Category: Berita Utama

  • IPM Tangsel Tertinggi di Banten, Pilar Saga Sebut Peran Pesantren Jadi Kunci Pembentukan SDM Unggul

    IPM Tangsel Tertinggi di Banten, Pilar Saga Sebut Peran Pesantren Jadi Kunci Pembentukan SDM Unggul

    Berita7 | Tangerang Selatan,. – Suasana hangat silaturahmi para pimpinan pondok pesantren di Tangerang Selatan terasa kental di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Ciputat, Rabu (13/05/2026). Di tengah pertemuan itu, satu fakta besar mencuat dan jadi sorotan: Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kota Tangerang Selatan tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Banten.

    Di balik capaian tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan ada peran besar pondok pesantren yang selama ini ikut membentuk kualitas sumber daya manusia di daerahnya. Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tapi juga benteng moral di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial.

    Pilar menyebut, kontribusi pesantren tidak bisa dipisahkan dari meningkatnya kualitas pendidikan dan karakter masyarakat Tangsel. Ia menilai, di tengah tantangan zaman seperti media sosial dan teknologi yang berkembang cepat, peran pesantren justru semakin penting dan relevan.

    “IPM Tangsel yang menempati posisi tertinggi di Provinsi Banten tidak terlepas dari peran pondok pesantren,” ujar Pilar di hadapan para kiai dan pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Periode 2025–2030.

    Menurut Pilar, pesantren menjadi ruang pembentukan karakter yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh pendidikan formal. Di dalamnya, nilai agama, disiplin, dan moral dibentuk secara langsung dalam kehidupan sehari-hari santri.

    “Kami melihat pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pesantren semakin relevan,” katanya.

    Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini yang tumbuh di era digital. Akses informasi yang begitu cepat dinilai membawa dampak positif sekaligus risiko terhadap pembentukan karakter anak.

    Karena itu, Pemerintah Kota Tangsel berupaya memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan keagamaan. Salah satu langkah yang mulai didorong adalah pengenalan pembelajaran kitab kuning secara bertahap di sekolah-sekolah formal, dimulai dari materi dasar yang disesuaikan dengan usia siswa.

    “Kami mulai mendorong pembelajaran kitab kuning sejak sekolah dasar. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya,” tutur Pilar.

    Selain penguatan kurikulum, Pemkot Tangsel juga memperluas dukungan kepada para santri melalui program beasiswa. Bantuan pendidikan ini diberikan mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, termasuk bagi penghafal Al-Qur’an yang mendapat dukungan khusus melalui kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Baznas.

    Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

    Di tengah meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia berkualitas, peran pesantren kembali mendapat tempat penting dalam arah pembangunan Tangsel. Pemerintah daerah menilai, kolaborasi antara sekolah formal dan lembaga keagamaan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai religius.

    Ke depan, Pemkot Tangsel berharap ekosistem pendidikan berbasis karakter ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional. Dengan fondasi moral yang kuat, Tangsel ingin memastikan bahwa pertumbuhan IPM tidak hanya angka, tetapi juga kualitas manusia yang utuh. (B7)

  • Tangerang Selatan Resmi Gelar Kongres PSSI Banten 2026, Pilar Saga Ichsan Tegaskan Komitmen Majukan Sepak Bola

    Tangerang Selatan Resmi Gelar Kongres PSSI Banten 2026, Pilar Saga Ichsan Tegaskan Komitmen Majukan Sepak Bola

    Berita7 | Tangerang Selatan — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten resmi menggelar Kongres Biasa 2026 di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2026). Agenda ini menjadi bagian penting dalam tahapan organisasi menuju pemilihan Ketua Asprov PSSI Banten periode berikutnya.

    Kongres tersebut dibuka langsung oleh Ketua Asprov PSSI Banten sekaligus Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memajukan sepak bola di Provinsi Banten melalui tata kelola organisasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.

    “Ini agenda tahunan Kongres Biasa 2026, pengangkatan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Dengan kehadiran Sekjen PSSI dan DPRD Provinsi Banten menambah keseriusan kami dalam memajukan sepak bola di Provinsi Banten,” kata Pilar.

    Pilar menjelaskan bahwa kongres ini merupakan bagian dari mekanisme resmi organisasi sebelum memasuki tahapan pemilihan kepemimpinan baru di tubuh Asprov PSSI Banten. Saat ini, pihaknya masih menunggu arahan lanjutan dari PSSI pusat terkait jadwal pemilihan ketua berikutnya.

    “Kami menunggu tahapan berikutnya yang ditetapkan oleh PSSI pusat,” ujarnya.

    Lebih jauh, Pilar menegaskan bahwa Asprov PSSI Banten juga memberikan dukungan penuh kepada klub asal Banten yang akan berlaga di Liga 4 Nasional, yaitu Nathan Lebak FC dan Harin FC dari Kota Tangerang Selatan.

    Menurutnya, pembinaan dan dukungan terhadap klub lokal menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan kualitas sepak bola daerah.

    “Kami harap menunjukkan yang terbaik dan kalau bisa menjadi juara. Insyaallah PSSI Banten selalu mendampingi dan mudah-mudahan impiannya menjadi juara bisa terwujud,” tegasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kongres Biasa Asprov PSSI Banten 2026 yang dinilai berjalan baik dan tertib. Ia juga menilai dukungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan tersebut.

    “Organisasi yang berjalan dengan baik itu ketika diperlihatkan oleh kegiatan seperti tadi. Memang organisasi harus seperti ini. Jadi kami berterima kasih,” ungkap Yunus.

    Yunus juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah dijalankan Asprov PSSI Banten, mulai dari Piala Soeratin, pelatihan wasit, hingga program pengembangan pemain muda. Ia berharap program tersebut terus berlanjut untuk mencetak talenta sepak bola dari Banten yang mampu bersaing di tingkat nasional.

    “Kita tetap berharap pelatihan-pelatihan yang nanti akan membimbing anak-anak kampung di Banten untuk menjadi pemain tim nasional, itu yang kami harapkan,” tambahnya. (B7)

  • Pilar Bongkar Bahaya Medsos bagi Anak di Tangerang Selatan, Bullying Jadi Sorotan

    Pilar Bongkar Bahaya Medsos bagi Anak di Tangerang Selatan, Bullying Jadi Sorotan

    Berita7 | TANGERANG SELATAN — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyoroti ancaman serius penggunaan gawai dan media sosial terhadap anak-anak di era digital saat ini.

    Mulai dari paparan konten negatif, bullying, hingga kekerasan seksual di lingkungan sekolah menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang kini terus mendorong pola pengasuhan modern di tengah perkembangan teknologi.

    Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri Seminar Parenting Nasional yang digelar di Gedung Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2026).

    Menurut Pilar, anak-anak saat ini tumbuh di era yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kehidupan digital membuat orang tua dan guru harus beradaptasi dengan pola pengawasan yang lebih aktif.

    “Anak-anak sekarang hidup di dunia yang serba cepat dan digital. Pola pengasuhan tidak bisa lagi memakai cara lama, tetapi harus dibarengi komunikasi, kedekatan emosional, dan pengawasan,” ujar Pilar.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan menilai penggunaan gawai tanpa pengawasan bisa berdampak serius terhadap perkembangan mental dan perilaku anak.

    Pilar mengatakan, anak-anak sangat mudah meniru apa yang mereka lihat setiap hari di media sosial. Karena itu, orang tua diminta lebih aktif membatasi akses terhadap konten negatif di internet.

    “Kita kadang tidak tahu informasi apa yang diterima anak setiap hari dari gawainya. Jangan sampai mereka terpapar konten negatif atau kata-kata buruk karena anak adalah peniru yang sangat cepat,” katanya.

    Meski demikian, Pilar menegaskan teknologi digital tetap memiliki sisi positif dan tidak bisa dihindari. Menurutnya, generasi muda tetap harus memahami teknologi agar mampu bersaing di masa depan.

    “Kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi digital, kita bisa tertinggal dari negara lain. Yang negatif harus dibendung, sedangkan yang positif harus diarahkan,” ucapnya.

    Selain media sosial, Tangerang Selatan juga tengah memberi perhatian serius terhadap maraknya kasus bullying dan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

    Pilar menilai dampak bullying bisa sangat panjang, baik bagi korban maupun pelaku. Anak yang menjadi korban bisa kehilangan rasa percaya diri, sementara pelaku dikhawatirkan terbiasa melakukan kekerasan hingga dewasa.

    Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mendeklarasikan program Sekolah Aman dan Nyaman untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.

    “Kalau bercanda itu biasa, tetapi kalau sudah bullying dampaknya bisa berbahaya bagi masa depan anak,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Pilar juga menyinggung kasus dugaan pencabulan anak yang sempat terjadi di lingkungan sekolah. Ia meminta seluruh pihak lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak.

    Menurutnya, pendidikan seksual dasar perlu diberikan sejak dini agar anak memahami batasan terhadap tubuh mereka dan berani melapor jika mengalami tindakan tidak pantas.

    “Pendidikan seksual bukan mengajarkan hal negatif, tetapi mengenalkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Pilar juga mengajak para guru meninggalkan pola pendidikan lama yang identik dengan kekerasan fisik maupun pendekatan menakutkan terhadap siswa.

    Menurutnya, anak-anak zaman sekarang lebih kritis dan membutuhkan pendekatan yang lebih interaktif agar nyaman dalam proses belajar.

    “Guru sekarang bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi pengayom bagi siswa,” katanya.

    Ia menilai metode pendidikan yang lebih menyenangkan akan membantu anak berkembang dengan karakter yang sehat sekaligus lebih mudah menyerap pelajaran.

    Di tengah perkembangan Artificial Intelligence atau AI, Pilar juga mengingatkan pentingnya membangun generasi yang adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

    “Sekarang era AI. Banyak pekerjaan bisa tergantikan teknologi. Tetapi kalau anak-anak mampu menguasai teknologi dengan baik, mereka tetap bisa bersaing,” ujarnya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah dan lembaga sosial dapat menjadi pondasi dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat secara mental, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (B7)

  • GOW Kota Tangerang Kumpulkan Puluhan Kader Wanita, Sinergi Organisasi Jadi Sorotan

    GOW Kota Tangerang Kumpulkan Puluhan Kader Wanita, Sinergi Organisasi Jadi Sorotan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tangerang kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas organisasi yang diikuti puluhan kader wanita dari berbagai organisasi di Kota Tangerang, Rabu 13 Mei 2026.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nyimas Melati itu menjadi perhatian karena menyoroti pentingnya kekompakan organisasi wanita dalam mendukung pembangunan Kota Tangerang.

    Sebanyak 65 peserta hadir dalam kegiatan bertema “Penguatan Sinergi Antarpengurus dan Anggota”. Mereka berasal dari berbagai organisasi wanita yang berada di bawah naungan GOW Kota Tangerang.

    Pelatihan ini digelar untuk memperkuat kerja sama antarpengurus sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi wanita Kota Tangerang.

    GOW Kota Tangerang Dorong Organisasi Wanita Lebih Solid

    Ketua GOW Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh organisasi wanita di Kota Tangerang.

    Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang maksimal jika para anggotanya berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi yang kuat.

    Ia menegaskan kreativitas dan ide besar dalam organisasi hanya akan menjadi wacana jika tidak dibarengi kekompakan antaranggota.

    “Saya ingin seluruh pengurus dan anggota organisasi memahami bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi menjadi kunci agar program kerja benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

    Masturoh menilai organisasi wanita memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Tangerang.

    Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dianggap menjadi langkah penting agar organisasi wanita semakin aktif dan profesional.

    Puluhan Kader Wanita Kota Tangerang Didorong Jadi Penggerak

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat pembekalan mengenai pentingnya komunikasi organisasi, kerja sama tim, hingga penguatan peran anggota dalam menjalankan program kerja.

    GOW Kota Tangerang berharap para peserta nantinya dapat menjadi penggerak di organisasinya masing-masing dan membawa dampak positif di lingkungan masyarakat.

    “Harapan kami, GOW Kota Tangerang semakin maju, solid dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” kata Masturoh.

    Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi wanita dan Pemerintah Kota Tangerang agar berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih maksimal.

    Menurutnya, organisasi wanita memiliki potensi besar untuk membantu memperkuat pembangunan sosial di Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang Dukung Penguatan Organisasi Wanita

    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pengembangan organisasi masyarakat, khususnya organisasi wanita.

    Selain menjadi wadah silaturahmi, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader wanita yang aktif, kreatif dan mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat Kota Tangerang.

    Dengan meningkatnya kapasitas organisasi, GOW Kota Tangerang diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan sosial serta mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

    Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga wanita di Kota Tangerang agar program yang dijalankan lebih terarah dan saling mendukung.

    Ke depan, GOW Kota Tangerang berencana terus menggelar kegiatan serupa secara rutin guna memperkuat kualitas organisasi dan memperluas dampak positif bagi masyarakat. (B7)

  • Kota Tangerang Perketat Hewan Kurban, Warga Diminta Jangan Asal Beli

    Kota Tangerang Perketat Hewan Kurban, Warga Diminta Jangan Asal Beli

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Puluhan lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah kini diperiksa langsung oleh tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten.

    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, aman dikonsumsi, serta memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

    Lapak yang lolos pemeriksaan langsung ditempel stiker khusus sebagai tanda hewan kurban di lokasi tersebut telah diperiksa dan dinyatakan layak.

    Langkah ini menjadi perhatian masyarakat karena permintaan hewan kurban di Kota Tangerang mulai meningkat tajam mendekati Idul Adha.

    DKP Kota Tangerang Turun Langsung ke Lapak Hewan Kurban

    Tim pemeriksa mendatangi sejumlah lapak hewan kurban, salah satunya di kawasan Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Kota Tangerang.

    Petugas memeriksa kondisi fisik hewan, usia, kelengkapan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), hingga memastikan hewan bebas dari penyakit berbahaya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pengawasan dilakukan agar masyarakat tidak khawatir saat membeli hewan kurban.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang ingin memastikan seluruh hewan yang beredar benar-benar sehat sebelum dibeli masyarakat.

    “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat memilih hewan kurban. Hewan yang dijual harus memenuhi syarat kesehatan dan syariat,” katanya.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, hewan-hewan kurban yang diperiksa dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak.

    Hewan Kurban di Kota Tangerang Didatangkan dari Berbagai Daerah

    Muhdorun menjelaskan pasokan hewan kurban di Kota Tangerang berasal dari berbagai wilayah seperti Bima, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung hingga peternak lokal Tangerang.

    Seluruh hewan yang masuk wajib melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dijual ke masyarakat.

    “Tadi dokter hewan sudah melakukan pemeriksaan langsung dan hasilnya hewan-hewan di lapak ini sehat serta layak untuk kurban,” ujarnya.

    DKP Kota Tangerang juga mencatat jumlah lapak hewan kurban mulai bertambah menjelang Idul Adha. Tahun lalu jumlah lapak mencapai lebih dari 200 titik.

    Sementara pada pendataan sementara tahun 2026, sudah ada lebih dari 60 lapak yang terdata dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

    Warga Kota Tangerang Diimbau Perhatikan Stiker dan Dokumen Hewan

    Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban.

    Warga diminta memastikan hewan memiliki kondisi sehat, cukup umur, serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

    Selain itu, masyarakat juga diminta memilih lapak yang sudah memiliki stiker pemeriksaan resmi dari DKP Kota Tangerang.

    “Lapak yang sudah diperiksa akan kami beri tanda stiker sebagai bukti hewan di lokasi tersebut aman, sehat dan layak dikonsumsi,” jelas Muhdorun.

    Pedagang Akui Penjualan Hewan Kurban Mulai Naik

    Salah satu pedagang hewan kurban di Kota Tangerang, Muhammad Amiruddin, mengaku pengawasan tahun ini jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.

    Menurutnya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari pengecekan dokumen, penimbangan hewan, pengambilan sampel darah hingga vaksinasi.

    “Hewan kurban dipastikan sehat dan bebas dari penyakit seperti PMK,” ungkapnya.

    Ia juga menyebut penjualan hewan kurban tahun ini mulai mengalami peningkatan cukup signifikan.

    Meski permintaan naik, harga hewan kurban di lapaknya masih relatif terjangkau untuk masyarakat Kota Tangerang.

    “Banyak pembeli sekarang cek dulu lewat foto dan video, tapi banyak juga yang datang langsung ke lapak sebelum transaksi,” katanya.

    Pengawasan hewan kurban di Kota Tangerang diperkirakan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha untuk memastikan seluruh hewan yang dijual aman dan layak dikurbankan. (B7

  • Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menangani kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui sinergitas bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta guna memastikan proses evakuasi dan penanganan satwa berjalan cepat, aman, dan profesional.

    Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat perkembangan kawasan perkotaan serta perubahan kondisi lingkungan.

    Dalam sepekan terakhir, BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi delapan satwa liar dari berbagai wilayah permukiman warga. Satwa yang diamankan terdiri dari dua ekor monyet, satu ekor musang, dan lima ekor ular sanca yang ditemukan di area permukiman dan titik rawan aktivitas warga.

    Seluruh satwa tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada BKSDA Jakarta untuk menjalani proses observasi, pemeriksaan kesehatan hingga pelepasliaran kembali ke habitat yang sesuai.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, penanganan satwa liar membutuhkan koordinasi yang baik agar keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan terhadap satwa dan ekosistemnya.

    “Penanganan hewan liar tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi bersama BKSDA sebagai instansi yang memiliki kewenangan dan keahlian dalam penanganan satwa liar dilindungi maupun tidak dilindungi,” ujar Mahdiar, Selasa (12/05/2026).

    Menurutnya, kehadiran BPBD tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana alam, tetapi juga merespons berbagai situasi darurat yang berpotensi membahayakan masyarakat, termasuk kemunculan hewan liar di lingkungan permukiman.

    Melalui sinergi tersebut, BPBD dan BKSDA memperkuat sistem pelaporan masyarakat, proses evakuasi lapangan, hingga penanganan pasca-evakuasi sesuai standar keselamatan dan konservasi.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan profesional.

    Kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang dan BKSDA Jakarta diharapkan mampu meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa liar di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat.

    Langkah ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadirkan pelayanan responsif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan. (B7

  • 393 Jemaah Haji Tangerang Dilepas ke Tanah Suci, Cuaca Ekstrem Arab Saudi Jadi Sorotan

    393 Jemaah Haji Tangerang Dilepas ke Tanah Suci, Cuaca Ekstrem Arab Saudi Jadi Sorotan

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Ratusan jemaah calon haji tampak memadati kawasan Taman Elektrik Kota Tangerang, Selasa pagi (12/05/2026). Suasana haru bercampur bahagia terlihat saat keluarga melepas keberangkatan para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Tangis, pelukan, hingga doa bersama mengiringi keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji Reguler Kloter 16 JKB asal Kota Tangerang menuju Asrama Haji Banten sebelum bertolak ke Arab Saudi.

    Di tengah semangat para jemaah, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang. Wakil Wali Kota Tangerang Maryono secara khusus mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji yang dikenal menguras fisik dan tenaga.

    Menurut Maryono, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan kesehatan yang maksimal. Terlebih saat ini suhu di Arab Saudi disebut dapat mencapai kategori ekstrem dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik para jemaah, khususnya lanjut usia.

    “Pesan saya, para jemaah harus menjaga kesehatan dan kebugaran fisik secara optimal. Ibadah haji merupakan ibadah fisik, ditambah cuaca yang tidak menentu dan suhu panas yang bisa mencapai kategori ekstrem,” ujar Maryono saat memberikan sambutan pelepasan jemaah.

    Keberangkatan ratusan jemaah ini menjadi momen penting bagi banyak keluarga di Kota Tangerang. Sejumlah warga terlihat rela datang sejak pagi demi mengantar orang tua maupun kerabat mereka yang akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji setelah menunggu bertahun-tahun.

    Tak sedikit keluarga yang tampak emosional saat prosesi pelepasan berlangsung. Sebagian jemaah bahkan terlihat terus melambaikan tangan dari dalam bus sambil menahan haru meninggalkan keluarga untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

    Selain mengingatkan soal kesehatan, Maryono juga memastikan Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendukung seluruh proses pelayanan haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke tanah air. Pemerintah mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Pemerintah Provinsi Banten agar seluruh proses berjalan aman dan lancar.

    Keberangkatan tahun ini juga terasa berbeda karena Asrama Haji Provinsi Banten di Cipondoh kini sudah dapat digunakan untuk memberangkatkan jemaah langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu para jemaah karena tidak perlu lagi melakukan perjalanan panjang menuju Pondok Gede seperti tahun-tahun sebelumnya.

    “Alhamdulillah, mulai tahun ini Asrama Haji Provinsi Banten di Cipondoh sudah dapat memberangkatkan jemaah langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini tentu membantu para jemaah menghemat tenaga karena tidak perlu lagi berangkat jauh ke Pondok Gede,” katanya.

    Keberadaan asrama haji di Kota Tangerang dinilai memberi dampak besar bagi kenyamanan jemaah, terutama lansia yang membutuhkan mobilitas lebih mudah dan efisien sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

    Pemerintah berharap seluruh jemaah asal Kota Tangerang dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Di balik suasana haru pelepasan tersebut, tersimpan doa besar dari keluarga yang menanti kepulangan para jemaah dalam keadaan selamat dan penuh kebahagiaan. (B7)

  • Alun-Alun Pondok Ranji Resmi Dibuka, Warga Tangsel Langsung Padati Ruang Publik Baru

    Alun-Alun Pondok Ranji Resmi Dibuka, Warga Tangsel Langsung Padati Ruang Publik Baru

    Berita7 | Tangerang Selatan — Kehadiran Alun-Alun Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur langsung disambut antusias masyarakat sejak resmi dibuka Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ruang publik baru tersebut kini ramai dipadati warga untuk bersantai, berolahraga hingga menikmati suasana kawasan yang semakin tertata.

    Sejak dibuka, masyarakat mulai memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di area alun-alun. Kehadiran ruang terbuka ini menjadi daya tarik baru bagi warga Pondok Ranji dan sekitarnya untuk berkumpul bersama keluarga maupun melakukan aktivitas positif di ruang publik.

    Salah satu warga Pondok Ranji, Audy Putri mengaku senang dengan hadirnya alun-alun baru tersebut. Menurutnya, fasilitas yang disediakan membuat masyarakat kini memiliki tempat nyaman untuk berinteraksi.

    “Senang sekali akhirnya di Pondok Ranji ada alun-alun yang bagus dan tertata seperti ini. Tadi saya datang bersama keluarga untuk melihat langsung, ternyata tempatnya nyaman dan cocok untuk warga berkegiatan,” ujarnya, Selasa (12/05/2026).

    Hal serupa juga disampaikan Fesya yang menilai Alun-Alun Pondok Ranji mampu menjadi ruang interaksi baru bagi masyarakat di kawasan Ciputat Timur.

    “Menurut saya ini bagus untuk warga karena sekarang ada ruang terbuka yang bisa dipakai bersama. Mudah-mudahan fasilitasnya bisa dijaga supaya tetap nyaman dan bersih,” katanya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan menghadirkan Alun-Alun Pondok Ranji sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang publik yang inklusif, ramah keluarga dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial maupun olahraga.

    Selain mempercantik kawasan Pondok Ranji, keberadaan alun-alun tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, hidup dan menjadi pusat aktivitas warga di Tangerang Selatan. (B7)

  • Maryono Sorot Jalan Rusak dan SPMB, Pemkot Tangerang Bergerak Cepat

    Maryono Sorot Jalan Rusak dan SPMB, Pemkot Tangerang Bergerak Cepat

    Berita7 | Kota Tangerang,.- Maryono menegaskan percepatan pelayanan publik dan pembangunan di Tangerang saat memimpin apel pegawai di Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Senin (11/05/2026). Fokus utama yang disorot mulai dari proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha, hingga percepatan perbaikan jalan rusak yang menjadi perhatian warga.

    Dalam arahannya, Maryono meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat memastikan proses SPMB jenjang SD dan SMP berjalan ketat dan minim kesalahan. Saat ini, tahapan pra-pendaftaran dan pengajuan PIN telah berjalan, sehingga verifikasi data domisili dan administrasi kependudukan diprioritaskan agar tidak memicu persoalan di tengah masyarakat.

    Selain sektor pendidikan, Pemkot Tangerang juga mulai mempercepat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama pihak terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan yang diperjualbelikan agar memenuhi standar kesehatan dan layak dikonsumsi masyarakat.

    “Data administrasi harus benar-benar dikroscek dan dimonitor secara ketat untuk meminimalisir potensi kesalahan dalam proses SPMB,” tegas Maryono.

    Ia juga menyoroti banyaknya laporan masyarakat terkait jalan rusak dan berlubang di sejumlah titik di Kota Tangerang. Momentum musim kemarau dinilai menjadi waktu tepat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur agar aktivitas warga dan distribusi ekonomi tidak terganggu.

    “Banyak laporan masyarakat yang masuk, sehingga ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

    Langkah percepatan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pelayanan publik. Perbaikan jalan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar mobilitas warga, sementara pengawasan hewan kurban memberi rasa aman bagi masyarakat menjelang Iduladha. Di sektor pendidikan, validasi data SPMB juga menjadi perhatian serius agar proses penerimaan murid berjalan adil dan transparan.

    Maryono turut mendorong seluruh organisasi perangkat daerah memperkuat inovasi pelayanan publik yang lebih cepat, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat modern. Pemkot Tangerang menargetkan pelayanan yang responsif agar berbagai persoalan warga dapat ditangani lebih efektif. (B7)

  • Bansos Terancam Dicoret, Warga Desil 5 hingga 10 Kini Jadi Sorotan Pemerintah

    Bansos Terancam Dicoret, Warga Desil 5 hingga 10 Kini Jadi Sorotan Pemerintah

    Berita7 | Jakarta — Ribuan masyarakat mulai khawatir bantuan sosial atau bansos yang biasa diterima mendadak tidak cair. Pemerintah kini menerapkan sistem desil melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan siapa yang benar-benar layak menerima bantuan dari negara.

    Perubahan sistem tersebut langsung menjadi perhatian publik karena masyarakat yang masuk kategori desil menengah hingga atas berisiko dicoret dari daftar penerima bansos. Pemerintah menilai kelompok tersebut memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik dibanding masyarakat miskin ekstrem dan rentan miskin.

    Dalam skema terbaru, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok ekonomi atau desil. Desil 1 merupakan kelompok ekonomi paling rendah, sedangkan desil 10 masuk kategori masyarakat sangat kaya. Saat ini, pemerintah memprioritaskan bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya untuk kelompok desil 1 hingga desil 4.

    Kelompok desil 5 hingga 10 mulai masuk kategori rawan dicoret dari penerima bantuan sosial karena dianggap sudah memiliki kemampuan ekonomi yang lebih stabil dibanding kelompok prioritas utama.

    Kondisi tersebut memicu banyak pertanyaan masyarakat terkait penyebab bansos tidak cair meski sebelumnya rutin menerima bantuan. Pemerintah menegaskan, penilaian dilakukan berdasarkan pemutakhiran data sosial ekonomi secara berkala melalui DTSEN.

    Beberapa faktor yang menjadi penilaian meliputi kepemilikan kendaraan, kondisi rumah, penggunaan listrik, aset keluarga hingga peningkatan penghasilan. Jika dinilai mengalami peningkatan ekonomi, status penerima bansos dapat berubah secara otomatis dalam sistem.

    “Masyarakat desil menengah ke atas berpotensi tidak lagi menjadi prioritas penerima bansos apabila dianggap memiliki kondisi ekonomi lebih baik dibanding kelompok terbawah,” demikian penjelasan dalam mekanisme DTSEN.

    Masyarakat kini diminta aktif mengecek status desil masing-masing melalui aplikasi Cek Bansos maupun situs resmi Kementerian Sosial agar mengetahui apakah masih masuk kategori penerima bantuan atau tidak.

    Pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, masyarakat juga diberikan kesempatan mengajukan usulan pembaruan data apabila merasa status ekonomi yang tercatat tidak sesuai kondisi sebenarnya.

    Melalui aplikasi Cek Bansos, warga dapat mengusulkan perubahan data yang kemudian diverifikasi langsung oleh petugas lapangan sebelum dilakukan pemeringkatan ulang oleh pemerintah.

    Pemerintah menegaskan pembaruan data DTSEN dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang paling membutuhkan. Langkah tersebut juga dilakukan agar distribusi bansos lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi penyalahgunaan bantuan. (B7