Author: dauroh

  • Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi Dorong KTP Elektronik Tak Lagi Difotokopi di Layanan Publik

    Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi Dorong KTP Elektronik Tak Lagi Difotokopi di Layanan Publik

    Berita7 | Jakarta,. – Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, mendorong penerapan penggunaan KTP elektronik tanpa fotokopi dalam berbagai layanan publik di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan digitalisasi administrasi kependudukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat, aman, dan efisien.

    Menurut Teguh, KTP elektronik sebenarnya sudah dilengkapi chip yang menyimpan data biometrik penduduk sehingga tidak lagi perlu difotokopi untuk kebutuhan administrasi.

    Ia menjelaskan, data dalam KTP elektronik dapat dibaca langsung menggunakan alat card reader yang sudah disiapkan untuk mendukung sistem layanan berbasis digital.

    “Sebenarnya KTP itu tidak perlu lagi difotokopi karena untuk membaca data sudah ada card reader,” kata Teguh Setyabudi.

    Meski demikian, Kemendagri mengakui implementasi sistem tersebut masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga lembaga pelayanan publik lainnya.

    Pemerintah juga terus mengimbau seluruh lembaga pengguna data kependudukan agar mulai meninggalkan kebiasaan administrasi manual yang dianggap sudah tidak relevan di era digital saat ini.

    Teguh menegaskan, Dukcapil telah meminta berbagai lembaga pengguna layanan kependudukan untuk mulai beralih menggunakan sistem pembacaan data digital melalui card reader agar masyarakat tidak lagi dibebani urusan fotokopi identitas.

    Selain mempercepat pelayanan, penggunaan teknologi pembacaan KTP elektronik juga dinilai mampu meningkatkan perlindungan data pribadi masyarakat dan meminimalisasi risiko penyalahgunaan dokumen identitas.

    Dengan integrasi data yang semakin kuat, pemerintah berharap pelayanan publik di Indonesia dapat berjalan lebih modern, praktis, dan efisien.

  • Ribuan Buruh Padati Stadion Benteng Reborn, Disnaker Kota Tangerang Perkuat Sinergi dan Peningkatan Kompetensi Pekerja

    Ribuan Buruh Padati Stadion Benteng Reborn, Disnaker Kota Tangerang Perkuat Sinergi dan Peningkatan Kompetensi Pekerja

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Ribuan buruh dari berbagai organisasi pekerja se-Kota Tangerang memadati Stadion Benteng Reborn dalam puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Sabtu (9/5/2026). Suasana berlangsung meriah dengan penuh semangat kebersamaan antara pekerja, pemerintah daerah, dan unsur dunia usaha.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, jajaran Forkopimda Kota Tangerang, hingga perwakilan serikat pekerja dari berbagai sektor industri.

    Momentum May Day tahun ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Tangerang bersama para pekerja dalam memperkuat hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. Berbagai hiburan rakyat hingga pembagian ratusan door prize turut memeriahkan kegiatan sebagai bentuk apresiasi kepada para pekerja yang selama ini menjadi penggerak roda ekonomi daerah.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan, peringatan Hari Buruh bukan hanya agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi seluruh unsur ketenagakerjaan di Kota Tangerang.

    “Setiap tahun kegiatan ini terus konsisten dilaksanakan. Kami terus berkolaborasi dengan pekerja, perusahaan, fasilitator maupun masyarakat,” ujar Ujang.

    Ia menjelaskan, dalam rangkaian May Day 2026, Disnaker Kota Tangerang juga menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti pendidikan, pemeriksaan kesehatan, hingga kegiatan sosial bagi para pekerja.

    Menurutnya, peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah agar dunia usaha di Kota Tangerang semakin berkembang dan mampu bersaing di tengah dinamika industri yang terus berubah.

    “Profesionalisme tenaga kerja penting agar dunia usaha bisa berjalan dengan baik dan terus maju. Karena itu kami terus mendorong inovasi serta peningkatan kompetensi pekerja,” katanya.

    Disnaker Kota Tangerang juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program ketenagakerjaan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kalangan pekerja.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa Hari Buruh Internasional merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi besar para pekerja dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

    “Bapak dan ibu semua adalah bagian penting dari kemajuan Kota Tangerang. Buruh dan pekerja memiliki peran besar dalam menjaga roda ekonomi tetap bergerak dan mendukung pembangunan daerah,” ungkap Sachrudin.

    Ia menilai, kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan pekerja. Karena itu, hubungan kerja yang harmonis menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, produktif, dan kompetitif.

    “Ketika pekerja sejahtera dan industri berkembang, maka daerah juga akan semakin maju,” tuturnya.

    Sebagai kota industri dan jasa yang terus berkembang, Pemerintah Kota Tangerang terus menghadirkan berbagai program untuk mendukung peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Mulai dari program On The Job Training (OJT), pelatihan kerja berbasis kompetensi, fasilitasi penempatan tenaga kerja, job fair, hingga perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

    “Kami ingin para pekerja di Kota Tangerang memiliki kompetensi yang semakin baik, terlindungi, dan mampu bersaing di tengah perkembangan dunia kerja yang terus berubah,” tandasnya. (B7)

  • Warga Setu Ambil Langkah di Turap Longsor, Dampaknya Mulai Terlihat di Tangerang Selatan Setelah Sebulan Belum Ditangani

    Warga Setu Ambil Langkah di Turap Longsor, Dampaknya Mulai Terlihat di Tangerang Selatan Setelah Sebulan Belum Ditangani

    Berita7 | Tangerang Selatan,. – Turap penahan tanah di Kampung Sengkol, RT 06 RW 02, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, yang longsor sejak lebih dari satu bulan lalu hingga kini belum mendapatkan penanganan serius. Kondisi tersebut membuat warga mulai khawatir karena hujan yang masih sering turun pada Mei 2026 berpotensi memicu longsor susulan di sekitar permukiman.

    Situasi itu kini memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai kerusakan turap bukan sekadar persoalan lingkungan biasa, melainkan ancaman yang bisa membahayakan keselamatan rumah dan aktivitas warga di kawasan Setu.

    Meski sejumlah pejabat sempat turun ke lokasi saat kejadian pertama kali terjadi, masyarakat mengaku belum melihat adanya langkah nyata untuk membangun kembali turap yang ambruk tersebut.

    Aksi Warga di Tengah Minimnya Penanganan

    Karena belum ada perbaikan permanen, warga akhirnya memilih melakukan langkah darurat secara swadaya. Pada Minggu (10/05/2026), masyarakat setempat berinisiatif mendatangkan alat berat menggunakan dana hasil patungan warga.

    Langkah tersebut dilakukan agar kondisi tanah di sekitar lokasi tidak semakin bergerak dan memicu longsor tambahan saat hujan turun deras.

    Salah satu warga, Njay, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah berharap ada tindak lanjut cepat dari pemerintah setelah sejumlah pihak melakukan peninjauan ke lokasi longsor.

    “Sudah ada yang datang pak waktu kejadian, mulai dari BPBD Kota Tangerang Selatan, Ketua DPRD Abdul Rasyid, lurah, serta anggota DPRD lainnya. Namun sampai sekarang belum ada tindakan lanjutan mengenai hal tersebut,” ujar Njay.

    Menurutnya, warga tidak ingin menunggu kondisi semakin parah sebelum ada penanganan serius dari pemerintah daerah.

    Dampak Longsor Mulai Dirasakan Warga

    Kondisi turap yang longsor membuat warga di sekitar Kampung Sengkol merasa waswas setiap kali cuaca memburuk. Apalagi, wilayah Tangerang Selatan dalam beberapa pekan terakhir masih kerap diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

    Warga khawatir longsor susulan dapat terjadi sewaktu-waktu dan berdampak langsung terhadap rumah maupun akses lingkungan sekitar. Selain faktor keamanan, masyarakat juga menilai kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan aktivitas harian warga.

    Karena itu, penanganan sementara yang dilakukan secara gotong royong dianggap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko lebih besar sebelum adanya pembangunan ulang dari pemerintah.

    “Kami mulai hari ini berinisiatif mendatangkan alat berat menggunakan dana patungan warga,” kata Njay.

    Aksi swadaya tersebut sekaligus menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen.

    Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah cepat untuk membangun kembali turap penahan tanah yang longsor. Menurut masyarakat, keberadaan turap sangat penting untuk menjaga struktur tanah tetap stabil, terutama saat musim hujan.

    Selain meminta percepatan pembangunan, warga juga berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap titik rawan longsor lainnya di kawasan permukiman padat.

    “Kami berharap pemerintah bisa segera membangun kembali turap yang sudah longsor. Kami khawatir dengan cuaca seperti ini bisa menambah longsor lagi,” pungkas Njay.

    Masyarakat berharap penanganan infrastruktur lingkungan tidak berlarut-larut karena dampaknya langsung dirasakan warga sekitar.

    Kasus longsornya turap di Kecamatan Setu menjadi sorotan terkait pentingnya perawatan infrastruktur lingkungan di wilayah Tangerang Selatan. Pertumbuhan kawasan permukiman yang semakin padat membuat keberadaan turap dan drainase menjadi sangat vital untuk menjaga keamanan lingkungan.

    Warga berharap pemerintah daerah dapat mempercepat penanganan di titik-titik rawan longsor, terutama saat kondisi cuaca masih tidak menentu sepanjang 2026. Selain pembangunan ulang, masyarakat juga meminta adanya langkah mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

    Dengan kondisi yang masih rawan, warga Kampung Sengkol kini hanya berharap pemerintah segera turun tangan sebelum longsor susulan benar-benar terjadi dan membahayakan lebih banyak permukiman di kawasan Setu. (DRA)

  • Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan Ambil Langkah Tegas di Kawasan Sipon, Penertiban PKL dan Parkir Liar Mulai Berdampak ke Warga

    Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan Ambil Langkah Tegas di Kawasan Sipon, Penertiban PKL dan Parkir Liar Mulai Berdampak ke Warga

    Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat penataan kawasan padat aktivitas di wilayah Sipon, Cipondoh, melalui langkah penertiban pedagang kaki lima dan parkir liar yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Penataan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan yang meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keteraturan kawasan.

    Kegiatan penertiban yang berlangsung hari ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi warga maupun pengguna jalan. Kawasan Sipon selama ini dikenal sebagai titik aktivitas masyarakat dengan mobilitas tinggi, terutama pada jam sibuk pagi hingga malam hari.

    Pemkot Tangerang menilai penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Karena itu, langkah penertiban dilakukan secara bertahap dengan pendekatan persuasif dan pengawasan lapangan yang lebih intensif.

    Penertiban dilakukan menyusul banyaknya aktivitas yang memicu kemacetan dan mengganggu akses jalan di kawasan Sipon. Pemerintah Kota Tangerang bersama jajaran terkait turun langsung untuk memastikan area publik tetap bisa digunakan secara tertib.

    Dalam keterangannya, Mulyani menegaskan bahwa langkah penataan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku dan bertujuan menciptakan kondisi lingkungan yang lebih berkelanjutan.

    “Kita harap penertiban yang berlangsung dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Mulyani.

    Pemkot Tangerang juga menilai penataan kawasan menjadi bagian penting dalam menjaga wajah kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat. Penataan dilakukan bukan untuk mematikan usaha warga, melainkan memastikan seluruh aktivitas berjalan lebih tertib dan aman.

    Penataan kawasan Sipon dinilai mulai memberi dampak terhadap kelancaran aktivitas masyarakat. Sejumlah pengguna jalan mengaku akses kendaraan menjadi lebih lancar dibanding sebelumnya, terutama di titik yang selama ini dipenuhi parkir sembarangan.

    Selain itu, kawasan yang lebih tertata dinilai membuat aktivitas perdagangan menjadi lebih nyaman bagi pembeli maupun pedagang. Pemkot Tangerang berharap kondisi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum bersama-sama.

    Kawasan yang tertib juga dianggap mampu mendukung kenyamanan lingkungan sekitar, termasuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan.

    Pemkot Tangerang menegaskan penataan kawasan akan terus dilakukan di sejumlah titik lain yang memiliki tingkat kepadatan tinggi. Pemerintah daerah ingin memastikan ruang publik tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

    Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan meminta masyarakat mendukung langkah penataan yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Ia mengimbau pedagang, pembeli, hingga pengguna jalan untuk sama-sama menjaga ketertiban kawasan.

    Menurut Maryono, keberhasilan penataan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mematuhi aturan yang berlaku.

    “Kami mohon partisipasi seluruh masyarakat, baik pedagang, pembeli, maupun pengendara, agar bersama-sama menjaga ketertiban sehingga aktivitas dapat berjalan aman dan nyaman,” kata Maryono Hasan.

    Ia juga meminta masyarakat mematuhi aturan parkir dan lalu lintas agar kawasan Sipon dapat menjadi area yang lebih rapi dan nyaman untuk seluruh aktivitas warga.

    Arahan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat budaya tertib di tengah aktivitas perkotaan yang semakin dinamis pada 2026.

    Pemerintah Kota Tangerang memastikan penataan kawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan edukasi dan pengawasan lapangan. Pemkot Tangerang juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar penertiban berjalan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

    Selain penertiban fisik, pemerintah daerah akan memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan fasilitas umum secara tertib. Langkah ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kenyamanan kota bersama-sama

    Penataan kawasan Sipon menjadi salah satu bagian dari strategi besar Pemkot Tangerang dalam menciptakan wilayah perkotaan yang lebih modern, tertib, dan nyaman bagi warga. Pemerintah berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga upaya menjaga ketertiban kota dapat berjalan lebih efektif ke depannya. (B7)

  • Pemerintah Kota Tangerang Gelar Pelatihan Bela Negara bagi PPPK, Wali Kota Sachrudin Dorong ASN Lebih Disiplin dan Berintegritas

    Pemerintah Kota Tangerang Gelar Pelatihan Bela Negara bagi PPPK, Wali Kota Sachrudin Dorong ASN Lebih Disiplin dan Berintegritas

    Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang melalui Wali Kota H. Sachrudin menggelar Pelatihan Bela Negara bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK penuh waktu dan paruh waktu yang berlangsung pada 6 hingga 8 Mei 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata. Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangerang sebagai upaya memperkuat karakter, disiplin, dan integritas aparatur sipil negara dalam pelayanan publik.

    Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, khususnya PPPK yang kini memegang peran penting dalam mendukung jalannya pelayanan pemerintahan di berbagai sektor. Program tersebut juga dirancang untuk membangun mentalitas aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki semangat pengabdian yang kuat kepada masyarakat.

    Dalam pembukaan kegiatan, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa nilai bela negara dalam konteks aparatur sipil tidak hanya berkaitan dengan pertahanan secara fisik, tetapi lebih luas pada komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Menurutnya, setiap PPPK harus mampu menanamkan nilai integritas dalam setiap tugas yang dijalankan. Hal itu mencakup sikap jujur, disiplin, serta kemampuan dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

    Sachrudin menilai bahwa tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang memiliki karakter kuat dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk dalam menghadapi transformasi digital di sektor pelayanan publik.

    Pelatihan Bela Negara PPPK Kota Tangerang 2026 ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, termasuk TNI, Badan Narkotika Nasional BNN, hingga praktisi pemerintahan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan wawasan yang komprehensif kepada para peserta.

    Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, tetapi juga mencakup penguatan mental, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta peningkatan kapasitas kerja di lingkungan birokrasi modern.

    Pemerintah Kota Tangerang menilai bahwa kolaborasi lintas sektor ini penting untuk menciptakan aparatur yang tidak hanya memahami tugas teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab moral yang tinggi.

    Wali Kota Sachrudin menekankan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi bagi PPPK di lingkungan Pemkot Tangerang. Ia ingin seluruh peserta dapat kembali ke unit kerja masing masing dengan semangat baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, PPPK harus mampu menjadi bagian dari perubahan positif dalam birokrasi, bukan hanya sebagai pelaksana tugas administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak pelayanan publik yang responsif dan solutif.

    Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Tangerang terus berkomitmen untuk memperkuat kualitas aparatur melalui berbagai program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

    Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang. Dengan aparatur yang memiliki karakter kuat dan disiplin tinggi, pemerintah optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin cepat, transparan, dan profesional.

    Selain itu, pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Tangerang dalam membangun birokrasi yang adaptif terhadap tantangan zaman serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

    Di akhir arahannya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan harapan agar seluruh peserta pelatihan dapat menjadi aparatur yang tangguh, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan daerah.

    Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Tangerang tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia di dalam birokrasi. Karena itu, pembentukan mentalitas pejuang dalam tubuh ASN menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat. (B7)

  • Dispora Kota Tangerang Gelar Seleksi Duta Pemuda 2026, Sekda Tekankan Peran Strategis Generasi Muda di Era Digital

    Dispora Kota Tangerang Gelar Seleksi Duta Pemuda 2026, Sekda Tekankan Peran Strategis Generasi Muda di Era Digital

    Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Seleksi Duta Pemuda Kota Tangerang Tahun 2026 di Gedung Grha Bhakti Karya, Kecamatan Cipondoh, pada Sabtu 9 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan pemuda terpilih dari berbagai latar belakang seperti pelajar, mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan, dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman. Agenda ini bertujuan mencetak generasi muda yang aktif, kreatif, berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di tengah perkembangan era digital.

    Kegiatan Seleksi Duta Pemuda Kota Tangerang 2026 menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kota Tangerang dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Dispora Kota Tangerang mencatat, lebih dari 250 pendaftar mengikuti proses seleksi awal, dan hanya sekitar 70 peserta yang berhasil lolos tahap kurasi untuk melanjutkan ke seleksi utama.

    Para peserta berasal dari berbagai unsur generasi muda Kota Tangerang, mulai dari pelajar tingkat SMA atau sederajat, mahasiswa, hingga perwakilan organisasi kepemudaan. Proses seleksi dilakukan untuk menjaring figur muda yang dinilai memiliki kemampuan komunikasi, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi.

    Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda tidak lagi hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan harus menjadi aktor utama yang ikut menggerakkan perubahan di daerah.

    Ia menyampaikan bahwa di tengah percepatan transformasi digital, generasi muda dituntut untuk mampu beradaptasi sekaligus memanfaatkan teknologi secara positif. Menurutnya, Duta Pemuda harus mampu menjadi representasi anak muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa citra positif bagi Kota Tangerang.

    Herman juga menekankan pentingnya pemuda untuk aktif dalam ruang sosial dan digital sebagai agen perubahan. Ia mendorong agar media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan informasi yang membangun, kreatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

    Pemerintah Kota Tangerang melalui Dispora terus menghadirkan berbagai program pembinaan kepemudaan sebagai upaya memperkuat kapasitas generasi muda. Seleksi Duta Pemuda menjadi salah satu wadah yang dirancang untuk mengasah kemampuan, memperluas jejaring, serta membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.

    Menurut Sekda, program ini tidak hanya berfokus pada pencarian pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh peserta. Setiap proses yang dilalui diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga yang bermanfaat untuk pengembangan diri di masa depan.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pemuda Kota Tangerang agar dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.

    Seleksi Duta Pemuda juga dipandang sebagai sarana penting dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang untuk mempertemukan pemuda dari berbagai wilayah di Kota Tangerang agar dapat saling bertukar gagasan dan pengalaman.

    Melalui proses ini, peserta diharapkan mampu membangun jejaring yang kuat, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga sebagai persiapan untuk mewakili Kota Tangerang pada ajang Seleksi Duta Pemuda Regional Banten 2026.

    Sekda Kota Tangerang berharap dari seleksi ini akan lahir figur Duta Pemuda yang mampu menjadi wajah positif daerah. Mereka diharapkan tidak hanya berperan sebagai simbol, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.

    Ia menambahkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan utama, melainkan proses pembelajaran, pengalaman, dan pengembangan diri yang menjadi nilai paling penting dari kegiatan ini. Pemerintah Kota Tangerang berharap seluruh peserta dapat terus berkontribusi bagi kemajuan kota dengan semangat kolaborasi dan inovasi.

    Seleksi Duta Pemuda Kota Tangerang 2026 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemuda-pemudi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan kemampuan memimpin di era digital yang semakin dinamis. (B7)

  • Penguatan Karakter Lewat Gebyar Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang

    Penguatan Karakter Lewat Gebyar Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang

    Berita7 | Kota Tangerang menjadi pusat perhatian Provinsi Banten setelah ribuan pelajar dari berbagai daerah berkumpul di Stadion Benteng Reborn pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mereka mengikuti pembukaan Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026 yang melibatkan ajang O2SN, FLS3N, dan LKS untuk jenjang SMA, SMK, hingga SKh se-Banten. Kegiatan ini dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Gubernur Banten Andra Soni, serta Wali Kota Tangerang Sachrudin.

    Sejak pagi, suasana stadion dipenuhi antusiasme para peserta yang datang membawa semangat kompetisi dan kreativitas. Parade kontingen dari berbagai kabupaten dan kota menambah kemeriahan acara, disertai penampilan seni dan yel yel dukungan yang menggema di seluruh area stadion. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga ruang ekspresi bagi pelajar untuk menunjukkan potensi terbaik mereka di bidang olahraga, seni, dan keterampilan vokasi.

    Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kegiatan seperti Gebyar Talenta Siswa memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perlombaan. Menurutnya, ruang kompetisi ini merupakan sarana penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa percaya diri generasi muda.

    Ia menilai setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui pengalaman bertanding dan berkarya. Hal yang paling utama bukan hanya soal meraih juara, tetapi bagaimana pelajar mampu belajar menghargai proses, menjunjung sportivitas, dan membangun mental yang kuat dalam menghadapi tantangan.

    Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi pelajar dan dukungan dari berbagai pihak yang telah membuat kegiatan ini berjalan meriah dan tertib. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program seperti ini agar menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.

    Gubernur Banten Andra Soni dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda. Menurutnya, tidak semua siswa unggul dalam bidang yang sama, sehingga diperlukan ruang yang mampu mengakomodasi keberagaman bakat tersebut.

    Ia menilai Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026 menjadi wadah strategis untuk memberikan kesempatan kepada pelajar agar dapat menyalurkan minat dan kemampuan mereka secara optimal. Pemerintah Provinsi Banten, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang mendorong tumbuhnya generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.

    Pemerintah daerah juga melihat kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan, yang menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan kebanggaannya karena Kota Tangerang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang tingkat Provinsi Banten tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses.

    Menurutnya, kepercayaan ini menjadi momentum penting bagi Kota Tangerang untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mendukung kegiatan berskala besar di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda. Pemerintah kota juga memastikan kesiapan infrastruktur serta koordinasi lintas sektor demi kelancaran acara.

    Melalui Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026, diharapkan lahir lebih banyak pelajar yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas tinggi, serta kemampuan bersaing di tingkat yang lebih luas. Ajang ini dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam mencetak generasi muda Banten yang siap menghadapi tantangan global.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dapat menciptakan ruang yang positif bagi perkembangan potensi siswa di Indonesia. (B7)

  • Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang Jadi Momentum Deklarasi Sekolah Aman dan Nyaman di Banten

    Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang Jadi Momentum Deklarasi Sekolah Aman dan Nyaman di Banten

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, pada Sabtu 9 Mei 2026, berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi pelajar, tetapi juga menjadi momentum penting deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman atau BSAN serta peluncuran program Sekolah Adiwiyata di seluruh jenjang pendidikan di Banten.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, serta para kepala daerah dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

    Kegiatan ini menjadi sorotan karena menggabungkan kompetisi pelajar dengan agenda besar transformasi pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan prestasi.

    Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten

    Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh pemerintah daerah di dalamnya yang dinilai serius dalam memperkuat budaya sekolah yang aman dan bebas kekerasan.

    Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan implementasi Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus benar-benar menjadi ruang tumbuh yang positif bagi peserta didik.

    Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberadaan budaya sekolah yang sehat akan berdampak langsung pada kualitas generasi muda. Lingkungan yang aman dan nyaman, kata dia, akan melahirkan siswa yang lebih percaya diri, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan.

    Banten Dorong Pendidikan Berbasis Karakter dan Lingkungan

    Gubernur Banten Andra Soni dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan pendidikan yang sehat dan berkarakter.

    Ia menegaskan bahwa peluncuran Sekolah Adiwiyata serta penguatan BSAN menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan nilai sosial.

    Menurut Andra Soni, pendidikan di Banten diarahkan untuk mendukung visi jangka panjang Indonesia Emas, di mana pelajar saat ini dipersiapkan menjadi generasi unggul yang mampu menjawab tantangan global di masa depan.

    Komitmen Kota Tangerang dalam Cegah Kekerasan di Sekolah

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang memiliki komitmen kuat dalam mendukung implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh satuan pendidikan.

    Ia menjelaskan bahwa deklarasi yang dilakukan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan.

    Pemerintah Kota Tangerang sendiri telah membentuk Kelompok Kerja BSAN serta memperkuat sistem pengawasan melalui layanan digital SI LACAK PERAK, yang berfungsi sebagai sistem pelaporan cepat terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

    Sachrudin juga mengajak para pelajar untuk menjadikan ajang Gebyar Lomba Talenta Siswa sebagai ruang positif untuk mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat persaudaraan antar daerah di Provinsi Banten.

    Ajang Talenta Pelajar Jadi Simbol Kolaborasi Pendidikan

    Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 juga dimeriahkan dengan defile kontingen dari delapan kabupaten dan kota di Banten. Penampilan seni budaya dan kreativitas pelajar turut menambah semarak suasana di Stadion Benteng Reborn.

    Ajang ini menjadi simbol kolaborasi antar daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan inklusif. Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelajar di Banten.

    Kegiatan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 di Kota Tangerang tidak hanya menampilkan semangat kompetisi pelajar, tetapi juga menandai komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

    Melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, diharapkan dunia pendidikan di Banten dapat berkembang menjadi lebih inklusif, aman, dan mampu mencetak generasi unggul untuk masa depan Indonesia. (B7)

  • Pemerintah Kota Tangerang Perkuat Implementasi Program Sekolah Aman dan Nyaman, Libatkan Seluruh Satuan Pendidikan

    Pemerintah Kota Tangerang Perkuat Implementasi Program Sekolah Aman dan Nyaman, Libatkan Seluruh Satuan Pendidikan

    Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh penerapan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman atau BSAN yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program ini mulai diperkuat implementasinya di seluruh satuan pendidikan di Kota Tangerang pada Sabtu 9 Mei 2026, seiring dengan dorongan nasional untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyampaikan bahwa kebijakan ini mengacu pada Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya penerapan budaya sekolah aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Menurutnya, seluruh sekolah di Kota Tangerang wajib menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut secara bertahap dan terukur.

    Dukungan nyata Pemerintah Kota Tangerang ditunjukkan melalui keterlibatan langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Maryono, bersama Gubernur Banten Andra Soni serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam kegiatan pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Pada kesempatan itu dilakukan pemasangan rompi Kelompok Kerja BSAN sebagai simbol dimulainya penguatan program di daerah.

    Wahyudi Iskandar menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap sekolah memiliki standar keamanan dan kenyamanan yang jelas. Ia menyebutkan bahwa Pemkot Tangerang sudah mulai bergerak cepat sejak kebijakan ini diumumkan.

    Dalam upaya memperkuat implementasi BSAN, Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan sejumlah perangkat pendukung. Salah satu yang utama adalah pembentukan Satuan Tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di seluruh sekolah. Satgas ini berfungsi untuk mengawasi, mencegah, sekaligus menangani berbagai potensi kekerasan di lingkungan pendidikan.

    Selain itu, Pemkot Tangerang juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Kelompok Kerja BSAN yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari dinas pendidikan, tenaga pendidik, hingga perangkat daerah terkait. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif dan responsif terhadap setiap laporan di sekolah.

    Wahyudi menambahkan bahwa pendekatan ini tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan sejak dini agar lingkungan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.

    Selain penguatan kelembagaan di sekolah, Pemerintah Kota Tangerang juga telah mengembangkan berbagai layanan pengaduan berbasis teknologi dan layanan cepat. Salah satunya adalah SI LACAK PERAK, yaitu Sistem Layanan Cepat Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai kasus secara lebih mudah dan cepat.

    Pemkot Tangerang juga memaksimalkan layanan LAKSA atau Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda sebagai sarana pelaporan tambahan yang dapat diakses oleh masyarakat, termasuk orang tua dan siswa. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah dalam menangani setiap aduan yang masuk dari lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum.

    Dengan berbagai kanal pelaporan tersebut, pemerintah berupaya memastikan tidak ada laporan yang terabaikan serta setiap kasus dapat ditangani secara profesional dan tepat waktu.

    Program BSAN di Kota Tangerang tidak hanya dipandang sebagai kebijakan jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen pendidikan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekolah.

    Wahyudi Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan tidak ada lagi kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

    Ke depan, Pemkot Tangerang akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan BSAN di lapangan untuk memastikan seluruh sekolah benar-benar menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

    Dengan dimulainya penguatan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Kota Tangerang, pemerintah daerah menunjukkan langkah konkret dalam mendukung kebijakan nasional pendidikan. Melalui pembentukan satgas, penguatan layanan pengaduan, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan dunia pendidikan di Kota Tangerang semakin aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. (B7)

  • Wali Kota Tangsel Targetkan 329 Rumah Tidak Layak Huni Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    Wali Kota Tangsel Targetkan 329 Rumah Tidak Layak Huni Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan, Serpong Utara, Kamis (7/5/2026) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Wali Kota Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah tidak layak huni (RUTLH) akan diperbaiki sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari program peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

    Program tersebut kembali ditegaskan Benyamin saat menyerahkan secara simbolis rumah hasil renovasi milik warga di kawasan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara. Ia menyebut program bedah rumah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat.

    Benyamin Davnie menjelaskan bahwa jumlah rumah yang diajukan masyarakat untuk program ini mencapai lebih dari 1.000 unit. Namun, berdasarkan hasil verifikasi dan keterbatasan anggaran, hanya 329 unit yang dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

    “Tahun ini kita rencanakan akan dibedah 329 unit rumah se-Tangsel berdasarkan pengajuan, sistem prioritas, serta skala kelayakan rumah,” ujar Benyamin.

    Ia menegaskan bahwa program ini tetap difokuskan pada masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah serta rumah yang benar-benar tidak layak huni berdasarkan hasil penilaian teknis di lapangan.Anggaran Naik, Standar Hunian Ikut Ditingkatkan

    Pada tahun 2026, Pemkot Tangerang Selatan juga menaikkan anggaran bantuan bedah rumah menjadi Rp75 juta per unit, dari sebelumnya Rp71 juta. Kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil renovasi agar lebih layak dan nyaman ditempati.

    Setiap rumah yang direnovasi nantinya akan dilengkapi fasilitas dasar seperti dua kamar tidur, ruang tamu, instalasi listrik, lantai keramik, serta akses air bersih menggunakan pompa air.

    “Awalnya Rp71 juta, kemudian naik menjadi Rp75 juta,” jelas Benyamin.Proses Verifikasi Ketat Melalui RT dan Dinas Teknis

    Pemkot Tangsel memastikan proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara ketat dan berjenjang. Pengajuan diawali dari tingkat RT dan kelurahan, sebelum kemudian diverifikasi oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan.

    Plt Kepala Disperkimta Tangsel, Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa dua aspek utama dalam penilaian adalah kondisi sanitasi dan struktur bangunan yang dinilai membahayakan penghuni.

    “Untuk rumah tidak layak huni ada kriterianya, seperti sanitasi dan konstruksi yang membahayakan keselamatan penghuninya,” ujarnya.

    Selain itu, kepemilikan lahan juga menjadi syarat wajib dalam program ini untuk memastikan pembangunan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.Komitmen Jangka Panjang Perbaikan Rumah Warga

    Hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat sekitar 2.800 unit rumah telah berhasil diperbaiki melalui program RUTLH sejak beberapa tahun terakhir. Program ini terus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menekan angka rumah tidak layak huni.

    Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak huni di seluruh wilayah kota.