Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten di sejumlah lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, Selasa 12 Mei 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, aman dikonsumsi, serta memenuhi syarat syariat Islam.
Tim gabungan turun langsung melakukan pemeriksaan fisik hewan, pengecekan usia, hingga memverifikasi dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Lapak yang lolos pemeriksaan langsung diberi stiker khusus sebagai tanda hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan layak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pengawasan dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang ingin memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan benar-benar sehat dan memenuhi standar kesehatan hewan.
“Kegiatan ini untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual pedagang memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam,” katanya saat melakukan pemeriksaan di salah satu lapak hewan kurban di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh.
Muhdorun menjelaskan, tim dokter hewan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap kondisi hewan di lapangan. Mulai dari kondisi tubuh, kesehatan umum, hingga riwayat vaksinasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, hewan-hewan kurban yang diperiksa dinyatakan sehat dan layak dijadikan hewan kurban.
“Hasil pemeriksaan langsung di lapangan menunjukkan hewan-hewan ini dalam kondisi baik dan layak untuk dikurbankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasokan hewan kurban di Kota Tangerang berasal dari berbagai daerah seperti Bima, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung hingga peternak lokal di wilayah Tangerang.
DKP Kota Tangerang juga mencatat jumlah lapak penjualan hewan kurban mulai meningkat menjelang Idul Adha. Tahun lalu terdapat lebih dari 200 lapak yang terdata, sementara tahun ini pendataan sementara sudah mencapai lebih dari 60 lapak dan diperkirakan terus bertambah.
Pemerintah Kota Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Warga diminta memastikan hewan memiliki kondisi sehat serta dilengkapi dokumen resmi kesehatan hewan.
Muhdorun mengimbau masyarakat memilih lapak yang telah mendapatkan tanda pemeriksaan dari petugas.
“Lapak yang sudah kami periksa akan diberi stiker sebagai tanda hewan kurban di lokasi tersebut aman, sehat dan layak dikonsumsi,” jelasnya.
Ia berharap partisipasi pedagang dan masyarakat terus meningkat agar pengawasan kesehatan hewan kurban berjalan maksimal selama musim Idul Adha tahun ini.
Pedagang Sebut Penjualan Hewan Kurban Meningkat
Salah satu pedagang hewan kurban di Kota Tangerang, Muhammad Amiruddin, mengatakan pengawasan kesehatan hewan tahun ini berjalan sangat ketat.
Menurutnya, seluruh dokumen kesehatan hewan diperiksa secara rinci mulai dari pendataan, penimbangan, pengambilan sampel darah hingga vaksinasi.
“Hewan kurban di sini dipastikan sehat, aman dan tidak terpapar penyakit seperti PMK,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian hewan yang dijual berasal dari Bali dan Nusa Tenggara Timur. Seluruh hewan telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sesuai prosedur.
Selain itu, Amiruddin mengaku penjualan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Meski permintaan meningkat, harga hewan kurban di lapaknya masih relatif terjangkau untuk masyarakat.
“Pembeli sekarang banyak yang melihat dulu lewat foto dan video. Tapi banyak juga yang datang langsung ke lapak sebelum transaksi,” ungkapnya.
Pengawasan kesehatan hewan kurban diperkirakan akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha guna memastikan seluruh hewan yang beredar di Kota Tangerang aman dan layak dikurbankan masyarakat. (B7)
