Category: Berita Utama

  • Jembatan Garuda di Panunggangan Utara Rampung, Dorong Akses Ekonomi dan Mobilitas Warga Tangerang

    Jembatan Garuda di Panunggangan Utara Rampung, Dorong Akses Ekonomi dan Mobilitas Warga Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pembangunan Jembatan Garuda di Jalan Gorong-Gorong, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, resmi selesai pada Jumat sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat yang bertujuan memperkuat akses mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar.

    Proyek Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program strategis yang mendukung peningkatan infrastruktur daerah dan kebutuhan dasar masyarakat. Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal menjelaskan bahwa pembangunan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan warga.

    Saat ini, terdapat 13 titik pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Korem 052. Dua titik masih dalam tahap pengerjaan di Tigaraksa, sementara sembilan titik lainnya sedang menjalani proses verifikasi sebelum pelaksanaan pembangunan lanjutan. Program ini menjadi salah satu upaya nyata untuk menghadirkan infrastruktur yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat bawah.

    Brigjen TNI Faizal Rizal menyampaikan bahwa pembangunan ini tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga melibatkan dukungan swadaya, CSR, serta partisipasi masyarakat.

    “Ada yang berasal dari bantuan swadaya, dukungan CSR, hingga kontribusi masyarakat dan pihak-pihak yang peduli terhadap perbaikan rumah warga kurang mampu,” ujarnya.

    Dukungan Pemerintah Daerah:

    Wakil Wali Kota Tangerang Maryono memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung.

    Ia menilai kehadiran Jembatan Garuda akan memberikan manfaat besar bagi warga, terutama dalam mempercepat akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi.

    “Jembatan ini akan sangat membantu mobilitas warga, mempercepat akses menuju sekolah, layanan kesehatan, maupun pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Maryono.

    Dampak dan Manfaat Pembangunan:

    Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi lokal. Akses yang lebih cepat dan aman akan membuka peluang pertumbuhan usaha kecil masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut.

    Pemerintah Kota Tangerang juga mendorong agar program serupa dapat diperluas ke wilayah lain seperti Batuceper dan Belendung guna memperkuat jaringan infrastruktur perkotaan yang merata.

    Selain pembangunan jembatan, program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Gentengisasi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan mampu memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi warga kurang mampu di Kota Tangerang. (B7)

  • Maryono Tegaskan PPPK Kota Tangerang Harus Disiplin dan Berintegritas Lewat Pelatihan Bela Negara

    Maryono Tegaskan PPPK Kota Tangerang Harus Disiplin dan Berintegritas Lewat Pelatihan Bela Negara

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. -Pemerintah Kota Tangerang menutup kegiatan Pelatihan Bela Negara bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 dengan menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Penutupan kegiatan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, di Kampung Wisata Gowes Serua, Depok, Kamis (07/05/2026).

    Pelatihan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang bekerja sama dengan Kodim 0508/Depok tersebut berlangsung sejak Selasa lalu dan diikuti para PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Berbagai kegiatan fisik, pembentukan karakter, hingga outbound menjadi bagian dari upaya memperkuat mental dan kedisiplinan aparatur.

    Bangun Mental Aparatur yang Tangguh

    Dalam amanatnya, Maryono menegaskan bahwa pelatihan bela negara tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan mentalitas aparatur yang profesional.

    Menurutnya, aparatur sipil negara harus memiliki kedisiplinan tinggi serta mampu menunjukkan integritas dalam setiap tanggung jawab yang dijalankan.

    “Disiplin menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun aparatur yang profesional dan berkualitas. Selain itu, integritas juga harus dijaga agar mampu menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujar Maryono.

    Ia menilai, tantangan birokrasi dan pelayanan publik saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kemampuan, tetapi juga kuat secara mental dan karakter.

    Perkuat Jiwa Pengabdian dan Nasionalisme

    Maryono mengatakan, semangat bela negara perlu dimiliki setiap aparatur sebagai bentuk kesiapan menghadapi perubahan zaman yang terus berkembang. ASN, termasuk PPPK, dituntut mampu bekerja cepat, adaptif, dan tetap memiliki jiwa pelayanan kepada masyarakat.

    “ASN saat ini harus tangguh, adaptif, dan memiliki jiwa pengabdian yang tinggi. Melalui pelatihan ini kami ingin membentuk aparatur yang siap bekerja sekaligus siap menghadapi tantangan dengan mental yang kuat dan semangat kebangsaan,” katanya.

    Ia berharap nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan langsung dalam pekerjaan sehari-hari di lingkungan pemerintahan.

    Dorong PPPK Terus Berkembang

    Selain memberikan pembekalan karakter, Maryono juga memotivasi para peserta agar terus mengembangkan kemampuan dan tidak ragu menunjukkan potensi terbaiknya di lingkungan pemerintahan.

    Menurutnya, PPPK memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi besar dalam pembangunan daerah apabila memiliki dedikasi dan kualitas kerja yang baik.

    “Saya yakin ke depan kalian bisa menjadi generasi penerus di pemerintahan. Jangan pernah ragu berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaik. Siapa bilang PPPK tidak bisa menjadi pejabat, mulai hari ini ayo buktikan,” tegasnya.

    Pelatihan Bela Negara PPPK Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan aparatur yang profesional, disiplin, serta memiliki loyalitas tinggi dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di Kota Tangerang. (B7)

  • Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Kota Tangerang GMNI Gelar Aksi Mimbar Bebas Tolak MBG Masuk Kampus

    Berita7 | Kota Tangerang — GMNI resmi melakukan aksi mimbar bebas di kawasan Tugu Adipura pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kritik kebijakan publik terutama bagi sektor pendidikan dan buruh di wilayah tersebut.

    Sebanyak puluhan massa aksi tercatat mengalami peningkatan eskalasi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keresahan dari sebelumnya yang hanya fokus pada isu kenaikan UKT.

    “Kampus membutuhkan dukungan riset dan penelitian, bukan program yang tidak menyentuh akar persoalan pendidikan tinggi,” ujar Elwin Mendrova, Ketua DPC GMNI Kota Tangerang.

    Ia menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang lebih membutuhkan subsidi BBM dan peningkatan kesejahteraan guru honorer.

    Sejumlah pihak terkait menyambut baik langkah tersebut karena memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui fungsi pengawasan sosial yang dilakukan mahasiswa.

    GMNI Kota Tangerang berharap gerakan ini terus berlanjut untuk meningkatkan transparansi kebijakan nasional di wilayah tersebut. (B7)

  • Program Gratis Bus Tayo dan Si Benteng Masih Aktif, Pelajar Tangerang Diuntungkan

    Program Gratis Bus Tayo dan Si Benteng Masih Aktif, Pelajar Tangerang Diuntungkan

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan program layanan transportasi umum Bus Tayo dan Si Benteng gratis untuk pelajar masih terus berjalan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelajar di seluruh wilayah Kota Tangerang.

    Program ini menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah daerah dalam mendukung mobilitas pelajar menuju sekolah sekaligus meringankan beban biaya transportasi keluarga.

    Direktur PT Tangerang Nusantara Global (TNG), Muhamad Rijal, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan pelayanan publik di sektor transportasi.

    “Program Bus Tayo dan Si Benteng gratis untuk pelajar masih dan akan terus berlaku, sebagai salah satu program utama Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono,” ujar Rijal, Kamis (7/5/2026).

    Ia menambahkan, Pemkot Tangerang juga terus mendorong masyarakat untuk beralih ke sistem pembayaran nontunai dalam penggunaan transportasi umum, termasuk Bus Tayo dan Si Benteng.

    Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus meminimalisir transaksi tunai di lapangan.

    “Masyarakat juga diimbau untuk melakukan pembayaran nontunai saat menggunakan Bus Tayo dan Si Benteng. Tidak melakukan pembayaran secara tunai kepada para sopir,” tambahnya.

    Program transportasi gratis ini berlaku bagi seluruh pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA atau sederajat di Kota Tangerang. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah pelajar wajib mengenakan seragam sekolah saat menggunakan layanan tersebut.

    Layanan Bus Tayo dan Si Benteng gratis beroperasi setiap hari kerja, yakni Senin hingga Jumat, mengikuti jam operasional angkutan kota yang disesuaikan dengan waktu keberangkatan dan kepulangan sekolah.

    Rijal menjelaskan, jam operasional layanan gratis dibagi ke dalam tiga sesi utama agar dapat menjangkau kebutuhan mobilitas pelajar secara optimal.

    “Adapun jam operasional layanan gratis dibagi dalam tiga waktu, yakni pagi hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 07.30 WIB, siang pukul 12.00 WIB sampai 15.00 WIB, serta sore hari pukul 16.30 WIB hingga 18.00 WIB,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kebiasaan penggunaan transportasi umum sejak dini di kalangan pelajar.

    Selain itu, keberadaan Bus Tayo dan Si Benteng diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di Kota Tangerang, terutama pada jam sibuk sekolah.

    “Selain membantu mengurangi biaya transportasi bagi keluarga, keberadaan Bus Tayo dan Si Benteng juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta mendorong penggunaan transportasi umum di kalangan pelajar sejak dini,” tutup Rijal.

    Pemkot Tangerang menilai keberlanjutan program ini menjadi bagian penting dari transformasi layanan transportasi perkotaan yang lebih modern, inklusif, dan ramah

    pelajar.

    Dengan adanya layanan gratis ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang terbiasa menggunakan transportasi umum sehingga dapat mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan di Kota Tangerang. (B7)

  • Bukan Main, Pemuda Karawaci Ini Ubah Karang Taruna Jadi Digital dan Raih Juara

    Bukan Main, Pemuda Karawaci Ini Ubah Karang Taruna Jadi Digital dan Raih Juara

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pemuda Karawaci Raih Juara Karang Taruna Kota Tangerang, Dorong Digitalisasi dan Ketahanan Ekonomi Warga

    Semangat pengabdian tanpa pamrih ditunjukkan oleh salah satu kader Karang Taruna Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Setelah sembilan tahun mengabdi, Achmad Syafe’i berhasil meraih predikat juara terbaik dalam ajang apresiasi Karang Taruna tingkat Kota Tangerang.

    Pria yang menjabat sebagai Bendahara Umum Karang Taruna Kecamatan Karawaci itu dinilai berhasil menghadirkan inovasi di tingkat organisasi, terutama dalam mendorong digitalisasi administrasi dan pengembangan sistem informasi berbasis web.

    Achmad mengembangkan situs resmi Karang Taruna Kecamatan Karawaci sebagai upaya modernisasi tata kelola organisasi pemuda agar lebih transparan, cepat, dan mudah diakses.

    “Alhamdulillah, predikat juara terbaik ini saya persembahkan sebagai motivasi bagi rekan-rekan pemuda lainnya agar terus semangat berkontribusi bagi wilayahnya,” ujar Achmad yang telah aktif di Karang Taruna sejak 2018.

    Selain fokus pada digitalisasi organisasi, ia juga menginisiasi program Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) di wilayah Karawaci. Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para anggota Karang Taruna dan masyarakat sekitar.

    Menurutnya, pemuda harus hadir sebagai penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, tidak hanya dalam kegiatan sosial tetapi juga dalam sektor ekonomi dan teknologi.

    “Karang Taruna harus menjadi garda terdepan dalam kegiatan kepemudaan. Kami berharap adanya dukungan pemerintah, termasuk dalam bentuk insentif, agar seluruh program dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Keberhasilan Achmad Syafe’i menjadi bukti bahwa konsistensi dan inovasi mampu menjadikan pemuda sebagai motor penggerak pembangunan, khususnya di tingkat kelurahan dan kecamatan. (B7)

  • 10 Juta Dugaan Suap Rekrutmen Nakes di Karawang Terungkap, Praktik Bobrok RSUD Disorot

    10 Juta Dugaan Suap Rekrutmen Nakes di Karawang Terungkap, Praktik Bobrok RSUD Disorot

    Berita7 | Karawang — Dugaan pungutan liar dan suap dalam rekrutmen tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok mulai terkuak. Kasus dugaan uang sogokan sebesar Rp10 juta yang menyeret oknum Kepala Puskesmas Kalangsari kini memicu sorotan luas dan disebut menjadi pintu masuk terbongkarnya praktik rekrutmen bermasalah di lingkungan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Karawang.

    Praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan, Asep Agustian atau yang dikenal dengan sapaan Askun, menilai persoalan ini bukan kasus tunggal. Ia menduga praktik serupa sudah lama terjadi dan melibatkan lebih banyak pihak dalam sistem rekrutmen tenaga kesehatan di bawah naungan Pemkab Karawang.

    Sebanyak Rp10 juta diduga diminta dalam proses penerimaan tenaga kesehatan di RSUD Rengasdengklok. Meski dikabarkan sebagian uang telah dikembalikan, Askun menegaskan pengembalian uang tidak otomatis menghapus unsur pidana yang telah terjadi dalam dugaan praktik suap tersebut.

    “Meski duitnya sudah dikembalikan, bukan berarti menghilangkan dugaan tindak pidana,” tegas Askun, Kamis (7/5/2026).

    Ia menjelaskan, dalam hukum pidana terdapat unsur mens rea atau niat jahat dan actus reus sebagai tindakan nyata yang melanggar hukum. Menurutnya, dugaan transaksi uang dalam proses rekrutmen sudah cukup menjadi alarm serius untuk dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap sistem kepegawaian di sektor kesehatan Karawang.

    Askun juga meminta Dinas Kesehatan Karawang segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh proses rekrutmen Nakes di rumah sakit daerah. Ia mendesak agar seluruh data penerimaan pegawai diperiksa, termasuk dugaan adanya titipan keluarga atau praktik orang dalam yang selama ini disebut sulit disentuh.

    “Saya minta Kepegawaian Dinkes mengecek semua sistem rekrutmen Nakes, orang mana saja dan anak siapa saja yang masuk. Karena persoalan ini menjadi bukti bobroknya rekrutmen kepegawaian di Dinkes,” katanya.

    Tak hanya itu, Askun juga meminta Bupati Karawang melalui Sekretaris Daerah dan Baperjakat turun tangan melakukan evaluasi besar-besaran. Ia menilai oknum ASN yang terbukti bermain dalam praktik rekrutmen harus diberi sanksi tegas hingga mutasi jabatan agar tidak terus merusak sistem pelayanan publik.

    Selain dugaan pungli di RSUD Rengasdengklok, Askun mengaku menerima informasi adanya kepala puskesmas lain yang diduga memasukkan anggota keluarganya menjadi honorer tenaga kesehatan. Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat biasa semakin sulit mendapatkan peluang kerja secara adil.

    Sejumlah tenaga kesehatan dan warga Karawang mulai angkat suara atas kasus ini. Banyak pihak berharap dugaan pungli rekrutmen Nakes benar-benar dibongkar hingga tuntas agar pelayanan kesehatan daerah tidak lagi dicederai praktik titipan dan uang pelicin.

    Askun bahkan meminta korban lain untuk berani “bernyanyi” dan melaporkan dugaan praktik suap yang pernah dialami. Ia menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan demi membuka tabir dugaan mafia rekrutmen tenaga kesehatan di Karawang.

    Pihaknya berharap langkah pengungkapan kasus ini menjadi momentum membersihkan sistem rekrutmen tenaga kesehatan agar lebih transparan, profesional, dan bebas pungli. Menurutnya, Karawang yang maju harus dibangun dengan sistem bersih tanpa praktik curang yang merugikan masyarakat kecil. (B7)

  • 2.000 Lapak Hewan Kurban di Kota Tangerang Mulai Diawasi, Pemkot Pastikan Hewan Sehat dan Aman

    2.000 Lapak Hewan Kurban di Kota Tangerang Mulai Diawasi, Pemkot Pastikan Hewan Sehat dan Aman

    Berita7 | Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang mulai melakukan pendataan dan pengawasan lapak hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat, layak konsumsi, serta aman bagi masyarakat yang akan berkurban tahun ini.

    Melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, tim lapangan sudah diterjunkan ke sejumlah kecamatan guna melakukan pemeriksaan langsung terhadap lapak penjualan hewan kurban. Pengawasan mencakup kebersihan lokasi, kesehatan hewan, hingga kelengkapan dokumen resmi dari daerah asal hewan.

    Sebanyak ratusan lapak hewan kurban kini mulai didata dan diverifikasi oleh petugas. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh pedagang memenuhi standar kesehatan dan kelayakan yang telah ditetapkan pemerintah daerah menjelang meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban.

    “Kami sudah mulai menerjunkan tim lapangan untuk melakukan pendataan dan pengawasan lapak hewan kurban. Tidak hanya pendataan, kami juga akan melakukan labelisasi pada lapak yang memenuhi kriteria kebersihan dan kesehatan,” ujar Muhdorun, Kamis (7/5/2026).

    Ia menegaskan, pengawasan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lapak semata, tetapi juga bertujuan menjaga kesehatan masyarakat secara luas. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik hewan, usia hewan kurban, hingga pengecekan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

    Selain itu, lapak yang telah lolos pemeriksaan akan diberikan stiker resmi dari DKP Kota Tangerang. Labelisasi tersebut menjadi penanda bahwa lapak sudah memenuhi standar kesehatan dan keamanan sehingga masyarakat lebih mudah memilih lokasi pembelian hewan kurban yang terpercaya.

    Pemkot Tangerang juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Warga diimbau memilih hewan yang sehat, aktif, tidak cacat, serta membeli di lapak yang sudah mendapatkan pengawasan resmi dari pemerintah daerah.

    Sejumlah pedagang dan warga mengaku mendukung langkah pengawasan tersebut karena dinilai membantu meningkatkan rasa aman saat membeli hewan kurban. Pengawasan ketat juga dianggap mampu mencegah penyebaran penyakit hewan dan menjaga kualitas daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap proses pendataan dan pengawasan lapak hewan kurban dapat berjalan maksimal hingga mendekati Hari Raya Iduladha. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan kurban yang aman, sehat, tertib, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang dijual di Kota Tangerang. (B7)

  • 150 Kilogram Maggot Diproduksi di Tangerang, Sampah Organik Berhasil Diurai dalam 27 Hari

    150 Kilogram Maggot Diproduksi di Tangerang, Sampah Organik Berhasil Diurai dalam 27 Hari

    Berita7 | Kota Tangerang — Inovasi pengelolaan sampah organik di Kota Tangerang kembali menunjukkan hasil positif. Melalui budi daya lalat black soldier fly (BSF), kelompok pengelola sampah mandiri di Gerendeng mampu menghasilkan 90 hingga 150 kilogram maggot dalam satu periode produksi dengan siklus cepat hanya 27 hari.

    Program pengolahan sampah berbasis maggot BSF tersebut kini menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

    Ketua KIM Gerendeng Hok Tjuan Wula Djana menjelaskan, keberhasilan budidaya maggot tersebut terletak pada efisiensi waktu produksi serta kemandirian siklus yang terus dijaga secara konsisten setiap harinya.

    “Kami memulai proses dari penetasan telur menggunakan media sederhana seperti ampas kelapa dan sisa nasi. Setelah menetas, larva diberikan nutrisi dari cacahan sayuran dan berbagai jenis sampah organik secara terukur. Dalam waktu 15 hingga 20 hari, maggot sudah bisa dipanen,” terangnya.

    Sebanyak 90 hingga 150 kilogram maggot kini dapat diproduksi dalam satu periode panen. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pengolahan sampah organik dengan metode BSF mampu berjalan efektif sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pengurangan beban sampah lingkungan.

    Tidak hanya fokus pada produksi, pengelola juga menerapkan sistem keberlanjutan dengan menyisihkan sekitar 10 persen hasil panen untuk dijadikan calon indukan agar siklus produksi tetap berjalan tanpa ketergantungan dari luar.

    Strategi tersebut dinilai berhasil menjaga ketersediaan telur BSF setiap hari sehingga proses budidaya dapat berlangsung stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

    “Dari 10 persen calon indukan yang disisihkan, hanya butuh beberapa hari hingga mereka bertelur kembali. Setiap pagi kami rutin melakukan panen telur, sehingga siklus dari telur ke telur lagi totalnya hanya 27 hari. Ini yang membuat ketersediaan maggot di tempat kami tetap terjaga,” tambahnya.

    Ia menegaskan, sistem budidaya maggot BSF bukan hanya membantu mengurangi tumpukan sampah organik, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru melalui hasil panen maggot yang memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan ternak maupun ikan.

    Selain itu, metode penguraian sampah menggunakan maggot BSF juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mempercepat proses pembusukan tanpa menimbulkan pencemaran yang berlebihan.

    Saat ini, sebagian besar sampah organik yang diolah berasal dari limbah rumah tangga, sisa sayuran hingga bahan makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi penumpukan sampah di lingkungan sekitar.

    Melihat potensi besar tersebut, pihak pengelola berharap adanya dukungan fasilitas dan perluasan lahan agar kapasitas pengolahan sampah organik dapat meningkat lebih besar lagi di masa mendatang.

    “Target kami adalah mampu mengurai lebih banyak lagi sampah organik dari lingkungan sekitar. Jika fasilitas lebih luas, kapasitas produksi maggot pun akan naik tajam, sehingga dampak positifnya terhadap pengurangan beban sampah di TPA akan semakin terasa,” pungkasnya.

    Sejumlah warga mengaku mulai tertarik mempelajari metode pengelolaan sampah menggunakan maggot BSF karena dinilai praktis, efisien dan memiliki manfaat ekonomi yang cukup menjanjikan.

    Tidak sedikit masyarakat yang kini melihat pengolahan sampah organik bukan lagi sekadar aktivitas lingkungan, tetapi juga peluang usaha baru yang bisa dikembangkan secara mandiri di lingkungan permukiman.

    Keberhasilan budidaya maggot BSF oleh KIM Gerendeng diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Tangerang untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah mandiri berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

    Dengan pengembangan yang lebih luas, sistem pengolahan sampah menggunakan maggot BSF diproyeksikan mampu membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (B7)

  • Pemkot Tangerang Bangun Drainase Silang di Periuk, Banjir Ditargetkan Berkurang Drastis

    Pemkot Tangerang Bangun Drainase Silang di Periuk, Banjir Ditargetkan Berkurang Drastis

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang langsung mempercepat pembangunan saluran drainase silang atau crossing drainase di Jalan Utama Grand Duta Periuk untuk mengurangi potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Proyek tersebut kini mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan.

    Pembangunan drainase silang dilakukan di wilayah RW 23 Gebang Raya, Kecamatan Periuk, sebagai bagian dari langkah percepatan mitigasi banjir yang terus diperkuat Pemkot Tangerang di sejumlah titik rawan genangan.

    Camat Periuk Andhika Nugraha Krisyna menuturkan, pembangunan saluran drainase silang mulai berjalan setelah dilakukan peninjauan langsung bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang.

    “Kami telah melakukan peninjauan saluran drainase silang tepatnya di RW 23 Gebang Raya, yang sedang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang. Proses pengerjaan sudah mulai berjalan serta ditargetkan dapat tuntas dalam beberapa hari mendatang,” ujar Andhika, Rabu (6/5/2026).

    Pemkot Tangerang memastikan pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mempercepat pembuangan genangan ketika hujan deras turun.

    Selama ini, kawasan Jalan Utama Grand Duta Periuk menjadi salah satu titik yang membutuhkan optimalisasi sistem drainase karena tingginya debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

    Sebanyak sejumlah alat berat dan pekerja lapangan kini dikerahkan untuk mempercepat proses pengerjaan, mulai dari pembongkaran jalan hingga pemasangan beton saluran drainase silang di lokasi proyek.

    “Proses pembongkaran jalannya sudah berlangsung kemarin, beton saluran drainase silangnya juga sudah mulai dipasang. Semoga adanya saluran drainase silang ini bisa melancarkan aliran dan meminimalkan banjir yang dapat merugikan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

    Ia menegaskan, pembangunan drainase silang tidak hanya berfokus pada penanganan genangan sementara, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Periuk.

    Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu memperlancar sirkulasi air antar saluran yang sebelumnya kerap tersendat akibat kapasitas drainase lama yang dinilai kurang optimal.

    Pemkot Tangerang juga terus melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan banjir lainnya untuk memastikan penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan merata di seluruh wilayah kota.

    Langkah percepatan pembangunan drainase ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya saat memasuki musim hujan dengan curah tinggi.

    Sejumlah warga sekitar mengaku menyambut positif pembangunan drainase silang tersebut karena selama ini genangan air sering menghambat aktivitas harian warga dan pengguna jalan.

    Masyarakat berharap pembangunan dapat segera selesai agar aliran air menjadi lebih lancar dan lingkungan sekitar terbebas dari genangan yang berpotensi menyebabkan kerusakan jalan maupun gangguan kesehatan.

    Tidak hanya itu, keberadaan saluran drainase silang juga diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan serta mendukung mobilitas warga menjadi lebih aman dan nyaman.

    Pemkot Tangerang berharap pembangunan sistem drainase modern ini dapat menjadi solusi efektif dalam menekan risiko banjir sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur perkotaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

    Dengan percepatan pembangunan tersebut, Pemkot Tangerang optimistis wilayah Periuk dapat memiliki sistem pengendalian banjir yang lebih optimal sehingga masyarakat tidak lagi khawatir menghadapi genangan saat hujan deras turun. (B7)

  • 195 Segmen Jalan di Kota Tangerang Rampung Diperbaiki, Ribuan Meter Jalan Kini Lebih Aman

    195 Segmen Jalan di Kota Tangerang Rampung Diperbaiki, Ribuan Meter Jalan Kini Lebih Aman

    Berita7 | Kota Tangerang — Sebanyak 195 segmen jalan berlubang di Kota Tangerang langsung diperbaiki Pemerintah Kota Tangerang dalam sebulan terakhir. Perbaikan yang mencapai 9.135,79 meter persegi itu dilakukan merata di seluruh kecamatan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengendara.

    Kegiatan percepatan perbaikan jalan tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang dengan fokus utama pada penambalan jalan berlubang menggunakan material hotmix di sejumlah ruas strategis.

    Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni menuturkan, tim lapangan terus bergerak tanpa henti untuk memastikan kerusakan jalan dapat segera ditangani demi mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan di wilayah perkotaan.

    “Sebulan terakhir ini tim lapangan tidak berhenti melakukan percepatan perbaikan jalan di semua wilayah. Ada 195 segmen jalan yang telah rampung diperbaiki dengan mayoritas perbaikan terfokus pada penambalan lubang jalan menggunakan hotmix,” ujar Taufik, Rabu (6/5/2026).

    Pemkot Tangerang juga memastikan proses perbaikan dilakukan dengan menyasar sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur strategis penghubung antarwilayah dan memiliki mobilitas kendaraan tinggi setiap harinya.

    Beberapa ruas jalan prioritas yang telah mendapatkan penanganan di antaranya Jalan Moh. Toha Karawaci, Jalan Rasuna Said Pinang, Jalan Husein Sastranegara Benda hingga Jalan Underpass Ciledug Raya yang selama ini menjadi akses vital masyarakat.

    “Sejumlah ruas jalan strategis tetap menjadi prioritas percepatan perbaikan jalan ke depannya, namun kami juga terus merespons laporan dari masyarakat untuk langsung ditangani dalam waktu secepat-cepatnya,” tambahnya.

    Tidak hanya fokus pada jalan utama, Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan penanganan laporan masyarakat terkait jalan rusak di lingkungan permukiman maupun akses penghubung antarwilayah. Langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat merasakan dampak langsung dari peningkatan kualitas infrastruktur.

    Selain itu, percepatan perbaikan jalan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan hingga mobilitas harian warga yang selama ini kerap terganggu akibat jalan berlubang.

    Warga pun mengaku mulai merasakan perubahan setelah sejumlah titik kerusakan berhasil diperbaiki. Banyak pengendara menilai kondisi jalan kini lebih nyaman dilalui terutama saat jam sibuk maupun ketika hujan turun.

    Perbaikan menggunakan hotmix dinilai lebih efektif karena mampu memberikan permukaan jalan yang lebih kuat dan tahan terhadap tekanan kendaraan berat. Dengan metode tersebut, pemerintah berharap kualitas jalan dapat bertahan lebih lama dan meminimalkan kerusakan berulang.

    Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan yang terus berkembang pesat di Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang menargetkan kegiatan perbaikan jalan dapat terus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan agar seluruh akses jalan di Kota Tangerang berada dalam kondisi aman, nyaman dan layak digunakan masyarakat.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan responsif terhadap kebutuhan warga. (B7)