Pemkab Tangerang Dukung Tanggul Laut Raksasa, Kosambi Jadi Titik Strategis

Written by

in

Berita7 | Kabupaten Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung percepatan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di kawasan pesisir pantai utara (Pantura) sebagai langkah strategis melindungi wilayah pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan pemerintah daerah saat ini mulai menyiapkan tim kerja lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung proyek nasional tersebut.

Menurut Soma, dukungan yang diberikan Pemkab Tangerang bukan hanya pada aspek administrasi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia untuk mempercepat proses penataan dan pembangunan kawasan tanggul laut.

“Kami diminta untuk menyediakan sumber daya manusia dalam teamwork. Jadi kita sedang menyiapkan teamwork itu,” ujar Soma di Tangerang, Kamis.

Kolaborasi lintas OPD tersebut melibatkan sejumlah dinas strategis seperti Bappeda, DTRB, hingga Bina Marga guna membantu badan otorita pembangunan dalam menyusun rancangan proyek Giant Sea Wall di wilayah Pantura Tangerang.

Fokus Lindungi Pesisir dan Dorong Ekonomi

Pembangunan Giant Sea Wall dinilai menjadi salah satu proyek vital untuk melindungi kawasan pesisir utara Tangerang dari ancaman abrasi dan banjir rob yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.

Selain fungsi perlindungan, proyek tanggul laut raksasa itu juga dirancang sebagai jalur konektivitas baru yang terhubung dengan jaringan jalan utama hingga akses tol di kawasan Pantai Indah Kapuk dan Balaraja.

“Nanti konektivitas juga ini harus nyambung dengan jalan-jalan yang ada, jaringan tol yang ada di Pantai Indah Kapuk, arah Balaraja untuk meningkatkan ekonomi,” kata Soma.

Ia optimistis proyek tersebut dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang, khususnya sektor industri, perdagangan, hingga kawasan permukiman terpadu.

Tiga Jenis Tanggul Laut Disiapkan

Dalam rancangan pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang, terdapat tiga jenis infrastruktur perlindungan pesisir yang akan dikembangkan.

Ketiga jenis tanggul tersebut meliputi pengembangan tanaman mangrove sebagai pagar laut alami, breakwater atau tanggul pemecah ombak, serta pembangunan tanggul laut raksasa.

Wilayah Kecamatan Kosambi menjadi salah satu titik utama proyek, termasuk beberapa desa dan kelurahan seperti Kosambi Barat dan Kosambi Timur.

Soma menyebut panjang proyek tanggul laut di Kabupaten Tangerang diperkirakan mencapai sekitar 17 hingga 19 kilometer.

“Kurang lebih panjangnya sekitar 17 sampai 19 kilometer untuk proyek tanggul laut yang akan dibangun di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Bagian Strategi Nasional Pantura Jawa

Proyek Giant Sea Wall diketahui menjadi bagian dari strategi nasional perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang 575 kilometer dan terbagi dalam 15 segmen pembangunan.

Pemerintah menilai proyek tersebut penting untuk menjaga kawasan pesisir yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Selain melindungi kawasan industri dan permukiman, proyek ini juga diharapkan menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir serta kehidupan masyarakat nelayan yang selama ini terdampak abrasi dan perubahan iklim.

Soma memastikan proyek Giant Sea Wall telah melalui berbagai kajian ilmiah dari para ahli oseanografi dan kelautan sebelum masuk tahap pengembangan.

“Rancangan proyek ini sudah banyak penelitian dari ahli oseanografi dan ahli kelautan yang sangat terlibat,” katanya.

Pemkab Tangerang berharap pembangunan Giant Sea Wall mampu menjadi solusi jangka panjang untuk perlindungan kawasan pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pantura. (B7

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *