Blog

  • Dispendik Jember Sosialisasikan SPMB 2026/2027, Aturan Baru Penerimaan Siswa Mulai Diterapkan

    Dispendik Jember Sosialisasikan SPMB 2026/2027, Aturan Baru Penerimaan Siswa Mulai Diterapkan

    Berita7 | Jember,. – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mulai menyosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang TK, SD dan SMP. Kegiatan tersebut digelar di Aula Wiyata Mandala Dispendik Jember, Kamis (7/5/2026), sebagai langkah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan baru penerimaan siswa.

    Sosialisasi dilakukan menyusul terbitnya Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru yang menjadi pedoman nasional pelaksanaan penerimaan peserta didik tahun ini.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tyahyono mengatakan seluruh tahapan penerimaan murid baru wajib berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

    Menurutnya, prinsip utama dalam pelaksanaan SPMB adalah “TOBAT”, yakni transparan, objektif, berkeadilan, akuntabel dan tanpa diskriminasi.

    “Semua pihak harus memahami aturan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.

    Aturan Baru SPMB Mulai Diterapkan

    Dispendik Jember menegaskan sistem penerimaan murid baru tahun ini membawa sejumlah perubahan penting, termasuk pembatasan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar.

    Untuk jenjang SD, jumlah maksimal siswa dalam satu kelas dibatasi sebanyak 28 siswa. Sedangkan pada tingkat SMP, kapasitas maksimal ditetapkan 32 siswa per kelas.

    Kebijakan tersebut diterapkan guna meningkatkan kualitas pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif dan optimal.

    Selain itu, pemerintah juga mengatur pembagian kuota penerimaan berdasarkan jalur seleksi yang telah ditetapkan.

    Pada jenjang SD, jalur domisili mendapatkan kuota terbesar sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen dan perpindahan tugas orang tua sebesar 5 persen.

    Sementara untuk jenjang SMP terdiri dari jalur domisili 50 persen, jalur prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen dan perpindahan tugas orang tua sebesar 5 persen.

    Jalur Prestasi Diperluas

    Dalam aturan terbaru tersebut, jalur prestasi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dengan nilai akademik tinggi, namun juga mencakup prestasi olahraga, seni, keagamaan hingga hafalan Al-Qur’an.

    Menurut Arief, kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi siswa di berbagai bidang.

    Ia juga menjelaskan bahwa jalur perpindahan diperuntukkan bagi keluarga yang mengalami perpindahan tugas kedinasan, seperti anggota TNI, Polri, kejaksaan maupun aparatur pemerintahan lainnya.

    “Kami ingin seluruh proses penerimaan berjalan adil dan memberi kesempatan yang sama kepada semua calon peserta didik,” katanya.

    Dispendik Jember Perketat Pengawasan

    Dispendik Jember mengakui keterbatasan jumlah SMP negeri masih menjadi tantangan dalam penerimaan siswa baru setiap tahunnya.

    Saat ini terdapat sekitar 903 SD negeri di Kabupaten Jember, sementara jumlah SMP negeri hanya sekitar 94 sekolah. Kondisi tersebut membuat tidak seluruh lulusan SD negeri dapat tertampung di SMP negeri.

    Karena itu, pemerintah mengajak sekolah swasta dan lembaga pendidikan keagamaan ikut berperan aktif dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

    “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah negeri saja. Sekolah swasta dan lembaga pendidikan keagamaan juga memiliki peran penting mencetak generasi unggul,” jelasnya.

    Untuk mencegah kecurangan, Dispendik Jember memastikan pengawasan akan diperketat melalui sistem digital agar proses penerimaan berjalan terbuka dan dapat dipantau bersama oleh masyarakat.

    Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami aturan baru SPMB 2026/2027 sehingga pelaksanaan penerimaan siswa baru di Kabupaten Jember dapat berjalan tertib, lancar dan adil. (BAM)

  • DP3AP2KB Kota Tangerang Buka Konseling Gratis di Puspaga, Warga Bisa Curhat Soal Anak dan Keluarga

    DP3AP2KB Kota Tangerang Buka Konseling Gratis di Puspaga, Warga Bisa Curhat Soal Anak dan Keluarga

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Layanan tersebut hadir sebagai ruang konsultasi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait persoalan keluarga, pola asuh anak hingga kesiapan pernikahan.

    Puspaga Kota Tangerang berlokasi di Gedung Cisadane Lantai 2 dan menyediakan layanan informasi, konseling serta pendampingan psikologis yang dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya.

    Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian mengatakan Puspaga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang aman bagi warga yang membutuhkan solusi atas berbagai persoalan keluarga.

    “Puspaga adalah garda terdepan kami dalam memberikan edukasi dan solusi atas berbagai tantangan keluarga. Kami ingin warga Kota Tangerang tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Tihar.

    Ia menjelaskan, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai pola asuh anak, perkembangan psikologis, masalah perilaku anak hingga persiapan calon pengantin bersama tenaga profesional yang telah disiapkan pemerintah.

    Layanan Konseling Gratis untuk Warga

    Puspaga Kota Tangerang saat ini mengusung tiga layanan utama yang dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah perkembangan sosial yang semakin dinamis.

    Layanan pertama berupa informasi dan psikoedukasi mengenai pola pengasuhan anak, komunikasi keluarga serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi privat bersama psikolog dan konselor profesional yang dapat membantu masyarakat menyelesaikan persoalan keluarga secara lebih nyaman dan aman.

    DP3AP2KB juga menghadirkan layanan penjangkauan agar akses konsultasi psikososial dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di Kota Tangerang.

    “Kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendirian. Baik mengenai kesulitan belajar anak, perilaku anak yang terlalu aktif hingga konsultasi bagi calon pengantin, semuanya bisa dilayani di sini secara gratis,” jelasnya.

    Cara Daftar Layanan Puspaga Kota Tangerang

    Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan Puspaga dapat melakukan pendaftaran dengan mudah melalui layanan WhatsApp resmi yang telah disediakan.

    Warga cukup menghubungi nomor 0896-0200-4040 untuk mendapatkan formulir pendaftaran dari admin. Setelah data dilengkapi, petugas akan memberikan jadwal konseling sesuai kebutuhan layanan.

    Selanjutnya, masyarakat dapat datang langsung ke kantor Puspaga di Gedung Cisadane Lantai 2 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    DP3AP2KB berharap keberadaan Puspaga mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman bagi tumbuh kembang anak di Kota Tangerang. (B7)

  • Pemkot Tangerang Minta Warga Awasi Pra-SPMB 2026, Laporkan Pungli dan Calo Sekolah

    Pemkot Tangerang Minta Warga Awasi Pra-SPMB 2026, Laporkan Pungli dan Calo Sekolah

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) Tahun 2026 agar berjalan transparan, bersih, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun percaloan. Imbauan tersebut disampaikan Dinas Pendidikan Kota Tangerang sebagai bentuk komitmen menciptakan proses penerimaan peserta didik yang adil dan sesuai aturan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menegaskan masyarakat diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pungli, calo, atau penyimpangan selama proses Pra-SPMB berlangsung.

    “Seluruh proses Pra-SPMB harus berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Jika masyarakat menemukan adanya pungli atau praktik yang tidak sesuai aturan, segera laporkan agar bisa langsung ditindaklanjuti,” ujar Wahyudi, Jumat (08/05/2026).

    Pemkot Siapkan Kanal Pengaduan Resmi

    Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan maupun mendapatkan informasi terkait Pra-SPMB, Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan sejumlah layanan pengaduan resmi yang dapat diakses selama proses berlangsung.

    Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi LAKSA maupun layanan darurat 112. Selain itu, Dinas Pendidikan juga membuka helpdesk khusus untuk masing-masing jenjang pendidikan.

    Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), masyarakat dapat menghubungi nomor helpdesk 0877-4852-8302. Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), layanan pengaduan tersedia melalui nomor 0877-4852-8303.

    Wahyudi menegaskan seluruh tahapan Pra-SPMB tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan sekolah atau pihak tertentu dengan janji membantu meloloskan peserta didik melalui jalur tertentu.

    “Seluruh proses Pra-SPMB tidak dipungut biaya. Masyarakat harus waspada terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan atau jalur khusus dengan meminta sejumlah uang,” tegasnya.

    Masyarakat Diminta Teliti Saat Input Data

    Selain pengawasan terhadap pungli dan praktik percaloan, masyarakat juga diimbau memastikan seluruh data yang diinput selama proses Pra-SPMB telah sesuai dengan dokumen asli yang dimiliki.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari kendala saat proses verifikasi administrasi berlangsung. Kesalahan pengisian data berpotensi menghambat tahapan pendaftaran peserta didik baru.

    Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga memastikan petugas helpdesk siap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan selama proses Pra-SPMB berlangsung.

    “Jika masyarakat mengalami kendala, jangan ragu menghubungi helpdesk yang sudah disediakan. Petugas kami siap memberikan informasi dan pendampingan,” tambah Wahyudi.

    Komitmen Wujudkan SPMB Bersih dan Transparan

    Pemerintah Kota Tangerang berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu menciptakan proses Pra-SPMB yang bersih, transparan, dan bebas penyimpangan. Pengawasan bersama dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan peserta didik baru.

    Dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi masyarakat, Pemkot Tangerang optimistis pelaksanaan Pra-SPMB Tahun 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik. (B7

  • Maryono Tegaskan PPPK Kota Tangerang Harus Disiplin dan Berintegritas Lewat Pelatihan Bela Negara

    Maryono Tegaskan PPPK Kota Tangerang Harus Disiplin dan Berintegritas Lewat Pelatihan Bela Negara

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. -Pemerintah Kota Tangerang menutup kegiatan Pelatihan Bela Negara bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 dengan menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Penutupan kegiatan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, di Kampung Wisata Gowes Serua, Depok, Kamis (07/05/2026).

    Pelatihan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang bekerja sama dengan Kodim 0508/Depok tersebut berlangsung sejak Selasa lalu dan diikuti para PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Berbagai kegiatan fisik, pembentukan karakter, hingga outbound menjadi bagian dari upaya memperkuat mental dan kedisiplinan aparatur.

    Bangun Mental Aparatur yang Tangguh

    Dalam amanatnya, Maryono menegaskan bahwa pelatihan bela negara tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan mentalitas aparatur yang profesional.

    Menurutnya, aparatur sipil negara harus memiliki kedisiplinan tinggi serta mampu menunjukkan integritas dalam setiap tanggung jawab yang dijalankan.

    “Disiplin menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun aparatur yang profesional dan berkualitas. Selain itu, integritas juga harus dijaga agar mampu menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujar Maryono.

    Ia menilai, tantangan birokrasi dan pelayanan publik saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kemampuan, tetapi juga kuat secara mental dan karakter.

    Perkuat Jiwa Pengabdian dan Nasionalisme

    Maryono mengatakan, semangat bela negara perlu dimiliki setiap aparatur sebagai bentuk kesiapan menghadapi perubahan zaman yang terus berkembang. ASN, termasuk PPPK, dituntut mampu bekerja cepat, adaptif, dan tetap memiliki jiwa pelayanan kepada masyarakat.

    “ASN saat ini harus tangguh, adaptif, dan memiliki jiwa pengabdian yang tinggi. Melalui pelatihan ini kami ingin membentuk aparatur yang siap bekerja sekaligus siap menghadapi tantangan dengan mental yang kuat dan semangat kebangsaan,” katanya.

    Ia berharap nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan langsung dalam pekerjaan sehari-hari di lingkungan pemerintahan.

    Dorong PPPK Terus Berkembang

    Selain memberikan pembekalan karakter, Maryono juga memotivasi para peserta agar terus mengembangkan kemampuan dan tidak ragu menunjukkan potensi terbaiknya di lingkungan pemerintahan.

    Menurutnya, PPPK memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi besar dalam pembangunan daerah apabila memiliki dedikasi dan kualitas kerja yang baik.

    “Saya yakin ke depan kalian bisa menjadi generasi penerus di pemerintahan. Jangan pernah ragu berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaik. Siapa bilang PPPK tidak bisa menjadi pejabat, mulai hari ini ayo buktikan,” tegasnya.

    Pelatihan Bela Negara PPPK Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan aparatur yang profesional, disiplin, serta memiliki loyalitas tinggi dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di Kota Tangerang. (B7)

  • Wali Kota Tangerang Beri Motivasi Calon Paskibraka Banten, Target Tembus Tingkat Nasional

    Wali Kota Tangerang Beri Motivasi Calon Paskibraka Banten, Target Tembus Tingkat Nasional

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Menjelang pelaksanaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh kepada para pelajar terbaik yang akan mewakili daerah dalam tahapan seleksi tingkat provinsi. Dukungan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat menerima audiensi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Tangerang bersama para calon peserta di Ruang Audiensi Wali Kota, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (08/05/2026).

    Sebanyak 16 siswa tingkat SMA hadir dalam audiensi tersebut. Mereka merupakan pelajar terpilih hasil seleksi ketat dari ratusan peserta se-Kota Tangerang yang selanjutnya akan mengikuti seleksi Calon Paskibraka tingkat Provinsi Banten pada 11 hingga 13 Mei 2026.

    Dukungan Pemkot untuk Generasi Berprestasi

    Dalam pertemuan itu, DPPI Kota Tangerang menyampaikan kesiapan para peserta yang akan mengikuti tahapan seleksi tingkat provinsi. DPPI juga berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tangerang agar para siswa mampu memberikan hasil maksimal dan melaju hingga tingkat nasional.

    Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengapresiasi semangat para siswa yang berhasil lolos ke tahapan seleksi provinsi. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen tinggi selama menjalani proses pembinaan.

    “Adik-adik yang hadir di sini adalah putra-putri terbaik Kota Tangerang. Tidak semua pelajar memiliki kesempatan mencapai tahap ini. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Sachrudin.

    Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kondisi kesehatan serta mental menjelang proses seleksi yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

    “Jaga kesehatan, disiplin, tetap fokus, dan percaya diri. Kalian membawa nama baik Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten,” tambahnya.

    Seleksi Ketat Menuju Nasional

    Seleksi Calon Paskibraka tingkat Provinsi Banten menjadi tahapan penting untuk menentukan peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Provinsi Banten di tingkat nasional sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Negara.

    Para peserta dari Kota Tangerang sendiri dinilai memiliki potensi besar setelah melewati proses pembinaan dan seleksi internal yang cukup ketat. Pemerintah Kota Tangerang berharap para siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi berlangsung.

    Selain kemampuan fisik dan baris-berbaris, para peserta juga dituntut memiliki disiplin, wawasan kebangsaan, mental kuat, serta jiwa kepemimpinan yang baik.

    Harapan Harumkan Nama Kota Tangerang

    Sachrudin berharap para calon Paskibraka mampu membawa prestasi membanggakan bagi Kota Tangerang hingga tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan peserta lolos ke tingkat nasional akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Tangerang.

    “Mudah-mudahan perwakilan Kota Tangerang dapat melaju hingga tingkat nasional dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tangerang maupun Provinsi Banten,” katanya.

    Audiensi tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan semangat kepada para pelajar agar tetap optimistis dan menjaga motivasi selama menghadapi tahapan seleksi yang kompetitif. (B7)

  • Puskesmas Cipadu Gelar Pemeriksaan TBC Gratis dengan Layanan Rontgen di Kota Tangerang

    Puskesmas Cipadu Gelar Pemeriksaan TBC Gratis dengan Layanan Rontgen di Kota Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. -Pemerintah Kota Tangerang melalui Puskesmas Cipadu kembali menggelar pemeriksaan Active Case Finding (ACF) secara gratis untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Kamis 7 Mei 2026, dan mendapat antusias tinggi dari warga.

    Program pemeriksaan ACF menjadi bagian dari strategi jemput bola yang dilakukan Pemkot Tangerang guna menekan angka penyebaran TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

    Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan TBC Gratis

    Camat Larangan Nasrullah mengatakan, layanan pemeriksaan ACF disambut positif oleh masyarakat karena memudahkan warga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara cepat dan gratis.

    “Alhamdulillah, layanan pemeriksaan ACF gratis ini disambut sangat antusias oleh masyarakat sekitar. Tidak hanya mendeteksi penyakit, kami berharap kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan,” ujar Nasrullah.

    Menurutnya, pemeriksaan aktif seperti ini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran TBC yang masih menjadi salah satu perhatian di sektor kesehatan masyarakat.

    Layanan Rontgen Tingkatkan Akurasi Pemeriksaan

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Cipadu dr. Anna Amelia menjelaskan, pemeriksaan ACF kali ini telah didukung fasilitas kesehatan berupa alat rontgen sehingga hasil pemeriksaan dapat dilakukan lebih akurat dan maksimal.

    “Pemeriksaan berjalan sangat lancar. Ada puluhan masyarakat dari berbagai kelompok usia memanfaatkan layanan ACF rontgen yang telah disediakan petugas kesehatan,” kata dr. Anna.

    Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sehat dan mencegah penularan penyakit TBC di lingkungan sekitar.

    Ia menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap gejala awal TBC sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

    Dukung Lingkungan Sehat dan Bebas TBC

    Program pemeriksaan ACF gratis diharapkan dapat dilakukan secara berkala di berbagai wilayah Kota Tangerang guna memperluas deteksi dini penyakit TBC di masyarakat.

    Melalui langkah preventif tersebut, Pemkot Tangerang ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan terbebas dari penularan TBC.

    Kegiatan pemeriksaan gratis ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat kewilayahan. (B7)

  • Puskesmas Batusari Edukasi Kesehatan Mental Pelajar di SMAN 14 Tangerang

    Puskesmas Batusari Edukasi Kesehatan Mental Pelajar di SMAN 14 Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Puskesmas Batusari menggelar penyuluhan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi pelajar dan guru di SMAN 14 Tangerang, Jalan Darussalam II, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Kamis 7 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental sekaligus membekali lingkungan sekolah agar mampu mendeteksi tekanan emosional sejak dini.

    Program edukasi tersebut diikuti siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman dan suportif bagi kesehatan psikologis remaja.

    Bangun Kepedulian terhadap Kesehatan Mental

    Dalam penyuluhan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pertolongan pertama pada luka psikologis yang dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan hanya tenaga kesehatan.

    Penyuluh dari Puskesmas Batusari dr. Mutiara Citraristi mengatakan, tekanan emosional pada pelajar bisa muncul akibat berbagai perubahan dalam kehidupan sekolah maupun lingkungan sosial.

    “Luka psikologis tidak selalu berasal dari trauma besar. Perubahan lingkungan, tekanan akademik, hingga proses adaptasi di sekolah baru juga dapat memicu tekanan mental pada siswa,” ujar dr. Mutiara.

    Menurutnya, P3LP hadir sebagai bentuk pertolongan awal agar kondisi psikologis seseorang tidak semakin memburuk sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Ia menjelaskan, peran guru, teman maupun keluarga sangat penting dalam membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan emosional.

    Pentingnya Mendengarkan Tanpa Menghakimi

    dr. Mutiara menekankan bahwa mendengarkan secara tulus menjadi salah satu langkah sederhana namun sangat berarti dalam membantu orang yang mengalami luka psikologis.

    “Akses menuju layanan kesehatan mental terkadang masih dianggap sulit karena adanya rasa sungkan atau stigma. Kehadiran orang terdekat yang mau mendengarkan tanpa menghakimi sangat dibutuhkan agar mereka tidak merasa sendirian,” jelasnya.

    Melalui pendekatan tersebut, lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan maupun tekanan yang mereka alami.

    Selain memberikan materi edukasi, kegiatan ini juga mengajak peserta memahami pentingnya empati, komunikasi sehat dan dukungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

    Sekolah Didorong Jadi Ruang Aman bagi Pelajar

    Puskesmas Batusari berharap kegiatan edukasi kesehatan mental ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dan guru terhadap pentingnya menjaga kondisi psikologis sejak usia remaja.

    Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kesehatan mental pelajar karena sebagian besar aktivitas siswa berlangsung di sekolah.

    Dengan adanya program P3LP, sekolah diharapkan mampu menjadi tempat yang lebih peduli terhadap kondisi emosional siswa sekaligus mencegah dampak tekanan psikologis yang berkepanjangan. (B7

  • Dinkes Kota Tangerang Bentuk 100 Inspektur Pangan Cilik untuk Awasi Jajanan Sekolah

    Dinkes Kota Tangerang Bentuk 100 Inspektur Pangan Cilik untuk Awasi Jajanan Sekolah

    Berita7 |Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mengukuhkan 100 siswa sekolah dasar sebagai Inspektur Pangan Cilik dalam kegiatan yang digelar di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis 7 Mei 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan pangan sekaligus membentuk agen pengawas jajanan sehat di lingkungan sekolah.

    Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini menjadi langkah preventif Pemkot Tangerang dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Para siswa diberikan pelatihan terkait pengawasan pangan, mulai dari mengenali makanan yang mengandung bahan berbahaya hingga memahami kandungan gizi dalam produk kemasan.

    Bekali Siswa Kenali Bahaya Pangan

    Dalam pelatihan tersebut, siswa diajarkan cara mendeteksi berbagai potensi bahaya pada makanan seperti cemaran fisik, biologis dan kimia. Mereka juga dibimbing memahami Informasi Nilai Gizi pada kemasan produk agar mampu mengontrol konsumsi gula, garam dan lemak secara seimbang.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini mengatakan, pembentukan Inspektur Pangan Cilik dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengawasan pangan di lingkungan sekolah yang masih ditemukan jajanan tidak layak konsumsi.

    “Pembentukan Inspektur Pangan Cilik sangat penting karena berdasarkan hasil pengawasan, masih ditemukan sekitar 17 persen jajanan sekolah mengandung bahan berbahaya. Anak-anak ini nantinya menjadi bagian dari deteksi dini terhadap pangan yang berisiko bagi kesehatan,” ujar dr. Dini.

    Ia menambahkan, edukasi keamanan pangan perlu dilakukan sejak usia dini agar anak-anak lebih bijak dalam memilih makanan sehat serta mampu mengurangi risiko penyakit tidak menular di masa depan.

    Perkuat Budaya Jajanan Sehat di Sekolah

    Selain pelatihan kepada siswa, program tersebut juga melibatkan guru pendamping guna memperkuat pengawasan dan edukasi di sekolah. Hingga tahun 2026, Dinkes Kota Tangerang tercatat telah melatih sebanyak 250 Inspektur Pangan Cilik dan 50 guru pendamping.

    Keberadaan Inspektur Pangan Cilik diharapkan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kualitas makanan dan kebersihan jajanan yang dikonsumsi sehari-hari.

    Salah satu peserta, Meinanda Salsabila Cahyani Putri dari SDN Perumnas II mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pengawas pangan di sekolahnya.

    “Tugas aku membantu teman-teman mengetahui makanan yang sehat dan mengecek jajanan di kantin supaya aman dikonsumsi,” katanya.

    Siswa lainnya, Keenan Arsy Mumtaz Charijfie dari SDIT Granada, mengaku kini lebih memahami pentingnya membaca label kemasan makanan sebelum membeli.

    “Sekarang saya jadi tahu cara melihat informasi nilai gizi seperti jumlah gula dan kandungan lainnya. Semoga ini membuat anak-anak lebih pintar memilih makanan sehat,” ujarnya.

    Dukung Program Sekolah Sehat

    Program Inspektur Pangan Cilik juga menjadi bagian dari penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah di Kota Tangerang. Pemkot berharap edukasi yang diberikan dapat membantu mencegah anak-anak mengonsumsi makanan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet non-pangan hingga makanan yang tercemar bakteri akibat sanitasi buruk.

    Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang ingin membangun generasi yang lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat serta lingkungan sekolah yang aman dari pangan berisiko.(B7)

  • 40 Siswa TK Islam Gunung Jati Antusias Ikuti Program Polisi Sahabat Anak di Tangerang

    40 Siswa TK Islam Gunung Jati Antusias Ikuti Program Polisi Sahabat Anak di Tangerang

    Berita7 | Tangerang — Suasana ceria terlihat di lingkungan Polres Metro Tangerang Kota saat puluhan siswa TK Islam Gunung Jati mengikuti kegiatan edukasi bertajuk Polisi Sahabat Anak, Rabu (6/5/2026).

    Sebanyak kurang lebih 40 siswa turut ambil bagian dalam kunjungan edukatif tersebut. Mereka diajak belajar sambil bermain melalui berbagai kegiatan menarik, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

    Program ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam meningkatkan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat sejak usia dini.

    Kepala TK Islam Gunung Jati, Marlina mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan melatih kemampuan sosial, motorik, serta mengenalkan berbagai profesi kepada anak-anak.

    “Kegiatan ini penting untuk anak-anak agar mereka bisa mengenal lingkungan, memahami profesi, serta mengembangkan aspek sosial-emosional dan kognitif. Apalagi anak-anak terlihat sangat bahagia karena mendapatkan pengalaman baru, seperti naik mobil polisi,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pembelajaran di luar kelas menjadi bagian penting dalam pendidikan anak usia dini agar siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.

    Sementara itu, Dewi Yulia dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Metro Tangerang Kota menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Polisi Sahabat Anak untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat, khususnya anak-anak.

    “Dalam kegiatan ini, kami mengedukasi anak-anak tentang rambu-rambu lalu lintas, cara menyeberang yang benar, serta pentingnya keselamatan saat berkendara, seperti penggunaan sabuk pengaman,” jelasnya.

    Selain mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas, anak-anak juga diajak melihat langsung aktivitas kepolisian dan merasakan pengalaman naik mobil patroli. Momen tersebut menjadi yang paling ditunggu dan disambut penuh antusias oleh para siswa.

    Pihak kepolisian juga membuka kesempatan bagi sekolah maupun instansi lain yang ingin mengikuti kegiatan serupa dengan mengajukan permohonan kunjungan resmi kepada Satlantas Polres Metro Tangerang Kota. (B7)

  • Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Berita7 | Kota Tangerang — GMNI resmi melakukan aksi mimbar bebas di kawasan Tugu Adipura pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kritik kebijakan publik terutama bagi sektor pendidikan dan buruh di wilayah tersebut.

    Sebanyak puluhan massa aksi tercatat mengalami peningkatan eskalasi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keresahan dari sebelumnya yang hanya fokus pada isu kenaikan UKT.

    “Kampus membutuhkan dukungan riset dan penelitian, bukan program yang tidak menyentuh akar persoalan pendidikan tinggi,” ujar Elwin Mendrova, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang.

    Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang lebih membutuhkan subsidi BBM dan peningkatan kesejahteraan guru honorer.

    Sejumlah pihak terkait menyambut baik langkah tersebut karena memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui fungsi pengawasan sosial yang dilakukan mahasiswa.

    GMNI Kota Tangerang berharap gerakan ini terus berlanjut untuk meningkatkan transparansi kebijakan nasional di wilayah tersebut. (B7)