Author: dauroh

  • Perkim Kota Tangerang Luncurkan SAHABAT MBR, 1.000 Rumah Warga Bakal Dapat PBG Gratis

    Perkim Kota Tangerang Luncurkan SAHABAT MBR, 1.000 Rumah Warga Bakal Dapat PBG Gratis

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang resmi meluncurkan program SAHABAT MBR atau Sahkan Bangunan Bersama Rakyat Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Program ini ditujukan untuk membantu warga prasejahtera mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis, khususnya penerima manfaat rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    Program tersebut dijalankan sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap rumah warga yang telah direnovasi melalui bantuan pemerintah.

    Sebanyak 1.000 unit rumah ditargetkan mulai difasilitasi mendapatkan legalitas bangunan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perkim Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan hukum bagi warga berpenghasilan rendah.

    “Kami ingin memastikan rumah yang telah direhabilitasi tidak hanya mempunyai kelayakan secara fisik namun juga memiliki kepastian atau sah secara hukum,” ujar Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo, Selasa (12/5/2026).

    Ia menambahkan, melalui program SAHABAT MBR, rumah-rumah yang sebelumnya direnovasi kini dapat memperoleh dokumen PBG tanpa dipungut biaya.

    Program tersebut tidak hanya berfokus pada penerbitan administrasi bangunan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan nilai aset masyarakat serta rasa aman bagi pemilik rumah.

    “Program ini diharapkan mampu membangun rasa aman, meningkatkan nilai aset warga, sampai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemkot Tangerang dalam menjamin terciptanya kota yang layak huni,” tambahnya.

    Selain itu, Perkim Kota Tangerang berharap program SAHABAT MBR dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya penerima bantuan RTLH yang selama ini belum memiliki legalitas bangunan resmi.

    Program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, aman, dan layak huni bagi masyarakat Kota Tangerang. (B7

  • Tangerang Digegerkan Peredaran Etomidate, Bareskrim Sita 98 Cartridge dan Sabu di Ciledug

    Tangerang Digegerkan Peredaran Etomidate, Bareskrim Sita 98 Cartridge dan Sabu di Ciledug

    Berita7 |Tangerang — Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis etomidate dan sabu di wilayah Tangerang, Banten. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 98 cartridge etomidate serta sabu dari tangan seorang pria berinisial S (47).

    Pengungkapan kasus itu dilakukan pada Selasa (12/5) sekitar pukul 00.25 WIB di kawasan Perumahan Kavling P & K Nomor 4, Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan, pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan peredaran gelap narkotika etomidate yang dikirim menggunakan jasa pengiriman online.

    “Tim mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran gelap narkotika jenis etomidate di wilayah Tangerang, Banten yang diedarkan menggunakan jasa pengiriman online,” ujar Eko.

    Petugas kemudian mencurigai seorang pria yang mengambil paket dari pengemudi pengiriman online. Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan puluhan cartridge diduga mengandung etomidate.

    “Tim melakukan pemeriksaan paket yang diterima dan berhasil mengamankan narkotika jenis etomidate sebanyak 98 cartridge,” katanya.

    Tak hanya itu, polisi juga melakukan penggeledahan di kamar kos tersangka dan menemukan narkotika jenis sabu seberat sekitar 2 gram bruto beserta alat pendukung lainnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka S mengaku barang haram tersebut berasal dari seseorang berinisial L yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

    S diketahui sudah dua kali menerima paket serupa. Paket pertama berisi 100 cartridge, sedangkan paket kedua berisi 50 cartridge yang kemudian diedarkan di wilayah Tangerang.

    “Setiap pekerjaan pelaku diupah sebesar Rp1 juta,” ungkap Eko.

    Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu paperbag cokelat berisi kardus dilakban hitam dengan 98 cartridge etomidate terdiri dari 34 warna merah dan 64 warna kuning.

    Selain itu, petugas juga menyita empat plastik klip kecil berisi sabu, satu timbangan digital, dua alat hisap atau bong, serta satu unit telepon genggam.

    Kasus ini masih terus dikembangkan guna memburu pemasok utama berinisial L sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Tangerang dan sekitarnya. (B7)

  • Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Sinergi BPBD Kota Tangerang dan BKSDA, Penanganan Satwa Liar Semakin Cepat dan Profesional

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menangani kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui sinergitas bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta guna memastikan proses evakuasi dan penanganan satwa berjalan cepat, aman, dan profesional.

    Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat perkembangan kawasan perkotaan serta perubahan kondisi lingkungan.

    Dalam sepekan terakhir, BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi delapan satwa liar dari berbagai wilayah permukiman warga. Satwa yang diamankan terdiri dari dua ekor monyet, satu ekor musang, dan lima ekor ular sanca yang ditemukan di area permukiman dan titik rawan aktivitas warga.

    Seluruh satwa tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada BKSDA Jakarta untuk menjalani proses observasi, pemeriksaan kesehatan hingga pelepasliaran kembali ke habitat yang sesuai.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, penanganan satwa liar membutuhkan koordinasi yang baik agar keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan terhadap satwa dan ekosistemnya.

    “Penanganan hewan liar tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi bersama BKSDA sebagai instansi yang memiliki kewenangan dan keahlian dalam penanganan satwa liar dilindungi maupun tidak dilindungi,” ujar Mahdiar, Selasa (12/05/2026).

    Menurutnya, kehadiran BPBD tidak hanya fokus pada penanggulangan bencana alam, tetapi juga merespons berbagai situasi darurat yang berpotensi membahayakan masyarakat, termasuk kemunculan hewan liar di lingkungan permukiman.

    Melalui sinergi tersebut, BPBD dan BKSDA memperkuat sistem pelaporan masyarakat, proses evakuasi lapangan, hingga penanganan pasca-evakuasi sesuai standar keselamatan dan konservasi.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan profesional.

    Kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang dan BKSDA Jakarta diharapkan mampu meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa liar di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat.

    Langkah ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadirkan pelayanan responsif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan. (B7

  • Ratusan Guru di Tangerang Dibekali Cara Hadapi Wartawan “Bodrek”, Seminar PWI-Dindik Disorot

    Ratusan Guru di Tangerang Dibekali Cara Hadapi Wartawan “Bodrek”, Seminar PWI-Dindik Disorot

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Suasana aula di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang mendadak ramai sejak pagi, Selasa (12/05/2026). Ratusan guru SD dan SMP dari berbagai sekolah terlihat serius mengikuti seminar pendidikan yang membahas fenomena wartawan tidak profesional atau yang kerap disebut “wartawan bodrek”. Tema tersebut langsung mencuri perhatian karena dinilai semakin sering terjadi di lingkungan sekolah.

    Seminar Hari Pendidikan Nasional yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang itu menjadi ruang diskusi terbuka antara dunia pendidikan dan insan pers. Para guru tampak antusias menyimak penjelasan mengenai cara mengenali identitas jurnalis resmi hingga memahami media yang sudah terverifikasi Dewan Pers.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan seminar tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan insan pers profesional. Menurutnya, sekolah perlu memahami bagaimana menghadapi oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan namun tidak bekerja sesuai kode etik jurnalistik.

    “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi para pengurus PWI Kota Tangerang yang telah menyelenggarakan seminar ini. Temanya juga sangat relevan sebagai komitmen sinergi bersama-sama terutama para insan pers untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Tangerang,” ujar Wahyudi.

    Fenomena wartawan “bodrek” sendiri belakangan menjadi keresahan di sejumlah sekolah. Tidak sedikit pihak sekolah yang merasa bingung saat menghadapi pihak yang datang mengaku wartawan namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi maupun media yang terverifikasi. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang merugikan dunia pendidikan.

    Karena itu, seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Dewan Pers Rustam Fachri Mandayun dan Dewan Kehormatan PWI Provinsi Banten Mohammad Taufik. Keduanya memberikan pemahaman langsung mengenai ciri-ciri jurnalis profesional, pentingnya verifikasi identitas wartawan, hingga tata cara melayani permintaan informasi publik secara benar dan aman.

    Ketua PWI Kota Tangerang Herwanto mengaku bersyukur seminar berjalan lancar dengan respons yang sangat positif dari para peserta. Menurutnya, diskusi interaktif yang terjadi selama seminar menunjukkan tingginya perhatian para guru terhadap isu penyalahgunaan profesi wartawan.

    “Alhamdulillah, seminar tadi bisa berjalan sukses, lancar dan sesuai harapan bersama. Antusias dari kepala sekolah atau guru-guru sangat luar biasa dengan menjalin diskusi yang interaktif bersama para narasumber,” kata Herwanto.

    Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih kuat antara insan pers dengan dunia pendidikan di Kota Tangerang. Tidak hanya untuk mengantisipasi praktik oknum wartawan, tetapi juga mendukung terciptanya iklim pendidikan yang sehat, terbuka, dan terlindungi dari penyalahgunaan informasi.

    Bagi para guru, seminar tersebut memberikan pengetahuan baru yang dinilai sangat penting di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat. Banyak peserta mengaku kini lebih memahami bagaimana membedakan jurnalis profesional dengan pihak-pihak yang hanya memanfaatkan nama media untuk kepentingan pribadi.

    Ke depan, kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan terus diperkuat agar dunia pendidikan di Kota Tangerang semakin aman, nyaman, dan mampu menghadapi tantangan informasi di era digital. (B7

  • 393 Jemaah Haji Tangerang Dilepas ke Tanah Suci, Cuaca Ekstrem Arab Saudi Jadi Sorotan

    393 Jemaah Haji Tangerang Dilepas ke Tanah Suci, Cuaca Ekstrem Arab Saudi Jadi Sorotan

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Ratusan jemaah calon haji tampak memadati kawasan Taman Elektrik Kota Tangerang, Selasa pagi (12/05/2026). Suasana haru bercampur bahagia terlihat saat keluarga melepas keberangkatan para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Tangis, pelukan, hingga doa bersama mengiringi keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji Reguler Kloter 16 JKB asal Kota Tangerang menuju Asrama Haji Banten sebelum bertolak ke Arab Saudi.

    Di tengah semangat para jemaah, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang. Wakil Wali Kota Tangerang Maryono secara khusus mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji yang dikenal menguras fisik dan tenaga.

    Menurut Maryono, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan kesehatan yang maksimal. Terlebih saat ini suhu di Arab Saudi disebut dapat mencapai kategori ekstrem dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik para jemaah, khususnya lanjut usia.

    “Pesan saya, para jemaah harus menjaga kesehatan dan kebugaran fisik secara optimal. Ibadah haji merupakan ibadah fisik, ditambah cuaca yang tidak menentu dan suhu panas yang bisa mencapai kategori ekstrem,” ujar Maryono saat memberikan sambutan pelepasan jemaah.

    Keberangkatan ratusan jemaah ini menjadi momen penting bagi banyak keluarga di Kota Tangerang. Sejumlah warga terlihat rela datang sejak pagi demi mengantar orang tua maupun kerabat mereka yang akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji setelah menunggu bertahun-tahun.

    Tak sedikit keluarga yang tampak emosional saat prosesi pelepasan berlangsung. Sebagian jemaah bahkan terlihat terus melambaikan tangan dari dalam bus sambil menahan haru meninggalkan keluarga untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

    Selain mengingatkan soal kesehatan, Maryono juga memastikan Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendukung seluruh proses pelayanan haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke tanah air. Pemerintah mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Pemerintah Provinsi Banten agar seluruh proses berjalan aman dan lancar.

    Keberangkatan tahun ini juga terasa berbeda karena Asrama Haji Provinsi Banten di Cipondoh kini sudah dapat digunakan untuk memberangkatkan jemaah langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu para jemaah karena tidak perlu lagi melakukan perjalanan panjang menuju Pondok Gede seperti tahun-tahun sebelumnya.

    “Alhamdulillah, mulai tahun ini Asrama Haji Provinsi Banten di Cipondoh sudah dapat memberangkatkan jemaah langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini tentu membantu para jemaah menghemat tenaga karena tidak perlu lagi berangkat jauh ke Pondok Gede,” katanya.

    Keberadaan asrama haji di Kota Tangerang dinilai memberi dampak besar bagi kenyamanan jemaah, terutama lansia yang membutuhkan mobilitas lebih mudah dan efisien sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

    Pemerintah berharap seluruh jemaah asal Kota Tangerang dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Di balik suasana haru pelepasan tersebut, tersimpan doa besar dari keluarga yang menanti kepulangan para jemaah dalam keadaan selamat dan penuh kebahagiaan. (B7)

  • Kemendagri Tegaskan Fotokopi e-KTP Masih Berlaku, Warga Tetap Bisa Gunakan untuk Layanan Publik

    Kemendagri Tegaskan Fotokopi e-KTP Masih Berlaku, Warga Tetap Bisa Gunakan untuk Layanan Publik

    Berita7 | Jakarta — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) meluruskan informasi yang berkembang terkait penggunaan e-KTP dalam layanan publik. Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul anggapan bahwa masyarakat tidak perlu menyerahkan KTP maupun dilarang memfotokopi e-KTP untuk berbagai kebutuhan administrasi.

    Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa e-KTP tetap menjadi identitas kependudukan resmi yang sah digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan pelayanan publik maupun administrasi lainnya.

    “Seperti check-in hotel dan berbagai keperluan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Senin (11/05/2026).

    Menurutnya, penggunaan fotokopi e-KTP pada prinsipnya masih diperbolehkan selama digunakan sesuai kebutuhan pelayanan dan dilakukan secara bertanggung jawab. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi masyarakat dalam setiap penggunaan dokumen kependudukan.

    Ditjen Dukcapil menegaskan perlindungan data pribadi tetap menjadi prioritas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

    Untuk memperkuat keamanan data masyarakat, Ditjen Dukcapil terus melakukan penguatan sistem dan inovasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital.

    “Agar penggunaan data dan dokumen kependudukan dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan terlindungi,” jelasnya.

    Saat ini Ditjen Dukcapil diketahui telah bekerja sama dengan sekitar 7.500 lembaga pengguna data kependudukan, baik instansi pemerintah maupun badan hukum Indonesia. Proses verifikasi data kini dilakukan melalui berbagai metode digital seperti card reader, web service, web portal, face recognition hingga Identitas Kependudukan Digital (IKD).

    Karena itu, Kemendagri terus mendorong pemanfaatan sistem verifikasi elektronik agar pelayanan publik semakin cepat, aman dan akurat tanpa mengurangi perlindungan data pribadi masyarakat.

    Ditjen Dukcapil juga menyampaikan permohonan maaf atas informasi sebelumnya yang dinilai belum cukup jelas sehingga memunculkan berbagai pemahaman di tengah masyarakat.

    Pemerintah memastikan pelayanan administrasi kependudukan akan terus dilakukan secara cepat, tepat, aman dan gratis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (B7

  • Alun-Alun Pondok Ranji Resmi Dibuka, Warga Tangsel Langsung Padati Ruang Publik Baru

    Alun-Alun Pondok Ranji Resmi Dibuka, Warga Tangsel Langsung Padati Ruang Publik Baru

    Berita7 | Tangerang Selatan — Kehadiran Alun-Alun Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur langsung disambut antusias masyarakat sejak resmi dibuka Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ruang publik baru tersebut kini ramai dipadati warga untuk bersantai, berolahraga hingga menikmati suasana kawasan yang semakin tertata.

    Sejak dibuka, masyarakat mulai memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di area alun-alun. Kehadiran ruang terbuka ini menjadi daya tarik baru bagi warga Pondok Ranji dan sekitarnya untuk berkumpul bersama keluarga maupun melakukan aktivitas positif di ruang publik.

    Salah satu warga Pondok Ranji, Audy Putri mengaku senang dengan hadirnya alun-alun baru tersebut. Menurutnya, fasilitas yang disediakan membuat masyarakat kini memiliki tempat nyaman untuk berinteraksi.

    “Senang sekali akhirnya di Pondok Ranji ada alun-alun yang bagus dan tertata seperti ini. Tadi saya datang bersama keluarga untuk melihat langsung, ternyata tempatnya nyaman dan cocok untuk warga berkegiatan,” ujarnya, Selasa (12/05/2026).

    Hal serupa juga disampaikan Fesya yang menilai Alun-Alun Pondok Ranji mampu menjadi ruang interaksi baru bagi masyarakat di kawasan Ciputat Timur.

    “Menurut saya ini bagus untuk warga karena sekarang ada ruang terbuka yang bisa dipakai bersama. Mudah-mudahan fasilitasnya bisa dijaga supaya tetap nyaman dan bersih,” katanya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan menghadirkan Alun-Alun Pondok Ranji sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang publik yang inklusif, ramah keluarga dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial maupun olahraga.

    Selain mempercantik kawasan Pondok Ranji, keberadaan alun-alun tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, hidup dan menjadi pusat aktivitas warga di Tangerang Selatan. (B7)

  • Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Virus ini diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat seperti tikus.

    Dinas Kesehatan Kota Tangerang kini mulai memperkuat pengawasan dan sosialisasi pencegahan di berbagai wilayah, setelah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan hingga ginjal manusia tersebut.

    “Kami sudah melakukan persiapan sesuai edaran sampai meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Selasa (12/5/2026).

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat dari ancaman penyakit menular berbahaya.

    Selain itu, Dinkes Kota Tangerang juga mulai meningkatkan pemantauan terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan mengalami keluhan kesehatan tertentu.

    Virus Hanta sendiri diketahui memiliki masa inkubasi sekitar 1 hingga 8 minggu setelah terpapar. Gejalanya diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual hingga tubuh terasa lemas.

    Dalam kondisi lebih serius, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, sesak napas hingga gagal ginjal yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

    “Adapun untuk pencegahannya sendiri karena ini berhubungan langsung dengan tikus, jadi kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu,” lanjut Dini.

    Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang dapat memicu penyebaran virus Hanta.

    Sejumlah warga juga diminta lebih waspada terhadap keberadaan hewan pengerat di lingkungan permukiman, terutama di area lembap, gudang penyimpanan hingga saluran air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak tikus.

    “Maria menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang bisa menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” tegasnya.

    Pemkot Tangerang berharap langkah pencegahan sejak dini dapat meminimalkan risiko penyebaran virus Hanta sekaligus menjaga kesehatan masyarakat tetap aman dan terkendali. (B7)

  • Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional, Dinas Pendidikan Pastikan Kualitas Sekolah Tetap Stabil

    Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional, Dinas Pendidikan Pastikan Kualitas Sekolah Tetap Stabil

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Pendidikan Kota Tangerang resmi mengukuhkan 31 pejabat fungsional di Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (12/5/2026). Langkah ini berdampak langsung pada keberlangsungan proses belajar-mengajar dan stabilitas kualitas pendidikan di seluruh sekolah.

    Pengukuhan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengisi kekosongan tenaga pendidikan yang ditinggalkan para guru dan pejabat fungsional yang memasuki masa pensiun.

    Sebanyak 31 pejabat fungsional kini mulai bertugas di sejumlah sekolah yang telah ditetapkan melalui surat keputusan resmi. Percepatan pengisian posisi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

    “Alhamdulillah, sejumlah 31 orang hadir semua. Harapan kami, mereka dapat langsung melanjutkan proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada pengisian kebutuhan tenaga pendidik, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Kota Tangerang.

    Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang terus melakukan pemantauan rasio guru dan siswa untuk memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pengajar yang memadai.

    “Kebutuhan guru selalu ada seiring dengan adanya guru yang pensiun. Kami terus melakukan pendataan mana posisi yang kosong untuk segera diterbitkan SK-nya,” lanjut Wahyudi.

    Di momen yang sama, Pemkot Tangerang juga mengukuhkan sejumlah Kepala TK Negeri Pembina di wilayah Karawaci, Cipondoh dan Pinang. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan anak usia dini di Kota Tangerang.

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki tiga TK Negeri Pembina yang diharapkan mampu memberikan sistem pembelajaran yang sesuai dengan fase pertumbuhan anak.

    “Fokus kita adalah memastikan anak-anak usia di bawah enam tahun mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan fase pertumbuhannya,” tegasnya.

    Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu TK Negeri Pembina guna memperluas akses pendidikan berkualitas sejak usia dini.

    Sejumlah tenaga pendidikan menyambut positif pengukuhan tersebut karena dinilai mampu mempercepat pemerataan guru dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. (B7

  • Jember Resmi Lantik Pj Sekda Baru, Pemkab Pacu Percepatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

    Jember Resmi Lantik Pj Sekda Baru, Pemkab Pacu Percepatan Pembangunan dan Pelayanan Publik

    Berita7 | Jember — Pemerintah Kabupaten Jember resmi melantik Achmad Imam Fauzi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026). Langkah ini berdampak langsung pada percepatan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

    Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait sebagai bagian dari penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Jember.

    Sebanyak seluruh jajaran perangkat daerah kini mulai melakukan percepatan koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan, setelah sebelumnya proses birokrasi dinilai masih perlu penguatan di beberapa sektor strategis.

    “Sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Jember dan jajaran Forkopimda harus terjalin dengan baik,” ujar Gus Fawait.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan birokrasi pemerintahan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah, pelayanan masyarakat hingga stabilitas pemerintahan.

    Selain itu, Pemkab Jember juga mulai mempercepat sejumlah program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penanganan sampah hingga pelestarian lingkungan hidup.

    Gus Fawait menegaskan, dukungan seluruh jajaran pemerintahan sangat penting agar program pemerintah pusat maupun daerah dapat berjalan maksimal di Kabupaten Jember.

    “Saya yakin kita akan bahu-membahu bagaimana program-program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa berhasil di Kabupaten Jember,” lanjutnya.

    Di sisi lain, Bupati Jember juga menyoroti pentingnya percepatan penyusunan Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027 agar berjalan tepat waktu sesuai regulasi yang berlaku.

    Sementara itu, usai resmi dilantik, Achmad Imam Fauzi menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat pembangunan daerah.

    Menurutnya, percepatan pembangunan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

    “Keyword-nya adalah akselerasi. Akselerasi itu percepatan,” tegas Achmad Imam Fauzi.

    Ia memastikan evaluasi akan dilakukan mulai dari proses perencanaan anggaran hingga pelaksanaan program daerah agar target pembangunan Kabupaten Jember berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah. (B7