Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang melalui Wali Kota H. Sachrudin menggelar Pelatihan Bela Negara bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK penuh waktu dan paruh waktu yang berlangsung pada 6 hingga 8 Mei 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata. Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangerang sebagai upaya memperkuat karakter, disiplin, dan integritas aparatur sipil negara dalam pelayanan publik.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, khususnya PPPK yang kini memegang peran penting dalam mendukung jalannya pelayanan pemerintahan di berbagai sektor. Program tersebut juga dirancang untuk membangun mentalitas aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki semangat pengabdian yang kuat kepada masyarakat.
Dalam pembukaan kegiatan, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa nilai bela negara dalam konteks aparatur sipil tidak hanya berkaitan dengan pertahanan secara fisik, tetapi lebih luas pada komitmen moral dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap PPPK harus mampu menanamkan nilai integritas dalam setiap tugas yang dijalankan. Hal itu mencakup sikap jujur, disiplin, serta kemampuan dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Sachrudin menilai bahwa tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang memiliki karakter kuat dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk dalam menghadapi transformasi digital di sektor pelayanan publik.
Pelatihan Bela Negara PPPK Kota Tangerang 2026 ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, termasuk TNI, Badan Narkotika Nasional BNN, hingga praktisi pemerintahan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan wawasan yang komprehensif kepada para peserta.
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, tetapi juga mencakup penguatan mental, pencegahan penyalahgunaan narkotika, serta peningkatan kapasitas kerja di lingkungan birokrasi modern.
Pemerintah Kota Tangerang menilai bahwa kolaborasi lintas sektor ini penting untuk menciptakan aparatur yang tidak hanya memahami tugas teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab moral yang tinggi.
Wali Kota Sachrudin menekankan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi bagi PPPK di lingkungan Pemkot Tangerang. Ia ingin seluruh peserta dapat kembali ke unit kerja masing masing dengan semangat baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, PPPK harus mampu menjadi bagian dari perubahan positif dalam birokrasi, bukan hanya sebagai pelaksana tugas administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak pelayanan publik yang responsif dan solutif.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Tangerang terus berkomitmen untuk memperkuat kualitas aparatur melalui berbagai program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang. Dengan aparatur yang memiliki karakter kuat dan disiplin tinggi, pemerintah optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin cepat, transparan, dan profesional.
Selain itu, pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Tangerang dalam membangun birokrasi yang adaptif terhadap tantangan zaman serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Di akhir arahannya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan harapan agar seluruh peserta pelatihan dapat menjadi aparatur yang tangguh, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Tangerang tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia di dalam birokrasi. Karena itu, pembentukan mentalitas pejuang dalam tubuh ASN menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat. (B7)
