Author: dauroh

  • Pilar Bongkar Bahaya Medsos bagi Anak di Tangerang Selatan, Bullying Jadi Sorotan

    Pilar Bongkar Bahaya Medsos bagi Anak di Tangerang Selatan, Bullying Jadi Sorotan

    Berita7 | TANGERANG SELATAN — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyoroti ancaman serius penggunaan gawai dan media sosial terhadap anak-anak di era digital saat ini.

    Mulai dari paparan konten negatif, bullying, hingga kekerasan seksual di lingkungan sekolah menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang kini terus mendorong pola pengasuhan modern di tengah perkembangan teknologi.

    Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri Seminar Parenting Nasional yang digelar di Gedung Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2026).

    Menurut Pilar, anak-anak saat ini tumbuh di era yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kehidupan digital membuat orang tua dan guru harus beradaptasi dengan pola pengawasan yang lebih aktif.

    “Anak-anak sekarang hidup di dunia yang serba cepat dan digital. Pola pengasuhan tidak bisa lagi memakai cara lama, tetapi harus dibarengi komunikasi, kedekatan emosional, dan pengawasan,” ujar Pilar.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan menilai penggunaan gawai tanpa pengawasan bisa berdampak serius terhadap perkembangan mental dan perilaku anak.

    Pilar mengatakan, anak-anak sangat mudah meniru apa yang mereka lihat setiap hari di media sosial. Karena itu, orang tua diminta lebih aktif membatasi akses terhadap konten negatif di internet.

    “Kita kadang tidak tahu informasi apa yang diterima anak setiap hari dari gawainya. Jangan sampai mereka terpapar konten negatif atau kata-kata buruk karena anak adalah peniru yang sangat cepat,” katanya.

    Meski demikian, Pilar menegaskan teknologi digital tetap memiliki sisi positif dan tidak bisa dihindari. Menurutnya, generasi muda tetap harus memahami teknologi agar mampu bersaing di masa depan.

    “Kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi digital, kita bisa tertinggal dari negara lain. Yang negatif harus dibendung, sedangkan yang positif harus diarahkan,” ucapnya.

    Selain media sosial, Tangerang Selatan juga tengah memberi perhatian serius terhadap maraknya kasus bullying dan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

    Pilar menilai dampak bullying bisa sangat panjang, baik bagi korban maupun pelaku. Anak yang menjadi korban bisa kehilangan rasa percaya diri, sementara pelaku dikhawatirkan terbiasa melakukan kekerasan hingga dewasa.

    Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mendeklarasikan program Sekolah Aman dan Nyaman untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.

    “Kalau bercanda itu biasa, tetapi kalau sudah bullying dampaknya bisa berbahaya bagi masa depan anak,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Pilar juga menyinggung kasus dugaan pencabulan anak yang sempat terjadi di lingkungan sekolah. Ia meminta seluruh pihak lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak.

    Menurutnya, pendidikan seksual dasar perlu diberikan sejak dini agar anak memahami batasan terhadap tubuh mereka dan berani melapor jika mengalami tindakan tidak pantas.

    “Pendidikan seksual bukan mengajarkan hal negatif, tetapi mengenalkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Pilar juga mengajak para guru meninggalkan pola pendidikan lama yang identik dengan kekerasan fisik maupun pendekatan menakutkan terhadap siswa.

    Menurutnya, anak-anak zaman sekarang lebih kritis dan membutuhkan pendekatan yang lebih interaktif agar nyaman dalam proses belajar.

    “Guru sekarang bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi pengayom bagi siswa,” katanya.

    Ia menilai metode pendidikan yang lebih menyenangkan akan membantu anak berkembang dengan karakter yang sehat sekaligus lebih mudah menyerap pelajaran.

    Di tengah perkembangan Artificial Intelligence atau AI, Pilar juga mengingatkan pentingnya membangun generasi yang adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

    “Sekarang era AI. Banyak pekerjaan bisa tergantikan teknologi. Tetapi kalau anak-anak mampu menguasai teknologi dengan baik, mereka tetap bisa bersaing,” ujarnya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah dan lembaga sosial dapat menjadi pondasi dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat secara mental, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (B7)

  • Kota Tangerang Mencekam, Polisi Bongkar 52 Kasus Begal dan Curanmor dalam Sebulan

    Kota Tangerang Mencekam, Polisi Bongkar 52 Kasus Begal dan Curanmor dalam Sebulan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap 52 kasus kriminal yang terjadi di wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Kasus yang berhasil dibongkar didominasi tindak pencurian kendaraan bermotor, begal, pencurian dengan kekerasan hingga pengeroyokan.

    Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol R. M. Jauhari mengatakan, sebanyak 36 tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Menurutnya, pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Polres Metro Tangerang Kota dalam menekan angka kriminalitas yang belakangan meresahkan masyarakat.

    “Dalam satu bulan terakhir, kami berhasil mengungkap 52 kasus mulai dari curas, curat, curanmor, pencurian biasa hingga pengeroyokan dan penganiayaan,” kata Jauhari.

    Seluruh pelaku dijerat dengan sejumlah pasal pidana, mulai dari Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan, Pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa, hingga Pasal 170 dan 351 KUHP mengenai pengeroyokan dan penganiayaan.

    Ancaman hukuman bagi para pelaku rata-rata di atas lima tahun penjara.

    Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik di Kota Tangerang adalah aksi begal yang sempat viral di media sosial. Dalam kasus tersebut, korban dipepet oleh pelaku di pinggir jalan sebelum akhirnya ditodong celurit dan dirampas kendaraannya.

    Peristiwa itu diketahui terjadi di kawasan Karang Tengah, tepatnya di depan sebuah ruko laundry dan cuci motor.

    Polisi bergerak cepat setelah video kejadian ramai beredar di media sosial. Para pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan kini sudah ditahan.

    “Kasus yang sempat viral di media sosial, yaitu kelompok pencuri motor yang memepet korban di pinggir jalan dan menodongkan celurit, seluruh tersangka sudah diamankan,” ujarnya.

    Pengungkapan kasus tersebut mendapat perhatian luas warga Kota Tangerang karena aksi begal jalanan belakangan dinilai semakin nekat dan meresahkan masyarakat.

    Dalam pengungkapan puluhan kasus itu, polisi menemukan berbagai modus kejahatan yang digunakan pelaku saat beraksi di wilayah hukum Kota Tangerang.

    Pada kasus curanmor, beberapa pelaku diketahui menggunakan senjata api rakitan untuk mengintimidasi korban. Ada juga yang memakai senjata mainan dan benda keras agar korban ketakutan.

    Aksi pencurian kendaraan bermotor banyak terjadi di area perumahan, pemukiman warga hingga kawasan perkantoran.

    Tak hanya itu, jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama polsek-polsek juga berhasil membongkar kasus pencurian dengan modus ganjal ATM.

    Dalam modus tersebut, pelaku berpura-pura membantu korban di mesin ATM sebelum akhirnya menguras rekening milik korban.

    Selain curanmor dan begal, polisi juga mengungkap kasus pecah kaca mobil yang menyasar kendaraan terparkir untuk mengambil barang-barang berharga seperti telepon genggam.

    Kasus lain yang turut menjadi perhatian adalah tindak kriminal yang melibatkan warga negara asing asal Korea.

    Dalam kejadian itu, korban dibuntuti saat melintas di jalan tol sebelum akhirnya dipepet, ditabrak dan dianiaya menggunakan pisau serta alat setrum listrik.

    Polres Metro Tangerang Kota memastikan seluruh kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

    Pemerintah Kota Tangerang bersama aparat kepolisian juga terus memperkuat koordinasi guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat.

    Polisi Perkuat Pengawasan di Kota Tangerang

    Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan langkah represif melalui penegakan hukum terhadap pelaku kriminal di Kota Tangerang.

    Selain itu, upaya preventif dan preemtif juga diperkuat melalui program Jaga Jakarta yang diterapkan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

    Ia meminta masyarakat untuk ikut aktif melaporkan tindak kejahatan agar kasus kriminal bisa lebih cepat ditangani.

    Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

    “Silakan gunakan layanan Call Center 110 untuk melapor jika menemukan tindak kejahatan atau hal mencurigakan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

    Dengan pengungkapan puluhan kasus tersebut, aparat berharap angka kriminalitas di Kota Tangerang bisa ditekan dan masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas, terutama pada malam hari dan di kawasan rawan kejahatan. (B7)

  • Prabowo Beli Sapi Sambo dari Peternak Tangerang, Bobot 1,1 Ton Tembus Rp122 Juta

    Prabowo Beli Sapi Sambo dari Peternak Tangerang, Bobot 1,1 Ton Tembus Rp122 Juta

    Berita7 | Kota Tangerang — Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Brangus berbobot 1,1 ton dari peternak asal Cipondoh, Kota Tangerang. Sapi bernama Sambo tersebut dibeli dengan harga mencapai Rp122 juta untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.

    Sapi kurban berukuran jumbo itu milik peternak bernama Roji yang mengaku bangga karena hewan ternaknya kembali terpilih menjadi sapi kurban Presiden Republik Indonesia.

    “Alhamdulillah, sapi saya dibeli Presiden untuk kurban Idul Adha tahun ini,” ujar Roji, Rabu (13/5/2026).

    Sapi Sambo diketahui didatangkan dari Banyuwangi sejak tiga tahun lalu. Selama masa perawatan, bobot sapi terus meningkat hingga mencapai 1,1 ton.

    Roji mengatakan, sapi tersebut mendapatkan perawatan khusus dengan pakan berkualitas serta tambahan vitamin untuk menjaga kondisi fisiknya tetap prima menjelang Iduladha.

    “Sapi ini dirawat khusus dengan pakan ampas tahu, konsentrat, singkong, dan tambahan vitamin,” katanya.

    Selain itu, vaksinasi dan pemantauan kesehatan juga rutin dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang guna memastikan kondisi hewan tetap sehat sebelum didistribusikan.

    Nama Sambo sendiri diberikan sejak sapi masih kecil lantaran warna tubuhnya dominan hitam dan terlihat gagah.

    “Namanya Sambo karena warna sapinya hitam dan terlihat gagah,” ucap Roji.

    Ia mengungkapkan proses seleksi hewan kurban Presiden berlangsung cukup ketat. Bahkan dirinya sudah lima kali mengikuti proses seleksi sebelum akhirnya kembali terpilih.

    “Baru pada seleksi ketiga dan keempat sapi saya berhasil terpilih,” jelasnya.

    Menurut Roji, ini menjadi kedua kalinya sapi miliknya dipilih sebagai hewan kurban Presiden. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui lokasi penyaluran sapi tersebut kepada masyarakat.

    Roji berharap pemerintah terus memberikan ruang bagi peternak lokal untuk berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha peternakan di daerah. (B7)

  • Wali Kota Tangerang Buka Pelatihan Komunikasi Publik, Pimpinan OPD Didorong Adaptif di Era Digital

    Wali Kota Tangerang Buka Pelatihan Komunikasi Publik, Pimpinan OPD Didorong Adaptif di Era Digital

    Berita7 | Kota Tangerang — Wali Kota Tangerang H. Sachrudin resmi membuka Pelatihan Komunikasi Publik bagi pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Tahun 2026 di Gedung Graha Bhakti Karya, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat kemampuan komunikasi para pejabat pemerintah di tengah arus informasi digital yang semakin cepat.

    Pelatihan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang itu dinilai penting guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

    Sachrudin menegaskan, kemampuan komunikasi kini menjadi salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki para pimpinan perangkat daerah dalam menghadapi era keterbukaan informasi.

    “Kita hidup di era keterbukaan informasi. Masyarakat sangat cepat menerima dan merespons berbagai informasi, sehingga para pejabat pemerintah harus mampu membangun komunikasi yang baik, adaptif, dan menenangkan,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, pemerintah saat ini tidak cukup hanya menghadirkan program pembangunan dan pelayanan yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, terbuka, dan mudah dipahami masyarakat.

    Ia menambahkan, komunikasi yang kurang tepat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

    “Pemimpin hari ini tidak cukup hanya bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menjelaskan kebijakan dan program kepada masyarakat secara humanis, solutif, dan penuh empati,” tambahnya.

    Selain memperkuat kemampuan komunikasi publik, pelatihan tersebut juga menghadirkan tenaga pengajar dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan pendekatan mentoring berbasis small group agar pembelajaran lebih interaktif dan aplikatif.

    Dekan Fakultas Komunikasi Digital, Hotel, dan Pariwisata Universitas Binus, Dr. Yanti, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang yang dinilai progresif dalam meningkatkan kapasitas komunikasi pimpinan pemerintahan.

    “Para pimpinan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman dan studi kasus nyata yang dekat dengan dinamika pelayanan publik,” jelas Yanti.

    Pemkot Tangerang berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pola komunikasi pemerintahan yang lebih informatif, responsif, dan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan Kota Tangerang. (B7)

  • Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar yang ditunggu banyak warga akhirnya datang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda Kota Tangerang kini resmi melayani pasien BPJS Kesehatan atau JKN-KIS setelah Pemerintah Kota Tangerang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    Langkah ini langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar Kecamatan Benda dan wilayah perbatasan Kota Tangerang.

    Sebelumnya, layanan pasien BPJS di RSUD Benda masih terbatas. Kini, hampir seluruh poli sudah bisa diakses peserta JKN-KIS.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Menurutnya, warga kini tidak perlu lagi khawatir atau harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan BPJS.

    “Pasien atau peserta BPJS khususnya yang tinggal di sekitar RSUD Benda sekarang bisa memanfaatkan layanan kesehatan di sini secara maksimal,” ujar Sachrudin usai peresmian kerja sama di RSUD Benda, Rabu 13 Mei 2026.

    RSUD Benda Kota Tangerang Kini Layani Hampir Semua Poli

    Direktur RSUD Benda dr. Suhendra menjelaskan pelayanan BPJS atau JKN-KIS mulai berlaku penuh sejak Mei 2026.

    Ia memastikan peserta BPJS kini bisa mengakses hampir seluruh layanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di RSUD Benda.

    “Kalau sebelumnya layanan BPJS hanya tersedia di UGD, sekarang hampir semua poli sudah bisa melayani peserta JKN-KIS,” katanya.

    Saat ini hanya ada satu poli yang masih menunggu proses perekrutan dokter spesialis sehingga belum beroperasi penuh.

    Selain memperluas pelayanan, RSUD Benda juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan agar pelayanan pasien tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah kunjungan.

    Warga Kota Tangerang Kini Punya Pilihan Layanan Kesehatan Lebih Dekat

    Kerja sama antara Pemkot Tangerang dan BPJS Kesehatan ini dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat.

    Pasalnya, warga kini memiliki akses rumah sakit pemerintah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, khususnya di wilayah Benda dan sekitarnya.

    Keberadaan layanan BPJS di RSUD Benda juga diprediksi membantu mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit lain di Kota Tangerang.

    Tidak hanya itu, masyarakat juga diuntungkan dengan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau.

    RSUD Benda sendiri saat ini telah mengantongi akreditasi dengan nilai kredensial “sangat direkomendasikan”.

    Rumah sakit tersebut melayani delapan poli utama, mulai dari poli penyakit dalam, bedah, anak, kandungan, paru hingga layanan kesehatan gigi.

    Pemkot Tangerang Perluas Pemerataan Layanan Kesehatan

    Pemerintah Kota Tangerang menegaskan perluasan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Kerja sama dengan BPJS Kesehatan di RSUD Benda diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan terjangkau dan berkualitas.

    Dengan bertambahnya fasilitas kesehatan yang menerima pasien BPJS, warga Kota Tangerang kini memiliki lebih banyak pilihan layanan medis tanpa harus keluar biaya besar.

    Kehadiran layanan BPJS di RSUD Benda juga menjadi langkah penting dalam memperkuat pemerataan layanan kesehatan di Kota Tangerang. (B7)

  • GOW Kota Tangerang Kumpulkan Puluhan Kader Wanita, Sinergi Organisasi Jadi Sorotan

    GOW Kota Tangerang Kumpulkan Puluhan Kader Wanita, Sinergi Organisasi Jadi Sorotan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tangerang kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas organisasi yang diikuti puluhan kader wanita dari berbagai organisasi di Kota Tangerang, Rabu 13 Mei 2026.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nyimas Melati itu menjadi perhatian karena menyoroti pentingnya kekompakan organisasi wanita dalam mendukung pembangunan Kota Tangerang.

    Sebanyak 65 peserta hadir dalam kegiatan bertema “Penguatan Sinergi Antarpengurus dan Anggota”. Mereka berasal dari berbagai organisasi wanita yang berada di bawah naungan GOW Kota Tangerang.

    Pelatihan ini digelar untuk memperkuat kerja sama antarpengurus sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi wanita Kota Tangerang.

    GOW Kota Tangerang Dorong Organisasi Wanita Lebih Solid

    Ketua GOW Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh organisasi wanita di Kota Tangerang.

    Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang maksimal jika para anggotanya berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi yang kuat.

    Ia menegaskan kreativitas dan ide besar dalam organisasi hanya akan menjadi wacana jika tidak dibarengi kekompakan antaranggota.

    “Saya ingin seluruh pengurus dan anggota organisasi memahami bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi menjadi kunci agar program kerja benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

    Masturoh menilai organisasi wanita memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Tangerang.

    Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dianggap menjadi langkah penting agar organisasi wanita semakin aktif dan profesional.

    Puluhan Kader Wanita Kota Tangerang Didorong Jadi Penggerak

    Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat pembekalan mengenai pentingnya komunikasi organisasi, kerja sama tim, hingga penguatan peran anggota dalam menjalankan program kerja.

    GOW Kota Tangerang berharap para peserta nantinya dapat menjadi penggerak di organisasinya masing-masing dan membawa dampak positif di lingkungan masyarakat.

    “Harapan kami, GOW Kota Tangerang semakin maju, solid dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” kata Masturoh.

    Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi wanita dan Pemerintah Kota Tangerang agar berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih maksimal.

    Menurutnya, organisasi wanita memiliki potensi besar untuk membantu memperkuat pembangunan sosial di Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang Dukung Penguatan Organisasi Wanita

    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung pengembangan organisasi masyarakat, khususnya organisasi wanita.

    Selain menjadi wadah silaturahmi, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader wanita yang aktif, kreatif dan mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat Kota Tangerang.

    Dengan meningkatnya kapasitas organisasi, GOW Kota Tangerang diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan sosial serta mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

    Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga wanita di Kota Tangerang agar program yang dijalankan lebih terarah dan saling mendukung.

    Ke depan, GOW Kota Tangerang berencana terus menggelar kegiatan serupa secara rutin guna memperkuat kualitas organisasi dan memperluas dampak positif bagi masyarakat. (B7)

  • Polri Perkuat Toleransi di Jakarta, Komunitas Falun Gong Libatkan Sinergi Keamanan

    Polri Perkuat Toleransi di Jakarta, Komunitas Falun Gong Libatkan Sinergi Keamanan

    Berita7 | Jakarta — Polri resmi memperkuat sinergi dan silaturahmi bersama komunitas Falun Gong di Jakarta dalam upaya meningkatkan toleransi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah ini berdampak langsung pada terciptanya hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat ibu kota.

    Sebagai miniatur Indonesia, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku, agama, ras, golongan, dan budaya. Kondisi tersebut menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif dengan tingkat keberagaman yang tinggi.

    Melalui kegiatan silaturahmi bersama Ketua Komunitas Falun Gong Jakarta, Zaenal, Polri mendorong terciptanya kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh elemen masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi, keamanan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

    “Silaturahmi menjadi langkah penting dalam membangun toleransi dan menjaga keamanan bersama,” ujar Zaenal.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kepercayaan publik serta pencegahan konflik sosial di masyarakat.

    Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan terhadap kegiatan Falun Gong yang bersifat publik, seperti latihan maupun demonstrasi. Hal tersebut dilakukan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

    Sejumlah masyarakat menyambut positif langkah tersebut karena dinilai mampu memperkuat hubungan antar komunitas sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah keberagaman Jakarta.

    Polri berharap sinergi dan silaturahmi dengan seluruh komponen masyarakat dapat terus berjalan guna menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta memperkuat toleransi di Indonesia. (B7)

  • Tangsel Siapkan Bangunan Hemat Energi, Targetkan Hemat Rp8 Triliun

    Tangsel Siapkan Bangunan Hemat Energi, Targetkan Hemat Rp8 Triliun

    Berita7 |TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai bergerak serius menuju pembangunan rendah karbon. Bersama Global Buildings Performance Network (GBPN), Pemkot Tangsel resmi meluncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi sebagai strategi menekan emisi sekaligus mengurangi beban konsumsi listrik di sektor bangunan.

    Langkah ini dinilai penting karena Tangerang Selatan menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan pembangunan tercepat di kawasan Jabodetabek. Jika tidak dikendalikan, lonjakan pembangunan berpotensi membuat konsumsi energi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

    Melalui pedoman baru tersebut, Tangerang Selatan diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 4,1 juta MT CO2 sampai tahun 2040. Tak hanya itu, efisiensi energi juga disebut bisa menghemat anggaran hampir Rp8 triliun.

    Anggaran itu nantinya dapat dialihkan untuk sektor penting seperti pendidikan, kesehatan hingga layanan publik lainnya.

    Pemkot Tangsel Dorong Pembangunan Rendah Karbon

    Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangerang Selatan, Ade Suprizal, mengatakan peluncuran pedoman teknis ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemkot Tangsel dalam mendukung target iklim nasional.

    Menurutnya, pembangunan kota tidak boleh hanya fokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga harus memperhatikan dampak lingkungan jangka panjang.

    “Sebagai kota yang terus berkembang, Tangerang Selatan memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan pembangunan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

    Ia menjelaskan bangunan hemat energi memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Selain menekan tagihan listrik, konsep ini juga mampu meningkatkan kenyamanan bangunan dan membantu mengurangi beban kelistrikan kota.

    Tak hanya itu, kualitas udara dan ketahanan kota terhadap perubahan iklim juga disebut akan ikut meningkat.

    Bangunan Jadi Penyumbang Besar Konsumsi Energi

    Sektor bangunan saat ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam pengurangan emisi karbon nasional.

    Data Kementerian ESDM tahun 2020 mencatat bangunan gedung mengonsumsi sekitar 60 persen listrik nasional. Sementara sektor ini juga menyumbang hampir sepertiga emisi energi di Indonesia.

    Karena itu, pembangunan gedung tanpa konsep efisiensi energi dinilai berisiko menciptakan konsumsi energi tinggi selama puluhan tahun.

    Sebaliknya, penerapan bangunan hemat energi dianggap mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi biaya operasional bangunan dalam jangka panjang.

    GBPN Sebut Tangsel Bisa Jadi Contoh Kota Lain

    Managing Director GBPN Indonesia, Farida Lasida Adji, mengatakan kerja sama dengan Pemkot Tangsel menjadi langkah penting dalam menerjemahkan target iklim nasional ke level daerah.

    Menurutnya, kota memiliki peran besar dalam transisi menuju pembangunan rendah karbon, terutama melalui sektor bangunan.

    “Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung Tangerang Selatan dalam menerjemahkan target iklim nasional menjadi langkah implementasi yang konkret,” katanya.

    Farida menyebut pendekatan yang digunakan dalam penyusunan pedoman ini berbasis data serta melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian, pemerintah daerah hingga sektor swasta.

    Kerja sama antara Pemkot Tangsel dan GBPN sendiri telah berjalan sejak 2023 untuk mendukung konservasi energi dan pengembangan bangunan rendah emisi.

    Pedoman teknis tersebut juga mengacu pada sejumlah regulasi nasional, termasuk Peraturan Pemerintah tentang Konservasi Energi hingga aturan Bangunan Gedung Hijau.

    Ke depan, Pemkot Tangsel berharap pedoman ini dapat menjadi acuan penerapan bangunan hemat energi di berbagai daerah lain di Indonesia. (B7

  • Kota Tangerang Perketat Hewan Kurban, Warga Diminta Jangan Asal Beli

    Kota Tangerang Perketat Hewan Kurban, Warga Diminta Jangan Asal Beli

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Puluhan lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah kini diperiksa langsung oleh tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten.

    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, aman dikonsumsi, serta memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban.

    Lapak yang lolos pemeriksaan langsung ditempel stiker khusus sebagai tanda hewan kurban di lokasi tersebut telah diperiksa dan dinyatakan layak.

    Langkah ini menjadi perhatian masyarakat karena permintaan hewan kurban di Kota Tangerang mulai meningkat tajam mendekati Idul Adha.

    DKP Kota Tangerang Turun Langsung ke Lapak Hewan Kurban

    Tim pemeriksa mendatangi sejumlah lapak hewan kurban, salah satunya di kawasan Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Kota Tangerang.

    Petugas memeriksa kondisi fisik hewan, usia, kelengkapan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), hingga memastikan hewan bebas dari penyakit berbahaya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pengawasan dilakukan agar masyarakat tidak khawatir saat membeli hewan kurban.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang ingin memastikan seluruh hewan yang beredar benar-benar sehat sebelum dibeli masyarakat.

    “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat memilih hewan kurban. Hewan yang dijual harus memenuhi syarat kesehatan dan syariat,” katanya.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, hewan-hewan kurban yang diperiksa dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak.

    Hewan Kurban di Kota Tangerang Didatangkan dari Berbagai Daerah

    Muhdorun menjelaskan pasokan hewan kurban di Kota Tangerang berasal dari berbagai wilayah seperti Bima, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung hingga peternak lokal Tangerang.

    Seluruh hewan yang masuk wajib melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dijual ke masyarakat.

    “Tadi dokter hewan sudah melakukan pemeriksaan langsung dan hasilnya hewan-hewan di lapak ini sehat serta layak untuk kurban,” ujarnya.

    DKP Kota Tangerang juga mencatat jumlah lapak hewan kurban mulai bertambah menjelang Idul Adha. Tahun lalu jumlah lapak mencapai lebih dari 200 titik.

    Sementara pada pendataan sementara tahun 2026, sudah ada lebih dari 60 lapak yang terdata dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

    Warga Kota Tangerang Diimbau Perhatikan Stiker dan Dokumen Hewan

    Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban.

    Warga diminta memastikan hewan memiliki kondisi sehat, cukup umur, serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

    Selain itu, masyarakat juga diminta memilih lapak yang sudah memiliki stiker pemeriksaan resmi dari DKP Kota Tangerang.

    “Lapak yang sudah diperiksa akan kami beri tanda stiker sebagai bukti hewan di lokasi tersebut aman, sehat dan layak dikonsumsi,” jelas Muhdorun.

    Pedagang Akui Penjualan Hewan Kurban Mulai Naik

    Salah satu pedagang hewan kurban di Kota Tangerang, Muhammad Amiruddin, mengaku pengawasan tahun ini jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.

    Menurutnya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari pengecekan dokumen, penimbangan hewan, pengambilan sampel darah hingga vaksinasi.

    “Hewan kurban dipastikan sehat dan bebas dari penyakit seperti PMK,” ungkapnya.

    Ia juga menyebut penjualan hewan kurban tahun ini mulai mengalami peningkatan cukup signifikan.

    Meski permintaan naik, harga hewan kurban di lapaknya masih relatif terjangkau untuk masyarakat Kota Tangerang.

    “Banyak pembeli sekarang cek dulu lewat foto dan video, tapi banyak juga yang datang langsung ke lapak sebelum transaksi,” katanya.

    Pengawasan hewan kurban di Kota Tangerang diperkirakan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha untuk memastikan seluruh hewan yang dijual aman dan layak dikurbankan. (B7

  • Jelang Idul Adha, DKP Kota Tangerang Tempel Stiker Khusus di Lapak Hewan Kurban

    Jelang Idul Adha, DKP Kota Tangerang Tempel Stiker Khusus di Lapak Hewan Kurban

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten di sejumlah lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, Selasa 12 Mei 2026.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, aman dikonsumsi, serta memenuhi syarat syariat Islam.

    Tim gabungan turun langsung melakukan pemeriksaan fisik hewan, pengecekan usia, hingga memverifikasi dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Lapak yang lolos pemeriksaan langsung diberi stiker khusus sebagai tanda hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan layak.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pengawasan dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang ingin memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan benar-benar sehat dan memenuhi standar kesehatan hewan.

    “Kegiatan ini untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual pedagang memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam,” katanya saat melakukan pemeriksaan di salah satu lapak hewan kurban di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh.

    Muhdorun menjelaskan, tim dokter hewan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap kondisi hewan di lapangan. Mulai dari kondisi tubuh, kesehatan umum, hingga riwayat vaksinasi.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, hewan-hewan kurban yang diperiksa dinyatakan sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

    “Hasil pemeriksaan langsung di lapangan menunjukkan hewan-hewan ini dalam kondisi baik dan layak untuk dikurbankan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pasokan hewan kurban di Kota Tangerang berasal dari berbagai daerah seperti Bima, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung hingga peternak lokal di wilayah Tangerang.

    DKP Kota Tangerang juga mencatat jumlah lapak penjualan hewan kurban mulai meningkat menjelang Idul Adha. Tahun lalu terdapat lebih dari 200 lapak yang terdata, sementara tahun ini pendataan sementara sudah mencapai lebih dari 60 lapak dan diperkirakan terus bertambah.

    Pemerintah Kota Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Warga diminta memastikan hewan memiliki kondisi sehat serta dilengkapi dokumen resmi kesehatan hewan.

    Muhdorun mengimbau masyarakat memilih lapak yang telah mendapatkan tanda pemeriksaan dari petugas.

    “Lapak yang sudah kami periksa akan diberi stiker sebagai tanda hewan kurban di lokasi tersebut aman, sehat dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

    Ia berharap partisipasi pedagang dan masyarakat terus meningkat agar pengawasan kesehatan hewan kurban berjalan maksimal selama musim Idul Adha tahun ini.

    Pedagang Sebut Penjualan Hewan Kurban Meningkat

    Salah satu pedagang hewan kurban di Kota Tangerang, Muhammad Amiruddin, mengatakan pengawasan kesehatan hewan tahun ini berjalan sangat ketat.

    Menurutnya, seluruh dokumen kesehatan hewan diperiksa secara rinci mulai dari pendataan, penimbangan, pengambilan sampel darah hingga vaksinasi.

    “Hewan kurban di sini dipastikan sehat, aman dan tidak terpapar penyakit seperti PMK,” katanya.

    Ia menjelaskan sebagian hewan yang dijual berasal dari Bali dan Nusa Tenggara Timur. Seluruh hewan telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sesuai prosedur.

    Selain itu, Amiruddin mengaku penjualan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Meski permintaan meningkat, harga hewan kurban di lapaknya masih relatif terjangkau untuk masyarakat.

    “Pembeli sekarang banyak yang melihat dulu lewat foto dan video. Tapi banyak juga yang datang langsung ke lapak sebelum transaksi,” ungkapnya.

    Pengawasan kesehatan hewan kurban diperkirakan akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha guna memastikan seluruh hewan yang beredar di Kota Tangerang aman dan layak dikurbankan masyarakat. (B7)