Category: Pendidikan

  • SMPN 25 Tangerang Jadi Lokasi Program PP Tunas, Siswa di Bawah 16 Tahun Dibatasi Bermedsos

    Berita7 | Kota Tangerang,. — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Tangerang mulai memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui Forum Sahabat Tunas yang digelar di SMP Negeri 25 Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026).

    Program Perlindungan Anak atau PP Tunas dengan gerakan “Tunggu Anak Siap” tersebut menjadi langkah konkret membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi melindungi hak digital generasi muda.

    Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, guru, hingga para pelajar sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi ancaman digital terhadap anak-anak.

    Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan kebijakan ini bukan melarang anak menggunakan internet, melainkan menunda kepemilikan akun media sosial mandiri hingga usia 16 tahun.

    “Data pribadi anak di bawah 16 tahun tidak boleh sembarangan diunggah di ruang digital. Pemerintah hadir membantu orang tua menghadapi tantangan besar melawan algoritma platform digital,” tegas Fifi.

    Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong platform global seperti Google, Meta, dan Roblox agar memperketat sistem keamanan digital bagi anak-anak Indonesia.

    Sementara itu, Sachrudin menyatakan Pemerintah Kota Tangerang siap memperkuat pengawasan digital tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui edukasi kepada orang tua di rumah.

    “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri karena waktu anak lebih banyak di rumah. Kami akan menyusun regulasi yang lebih matang untuk memperkuat pengawasan ini,” ujar Sachrudin.

    Selain itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengungkapkan pihaknya telah mengembangkan berbagai inovasi edukasi digital, salah satunya Kelompok Informasi Sekolah (KIS) yang digerakkan langsung oleh siswa SMP.

    Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran pelajar terkait keamanan digital sekaligus memperkuat edukasi antarsiswa di lingkungan sekolah.

    Di sisi lain, Ketua OSIS SMPN 25 Kota Tangerang, Rizky Aldiansyah Nasution, mengaku mendukung aturan pembatasan penggunaan ponsel selama jam belajar demi menjaga fokus siswa.

    “Hadirnya PP Tunas membuat kami merasa hak-hak digital di dunia maya lebih terlindungi. Harapannya program ini bisa berjalan lebih luas lagi,” ungkap Rizky.

    Program Sahabat Tunas diharapkan menjadi langkah awal memperkuat perlindungan anak di ruang digital sekaligus menciptakan lingkungan internet yang lebih aman bagi generasi muda di Kota Tangerang. (B7

  • Tangerang Gelar Forum Literasi Digital, Ratusan Pelajar Diedukasi Internet Sehat

    Berita7 | Tangerang — Kementerian Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Pemerintah Kota Tangerang menggelar Forum Sahabat Tunas di SMPN 25 Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penguatan literasi digital bagi pelajar agar mampu menggunakan internet secara bijak, aman, dan sehat.

    Forum bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” ini diikuti oleh ratusan pelajar dengan fokus edukasi penggunaan internet positif serta pencegahan dampak negatif ruang digital.

    Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat di tengah derasnya arus teknologi.

    “Internet itu bagai sebuah jalan yang sangat besar. Jangan sampai kita tersesat atau mengambil jalan yang salah. Jadi bagaimana kita memanfaatkan internet secara bijak, mari kita sama-sama pelajari,” ujar Fifi.

    Ia juga mendorong pelajar menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah dan keluarga, termasuk memahami kebijakan pemerintah terkait perlindungan anak di ruang digital melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

    Dalam forum tersebut, dokter anak Tuty Herawaty turut mengingatkan dampak penggunaan gawai berlebihan terhadap kesehatan anak, mulai dari gangguan fokus belajar hingga penurunan prestasi akademik.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bekal menghadapi tantangan era teknologi.

    “Literasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, sehat, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat ruang ramah anak melalui taman publik, ruang terbuka hijau, hingga pusat pembelajaran keluarga sebagai sarana edukasi digital.

    Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak Indonesia. (B7)

  • Literasi Tanpa Batas, DPAD Kota Tangerang Hadirkan Program Khusus untuk Anak Disabilitas

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Kali ini, DPAD menyasar anak-anak berkebutuhan khusus melalui program unggulan Durian (Dunia Literasi Anak) dan storytelling di Perpustakaan Daerah Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti dua sekolah sekaligus, yakni Sekolah Khusus (SKh) Diandra dan SD Mutiara Bangsa. Suasana perpustakaan tampak penuh antusias saat para siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara interaktif.

    Program Durian yang selama ini menjadi salah satu daya tarik Perpustakaan Daerah Kota Tangerang kembali menghadirkan suasana ceria lewat penampilan badut ikonik dan talent edukatif. Anak-anak diajak bermain sambil belajar untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

    Usai sesi hiburan, kegiatan dilanjutkan dengan storytelling atau mendongeng menggunakan media boneka serta alat musik yang dibawakan petugas perpustakaan. Metode tersebut dirancang khusus agar lebih mudah diterima anak-anak disabilitas.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menegaskan bahwa perpustakaan merupakan ruang publik yang terbuka untuk semua kalangan tanpa terkecuali.

    “Makna pelayanan publik itu sangat luas dan global. Kami tidak membatasi siapapun. Baik anak-anak umum maupun anak-anak yang luar biasa, semuanya memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas literasi,” ujar Engkos.

    Menurutnya, pendekatan edukasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dilakukan dengan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan. Namun demikian, substansi pendidikan dan literasi tetap menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan.

    “Tentu para talent dan petugas kami akan menyesuaikan metode pembawaannya. Pendekatan untuk anak-anak spesial ini akan lebih interaktif, misalnya lewat permainan atau games seru. Namun yang paling penting, intisari kegiatannya tidak akan keluar dari jalur edukasi dan literasi,” lanjutnya.

    Tak hanya menghadirkan program edukatif, DPAD Kota Tangerang juga memperkuat fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas. Saat ini, Perpustakaan Daerah Kota Tangerang telah menyediakan ruang khusus dengan koleksi buku Braille bagi penyandang tunanetra.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan akses literasi yang merata dan tanpa batas. Kehadiran fasilitas inklusif dinilai penting untuk memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan pengetahuan.

    Program literasi inklusif ini pun mendapat sambutan positif dari para pendamping dan tenaga pengajar yang hadir. Mereka menilai pendekatan interaktif seperti storytelling mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan komunikasi anak-anak disabilitas.

    DPAD Kota Tangerang berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas agar budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat, termasuk bagi kelompok rentan dan berkebutuhan khusus.

    “Kami ingin semua anak bisa menikmati dan merasakan bahwa kegiatan literasi itu sangat menyenangkan, sehingga minat baca dan kualitas literasi di Kota Tangerang semakin meningkat ke depannya,” tutup Engkos. (B7)

  • SPMB Kota Tangerang Kian Dekat, Disdukcapil Pastikan Syarat Calon Murid Baru

    SPMB Kota Tangerang Kian Dekat, Disdukcapil Pastikan Syarat Calon Murid Baru

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mulai memperketat verifikasi syarat dan ketentuan calon murid baru menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

    Ketentuan tersebut berdampak langsung pada proses validasi data calon murid, khususnya bagi pendaftar jalur afirmasi, penyandang disabilitas hingga penggunaan dokumen kependudukan resmi.

    Dalam aturan yang disampaikan, calon murid jalur penyandang disabilitas tidak dibatasi oleh ketentuan usia. Selain itu, nama orang tua atau wali yang tercantum dalam Kartu Keluarga wajib sama dengan data pada rapor, ijazah jenjang sebelumnya dan akta kelahiran.

    “Seluruh data calon murid harus valid dan sesuai dokumen resmi agar proses seleksi berjalan lancar dan transparan,” ujar pihak Disdukcapil Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang juga menegaskan, bagi orang tua atau wali calon murid yang telah meninggal dunia, bercerai atau kondisi tertentu lainnya wajib melampirkan dokumen pendukung seperti akta kematian atau akta cerai dari instansi berwenang.

    Selain itu, calon murid jalur afirmasi dari keluarga pra sejahtera wajib terdaftar sebagai penerima manfaat program bantuan sosial pemerintah pusat maupun daerah.

    Sementara itu, calon murid jalur afirmasi penyandang disabilitas diwajibkan memiliki kartu penyandang disabilitas dari kementerian atau instansi terkait serta surat keterangan dokter atau dokter spesialis.

    Sejumlah orang tua murid mengaku mulai mempersiapkan dokumen lebih awal agar proses pendaftaran tidak terkendala saat tahapan SPMB resmi dibuka.

    Pemkot Tangerang berharap seluruh masyarakat memahami syarat dan ketentuan yang berlaku guna menciptakan proses penerimaan murid baru yang tertib, adil dan transparan. (B7

  • 95 Persen Dikelola Siswa, Nesta Fest 2026 SMPN 1 Tangerang Tampilkan Drama, Bisnis hingga Talenta Muda

    95 Persen Dikelola Siswa, Nesta Fest 2026 SMPN 1 Tangerang Tampilkan Drama, Bisnis hingga Talenta Muda

    Berita7 | KOTAN TANGERANG,. – Sorak sorai pelajar pecah di halaman Tangerang saat panggung Nesta Fest 2026 resmi dibuka. Warna-warni dekorasi, stand kuliner, hingga suara musik panggung membuat suasana berubah seperti festival besar yang penuh energi muda dan ambisi masa depan.

    Di tengah keramaian itu, SMP Negeri 1 Tangerang menegaskan arah baru pendidikan karakter. Nesta Fest tahun ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi sudah menjadi laboratorium mini bagi siswa untuk belajar dunia nyata: bisnis, seni, hingga kepemimpinan.

    Memasuki tahun keempat, Nesta Fest 2026 tampil dengan konsep yang jauh lebih matang. Kegiatan ini menggabungkan proyek mata pelajaran Seni Budaya kelas 9 dengan Gelar Karya Kokurikuler (P5) Kurikulum Merdeka, sehingga setiap kelas memiliki peran berbeda namun saling terhubung dalam satu ekosistem kreativitas.

    Kepala Sekolah SMPN 1 Tangerang, Emma Suhainah, menegaskan bahwa perubahan terbesar tahun ini adalah tingkat kemandirian siswa yang sangat dominan.

    “Nesta Fest tahun ini 95 persen digagas dan dikelola oleh para siswa. Pihak sekolah hanya memantau,” ujar Emma.

    Menurutnya, siswa tidak hanya belajar tampil di panggung, tetapi juga belajar hal yang lebih kompleks seperti kerja tim, komunikasi publik, hingga kemampuan mencari sponsor secara mandiri. Proses ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

    Di balik kemeriahan acara, terlihat bagaimana siswa benar-benar mengambil alih peran sebagai pelaksana utama. Mulai dari perencanaan, seleksi proposal antar kelas, hingga eksekusi acara, semuanya dikerjakan dalam waktu persiapan sekitar 6–7 bulan.

    Ketua panitia Nesta Fest 2026, Priyanka Namira Al Azwa, menyebut tema tahun ini adalah “Harapan dan Cita-Cita di Masa Depan”. Tema itu sengaja dipilih agar setiap siswa bisa mulai membayangkan arah hidup mereka sejak dini.

    “Kami mempersiapkan ini selama kurang lebih 6–7 bulan, dimulai dari seleksi proposal antarkelas,” kata Priyanka.

    Dalam pelaksanaannya, setiap jenjang memiliki peran berbeda. Siswa kelas 7 fokus pada bisnis kuliner kreatif yang melatih jiwa wirausaha. Kelas 8 mendalami praktik profesi secara langsung agar mengenal dunia kerja. Sementara kelas 9 menampilkan bakat seni melalui pertunjukan drama musikal yang menjadi puncak emosi acara.

    Di beberapa sudut area festival, terlihat stand makanan hasil kreasi siswa yang dipadati pengunjung. Di sisi lain, panggung pertunjukan dipenuhi tepuk tangan saat drama musikal dipentaskan dengan penuh ekspresi dan penghayatan.

    Nesta Fest 2026 juga semakin meriah dengan kehadiran sejumlah guest star seperti Rifa Mulyawan, Baby G, The Good Father, hingga DJ Mail. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara dan membuat suasana semakin hidup, layaknya festival musik profesional.

    Bagi para siswa, Nesta Fest bukan sekadar ajang unjuk bakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenali diri sendiri, memahami potensi, dan mulai menyusun langkah menuju masa depan.

    “Harapan aku, teman-teman di SMPN 1 Tangerang menjadi lebih tahu cita-citanya ingin jadi apa di masa depan,” ujar Priyanka.

    Transformasi Nesta Fest menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi hanya soal ruang kelas dan teori. Di tangan siswa, acara ini berubah menjadi panggung pembelajaran nyata yang menggabungkan kreativitas, tanggung jawab, dan keberanian untuk tampil di depan publik.

    Ke depan, Nesta Fest dipandang berpotensi menjadi model kegiatan sekolah yang lebih luas, di mana siswa tidak hanya menjadi peserta didik, tetapi juga pelaku utama dalam membangun pengalaman belajar yang lebih hidup dan relevan dengan dunia modern. (B7)

  • Ratusan Guru di Tangerang Dibekali Cara Hadapi Wartawan “Bodrek”, Seminar PWI-Dindik Disorot

    Ratusan Guru di Tangerang Dibekali Cara Hadapi Wartawan “Bodrek”, Seminar PWI-Dindik Disorot

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Suasana aula di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang mendadak ramai sejak pagi, Selasa (12/05/2026). Ratusan guru SD dan SMP dari berbagai sekolah terlihat serius mengikuti seminar pendidikan yang membahas fenomena wartawan tidak profesional atau yang kerap disebut “wartawan bodrek”. Tema tersebut langsung mencuri perhatian karena dinilai semakin sering terjadi di lingkungan sekolah.

    Seminar Hari Pendidikan Nasional yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang itu menjadi ruang diskusi terbuka antara dunia pendidikan dan insan pers. Para guru tampak antusias menyimak penjelasan mengenai cara mengenali identitas jurnalis resmi hingga memahami media yang sudah terverifikasi Dewan Pers.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan seminar tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi dunia pendidikan dengan insan pers profesional. Menurutnya, sekolah perlu memahami bagaimana menghadapi oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan namun tidak bekerja sesuai kode etik jurnalistik.

    “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi para pengurus PWI Kota Tangerang yang telah menyelenggarakan seminar ini. Temanya juga sangat relevan sebagai komitmen sinergi bersama-sama terutama para insan pers untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Tangerang,” ujar Wahyudi.

    Fenomena wartawan “bodrek” sendiri belakangan menjadi keresahan di sejumlah sekolah. Tidak sedikit pihak sekolah yang merasa bingung saat menghadapi pihak yang datang mengaku wartawan namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi maupun media yang terverifikasi. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang merugikan dunia pendidikan.

    Karena itu, seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Dewan Pers Rustam Fachri Mandayun dan Dewan Kehormatan PWI Provinsi Banten Mohammad Taufik. Keduanya memberikan pemahaman langsung mengenai ciri-ciri jurnalis profesional, pentingnya verifikasi identitas wartawan, hingga tata cara melayani permintaan informasi publik secara benar dan aman.

    Ketua PWI Kota Tangerang Herwanto mengaku bersyukur seminar berjalan lancar dengan respons yang sangat positif dari para peserta. Menurutnya, diskusi interaktif yang terjadi selama seminar menunjukkan tingginya perhatian para guru terhadap isu penyalahgunaan profesi wartawan.

    “Alhamdulillah, seminar tadi bisa berjalan sukses, lancar dan sesuai harapan bersama. Antusias dari kepala sekolah atau guru-guru sangat luar biasa dengan menjalin diskusi yang interaktif bersama para narasumber,” kata Herwanto.

    Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih kuat antara insan pers dengan dunia pendidikan di Kota Tangerang. Tidak hanya untuk mengantisipasi praktik oknum wartawan, tetapi juga mendukung terciptanya iklim pendidikan yang sehat, terbuka, dan terlindungi dari penyalahgunaan informasi.

    Bagi para guru, seminar tersebut memberikan pengetahuan baru yang dinilai sangat penting di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat. Banyak peserta mengaku kini lebih memahami bagaimana membedakan jurnalis profesional dengan pihak-pihak yang hanya memanfaatkan nama media untuk kepentingan pribadi.

    Ke depan, kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan terus diperkuat agar dunia pendidikan di Kota Tangerang semakin aman, nyaman, dan mampu menghadapi tantangan informasi di era digital. (B7

  • Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional, Dinas Pendidikan Pastikan Kualitas Sekolah Tetap Stabil

    Kota Tangerang Kukuhkan 31 Pejabat Fungsional, Dinas Pendidikan Pastikan Kualitas Sekolah Tetap Stabil

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Pendidikan Kota Tangerang resmi mengukuhkan 31 pejabat fungsional di Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (12/5/2026). Langkah ini berdampak langsung pada keberlangsungan proses belajar-mengajar dan stabilitas kualitas pendidikan di seluruh sekolah.

    Pengukuhan tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengisi kekosongan tenaga pendidikan yang ditinggalkan para guru dan pejabat fungsional yang memasuki masa pensiun.

    Sebanyak 31 pejabat fungsional kini mulai bertugas di sejumlah sekolah yang telah ditetapkan melalui surat keputusan resmi. Percepatan pengisian posisi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

    “Alhamdulillah, sejumlah 31 orang hadir semua. Harapan kami, mereka dapat langsung melanjutkan proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada pengisian kebutuhan tenaga pendidik, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Kota Tangerang.

    Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang terus melakukan pemantauan rasio guru dan siswa untuk memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pengajar yang memadai.

    “Kebutuhan guru selalu ada seiring dengan adanya guru yang pensiun. Kami terus melakukan pendataan mana posisi yang kosong untuk segera diterbitkan SK-nya,” lanjut Wahyudi.

    Di momen yang sama, Pemkot Tangerang juga mengukuhkan sejumlah Kepala TK Negeri Pembina di wilayah Karawaci, Cipondoh dan Pinang. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan anak usia dini di Kota Tangerang.

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki tiga TK Negeri Pembina yang diharapkan mampu memberikan sistem pembelajaran yang sesuai dengan fase pertumbuhan anak.

    “Fokus kita adalah memastikan anak-anak usia di bawah enam tahun mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan fase pertumbuhannya,” tegasnya.

    Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu TK Negeri Pembina guna memperluas akses pendidikan berkualitas sejak usia dini.

    Sejumlah tenaga pendidikan menyambut positif pengukuhan tersebut karena dinilai mampu mempercepat pemerataan guru dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. (B7

  • Siswi Tunadaksa Tangerang Siap Harumkan Banten Lewat Puisi

    Siswi Tunadaksa Tangerang Siap Harumkan Banten Lewat Puisi

    Berita7 | Kota Tangerang — Siswi tunadaksa asal Yayasan Karya Dharma Wanita 03 Kota Tangerang, Nayla Alifia, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah terpilih mewakili Tangerang di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Gebyar Lomba Talenta Siswa Provinsi Banten 2026. Di tengah keterbatasan fisik pada tangan dan kaki, Nayla tetap semangat berkarya lewat puisi yang kini jadi perhatian dunia pendidikan.

    Sebanyak puluhan pelajar berbakat berhasil dikalahkan Nayla dalam ajang FLS3N tingkat Kota Tangerang 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat belajar dan berkarya. Dengan bantuan tablet dan handphone, Nayla terus menulis puisi sambil mendapat dukungan penuh dari guru dan keluarga.

    “Saya tetap bersemangat belajar dan membuat karya sampai bisa mewakili Kota Tangerang di ajang provinsi,” ujar Nayla Alifia, Senin (11/05/2026).

    Ia menambahkan, lomba tersebut bukan sekadar pembuktian diri, tetapi menjadi langkah awal untuk mengejar cita-cita sebagai penulis profesional di bidang bahasa dan sastra Indonesia.

    Perjuangan Nayla dinilai memberikan dampak besar bagi pelajar disabilitas lainnya. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan prestasi tetap bisa diraih dengan kerja keras serta dukungan lingkungan sekitar. Kisah Nayla juga menjadi sorotan positif bagi dunia pendidikan inklusif di Kota Tangerang.

    Selain aktif menulis puisi, Nayla berharap pengalaman di FLS3N Banten 2026 dapat membuka jalan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia ingin terus menghasilkan karya tulis yang mampu menginspirasi banyak orang di masa depan.

    Sejumlah guru dan pelajar mengaku bangga atas pencapaian Nayla karena dinilai membawa semangat baru bagi siswa berkebutuhan khusus untuk lebih percaya diri menunjukkan bakat mereka. (B7)

  • Kota Tangerang Matangkan SPMB 2026, Prioritaskan Akses Pendidikan Inklusif

    Kota Tangerang Matangkan SPMB 2026, Prioritaskan Akses Pendidikan Inklusif

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP Tahun 2026. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat termasuk peserta didik penyandang disabilitas.

    Sebanyak enam jalur pendaftaran disiapkan untuk jenjang SD dan enam jalur lainnya untuk jenjang SMP pada pelaksanaan SPMB 2026. Kebijakan tersebut menunjukkan peningkatan pelayanan pendidikan yang lebih inklusif dibanding pelaksanaan sebelumnya dengan penekanan pada transparansi dan pemerataan akses sekolah.

    “Insyaallah, proses persiapan sampai dengan hari ini semuanya berjalan dengan baik, tidak ada kendala secara teknis yang ditemukan,” ujar Wahyudi Iskandar selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Senin (11/5/26).

    Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada pemerataan pendidikan dan pelayanan sosial bagi masyarakat Kota Tangerang, khususnya bagi calon peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik.

    Pemkot Tangerang juga menyiapkan jalur khusus bagi calon peserta didik penyandang disabilitas guna memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

    Untuk jenjang SD, jalur pendaftaran meliputi jalur disabilitas pada 2–3 Juni 2026, jalur mutasi 5 Juni 2026, jalur afirmasi 8 Juni 2026, jalur domisili lingkungan 10 Juni 2026, jalur domisili wilayah 12–13 Juni 2026, serta jalur domisili umum atau luar kota pada 17 Juni 2026.

    Sementara itu, untuk jenjang SMP, jadwal pendaftaran dimulai dari jalur disabilitas pada 19–20 Juni 2026, jalur afirmasi 23–24 Juni 2026, jalur domisili 26–27 Juni 2026, jalur mutasi 30 Juni 2026, jalur prestasi lomba 2 Juli 2026, dan jalur prestasi nilai rapor dalam maupun luar kota pada 6–7 Juli 2026.

    Sejumlah pihak menyambut baik langkah tersebut karena dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan layanan pendidikan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, transparan, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses sekolah bagi seluruh calon peserta didik di wilayah tersebut. (B7)

  • Siswa SMKN 1 Kota Tangerang Raih Medali Emas ITNSA World Skill ASEAN 2025, Diganjar Penghargaan Gubernur Banten

    Siswa SMKN 1 Kota Tangerang Raih Medali Emas ITNSA World Skill ASEAN 2025, Diganjar Penghargaan Gubernur Banten

    Berita7KOTA TANGERANG,. – Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Tangerang, Rash Asyari Amyris Thalib, menerima penghargaan langsung dari Gubernur Banten Andra Soni sebagai bentuk apresiasi atas prestasi membanggakan di tingkat internasional.

    Penghargaan tersebut diberikan setelah Rash berhasil meraih medali emas pada ajang IT Network System Administration (ITNSA) World Skill ASEAN 2025 yang diselenggarakan di Filipina. Prestasi ini mengharumkan nama Banten sekaligus Indonesia di kancah internasional.

    Tidak hanya di tingkat ASEAN, Rash juga sebelumnya mencatat prestasi di ajang World Skill Asia 2025 di Taiwan, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu talenta muda terbaik di bidang perancangan jaringan komputer.

    “Saya pribadi sangat bahagia mendapatkan penghargaan dari Bapak Gubernur Banten ini. Penghargaan ini pastinya menjadi kebanggaan tersendiri serta hasil yang diharapkan setelah bertahun-tahun berlatih,” ujar Rash, Minggu (10/5/26).

    Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih terus berlatih untuk menghadapi kompetisi tingkat dunia yang akan datang. Menurutnya, pengalaman di tingkat ASEAN dan Asia menjadi bekal penting untuk meraih hasil lebih tinggi di masa depan.

    “Saya sekarang juga masih terus berlatih sebagai persiapan mengikuti kompetisi kelas dunia pada tahun ini,” tambahnya.

    Rash berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Banten untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani bersaing di tingkat internasional.