Tag: Pendidikan

  • Kelapa Dua Bergerak, Program PKK Mengajar 2026 Hadir di SMKN 7 Kabupaten Tangerang Bangun Generasi Berprestasi

    Berita7 | Kabupaten Tangerang – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda terus diperkuat melalui Program PKK Mengajar Tahun 2026 yang digelar di SMKN 7 Kabupaten Tangerang, Kamis, 11 Juni 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat, S.Sos., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kecamatan Kelapa Dua menerima kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Banten, Ibu Tinawati Andra Soni, serta Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ibu Rismawati Maesyal Rasyid beserta jajaran.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TP PKK dalam mendukung dunia pendidikan melalui penanaman nilai-nilai karakter, peningkatan motivasi belajar, serta mendorong para pelajar untuk terus berkarya dan meraih prestasi.

    “Melalui Program PKK Mengajar, kami berharap para peserta didik semakin termotivasi untuk belajar, memiliki karakter yang kuat, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

    Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program ini juga mengajak para siswa untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian sosial sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.

    Kehadiran jajaran TP PKK Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan institusi pendidikan diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing.

    Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Program seperti ini dinilai memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi pelajar untuk terus mengembangkan potensi diri serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

    Ke depan, Program PKK Mengajar diharapkan terus berlanjut sebagai salah satu langkah membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (B7

  • Tangerang Selatan Siapkan 9.976 Kursi SMP Negeri, SPMB 2026 Resmi Dibuka Juli

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan sebanyak 9.976 kursi untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran resmi akan dibuka mulai 13 Juli 2026 melalui beberapa jalur penerimaan yang telah ditetapkan.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan seluruh lulusan sekolah dasar mendapatkan akses pendidikan yang layak. Selain kuota SMP negeri yang hampir mencapai 10 ribu kursi, Pemkot juga menyiapkan program beasiswa bagi 5.000 siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMP swasta.

    [baca_juga]

    Menurutnya, setiap tahun terdapat sekitar 25.000 lulusan SD di Tangsel, sementara jumlah pendaftar SMP negeri berkisar 12.000 hingga 15.000 siswa. Kondisi ini membuat pemerintah daerah terus memperkuat kapasitas pendidikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.

    “Selain kuota untuk SMP Negeri, kami juga memberi dukungan program beasiswa sekolah swasta bagi 5.000 siswa dan optimistis kebutuhan akses pendidikan dapat terpenuhi,” ujar Pilar Saga Ichsan.

    Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemerataan akses, tetapi juga bagian dari rencana jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pemkot Tangsel juga terus membangun SMP negeri baru serta menjalin kerja sama dengan sekitar 100 sekolah swasta.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran SPMB dilakukan secara daring. Sistem ini berlaku untuk semua jalur, termasuk lulusan luar daerah, Paket A, maupun lulusan tahun sebelumnya.

    Calon peserta didik harus merupakan lulusan SD, MI, atau sederajat dengan usia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026. Lulusan tahun sebelumnya juga wajib melampirkan ijazah yang sudah dilegalisasi sebagai syarat pendaftaran.

    Jalur prestasi juga dibuka untuk siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik, termasuk tahfiz Al-Qur’an dan Pramuka Garuda, dengan melampirkan dokumen pendukung resmi.

    Deden menambahkan, peserta yang mengalami kendala saat pendaftaran dapat langsung datang ke sekolah tujuan untuk mendapatkan bantuan panitia.

    Dalam pelaksanaannya, SPMB SMP Negeri Tangsel dibagi menjadi empat jalur, yakni domisili 40 persen, prestasi 25 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Syarat domisili mengharuskan Kartu Keluarga terdaftar minimal satu tahun atau diterbitkan paling lambat 1 Juni 2025. (B7

  • SPMB SD Kota Tangerang Masuk Tahap Domisili, Catat Jadwal Lengkap dan Cara Daftarnya Sebelum Terlambat

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Tangerang memasuki tahapan penting, yakni jalur afirmasi dan domisili. Orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya diminta mencermati jadwal serta mekanisme pendaftaran agar tidak kehilangan kesempatan.

    Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik tahun ajaran 2026/2027 dilakukan secara digital, transparan, dan bebas pungutan liar. Sistem tersebut diterapkan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan jalur afirmasi dan domisili menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada calon murid dari kelompok prioritas maupun yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

    “Seluruh proses tetap dilakukan secara online sebagai bentuk transparansi, mencegah kecurangan, serta memastikan pelayanan berjalan tanpa pungutan liar,” ujarnya.

    Dinas Pendidikan juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi apabila mengalami kendala selama proses pendaftaran. Orang tua dapat mengakses portal Pra SPMB Kota Tangerang maupun layanan pengaduan yang telah disediakan.

    Berikut jadwal SPMB SD Negeri Kota Tangerang Tahun Ajaran 2026/2027:

    **Jalur Afirmasi**

    * Pendaftaran: 8 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 8 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 9 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    **Jalur Domisili Lingkungan Sekolah**

    * Pendaftaran: 10 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 10 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 11 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    **Jalur Domisili Wilayah**

    * Pendaftaran: 12–13 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 13 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 15 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    **Jalur Domisili Umum/Luar Kota**

    * Pendaftaran: 17 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 17 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 18 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    Adapun tata cara pendaftaran dilakukan sesuai jalur masing-masing. Calon murid lulusan PAUD yang telah memiliki PIN dapat mendaftar secara mandiri melalui sistem SPMB. Jalur domisili dan afirmasi juga dapat dilakukan secara online, sedangkan jalur penyandang disabilitas dan mutasi dilakukan langsung ke sekolah tujuan sesuai ketentuan.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap masyarakat mempersiapkan seluruh persyaratan sejak dini sehingga proses SPMB berjalan lancar, tertib, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap calon peserta didik. (B7

  • 548 Sekolah Adiwiyata Jadi Kekuatan Kota Tangerang, Sachrudin Luncurkan Lomba Peduli Lingkungan

    KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) sekaligus peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri se-Kota Tangerang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Selasa (9/6/2026).

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 548 Sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam membangun budaya menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan bukan sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hingga dewasa.

    “Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

    Ia menegaskan, keberhasilan membangun budaya ramah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar kebiasaan baik tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Kompetisi ini diharapkan mampu mendorong sekolah menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

    Penilaian lomba akan difokuskan pada lima aspek utama, yakni kebersihan dan sanitasi sekolah, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan penggunaan air, serta efisiensi energi.

    Menurut Sachrudin, program Adiwiyata menjadi wadah pembentukan budaya lingkungan, sedangkan PRLH merupakan implementasi konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah.

    “Jika Adiwiyata adalah wadahnya, maka PRLH adalah implementasi nyatanya. Dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita berharap lahir budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Kota Tangerang,” ujarnya.

    Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (B7

  • Pemkot Tangerang Luncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan, 44 Sekolah Adiwiyata Mandiri Jadi Percontohan

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dengan meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup di Sekolah yang dirangkaikan dengan sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang Juni 2026.

    Peluncuran program berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (9/6/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik.

    Sachrudin menegaskan bahwa Program Sekolah Adiwiyata bukan sekadar penghargaan bagi sekolah, tetapi menjadi sarana membangun budaya hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

    “Program Sekolah Adiwiyata sangat penting karena mampu membentuk perilaku peduli lingkungan yang nantinya dibawa siswa ke kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baik ini diharapkan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, pendidikan mengenai kelestarian lingkungan harus terus diperkuat agar lahir generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, serta Kementerian Agama Kota Tangerang.

    Ia menjelaskan bahwa lomba perilaku ramah lingkungan difokuskan bagi sekolah yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Saat ini terdapat sekitar 40 sekolah yang telah mencapai kategori tersebut dan diharapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

    “Kami ingin menjaga semangat sekolah-sekolah yang sudah mencapai level Adiwiyata Mandiri agar tetap konsisten menerapkan budaya peduli lingkungan dan terus melakukan inovasi,” kata Wawan.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dalam memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

    Ia mengungkapkan bahwa capaian Program Adiwiyata di Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 167 sekolah meraih predikat Adiwiyata tingkat kota, 252 sekolah tingkat provinsi, lebih dari 90 sekolah tingkat nasional, serta 44 sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri.

    Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperluas gerakan peduli lingkungan di seluruh satuan pendidikan. Pemerintah Kota Tangerang berharap semakin banyak sekolah yang aktif menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan asri sehingga mampu membentuk generasi yang peduli terhadap masa depan lingkungan. (B7

  • Tinjau SDN Babakan 01, Pilar Soroti Kebersihan Sekolah dan Fasilitas Belajar Siswa

    Berita7 | TANGERANG SELATAN – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan melakukan peninjauan langsung ke SD Negeri Babakan 01, Kecamatan Setu, Kamis (4/6/2026). Dalam kunjungannya, Pilar mengecek kondisi bangunan sekolah sekaligus memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan aman dan nyaman bagi siswa.

    Peninjauan dilakukan hingga ke lantai tiga gedung sekolah yang sebelumnya telah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sejumlah fasilitas turut diperiksa, mulai dari ruang kelas, toilet, ruang guru, perpustakaan hingga area penunjang lainnya.

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap fasilitas pendidikan yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah. Pilar menegaskan, bangunan sekolah yang sudah direvitalisasi harus dijaga dan dirawat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

    Menurutnya, kebersihan lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

    “Ada beberapa hal yang saya review dan evaluasi terkait kondisi bangunan sekolah. Tetap dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, terutama masalah kebersihan. Kesehatan anak-anak kita dan para pengajar harus terus dijaga,” ujar Pilar.

    Saat melakukan pengecekan, Pilar menemukan beberapa bagian bangunan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Beberapa fasilitas seperti toilet dan plafon di area luar bangunan dinilai perlu segera diperbaiki guna menjaga keamanan pengguna sekolah.

    [baca_juga]

    Meski demikian, ia menjelaskan bahwa kerusakan yang ditemukan masih tergolong ringan dan tidak berada di dalam ruang kelas. Namun perbaikan tetap harus dilakukan sesegera mungkin agar tidak menimbulkan risiko bagi siswa maupun guru.

    “Karena masa retensinya sudah selesai, berarti dinas harus segera memperbaiki kekurangan yang ada. Perbaikannya bersifat minor, tetapi harus tetap segera ditangani untuk menjamin keamanan siswa dan tenaga pendidik,” katanya.

    Selain menyoroti kondisi fisik bangunan, Pilar juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan fasilitas perpustakaan sekolah. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan terus meningkatkan kualitas sarana literasi guna menumbuhkan minat baca siswa sejak usia dini.

    Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus menjadi ruang belajar yang nyaman dan menarik bagi peserta didik.

    Ia mendorong adanya penambahan koleksi buku anak, khususnya buku cerita dan bacaan edukatif yang dapat memperkaya wawasan siswa. Selain itu, fasilitas pendukung seperti komputer dan pendingin ruangan juga dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan saat belajar.

    “Perbanyak buku-buku anak seperti buku cerita. Jika anggarannya memungkinkan, bisa ditambah perangkat komputer dan pendingin ruangan agar anak-anak merasa nyaman saat membaca dan belajar di perpustakaan,” ungkapnya.

    Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan ingin memastikan seluruh fasilitas pendidikan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Lingkungan sekolah yang aman, bersih, nyaman, serta didukung fasilitas belajar yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi siswa di Kota Tangerang Selatan. (B7

  • Gubernur Banten Tinjau Sekolah di Ciputat, Program Sekolah Gratis dan MBG Disorot

    Berita7 | TANGERANG SELATAN,. – Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026). Dalam agenda tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Gratis serta memantau distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

    Kunjungan ini turut didampingi oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta perangkat wilayah seperti camat dan lurah setempat.

    Di SMK PGRI 56 Ciputat, Gubernur meninjau pelaksanaan Program Sekolah Gratis tahun ajaran 2025/2026 yang disebut telah melibatkan sekitar 7.000 siswa dari berbagai sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Banten.

    Andra Soni menegaskan pentingnya komitmen semua pihak dalam menjalankan program tersebut, mulai dari sekolah, siswa, hingga orang tua.

    “Kami meminta ada komitmen bersama antara sekolah, murid, dan orang tua agar program sekolah gratis ini benar-benar menghasilkan peserta didik yang berkualitas,” ujarnya.

    Menurutnya, program ini tidak hanya membuka akses pendidikan lebih luas, tetapi juga membantu sekolah swasta dalam hal pembiayaan operasional yang selama ini menjadi tantangan, termasuk keterbatasan pembayaran SPP dan jumlah peserta didik.

    Dengan meningkatnya jumlah siswa, sekolah juga berpotensi mendapatkan tambahan Dana BOS yang dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan serta kesejahteraan tenaga pendidik.

    Usai dari SMK PGRI 56 Ciputat, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proses verifikasi pra-SPMB.

    [baca_juga]

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pihak sekolah sempat meminta penyesuaian jadwal distribusi makanan karena siswa tengah menjalani ujian sehingga jam belajar lebih singkat dari biasanya.

    Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan peserta didik baru agar berjalan adil tanpa intervensi pihak manapun.

    “Kami ingin proses ini transparan dan adil. Tidak boleh ada titip-menitip siswa atau intervensi kepada panitia maupun kepala sekolah,” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh program pendidikan yang dijalankan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjamin kesempatan pendidikan yang setara.

    Sementara itu, Benyamin Davnie menyebut kunjungan Gubernur Banten kali ini berfokus pada dua hal utama, yakni evaluasi penerimaan siswa baru dan pemantauan distribusi MBG untuk pelajar tingkat SMA.

    “Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan di lapangan berjalan lancar,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Gratis di Banten sangat membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan dukungan biaya dari pemerintah.

    Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah menjalankan program bantuan pendidikan bagi siswa SMP swasta sejak 2022 yang menyasar sekitar 5.000 siswa setiap tahun, dengan bantuan mencapai Rp1,8 juta per siswa.

    Benyamin menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru di Tangsel akan terus diawasi agar berjalan transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. (B7

  • Solar Skill Academy Digelar, Mahasiswa IT PLN Siapkan SDM Energi Hijau Masa Depan

    Berita7 | JAKARTA – Upaya mendorong percepatan penggunaan energi bersih terus dilakukan kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi PLN menggelar Solar Skill Academy, sebuah workshop yang membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna menjawab tantangan energi masa depan.

    Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Institut Teknologi PLN tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi. Workshop difokuskan pada pemahaman teknis dan praktik perancangan PLTS yang efisien, sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan industri energi terbarukan.

    Melalui Solar Skill Academy, peserta diperkenalkan pada proses konversi energi surya menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Materi yang diberikan mencakup perencanaan sistem, penghitungan kebutuhan energi, hingga strategi meningkatkan efisiensi pemanfaatan panel surya.

    Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor energi terbarukan terus meningkat seiring komitmen berbagai pihak untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap energi fosil.

    “Mahasiswa harus siap menghadapi perubahan industri energi. Keterampilan di bidang PLTS menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan saat ini dan di masa depan,” ujarnya.

    [baca_juga]

    Selain membangun kompetensi teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya penggunaan energi ramah lingkungan. Peserta diajak memahami bagaimana energi surya dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan krisis energi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

    BEM IT PLN menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mendorong pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa tersebut berkomitmen menghadirkan program edukatif yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul dan siap berkontribusi bagi bangsa.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai peluang karier di sektor energi terbarukan yang kini berkembang pesat baik di tingkat nasional maupun global.

    Melalui kegiatan ini, BEM IT PLN berharap lahir lebih banyak generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi dalam pengembangan energi surya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target transisi energi nasional sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.

    Kegiatan Solar Skill Academy menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan energi yang dihadapi Indonesia saat ini. (B7

  • Tangerang Gelar Forum Literasi Digital, Ratusan Pelajar Diedukasi Internet Sehat

    Berita7 | Tangerang — Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Pemerintah Kota Tangerang menggelar Forum Sahabat Tunas di SMPN 25 Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penguatan literasi digital bagi pelajar agar mampu menggunakan internet secara bijak, aman, dan sehat.

    Forum bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” ini diikuti oleh ratusan pelajar dengan fokus edukasi penggunaan internet positif serta pencegahan dampak negatif ruang digital.

    Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat di tengah derasnya arus teknologi.

    “Internet itu bagai sebuah jalan yang sangat besar. Jangan sampai kita tersesat atau mengambil jalan yang salah. Jadi bagaimana kita memanfaatkan internet secara bijak, mari kita sama-sama pelajari,” ujar Fifi.

    Ia juga mendorong pelajar menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah dan keluarga, termasuk memahami kebijakan pemerintah terkait perlindungan anak di ruang digital melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

    Dalam forum tersebut, dokter anak Tuty Herawaty turut mengingatkan dampak penggunaan gawai berlebihan terhadap kesehatan anak, mulai dari gangguan fokus belajar hingga penurunan prestasi akademik.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bekal menghadapi tantangan era teknologi.

    “Literasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, sehat, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat ruang ramah anak melalui taman publik, ruang terbuka hijau, hingga pusat pembelajaran keluarga sebagai sarana edukasi digital.

    Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak Indonesia. (B7)

  • Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Berita7 | Kota Tangerang — GMNI resmi melakukan aksi mimbar bebas di kawasan Tugu Adipura pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kritik kebijakan publik terutama bagi sektor pendidikan dan buruh di wilayah tersebut.

    Sebanyak puluhan massa aksi tercatat mengalami peningkatan eskalasi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keresahan dari sebelumnya yang hanya fokus pada isu kenaikan UKT.

    “Kampus membutuhkan dukungan riset dan penelitian, bukan program yang tidak menyentuh akar persoalan pendidikan tinggi,” ujar Elwin Mendrova, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang.

    Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang lebih membutuhkan subsidi BBM dan peningkatan kesejahteraan guru honorer.

    Sejumlah pihak terkait menyambut baik langkah tersebut karena memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui fungsi pengawasan sosial yang dilakukan mahasiswa.

    GMNI Kota Tangerang berharap gerakan ini terus berlanjut untuk meningkatkan transparansi kebijakan nasional di wilayah tersebut. (B7)