Blog

  • 2.000 Paket Sembako Murah Diserbu Warga Tigaraksa, Harga Dipangkas Setengah

    2.000 Paket Sembako Murah Diserbu Warga Tigaraksa, Harga Dipangkas Setengah

    Berita7 | Kabupaten Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat membantu warga menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-Alun Tigaraksa, Rabu (13/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membagikan 2.000 paket sembako murah yang langsung diserbu masyarakat karena harganya jauh di bawah pasar.

    Program yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang itu menjadi perhatian warga karena paket sembako senilai Rp85 ribu bisa ditebus hanya Rp43 ribu. Paket tersebut berisi beras premium 2 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Selain itu, beras kemasan 5 kilogram dijual hanya Rp17 ribu, disusul berbagai kebutuhan pangan lain seperti sayur-mayur, hasil pertanian hingga produk perikanan dengan harga terjangkau.

    “Pemerintah daerah senantiasa hadir di tengah masyarakat. Gerakan Pangan Murah ini menjadi langkah nyata untuk membantu kebutuhan warga di tengah kondisi ekonomi saat ini,” ujar Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

    Ia menegaskan, program tersebut akan terus diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang. Bahkan frekuensi pelaksanaan ditingkatkan dari tiga bulan sekali menjadi dua bulan sekali pada 2026. Pemerintah daerah juga menargetkan program itu bisa digelar setiap bulan apabila kemampuan anggaran memungkinkan.

    Langkah tersebut dinilai memberi dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga dan warga berpenghasilan menengah ke bawah. Antusiasme warga terlihat sejak pagi karena harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasar.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih mengatakan program ini menjadi bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat.

    “Harga normal paket sembako sekitar Rp85 ribu, namun masyarakat cukup menebus dengan harga Rp43 ribu. Ini upaya konkret menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

    Salah seorang warga Tigaraksa, Nurjanah, mengaku program tersebut sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ia berharap Gerakan Pangan Murah bisa lebih sering digelar dengan jumlah paket yang diperbanyak.

    “Kalau bisa lebih sering lagi karena sangat membantu ibu-ibu. Harga sembako sekarang lumayan mahal,” katanya.

    Program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah prioritas Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga stabilitas pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. (B7)

  • Kota Baru di Tangerang Segera Dibangun, Pemerintah Siapkan 5 Hektare untuk Hunian MBR

    Kota Baru di Tangerang Segera Dibangun, Pemerintah Siapkan 5 Hektare untuk Hunian MBR

    Berita7 | KABUPATEN TANGERANG — Pemerintah pusat mulai menyiapkan pembangunan kota baru di Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari program penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebanyak 5 hektare lahan disiapkan untuk mendukung proyek strategis tersebut.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pembangunan kota baru di Tangerang masuk dalam prioritas nasional. Langkah ini dinilai akan berdampak langsung pada kebutuhan hunian masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah dan menengah.

    “Menteri Hukum sudah menyiapkan tanah sekitar 4,5 hingga 5 hektare di Tangerang, nanti Kabupaten Tangerang,” ujar Maruarar Sirait usai pertemuan di Menara BTN, Jakarta Pusat.

    Pemerintah saat ini tengah melakukan survei lokasi strategis bersama Kementerian ATR/BPN untuk menentukan kawasan yang cocok dijadikan kota baru sekaligus pusat hunian subsidi.

    Selain Tangerang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah wilayah lain seperti Bogor, Batang, Deli Serdang, hingga Kubu Raya untuk pengembangan kawasan serupa.

    Program kota baru ini tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah subsidi, tetapi juga menghadirkan fasilitas penunjang yang lengkap bagi masyarakat.

    Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi sarana pendidikan, tempat ibadah, layanan kesehatan, hingga fasilitas olahraga guna menciptakan lingkungan hunian yang layak dan nyaman.

    Pemerintah menilai kebutuhan hunian di Tangerang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat di kawasan penyangga ibu kota tersebut.

    “Sekarang tim sedang me-survei lokasi-lokasi strategis yang cocok untuk kota baru dan rumah susun subsidi,” kata Ara.

    Dalam proyek ini, pemerintah juga melibatkan sektor perbankan untuk mendukung pembiayaan kredit perumahan masyarakat. Salah satunya melalui dukungan Bank Syariah Nasional (BSN).

    Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat kepemilikan rumah bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan hunian dengan harga terjangkau.

    Sejumlah warga menyambut positif rencana pembangunan kota baru di Tangerang karena dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengurangi backlog perumahan.

    Pemerintah berharap proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam menyediakan hunian layak, terjangkau, dan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia. (B7)

  • Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM Dibongkar, 52 Kasus Kejahatan Jalanan Terungkap di Tangerang

    Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM Dibongkar, 52 Kasus Kejahatan Jalanan Terungkap di Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar 52 kasus kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Mayoritas kasus didominasi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), termasuk sindikat bersenjata api rakitan yang beraksi lintas wilayah.

    Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi intensif dalam memberantas tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

    “Dari total 52 kasus yang berhasil diungkap terdiri dari 2 kasus curas, 3 kasus curat, 44 kasus curanmor, 2 kasus pencurian biasa, dan 1 kasus pengeroyokan,” ujar Jauhari saat konferensi pers.

    Sebanyak 36 tersangka berhasil diamankan dengan berbagai peran berbeda. Mulai dari pelaku utama di lapangan, joki pemantau situasi, hingga penadah barang hasil curian

    Kasus curanmor masih menjadi ancaman serius bagi warga Kota Tangerang dan sekitarnya. Pelaku diketahui kerap mengincar sepeda motor yang diparkir di area minim pengawasan.

    Polisi menyebut sebagian sindikat bahkan datang dari luar daerah dan telah beberapa kali beraksi di wilayah hukum Tangerang Kota.

    Dalam pengungkapan tersebut, aparat turut menyita berbagai barang bukti yang digunakan para pelaku untuk menjalankan aksinya.

    Barang bukti yang diamankan antara lain:

    * 4 unit mobil

    * 26 unit sepeda motor

    * Senjata api rakitan beserta amunisi

    * Senjata tajam

    * Alat kejut listrik

    * Puluhan kunci letter T

    * STNK dan telepon genggam

    “Ini menunjukkan para pelaku sudah sangat terorganisir dan tidak segan menggunakan kekerasan,” kata Jauhari.

    Salah satu kasus yang menjadi perhatian ialah pengungkapan sindikat curanmor asal Lampung yang beraksi di wilayah Jatiuwung dengan membawa senjata api rakitan.

    Selain itu, polisi juga berhasil menangkap empat pelaku ganjal ATM di kawasan Ciledug. Para pelaku menggunakan modus plastik mika untuk menjebak korban saat melakukan transaksi di mesin ATM.

    Kasus lain yang turut diungkap yakni aksi pecah kaca mobil lintas wilayah Cipondoh hingga Serpong serta pengeroyokan di ruas Tol Jakarta–Tangerang yang melibatkan dua warga negara asing (WNA).

    Polres Metro Tangerang Kota memastikan patroli akan terus ditingkatkan pada titik rawan kriminalitas guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    “Kami berkomitmen memberantas segala bentuk kejahatan jalanan dan tidak memberi ruang bagi pelaku kriminal di wilayah Tangerang Kota,” tegasnya.

    Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci ganda pada kendaraan, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

  • 2.800 Pelamar Serbu Lowongan PT JDI di Serang, Disnaker Pastikan Seleksi Segera Dimulai

    2.800 Pelamar Serbu Lowongan PT JDI di Serang, Disnaker Pastikan Seleksi Segera Dimulai

    Berita7 | Kota Serang — Antusiasme masyarakat terhadap lowongan kerja PT Jaya Dinasti Indonesia (JDI) membludak. Dalam waktu singkat, lebih dari 2.800 pencari kerja tercatat mengajukan lamaran melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker Trans) Kota Serang.

    Lonjakan pelamar terjadi sejak dibukanya penerimaan tenaga kerja perusahaan yang akan beroperasi di kawasan industri Sawah Luhur tersebut. Padahal, kebutuhan tenaga kerja pada tahap awal hanya sekitar 48 orang untuk delapan posisi yang tersedia.

    Kepala Disnaker Trans Kota Serang, Popi Nopriyadi, mengatakan tingginya jumlah pelamar menunjukkan besarnya kebutuhan lapangan kerja di wilayah Banten dan sekitarnya.

    “Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan pekerjaan masih sangat besar,” ujar Popi Nopriyadi.

    Ia menambahkan, pelamar tidak hanya berasal dari Kota Serang, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Pandeglang, Lebak, Tangerang Raya hingga luar Provinsi Banten.

    Penerimaan lamaran sementara dipusatkan di kantor Disnaker Trans Kota Serang karena PT JDI belum memiliki kantor permanen di kawasan Sawah Luhur. Selain datang langsung, pelamar juga dapat mengirimkan berkas melalui Google Form yang telah disediakan.

    Menurut Popi, Disnaker Trans hanya memfasilitasi proses penerimaan lamaran sebelum seluruh data pelamar diserahkan kepada perusahaan untuk tahap seleksi berikutnya.

    Selain tingginya jumlah pelamar, antrean pencari kerja juga terlihat memadati area kantor Disnaker Trans sejak pagi hari. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya harapan masyarakat terhadap peluang kerja baru di Kota Serang.

    Sejumlah pelamar mengaku rela datang lebih awal demi memastikan berkas lamaran diterima. Mereka berharap kehadiran investasi baru mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

    Pemerintah Kota Serang berharap investasi yang masuk dapat membantu menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (B7)

  • 95 Persen Dikelola Siswa, Nesta Fest 2026 SMPN 1 Tangerang Tampilkan Drama, Bisnis hingga Talenta Muda

    95 Persen Dikelola Siswa, Nesta Fest 2026 SMPN 1 Tangerang Tampilkan Drama, Bisnis hingga Talenta Muda

    Berita7 | KOTAN TANGERANG,. – Sorak sorai pelajar pecah di halaman Tangerang saat panggung Nesta Fest 2026 resmi dibuka. Warna-warni dekorasi, stand kuliner, hingga suara musik panggung membuat suasana berubah seperti festival besar yang penuh energi muda dan ambisi masa depan.

    Di tengah keramaian itu, SMP Negeri 1 Tangerang menegaskan arah baru pendidikan karakter. Nesta Fest tahun ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi sudah menjadi laboratorium mini bagi siswa untuk belajar dunia nyata: bisnis, seni, hingga kepemimpinan.

    Memasuki tahun keempat, Nesta Fest 2026 tampil dengan konsep yang jauh lebih matang. Kegiatan ini menggabungkan proyek mata pelajaran Seni Budaya kelas 9 dengan Gelar Karya Kokurikuler (P5) Kurikulum Merdeka, sehingga setiap kelas memiliki peran berbeda namun saling terhubung dalam satu ekosistem kreativitas.

    Kepala Sekolah SMPN 1 Tangerang, Emma Suhainah, menegaskan bahwa perubahan terbesar tahun ini adalah tingkat kemandirian siswa yang sangat dominan.

    “Nesta Fest tahun ini 95 persen digagas dan dikelola oleh para siswa. Pihak sekolah hanya memantau,” ujar Emma.

    Menurutnya, siswa tidak hanya belajar tampil di panggung, tetapi juga belajar hal yang lebih kompleks seperti kerja tim, komunikasi publik, hingga kemampuan mencari sponsor secara mandiri. Proses ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

    Di balik kemeriahan acara, terlihat bagaimana siswa benar-benar mengambil alih peran sebagai pelaksana utama. Mulai dari perencanaan, seleksi proposal antar kelas, hingga eksekusi acara, semuanya dikerjakan dalam waktu persiapan sekitar 6–7 bulan.

    Ketua panitia Nesta Fest 2026, Priyanka Namira Al Azwa, menyebut tema tahun ini adalah “Harapan dan Cita-Cita di Masa Depan”. Tema itu sengaja dipilih agar setiap siswa bisa mulai membayangkan arah hidup mereka sejak dini.

    “Kami mempersiapkan ini selama kurang lebih 6–7 bulan, dimulai dari seleksi proposal antarkelas,” kata Priyanka.

    Dalam pelaksanaannya, setiap jenjang memiliki peran berbeda. Siswa kelas 7 fokus pada bisnis kuliner kreatif yang melatih jiwa wirausaha. Kelas 8 mendalami praktik profesi secara langsung agar mengenal dunia kerja. Sementara kelas 9 menampilkan bakat seni melalui pertunjukan drama musikal yang menjadi puncak emosi acara.

    Di beberapa sudut area festival, terlihat stand makanan hasil kreasi siswa yang dipadati pengunjung. Di sisi lain, panggung pertunjukan dipenuhi tepuk tangan saat drama musikal dipentaskan dengan penuh ekspresi dan penghayatan.

    Nesta Fest 2026 juga semakin meriah dengan kehadiran sejumlah guest star seperti Rifa Mulyawan, Baby G, The Good Father, hingga DJ Mail. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara dan membuat suasana semakin hidup, layaknya festival musik profesional.

    Bagi para siswa, Nesta Fest bukan sekadar ajang unjuk bakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenali diri sendiri, memahami potensi, dan mulai menyusun langkah menuju masa depan.

    “Harapan aku, teman-teman di SMPN 1 Tangerang menjadi lebih tahu cita-citanya ingin jadi apa di masa depan,” ujar Priyanka.

    Transformasi Nesta Fest menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi hanya soal ruang kelas dan teori. Di tangan siswa, acara ini berubah menjadi panggung pembelajaran nyata yang menggabungkan kreativitas, tanggung jawab, dan keberanian untuk tampil di depan publik.

    Ke depan, Nesta Fest dipandang berpotensi menjadi model kegiatan sekolah yang lebih luas, di mana siswa tidak hanya menjadi peserta didik, tetapi juga pelaku utama dalam membangun pengalaman belajar yang lebih hidup dan relevan dengan dunia modern. (B7)

  • DPRD Karawang Dorong TPU Non-Diskriminatif, Warga Kristiani Keluhkan Biaya Pemakaman Hingga Rp 25 Juta

    DPRD Karawang Dorong TPU Non-Diskriminatif, Warga Kristiani Keluhkan Biaya Pemakaman Hingga Rp 25 Juta

    Berita7 |KARAWANG,. – Langit Karawang terasa terik saat isu Tempat Pemakaman Umum (TPU) kembali mencuat dan menyedot perhatian publik. Di tengah momentum Hari Kenaikan Isa Al-Masih, wacana TPU Karawang tanpa diskriminasi langsung menjadi sorotan karena menyentuh kebutuhan paling mendasar warga: tempat peristirahatan terakhir.

    DPRD Kabupaten Karawang mendorong rencana pengadaan TPU umum yang bisa diakses semua warga tanpa memandang latar belakang agama. Usulan ini muncul setelah adanya keluhan dari komunitas umat Kristiani, khususnya Paguyuban Batak Perumnas, yang mengaku masih kesulitan mendapatkan lahan pemakaman di wilayah Karawang.

    Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin (HES), menegaskan bahwa langkah ini merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pemakaman. Aturan tersebut, menurutnya, sudah jelas menjadi dasar pemerintah daerah untuk memastikan layanan pemakaman yang adil bagi seluruh warga.

    “Kami akan tindaklanjuti berkomunikasi dengan pak bupati, sekda dan dinas terkait. Sehingga ke depan tidak ada lagi diskriminasi pemakaman di Karawang,” ujar HES, Kamis (14/5/2026).

    Pernyataan itu menjadi titik penting dari dorongan kebijakan yang selama ini dianggap belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Di lapangan, sebagian warga mengaku harus mengeluarkan biaya tinggi untuk mendapatkan lahan pemakaman, bahkan bisa mencapai sekitar Rp 25 juta, angka yang dinilai memberatkan terutama bagi keluarga kurang mampu.

    Rencana TPU Karawang non-diskriminatif ini juga akan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang sudah ditetapkan. Artinya, pemerintah daerah perlu menyiapkan lahan yang benar-benar legal, terencana, dan bisa digunakan jangka panjang tanpa menimbulkan konflik baru di kemudian hari.

    Di sisi lain, isu ini tidak hanya soal lahan, tetapi juga soal rasa keadilan sosial. Banyak warga menilai kebutuhan pemakaman seharusnya menjadi layanan publik dasar yang tidak boleh dibatasi oleh faktor ekonomi maupun identitas agama.

    Praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan, Asep Agustian SH., MH, turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah DPRD Karawang tersebut. Ia menilai inisiatif ini sudah lama ditunggu masyarakat dan seharusnya segera direalisasikan tanpa menunda lebih jauh.

    “Ide dan gagasan ini harus kita dorong dan kita dukung. Saya yakin pak bupati juga pasti setuju,” ujarnya.

    Menurut Asep, Karawang sejak lama dikenal sebagai daerah yang plural dan menjadi tempat hidup berbagai etnis, suku, dan agama. Karena itu, ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh lagi menyisakan ruang diskriminasi, termasuk dalam urusan pemakaman.

    Ia juga menyoroti bahwa penyediaan TPU untuk semua kalangan merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar warganya. Apalagi, keluhan terkait keterbatasan lahan pemakaman sudah berlangsung cukup lama dan belum menemukan solusi konkret.

    Jika rencana ini benar-benar terealisasi, masyarakat berharap tidak ada lagi keluarga yang kebingungan saat menghadapi situasi duka. TPU yang inklusif diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang sekaligus simbol keadilan sosial di Karawang.

    Ke depan, keputusan pemerintah daerah akan menjadi penentu apakah kebijakan ini benar-benar bisa diwujudkan atau masih berhenti di tahap wacana. Namun satu hal yang jelas, isu TPU Karawang kini telah membuka diskusi penting tentang kesetaraan layanan publik bagi seluruh warga tanpa terkecuali. (B7)

  • IPM Tangsel Tertinggi di Banten, Pilar Saga Sebut Peran Pesantren Jadi Kunci Pembentukan SDM Unggul

    IPM Tangsel Tertinggi di Banten, Pilar Saga Sebut Peran Pesantren Jadi Kunci Pembentukan SDM Unggul

    Berita7 | Tangerang Selatan,. – Suasana hangat silaturahmi para pimpinan pondok pesantren di Tangerang Selatan terasa kental di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Ciputat, Rabu (13/05/2026). Di tengah pertemuan itu, satu fakta besar mencuat dan jadi sorotan: Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kota Tangerang Selatan tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Banten.

    Di balik capaian tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan ada peran besar pondok pesantren yang selama ini ikut membentuk kualitas sumber daya manusia di daerahnya. Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tapi juga benteng moral di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial.

    Pilar menyebut, kontribusi pesantren tidak bisa dipisahkan dari meningkatnya kualitas pendidikan dan karakter masyarakat Tangsel. Ia menilai, di tengah tantangan zaman seperti media sosial dan teknologi yang berkembang cepat, peran pesantren justru semakin penting dan relevan.

    “IPM Tangsel yang menempati posisi tertinggi di Provinsi Banten tidak terlepas dari peran pondok pesantren,” ujar Pilar di hadapan para kiai dan pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Periode 2025–2030.

    Menurut Pilar, pesantren menjadi ruang pembentukan karakter yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh pendidikan formal. Di dalamnya, nilai agama, disiplin, dan moral dibentuk secara langsung dalam kehidupan sehari-hari santri.

    “Kami melihat pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pesantren semakin relevan,” katanya.

    Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang tumbuh di era digital. Akses informasi yang begitu cepat dinilai membawa dampak positif sekaligus risiko terhadap pembentukan karakter anak.

    Karena itu, Pemerintah Kota Tangsel berupaya memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan keagamaan. Salah satu langkah yang mulai didorong adalah pengenalan pembelajaran kitab kuning secara bertahap di sekolah-sekolah formal, dimulai dari materi dasar yang disesuaikan dengan usia siswa.

    “Kami mulai mendorong pembelajaran kitab kuning sejak sekolah dasar. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya,” tutur Pilar.

    Selain penguatan kurikulum, Pemkot Tangsel juga memperluas dukungan kepada para santri melalui program beasiswa. Bantuan pendidikan ini diberikan mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, termasuk bagi penghafal Al-Qur’an yang mendapat dukungan khusus melalui kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Baznas.

    Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

    Di tengah meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia berkualitas, peran pesantren kembali mendapat tempat penting dalam arah pembangunan Tangsel. Pemerintah daerah menilai, kolaborasi antara sekolah formal dan lembaga keagamaan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai religius.

    Ke depan, Pemkot Tangsel berharap ekosistem pendidikan berbasis karakter ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional. Dengan fondasi moral yang kuat, Tangsel ingin memastikan bahwa pertumbuhan IPM tidak hanya angka, tetapi juga kualitas manusia yang utuh. (B7)

  • Tangerang Selatan Resmi Gelar Kongres PSSI Banten 2026, Pilar Saga Ichsan Tegaskan Komitmen Majukan Sepak Bola

    Tangerang Selatan Resmi Gelar Kongres PSSI Banten 2026, Pilar Saga Ichsan Tegaskan Komitmen Majukan Sepak Bola

    Berita7 | Tangerang Selatan — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten resmi menggelar Kongres Biasa 2026 di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2026). Agenda ini menjadi bagian penting dalam tahapan organisasi menuju pemilihan Ketua Asprov PSSI Banten periode berikutnya.

    Kongres tersebut dibuka langsung oleh Ketua Asprov PSSI Banten sekaligus Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memajukan sepak bola di Provinsi Banten melalui tata kelola organisasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.

    “Ini agenda tahunan Kongres Biasa 2026, pengangkatan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Dengan kehadiran Sekjen PSSI dan DPRD Provinsi Banten menambah keseriusan kami dalam memajukan sepak bola di Provinsi Banten,” kata Pilar.

    Pilar menjelaskan bahwa kongres ini merupakan bagian dari mekanisme resmi organisasi sebelum memasuki tahapan pemilihan kepemimpinan baru di tubuh Asprov PSSI Banten. Saat ini, pihaknya masih menunggu arahan lanjutan dari PSSI pusat terkait jadwal pemilihan ketua berikutnya.

    “Kami menunggu tahapan berikutnya yang ditetapkan oleh PSSI pusat,” ujarnya.

    Lebih jauh, Pilar menegaskan bahwa Asprov PSSI Banten juga memberikan dukungan penuh kepada klub asal Banten yang akan berlaga di Liga 4 Nasional, yaitu Nathan Lebak FC dan Harin FC dari Kota Tangerang Selatan.

    Menurutnya, pembinaan dan dukungan terhadap klub lokal menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan kualitas sepak bola daerah.

    “Kami harap menunjukkan yang terbaik dan kalau bisa menjadi juara. Insyaallah PSSI Banten selalu mendampingi dan mudah-mudahan impiannya menjadi juara bisa terwujud,” tegasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kongres Biasa Asprov PSSI Banten 2026 yang dinilai berjalan baik dan tertib. Ia juga menilai dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan tersebut.

    “Organisasi yang berjalan dengan baik itu ketika diperlihatkan oleh kegiatan seperti tadi. Memang organisasi harus seperti ini. Jadi kami berterima kasih,” ungkap Yunus.

    Yunus juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah dijalankan Asprov PSSI Banten, mulai dari Piala Soeratin, pelatihan wasit, hingga program pengembangan pemain muda. Ia berharap program tersebut terus berlanjut untuk mencetak talenta sepak bola dari Banten yang mampu bersaing di tingkat nasional.

    “Kita tetap berharap pelatihan-pelatihan yang nanti akan membimbing anak-anak kampung di Banten untuk menjadi pemain tim nasional, itu yang kami harapkan,” tambahnya. (B7)

  • Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan untuk merespon cepat potensi penyebaran Hantavirus usai meningkatnya perhatian terhadap kasus penyakit tersebut dari luar negeri.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini agar penyebaran virus tidak berdampak luas kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki risiko kontak dengan lingkungan tidak bersih dan hewan pengerat seperti tikus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan panduan pencegahan penyebaran Hantavirus kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat.

    Virus tersebut diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

    “Hantavirus dianggap sangat berbahaya karena dapat menginfeksi saluran pernapasan sampai ginjal manusia,” ujar Dini.

    Ia menjelaskan, gejala Hantavirus biasanya muncul dalam satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan dan gagal ginjal pada kondisi tertentu.

    Selain memperkuat kewaspadaan di fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.

    Pemkot Tangerang menilai kebersihan lingkungan menjadi langkah paling penting untuk memutus potensi penyebaran virus Hanta di tengah masyarakat, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan pascabanjir yang rawan memicu munculnya hewan pengerat.

    Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kebersihan lingkungan setelah adanya imbauan dari pemerintah terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Mereka berharap sosialisasi kesehatan terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami gejala dan cara pencegahannya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memastikan sebanyak 23 kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejak 2023 merupakan jenis ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

    Menurut Dante, Indonesia hanya mendeteksi varian “Hanta Fever Renal Syndrome” dengan tingkat kematian lebih rendah dibandingkan varian “Pulmonary Syndrome” yang memiliki fatalitas mencapai 60 hingga 80 persen.

    “Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah Hanta Fever Renal Syndrome yang ringan,” katanya.

    Ia menambahkan pola penyebaran virus ini mirip dengan leptospirosis, yakni melalui perantara tikus dan lingkungan dengan sanitasi buruk. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko penularan. (B7)

  • RSUD Benda Kota Tangerang Resmi Layani BPJS Kesehatan, Ribuan Pasien Kini Dipermudah

    RSUD Benda Kota Tangerang Resmi Layani BPJS Kesehatan, Ribuan Pasien Kini Dipermudah

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang resmi memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui kerja sama BPJS Kesehatan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda, Kota Tangerang.

    Peresmian layanan tersebut menjadi langkah penting Pemkot Tangerang dalam memastikan masyarakat, khususnya di Kecamatan Benda dan sekitarnya, semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan terjangkau.

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata, terutama bagi masyarakat rentan.

    “Pemerintah Kota Tangerang memastikan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat rentan, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, terutama di wilayah Kecamatan Benda dan sekitarnya,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Benda akan semakin mempermudah warga dalam memperoleh pelayanan medis tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit lain.

    RSUD Benda Kota Tangerang Terus Berkembang

    Pemerintah Kota Tangerang juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan RSUD Benda yang dinilai terus menunjukkan peningkatan layanan dalam waktu relatif singkat.

    Sachrudin mengatakan, RSUD Benda kini berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan pelayanan profesional dan lebih humanis kepada masyarakat.

    “RSUD Benda terus menunjukkan peningkatan layanan. Dengan semangat Melayani dengan Hati, kami berharap budaya pelayanan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

    Kerja sama bersama BPJS Kesehatan ini diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi warga Kota Tangerang.

    Selain memperluas akses kesehatan, Pemkot Tangerang juga ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang nyaman dan berkualitas.

    “Semoga layanan BPJS Kesehatan ini semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Namun menjaga kesehatan tetap paling penting agar masyarakat tetap produktif,” tambahnya.

    Ribuan Pasien Sudah Dilayani RSUD Benda

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang, RSUD Benda termasuk rumah sakit tipe D yang telah beroperasi selama 16 bulan sejak Desember 2024.

    Meski baru beroperasi, rumah sakit tersebut sudah melayani ribuan pasien dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

    Tercatat sebanyak 6.409 pasien telah mendapatkan pelayanan di RSUD Benda. Dari jumlah tersebut, 2.132 pasien merupakan pasien rawat jalan.

    RSUD Benda juga telah memiliki tujuh layanan poli rawat jalan, mulai dari Poli Bedah, Penyakit Dalam, Anak, Kebidanan, Bedah Mulut, Konservasi Gigi hingga Poli Paru.

    Tak hanya itu, rumah sakit ini juga dilengkapi berbagai layanan penunjang seperti farmasi, radiologi dan laboratorium yang seluruhnya sudah beroperasi.

    Pemkot Tangerang Perkuat Layanan Kesehatan Warga

    Penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    RSUD Benda bahkan telah meraih Akreditasi Kategori Utama pada Desember 2025. Rumah sakit ini juga memperoleh rekomendasi kredensial dari BPJS Kesehatan pada Januari 2026 sebagai dasar kerja sama pelayanan kesehatan.

    Kontrak resmi layanan BPJS Kesehatan bersama RSUD Benda mulai berlaku sejak 1 April 2026.

    Dengan diresmikannya layanan tersebut, masyarakat Kota Tangerang kini memiliki akses kesehatan yang lebih dekat, terutama warga di wilayah Kecamatan Benda dan sekitarnya.

    Pemkot Tangerang berharap kehadiran layanan BPJS di RSUD Benda dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara lebih cepat, mudah dan merata. (B7)