Berita7 | Kota Tangerang,. – Suasana aula di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang mendadak ramai sejak pagi, Selasa (12/05/2026). Ratusan guru SD dan SMP dari berbagai sekolah terlihat serius mengikuti seminar pendidikan yang membahas fenomena wartawan tidak profesional atau yang kerap disebut “wartawan bodrek”. Tema tersebut langsung mencuri perhatian karena dinilai semakin sering terjadi di lingkungan sekolah.
Seminar Hari Pendidikan Nasional yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang itu menjadi ruang diskusi terbuka antara dunia pendidikan dan insan pers. Para guru tampak antusias menyimak penjelasan mengenai cara mengenali identitas jurnalis resmi hingga memahami media yang sudah terverifikasi Dewan Pers.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan seminar tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan insan pers profesional. Menurutnya, sekolah perlu memahami bagaimana menghadapi oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan namun tidak bekerja sesuai kode etik jurnalistik.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi para pengurus PWI Kota Tangerang yang telah menyelenggarakan seminar ini. Temanya juga sangat relevan sebagai komitmen sinergi bersama-sama terutama para insan pers untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Tangerang,” ujar Wahyudi.
Fenomena wartawan “bodrek” sendiri belakangan menjadi keresahan di sejumlah sekolah. Tidak sedikit pihak sekolah yang merasa bingung saat menghadapi pihak yang datang mengaku wartawan namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi maupun media yang terverifikasi. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang merugikan dunia pendidikan.
Karena itu, seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Dewan Pers Rustam Fachri Mandayun dan Dewan Kehormatan PWI Provinsi Banten Mohammad Taufik. Keduanya memberikan pemahaman langsung mengenai ciri-ciri jurnalis profesional, pentingnya verifikasi identitas wartawan, hingga tata cara melayani permintaan informasi publik secara benar dan aman.
Ketua PWI Kota Tangerang Herwanto mengaku bersyukur seminar berjalan lancar dengan respons yang sangat positif dari para peserta. Menurutnya, diskusi interaktif yang terjadi selama seminar menunjukkan tingginya perhatian para guru terhadap isu penyalahgunaan profesi wartawan.
“Alhamdulillah, seminar tadi bisa berjalan sukses, lancar dan sesuai harapan bersama. Antusias dari kepala sekolah atau guru-guru sangat luar biasa dengan menjalin diskusi yang interaktif bersama para narasumber,” kata Herwanto.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih kuat antara insan pers dengan dunia pendidikan di Kota Tangerang. Tidak hanya untuk mengantisipasi praktik oknum wartawan, tetapi juga mendukung terciptanya iklim pendidikan yang sehat, terbuka, dan terlindungi dari penyalahgunaan informasi.
Bagi para guru, seminar tersebut memberikan pengetahuan baru yang dinilai sangat penting di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat. Banyak peserta mengaku kini lebih memahami bagaimana membedakan jurnalis profesional dengan pihak-pihak yang hanya memanfaatkan nama media untuk kepentingan pribadi.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan terus diperkuat agar dunia pendidikan di Kota Tangerang semakin aman, nyaman, dan mampu menghadapi tantangan informasi di era digital. (B7

Leave a Reply