Category: Berita Utama

  • Korve dan Senam Bersama di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua Pastikan Lingkungan Bersih dan Sehat

    Berita7 | Kabupaten Tangerang,. – Kecamatan Kelapa Dua melaksanakan kegiatan korve bersama di wilayah Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, yang diawali dengan senam bersama sebagai bentuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan, pada kegiatan yang berlangsung di lingkungan setempat.

    Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai unsur masyarakat dan perangkat wilayah, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

    Dadang Sudrajat, S.Sos., MM., M.Si. menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

    “Bersama kita wujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk masyarakat,” ujarnya.

    Selain itu, kegiatan senam bersama yang dilakukan sebelum korve menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

    Pemerintah kecamatan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin untuk memperkuat budaya gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. (B7

  • Truk Terbakar di Tol Tangerang-Jakarta KM 13, Damkar Padamkan Api dalam 1 Jam

    Kota Tangerang — Sebuah truk mengalami kebakaran di ruas Jalan Tol Tangerang-Jakarta KM 13 dekat Rest Area Pinang arah Jakarta, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Minggu (24/05/2026). Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian pengendara karena asap tebal membumbung dari area kabin kendaraan.

    Laporan kejadian diterima Mako BPBD Kota Tangerang sekitar pukul 17.45 WIB. Menindaklanjuti laporan warga, Regu 1 Pos Pinang UPT Pemadam Kebakaran Ciledug langsung bergerak menuju lokasi dengan menerjunkan satu unit mobil pemadam beserta lima personel.

    Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB sehingga tidak merembet ke bagian lain kendaraan maupun area sekitar jalan tol.

    “Api tidak sempat membesar ke seluruh bagian truk berkat kesigapan petugas di lapangan yang langsung melakukan lokalisir titik api,” ujar Komandan Regu 1 Pos Pinang, Hendra.

    Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sumber api pertama kali muncul dari ruang kabin kemudi. Api kemudian dengan cepat menjalar hingga membakar hampir seluruh interior kabin depan truk.

    Petugas menduga kebakaran dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada bagian mesin yang berada di bawah ruang kabin kendaraan. Beruntung, truk dalam kondisi kosong tanpa muatan sehingga risiko ledakan maupun penyebaran api dapat diminimalkan.

    Diketahui, kendaraan tersebut baru saja menyelesaikan aktivitas bongkar muat di area kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tengah kembali menuju titik keberangkatan sebelum insiden terjadi.

    “Tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman, namun petugas harus ekstra waspada karena kondisi jalan licin usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut,” lanjut Hendra.

    Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir truk berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah melihat percikan api dan asap keluar dari ruang kemudi.

    Saat ini bangkai kendaraan telah ditangani pihak pengelola jalan tol guna memastikan arus lalu lintas di ruas Tol Tangerang-Jakarta kembali normal dan tidak menimbulkan kemacetan panjang. (B7

  • 3 Begal Sadis Flyover Cibodas Tangerang Ditangkap, Korban Dibacok Celurit

    Berita7 | Kota Tangerang,. — Tim Opsnal Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Polsek Jatiuwung berhasil menangkap tiga pelaku begal sadis yang beraksi di kawasan Flyover Taman Cibodas, Kota Tangerang.

    Ketiga pelaku diketahui merupakan anggota kelompok gangster Cikande 01 yang sebelumnya melakukan aksi pembegalan terhadap dua pengendara motor pada 12 Mei 2026.

    Penangkapan salah satu pelaku berlangsung dramatis di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Polisi terlibat aksi kejar-kejaran dengan pelaku yang mencoba melarikan diri hingga ke area perkebunan warga.

    Salah satu tersangka berinisial R diketahui masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah terlibat langsung dalam aksi pembacokan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.

    Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Parikhesit, mengatakan para pelaku berjumlah enam orang dan beraksi menggunakan dua sepeda motor.

    “Korban saat itu sedang berboncengan mengendarai sepeda motor. Para pelaku memepet korban dan mencoba merampas kendaraan milik korban. Namun korban melakukan perlawanan sehingga pelaku membacok korban menggunakan celurit,” kata Parikhesit.

    Akibat serangan brutal tersebut, korban bernama Dimas mengalami enam luka bacok di bagian punggung, bahu, dan paha. Sementara rekannya Sarif mengalami luka tusuk akibat senjata tajam saat mencoba mempertahankan sepeda motor mereka.

    Aksi para pelaku akhirnya gagal setelah warga sekitar lokasi berdatangan membantu korban. Dalam kondisi panik, para pelaku melarikan diri dan meninggalkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

    “Dari helm yang tertinggal terdapat logo geng Cikande 01. Dari hasil penyelidikan itu kami berhasil menangkap tiga pelaku berinisial R, DP dan MH,” ujar Parikhesit.

    Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa helm, masker, telepon genggam, hingga celurit yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.

    Saat ini tiga pelaku lainnya masih berstatus DPO dan dalam pengejaran aparat kepolisian.

    Ketiga tersangka yang telah ditangkap kini mendekam di sel tahanan Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (B7

  • 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Tangerang, Andra Soni Turun Langsung Cegah Banjir

    Berita7 | Kota Tangerang,. — Upaya mitigasi banjir terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang kembali menggelar aksi bebersih kali di kawasan Kali Sabi, Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu (23/5/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung Andra Soni bersama Sachrudin sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah dan mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.

    Sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari aliran Kali Sabi dalam aksi kolaboratif yang melibatkan UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang, komunitas Banksasuci Foundation, serta masyarakat sekitar.

    “Selain normalisasi, perlu upaya bersama dalam mencegah banjir, salah satunya melalui gerakan rutin bebersih kali dan sungai yang melibatkan masyarakat,” ujar Andra Soni.

    Ia menegaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi sungai, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan aliran kali.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan mitigasi bencana melalui normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), situ, dan waduk di berbagai wilayah guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

    Senada dengan itu, Sachrudin menyebut penanganan banjir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

    “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mitigasi banjir. Dibutuhkan kolaborasi bersama seluruh stakeholder, termasuk komunitas dan masyarakat,” tutur Sachrudin.

    Ia juga mengapresiasi gerakan bebersih kali yang secara konsisten dilakukan komunitas peduli sungai Banksasuci Foundation bersama pemerintah daerah.

    Sementara itu, Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengungkapkan aksi bersih Kali Sabi dilakukan di beberapa segmen aliran kali dan berhasil mengangkut puluhan ton sampah.

    “Alhamdulillah sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari Kali Sabi,” tandas Ade Yunus.

    Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu mengurangi penyumbatan aliran air yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan permukiman warga.

    Pemerintah berharap gerakan bersih kali seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas banjir di Kota Tangerang. (B7

  • RPH Bayur Tangerang Siapkan Layanan Pemotongan Hewan Terjangkau Jelang Iduladha, Tarif Tetap Rp60 Ribu per Ekor

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Tangerang melalui Pemerintah Kota Tangerang memastikan layanan pemotongan hewan kurban di RPH Bayur tetap dibuka dengan tarif terjangkau dan fasilitas yang ditingkatkan.

    Layanan ini menjadi solusi bagi warga yang kesulitan melakukan pemotongan hewan di lingkungan permukiman yang terbatas, sekaligus memastikan proses kurban berlangsung lebih higienis dan sesuai standar kesehatan.

    Kepala UPT RPH Bayur, Suhendriawan, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh fasilitas untuk menghadapi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Iduladha tahun ini.

    Menurutnya, RPH Bayur memiliki kapasitas hingga 300 ekor hewan kurban, dengan sistem pelayanan yang lebih tertata dibanding tahun sebelumnya.

    “Kami terus berkomitmen menyediakan pelayanan terbaik di RPH Bayur. Fasilitasnya lengkap, bersih, dan sangat terjangkau. Masyarakat yang di lingkungan pemukimannya terbatas bisa memanfaatkan RPH Bayur,” ujar Suhendriawan, Jumat (22/5/2026).

    Ia juga memastikan bahwa tidak ada kenaikan biaya retribusi. Tarif tetap dipertahankan sebesar Rp60 ribu per ekor, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Antusiasme masyarakat disebut terus meningkat setiap tahun seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemotongan hewan yang lebih higienis dan tertib administrasi.

    “Antusias semakin tahun semakin ramai karena fasilitas dan pelayanannya sudah sangat terjamin. Jadi jangan ragu lagi untuk memanfaatkan RPH Bayur, bisa daftar sekarang juga,” tambah Suhendriawan.

    Keberadaan layanan ini memberi dampak langsung bagi warga Kota Tangerang, khususnya dalam hal kemudahan pelaksanaan ibadah kurban.

    Masyarakat tidak perlu lagi kesulitan mencari lokasi pemotongan atau menghadapi keterbatasan ruang di lingkungan padat penduduk. Selain itu, proses pemotongan di RPH juga menjamin standar kebersihan yang lebih baik dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

    Sistem pembayaran berbasis QRIS juga menjadi nilai tambah, karena memudahkan transaksi tanpa uang tunai serta meningkatkan transparansi layanan publik.

    Pemkot Tangerang menyatakan akan terus melakukan pengawasan operasional RPH Bayur selama periode Iduladha berlangsung.

    Petugas lapangan disiagakan untuk memastikan seluruh proses pemotongan berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan. Selain itu, peningkatan layanan digital akan terus dikembangkan untuk mempercepat proses administrasi dan antrean masyarakat.

    Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pendaftaran lebih awal agar tidak terjadi penumpukan menjelang hari puncak penyembelihan

    Dengan fasilitas yang lengkap, tarif terjangkau, serta sistem layanan modern berbasis digital, RPH Bayur menjadi salah satu pusat layanan kurban yang semakin diminati di Kota Tangerang.

    Pemkot berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal demi menciptakan pelaksanaan Iduladha yang lebih tertib, bersih, dan aman. (B7

  • Festival Al-A’zhom 2026 Siap Digelar, Pemkot Tangerang Dorong Wisata Religi dan UMKM Lokal

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Festival religi terbesar di Kota Tangerang dipastikan kembali hadir dengan rangkaian kegiatan Islami, bazar rakyat hingga gerak jalan sarungan yang diprediksi menyedot ribuan pengunjung.

    Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Al-A’zhom 2026 dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Agenda tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai 15 hingga 27 Juni 2026.

    Festival Al-A’zhom tahun ini akan dipusatkan di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom dan Taman Elektrik, Kota Tangerang. Sejumlah kegiatan bernuansa Islami disiapkan untuk menarik partisipasi masyarakat dari berbagai daerah.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama panitia untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan berdampak positif bagi masyarakat.

    “Festival Al-A’zhom akan dirancang sebagai media dakwah kreatif melalui berbagai kegiatan menarik. Mulai dari syiar keagamaan, perlombaan Islami, tabligh akbar hingga gerak jalan sarungan yang menjadi puncak acara,” ujar Kaonang, Jumat (22/5/2026).

    Dukungan Pemkot Tangerang

    Pemkot Tangerang menilai Festival Al-A’zhom bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan juga menjadi ruang penguatan ekonomi masyarakat dan promosi wisata religi daerah.

    Selama pelaksanaan festival, bazar kuliner dan pelaku UMKM lokal diproyeksikan ikut meramaikan area kegiatan. Kehadiran ribuan pengunjung dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi warga, khususnya sektor kuliner, perdagangan kecil dan jasa.

    Kaonang menambahkan, festival tersebut juga menjadi bagian dari penguatan identitas Kota Tangerang sebagai kota dengan aktivitas keagamaan yang aktif dan inklusif.

    “Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan religi, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata Kota Tangerang,” katanya.

    Diikuti Peserta dari Luar Daerah

    Ketua DPD BKPRMI Kota Tangerang, Ahmad Rofiki, menyebut persiapan Festival Al-A’zhom 2026 saat ini terus dimatangkan bersama seluruh unsur panitia dan pemerintah daerah.

    Salah satu kegiatan yang diprediksi menjadi perhatian publik adalah Pramuka Cinta Masjid yang akan diikuti peserta dari berbagai daerah luar Kota Tangerang.

    Menurut Rofiki, kegiatan tersebut tidak hanya berisi perlombaan, tetapi juga menjadi media pembinaan generasi muda berbasis nilai keagamaan dan sosial.

    “Semua persiapan sudah disusun. Festival Al-A’zhom tahun ini akan diselenggarakan dengan semangat kolaborasi yang melibatkan semua unsur lapisan masyarakat,” ujar Rofiki.

    Ia menambahkan, total hadiah jutaan rupiah telah disiapkan untuk sejumlah perlombaan Islami dan kegiatan kepemudaan selama festival berlangsung.

    Dampak untuk Masyarakat dan Pariwisata

    Festival Al-A’zhom selama ini dikenal sebagai salah satu agenda religi terbesar di Kota Tangerang yang rutin menarik antusiasme masyarakat. Ribuan pengunjung diprediksi hadir setiap hari untuk mengikuti kegiatan keagamaan maupun menikmati pusat kuliner rakyat.

    Selain memperkuat syiar Islam, festival tersebut juga dinilai mampu meningkatkan okupansi usaha kecil, memperluas promosi produk UMKM dan memperkuat sektor pariwisata daerah.

    Pemerintah Kota Tangerang bersama panitia memastikan pengamanan, kebersihan dan pengaturan lalu lintas akan disiapkan selama acara berlangsung agar masyarakat dapat mengikuti festival dengan aman dan nyaman.

    Dengan rangkaian kegiatan yang lebih beragam dan melibatkan banyak komunitas, Festival Al-A’zhom 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan kebersamaan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal di tengah meningkatnya aktivitas wisata religi di Kota Tangerang. (B7

  • Diskominfo Kota Tangerang Gerak Cepat Lindungi Anak dari Bahaya Media Sosial

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang terus memperkuat sosialisasi Program Perlindungan Anak atau PP Tunas melalui Kelompok Informasi Sekolah (KIS) yang terintegrasi dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

    Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial sekaligus meningkatkan kesadaran digital di lingkungan sekolah.

    Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan para siswa kini dilibatkan langsung sebagai garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif terkait manfaat PP Tunas kepada rekan sejawat.

    “Kita ajak mereka untuk saling memberikan informasi mengenai manfaat PP Tunas. Ini juga upaya kita menjadikan siswa sebagai garda terdepan dalam mencegah cyber bullying dan kejahatan digital lainnya,” ujar Mugi dalam Forum Sahabat Tunas di SMP Negeri 25 Kota Tangerang, Kamis.

    Program tersebut menjadi bagian dari implementasi gerakan “Tunggu Anak Siap” yang membatasi akses penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menjaga hak-hak digital generasi muda.

    Melalui KIS dan OSIS, para siswa juga diarahkan aktif mengelola konten positif di lingkungan sekolah agar penggunaan media sosial lebih sehat dan edukatif.

    Selain sosialisasi di sekolah, Diskominfo Kota Tangerang juga tengah mengembangkan kanal pengaduan khusus untuk perempuan dan anak yang mengalami persoalan di ruang digital.

    Saat ini masyarakat masih dapat menyampaikan laporan melalui layanan LAKSA maupun direct message akun media sosial resmi Pemerintah Kota Tangerang dan Diskominfo Kota Tangerang.

    Ketua OSIS SMP Negeri 25 Kota Tangerang, Rizky Aldiansyah Nasution, mengaku mendukung kebijakan larangan membawa telepon genggam saat jam belajar karena dinilai mampu menjaga fokus siswa selama proses pendidikan berlangsung.

    “Hadirnya PP Tunas membuat kami sebagai siswa merasa hak-hak digital kami di dunia maya terlindungi. Sebagai pengurus OSIS, kami terus saling mengingatkan,” ujar Rizky.

    Ia berharap program tersebut dapat dijalankan lebih luas agar dampak positifnya benar-benar dirasakan para pelajar di Kota Tangerang.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan kebijakan PP Tunas bukan bertujuan melarang anak menggunakan internet.

    Menurutnya, aturan tersebut lebih menekankan penundaan kepemilikan akun media sosial mandiri hingga anak berusia 16 tahun demi menjaga keamanan digital mereka.

    “Data pribadi anak di bawah 16 tahun tidak boleh sembarangan diunggah di ruang digital. Pemerintah hadir membantu orang tua menghadapi tantangan besar melawan algoritma platform digital global,” tegas Fifi.

    Ia juga menyoroti pentingnya tanggung jawab platform global seperti Google, Meta, hingga Roblox dalam meningkatkan perlindungan terhadap pengguna anak-anak.

    Program PP Tunas sendiri kini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menghadapi meningkatnya ancaman cyber bullying, eksploitasi data pribadi, hingga paparan konten negatif yang menyasar anak-anak di dunia maya.

    Melalui kolaborasi sekolah, pemerintah, dan orang tua, Kota Tangerang berharap tercipta lingkungan digital yang lebih aman, sehat, dan ramah anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. (B7)

  • Kabel Semrawut di Kota Tangerang Jadi Sorotan DPRD, Pemkot Diminta Bertindak Tegas

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Persoalan kabel udara semrawut yang mengular di sejumlah wilayah Kota Tangerang kembali menjadi sorotan serius. Komisi I DPRD Kota Tangerang meminta Pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah tegas untuk menata jaringan internet yang dinilai mengganggu estetika kota dan berpotensi membahayakan masyarakat.

    Masalah tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Tangerang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).

    Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Junadi, menegaskan bahwa pemasangan jaringan internet melalui udara sudah tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 117 Tahun 2021.

    “Dari penjelasan Bagian Hukum terkait Perwal Nomor 117, sejak tahun 2021 memang sudah tidak ada lagi izin pemasangan jaringan internet melalui udara. Yang diperbolehkan adalah melalui jaringan bawah tanah,” ujar Junadi dalam RDP tersebut.

    Menurutnya, maraknya pemasangan kabel udara menggunakan tiang di berbagai ruas jalan telah menimbulkan persoalan tata ruang dan mengurangi keindahan kota. Bahkan, dalam praktik di lapangan, pemasangan jaringan masih ditemukan hanya bermodalkan persetujuan RT/RW tanpa izin resmi pemerintah daerah.

    Komisi I DPRD pun meminta Pemkot Tangerang segera mengeluarkan surat edaran resmi kepada camat dan lurah agar tidak ada lagi izin pemasangan kabel udara melalui RT maupun RW.

    “Saya tekankan kepada Pak Sekda melalui Asda dan OPD terkait agar segera memberikan edaran atau surat perintah kepada camat dan lurah untuk diteruskan kepada RT/RW, bahwa tidak ada lagi izin pemasangan jaringan internet melalui udara,” tegas Junadi.

    Meski demikian, DPRD memahami pencabutan kabel yang sudah terpasang tidak dapat dilakukan secara instan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan layanan internet masyarakat.

    Sebagai solusi jangka panjang, DPRD Kota Tangerang bersama Pemkot saat ini tengah menyiapkan penguatan regulasi melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

    Junadi mengungkapkan, jaringan internet yang masih menggunakan tiang nantinya berpotensi dikenakan retribusi berlipat sebagai bentuk dorongan agar provider segera memindahkan kabel ke jaringan bawah tanah.

    “Perwal ini nantinya akan ditingkatkan menjadi Raperda dan kemungkinan dibahas pada semester kedua sekitar Agustus. Kami mengusulkan agar jaringan yang masih menggunakan tiang dikenakan retribusi dengan skema berlipat,” katanya.

    Sorotan juga muncul karena RDP tersebut tidak dihadiri Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) yang biasanya menjadi perwakilan pelaku usaha provider internet.

    Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Tangerang, Aa Chaerul Syamsudin, membenarkan bahwa APJATEL memang tidak diundang dalam rapat tersebut.

    Sementara itu, Pemkot Tangerang sebelumnya telah menggandeng APJATEL untuk melakukan relokasi kabel udara ke bawah tanah secara bertahap di sejumlah titik prioritas.

    Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan langkah penataan dilakukan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban lingkungan masyarakat.

    Salah satu lokasi prioritas penataan berada di Jalan Lio Baru Batuceper yang terdapat 12 provider kabel udara dan direncanakan direlokasi ke jaringan bawah tanah.

    “Kami bersama APJATEL sudah menyepakati langkah relokasi dan penataan kabel udara yang mengganggu masyarakat. Targetnya bisa ditertibkan sepenuhnya pada tahun ini,” ujar Taufik.

    Pemkot Tangerang juga tengah menyiapkan pembentukan Satgas Penataan Utilitas untuk mempercepat proses penertiban kabel udara di berbagai wilayah.

    Langkah tersebut mendapat perhatian masyarakat karena kabel yang semrawut dinilai tidak hanya merusak pemandangan kota, tetapi juga membahayakan pengguna jalan ketika terjadi gangguan atau kabel putus.

    Dengan penataan yang lebih tertib, Pemkot dan DPRD berharap wajah Kota Tangerang menjadi lebih aman, nyaman, dan modern seiring meningkatnya kebutuhan layanan telekomunikasi masyarakat. (B7

  • Kecamatan Jatiuwung Bangun Sistem Peduli Kesehatan Mental Warga

    Berita7 | Tangerang — Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama Kecamatan Jatiuwung memperkuat kolaborasi penanganan kesehatan mental masyarakat melalui Pertemuan Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) tingkat Kecamatan Jatiuwung, Selasa (19/5/2026).

    Kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Jatiuwung tersebut mengusung tema “Bersama Wujudkan Lingkungan Peduli Kesehatan Mental” sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat dan mempercepat deteksi dini gangguan mental di lingkungan warga.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Yumelda Ismawir, mengatakan keberadaan TPKJM memiliki peran penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan mental yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

    Menurutnya, TPKJM tidak hanya berfokus pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tetapi juga menjalankan fungsi edukasi, pencegahan, hingga rehabilitasi secara berkelanjutan.

    “TPKJM memegang peran krusial dalam pencegahan gangguan jiwa, deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan penanganan awal, pendampingan ODGJ, serta pemberdayaan masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan jiwa,” ujar dr. Yumelda.

    Perkuat Deteksi Dini dan Hilangkan Stigma

    Dalam pertemuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang menegaskan pentingnya membangun kesadaran publik agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap ODGJ.

    Melalui koordinasi lintas sektor bersama puskesmas, rumah sakit, aparat wilayah, hingga tokoh masyarakat, layanan kesehatan mental diharapkan bisa menjangkau warga lebih cepat dan efektif.

    Selain melakukan deteksi dini terhadap depresi, kecemasan, gangguan perilaku, hingga penyalahgunaan NAPZA, TPKJM juga didorong aktif melakukan pendampingan dan pemantauan pengobatan pasien gangguan jiwa.

    “Kami berfokus pada rehabilitasi ODGJ, pemantauan obat, serta mencegah pemasungan dan diskriminasi melalui edukasi. Tujuannya agar masyarakat sehat jiwa, produktif, dan kualitas hidupnya meningkat,” katanya.

    Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

    Sementara itu, Camat Jatiuwung, Buceu Gartina, menilai kesehatan mental menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan sejahtera.

    Karena itu, penanganannya tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

    Menurut Buceu, TPKJM menjadi wadah kolaborasi antara tenaga kesehatan, aparat TNI-Polri, tokoh agama, kader lingkungan, hingga aparatur wilayah dalam membangun sistem deteksi dini masalah kesehatan jiwa yang cepat dan tepat.

    “Lewat TPKJM, kami membangun ekosistem lintas sektor yang solid bersama tenaga medis, TNI-Polri, tokoh agama, hingga kader. Tujuannya agar deteksi dini masalah kesehatan jiwa berjalan cepat, tepat dan tanpa stigma,” ujar Buceu.

    Dorong Lingkungan Lebih Peduli Kesehatan Mental

    Penguatan TPKJM di Kecamatan Jatiuwung menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental yang selama ini masih sering dianggap tabu.

    Dengan semakin aktifnya edukasi dan pendampingan di tingkat wilayah, pemerintah berharap masyarakat lebih terbuka untuk mencari bantuan ketika mengalami masalah kesehatan mental.

    Selain itu, keberadaan jejaring pelayanan kesehatan jiwa yang terintegrasi diharapkan mampu mencegah munculnya kasus pemasungan, diskriminasi, maupun keterlambatan penanganan terhadap warga yang membutuhkan bantuan psikologis.

    Pemerintah Kota Tangerang menargetkan penguatan layanan kesehatan mental berbasis masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih peduli, aman, dan mendukung kualitas hidup warga secara berkelanjutan. (B7

  • Pemkab Tangerang Dukung Tanggul Laut Raksasa, Kosambi Jadi Titik Strategis

    Berita7 | Kabupaten Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung percepatan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di kawasan pesisir pantai utara (Pantura) sebagai langkah strategis melindungi wilayah pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan pemerintah daerah saat ini mulai menyiapkan tim kerja lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung proyek nasional tersebut.

    Menurut Soma, dukungan yang diberikan Pemkab Tangerang bukan hanya pada aspek administrasi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia untuk mempercepat proses penataan dan pembangunan kawasan tanggul laut.

    “Kami diminta untuk menyediakan sumber daya manusia dalam teamwork. Jadi kita sedang menyiapkan teamwork itu,” ujar Soma di Tangerang, Kamis.

    Kolaborasi lintas OPD tersebut melibatkan sejumlah dinas strategis seperti Bappeda, DTRB, hingga Bina Marga guna membantu badan otorita pembangunan dalam menyusun rancangan proyek Giant Sea Wall di wilayah Pantura Tangerang.

    Fokus Lindungi Pesisir dan Dorong Ekonomi

    Pembangunan Giant Sea Wall dinilai menjadi salah satu proyek vital untuk melindungi kawasan pesisir utara Tangerang dari ancaman abrasi dan banjir rob yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.

    Selain fungsi perlindungan, proyek tanggul laut raksasa itu juga dirancang sebagai jalur konektivitas baru yang terhubung dengan jaringan jalan utama hingga akses tol di kawasan Pantai Indah Kapuk dan Balaraja.

    “Nanti konektivitas juga ini harus nyambung dengan jalan-jalan yang ada, jaringan tol yang ada di Pantai Indah Kapuk, arah Balaraja untuk meningkatkan ekonomi,” kata Soma.

    Ia optimistis proyek tersebut dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang, khususnya sektor industri, perdagangan, hingga kawasan permukiman terpadu.

    Tiga Jenis Tanggul Laut Disiapkan

    Dalam rancangan pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang, terdapat tiga jenis infrastruktur perlindungan pesisir yang akan dikembangkan.

    Ketiga jenis tanggul tersebut meliputi pengembangan tanaman mangrove sebagai pagar laut alami, breakwater atau tanggul pemecah ombak, serta pembangunan tanggul laut raksasa.

    Wilayah Kecamatan Kosambi menjadi salah satu titik utama proyek, termasuk beberapa desa dan kelurahan seperti Kosambi Barat dan Kosambi Timur.

    Soma menyebut panjang proyek tanggul laut di Kabupaten Tangerang diperkirakan mencapai sekitar 17 hingga 19 kilometer.

    “Kurang lebih panjangnya sekitar 17 sampai 19 kilometer untuk proyek tanggul laut yang akan dibangun di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

    Bagian Strategi Nasional Pantura Jawa

    Proyek Giant Sea Wall diketahui menjadi bagian dari strategi nasional perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang 575 kilometer dan terbagi dalam 15 segmen pembangunan.

    Pemerintah menilai proyek tersebut penting untuk menjaga kawasan pesisir yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

    Selain melindungi kawasan industri dan permukiman, proyek ini juga diharapkan menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir serta kehidupan masyarakat nelayan yang selama ini terdampak abrasi dan perubahan iklim.

    Soma memastikan proyek Giant Sea Wall telah melalui berbagai kajian ilmiah dari para ahli oseanografi dan kelautan sebelum masuk tahap pengembangan.

    “Rancangan proyek ini sudah banyak penelitian dari ahli oseanografi dan ahli kelautan yang sangat terlibat,” katanya.

    Pemkab Tangerang berharap pembangunan Giant Sea Wall mampu menjadi solusi jangka panjang untuk perlindungan kawasan pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pantura. (B7