Berita7 | Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran oposisi dalam menjaga demokrasi Indonesia saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku menghormati keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan sebagai bentuk check and balances terhadap jalannya pemerintahan.
“Demokrasi kita perlu check and balances. Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi,” ujar Prabowo.
Ia bahkan mengaku kerap merasa “pilu” ketika menerima kritik keras dari kader PDIP. Namun menurutnya, kritik tersebut justru menjadi pengingat penting bagi pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa proses tender dan proyek pemerintah tidak boleh dipengaruhi latar belakang politik tertentu.
Menurutnya, jika sebuah pihak memenangkan tender secara benar, maka pemerintah wajib menghormati hasil tersebut tanpa melihat afiliasi politik di belakangnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung peran Megawati Soekarnoputri yang pernah membantunya di bidang ekonomi saat dirinya belum menjabat sebagai presiden.
Pidato tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan sikap terbuka pemerintah terhadap kritik politik sekaligus menegaskan pentingnya menjaga demokrasi yang sehat di Indonesia. (B7
Leave a Reply