Tag: spmb

  • Tangerang Selatan Siapkan 9.976 Kursi SMP Negeri, SPMB 2026 Resmi Dibuka Juli

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan sebanyak 9.976 kursi untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran resmi akan dibuka mulai 13 Juli 2026 melalui beberapa jalur penerimaan yang telah ditetapkan.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan seluruh lulusan sekolah dasar mendapatkan akses pendidikan yang layak. Selain kuota SMP negeri yang hampir mencapai 10 ribu kursi, Pemkot juga menyiapkan program beasiswa bagi 5.000 siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMP swasta.

    [baca_juga]

    Menurutnya, setiap tahun terdapat sekitar 25.000 lulusan SD di Tangsel, sementara jumlah pendaftar SMP negeri berkisar 12.000 hingga 15.000 siswa. Kondisi ini membuat pemerintah daerah terus memperkuat kapasitas pendidikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.

    “Selain kuota untuk SMP Negeri, kami juga memberi dukungan program beasiswa sekolah swasta bagi 5.000 siswa dan optimistis kebutuhan akses pendidikan dapat terpenuhi,” ujar Pilar Saga Ichsan.

    Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemerataan akses, tetapi juga bagian dari rencana jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pemkot Tangsel juga terus membangun SMP negeri baru serta menjalin kerja sama dengan sekitar 100 sekolah swasta.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran SPMB dilakukan secara daring. Sistem ini berlaku untuk semua jalur, termasuk lulusan luar daerah, Paket A, maupun lulusan tahun sebelumnya.

    Calon peserta didik harus merupakan lulusan SD, MI, atau sederajat dengan usia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026. Lulusan tahun sebelumnya juga wajib melampirkan ijazah yang sudah dilegalisasi sebagai syarat pendaftaran.

    Jalur prestasi juga dibuka untuk siswa yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik, termasuk tahfiz Al-Qur’an dan Pramuka Garuda, dengan melampirkan dokumen pendukung resmi.

    Deden menambahkan, peserta yang mengalami kendala saat pendaftaran dapat langsung datang ke sekolah tujuan untuk mendapatkan bantuan panitia.

    Dalam pelaksanaannya, SPMB SMP Negeri Tangsel dibagi menjadi empat jalur, yakni domisili 40 persen, prestasi 25 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Syarat domisili mengharuskan Kartu Keluarga terdaftar minimal satu tahun atau diterbitkan paling lambat 1 Juni 2025. (B7

  • Gubernur Banten Tinjau Sekolah di Ciputat, Program Sekolah Gratis dan MBG Disorot

    Berita7 | TANGERANG SELATAN,. – Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026). Dalam agenda tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Gratis serta memantau distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

    Kunjungan ini turut didampingi oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta perangkat wilayah seperti camat dan lurah setempat.

    Di SMK PGRI 56 Ciputat, Gubernur meninjau pelaksanaan Program Sekolah Gratis tahun ajaran 2025/2026 yang disebut telah melibatkan sekitar 7.000 siswa dari berbagai sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Banten.

    Andra Soni menegaskan pentingnya komitmen semua pihak dalam menjalankan program tersebut, mulai dari sekolah, siswa, hingga orang tua.

    “Kami meminta ada komitmen bersama antara sekolah, murid, dan orang tua agar program sekolah gratis ini benar-benar menghasilkan peserta didik yang berkualitas,” ujarnya.

    Menurutnya, program ini tidak hanya membuka akses pendidikan lebih luas, tetapi juga membantu sekolah swasta dalam hal pembiayaan operasional yang selama ini menjadi tantangan, termasuk keterbatasan pembayaran SPP dan jumlah peserta didik.

    Dengan meningkatnya jumlah siswa, sekolah juga berpotensi mendapatkan tambahan Dana BOS yang dapat digunakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan serta kesejahteraan tenaga pendidik.

    Usai dari SMK PGRI 56 Ciputat, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proses verifikasi pra-SPMB.

    [baca_juga]

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pihak sekolah sempat meminta penyesuaian jadwal distribusi makanan karena siswa tengah menjalani ujian sehingga jam belajar lebih singkat dari biasanya.

    Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan peserta didik baru agar berjalan adil tanpa intervensi pihak manapun.

    “Kami ingin proses ini transparan dan adil. Tidak boleh ada titip-menitip siswa atau intervensi kepada panitia maupun kepala sekolah,” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa seluruh program pendidikan yang dijalankan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjamin kesempatan pendidikan yang setara.

    Sementara itu, Benyamin Davnie menyebut kunjungan Gubernur Banten kali ini berfokus pada dua hal utama, yakni evaluasi penerimaan siswa baru dan pemantauan distribusi MBG untuk pelajar tingkat SMA.

    “Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan di lapangan berjalan lancar,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Gratis di Banten sangat membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan dukungan biaya dari pemerintah.

    Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah menjalankan program bantuan pendidikan bagi siswa SMP swasta sejak 2022 yang menyasar sekitar 5.000 siswa setiap tahun, dengan bantuan mencapai Rp1,8 juta per siswa.

    Benyamin menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru di Tangsel akan terus diawasi agar berjalan transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. (B7