Berita7 | KOTAN TANGERANG,. – Sorak sorai pelajar pecah di halaman Tangerang saat panggung Nesta Fest 2026 resmi dibuka. Warna-warni dekorasi, stand kuliner, hingga suara musik panggung membuat suasana berubah seperti festival besar yang penuh energi muda dan ambisi masa depan.
Di tengah keramaian itu, SMP Negeri 1 Tangerang menegaskan arah baru pendidikan karakter. Nesta Fest tahun ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi sudah menjadi laboratorium mini bagi siswa untuk belajar dunia nyata: bisnis, seni, hingga kepemimpinan.
Memasuki tahun keempat, Nesta Fest 2026 tampil dengan konsep yang jauh lebih matang. Kegiatan ini menggabungkan proyek mata pelajaran Seni Budaya kelas 9 dengan Gelar Karya Kokurikuler (P5) Kurikulum Merdeka, sehingga setiap kelas memiliki peran berbeda namun saling terhubung dalam satu ekosistem kreativitas.
Kepala Sekolah SMPN 1 Tangerang, Emma Suhainah, menegaskan bahwa perubahan terbesar tahun ini adalah tingkat kemandirian siswa yang sangat dominan.
“Nesta Fest tahun ini 95 persen digagas dan dikelola oleh para siswa. Pihak sekolah hanya memantau,” ujar Emma.
Menurutnya, siswa tidak hanya belajar tampil di panggung, tetapi juga belajar hal yang lebih kompleks seperti kerja tim, komunikasi publik, hingga kemampuan mencari sponsor secara mandiri. Proses ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Di balik kemeriahan acara, terlihat bagaimana siswa benar-benar mengambil alih peran sebagai pelaksana utama. Mulai dari perencanaan, seleksi proposal antar kelas, hingga eksekusi acara, semuanya dikerjakan dalam waktu persiapan sekitar 6–7 bulan.
Ketua panitia Nesta Fest 2026, Priyanka Namira Al Azwa, menyebut tema tahun ini adalah “Harapan dan Cita-Cita di Masa Depan”. Tema itu sengaja dipilih agar setiap siswa bisa mulai membayangkan arah hidup mereka sejak dini.
“Kami mempersiapkan ini selama kurang lebih 6–7 bulan, dimulai dari seleksi proposal antarkelas,” kata Priyanka.
Dalam pelaksanaannya, setiap jenjang memiliki peran berbeda. Siswa kelas 7 fokus pada bisnis kuliner kreatif yang melatih jiwa wirausaha. Kelas 8 mendalami praktik profesi secara langsung agar mengenal dunia kerja. Sementara kelas 9 menampilkan bakat seni melalui pertunjukan drama musikal yang menjadi puncak emosi acara.
Di beberapa sudut area festival, terlihat stand makanan hasil kreasi siswa yang dipadati pengunjung. Di sisi lain, panggung pertunjukan dipenuhi tepuk tangan saat drama musikal dipentaskan dengan penuh ekspresi dan penghayatan.
Nesta Fest 2026 juga semakin meriah dengan kehadiran sejumlah guest star seperti Rifa Mulyawan, Baby G, The Good Father, hingga DJ Mail. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara dan membuat suasana semakin hidup, layaknya festival musik profesional.
Bagi para siswa, Nesta Fest bukan sekadar ajang unjuk bakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenali diri sendiri, memahami potensi, dan mulai menyusun langkah menuju masa depan.
“Harapan aku, teman-teman di SMPN 1 Tangerang menjadi lebih tahu cita-citanya ingin jadi apa di masa depan,” ujar Priyanka.
Transformasi Nesta Fest menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi hanya soal ruang kelas dan teori. Di tangan siswa, acara ini berubah menjadi panggung pembelajaran nyata yang menggabungkan kreativitas, tanggung jawab, dan keberanian untuk tampil di depan publik.
Ke depan, Nesta Fest dipandang berpotensi menjadi model kegiatan sekolah yang lebih luas, di mana siswa tidak hanya menjadi peserta didik, tetapi juga pelaku utama dalam membangun pengalaman belajar yang lebih hidup dan relevan dengan dunia modern. (B7)
