lintas sektor dalam menghadirkan inovasi dan memperkuat gerakan Aksi untuk Iklim di Kota Tangerang.

    Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak perusahaan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Langkah ini diyakini akan menciptakan pembangunan yang lebih hijau, berdaya saing, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta generasi mendatang. (B7