Category: Pendidikan

  • Dispendik Jember Sosialisasikan SPMB 2026/2027, Aturan Baru Penerimaan Siswa Mulai Diterapkan

    Dispendik Jember Sosialisasikan SPMB 2026/2027, Aturan Baru Penerimaan Siswa Mulai Diterapkan

    Berita7 | Jember,. – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mulai menyosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang TK, SD dan SMP. Kegiatan tersebut digelar di Aula Wiyata Mandala Dispendik Jember, Kamis (7/5/2026), sebagai langkah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan baru penerimaan siswa.

    Sosialisasi dilakukan menyusul terbitnya Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru yang menjadi pedoman nasional pelaksanaan penerimaan peserta didik tahun ini.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tyahyono mengatakan seluruh tahapan penerimaan murid baru wajib berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

    Menurutnya, prinsip utama dalam pelaksanaan SPMB adalah “TOBAT”, yakni transparan, objektif, berkeadilan, akuntabel dan tanpa diskriminasi.

    “Semua pihak harus memahami aturan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.

    Aturan Baru SPMB Mulai Diterapkan

    Dispendik Jember menegaskan sistem penerimaan murid baru tahun ini membawa sejumlah perubahan penting, termasuk pembatasan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar.

    Untuk jenjang SD, jumlah maksimal siswa dalam satu kelas dibatasi sebanyak 28 siswa. Sedangkan pada tingkat SMP, kapasitas maksimal ditetapkan 32 siswa per kelas.

    Kebijakan tersebut diterapkan guna meningkatkan kualitas pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif dan optimal.

    Selain itu, pemerintah juga mengatur pembagian kuota penerimaan berdasarkan jalur seleksi yang telah ditetapkan.

    Pada jenjang SD, jalur domisili mendapatkan kuota terbesar sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen dan perpindahan tugas orang tua sebesar 5 persen.

    Sementara untuk jenjang SMP terdiri dari jalur domisili 50 persen, jalur prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen dan perpindahan tugas orang tua sebesar 5 persen.

    Jalur Prestasi Diperluas

    Dalam aturan terbaru tersebut, jalur prestasi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dengan nilai akademik tinggi, namun juga mencakup prestasi olahraga, seni, keagamaan hingga hafalan Al-Qur’an.

    Menurut Arief, kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi siswa di berbagai bidang.

    Ia juga menjelaskan bahwa jalur perpindahan diperuntukkan bagi keluarga yang mengalami perpindahan tugas kedinasan, seperti anggota TNI, Polri, kejaksaan maupun aparatur pemerintahan lainnya.

    “Kami ingin seluruh proses penerimaan berjalan adil dan memberi kesempatan yang sama kepada semua calon peserta didik,” katanya.

    Dispendik Jember Perketat Pengawasan

    Dispendik Jember mengakui keterbatasan jumlah SMP negeri masih menjadi tantangan dalam penerimaan siswa baru setiap tahunnya.

    Saat ini terdapat sekitar 903 SD negeri di Kabupaten Jember, sementara jumlah SMP negeri hanya sekitar 94 sekolah. Kondisi tersebut membuat tidak seluruh lulusan SD negeri dapat tertampung di SMP negeri.

    Karena itu, pemerintah mengajak sekolah swasta dan lembaga pendidikan keagamaan ikut berperan aktif dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

    “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah negeri saja. Sekolah swasta dan lembaga pendidikan keagamaan juga memiliki peran penting mencetak generasi unggul,” jelasnya.

    Untuk mencegah kecurangan, Dispendik Jember memastikan pengawasan akan diperketat melalui sistem digital agar proses penerimaan berjalan terbuka dan dapat dipantau bersama oleh masyarakat.

    Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami aturan baru SPMB 2026/2027 sehingga pelaksanaan penerimaan siswa baru di Kabupaten Jember dapat berjalan tertib, lancar dan adil. (BAM)

  • Pemkot Tangerang Minta Warga Awasi Pra-SPMB 2026, Laporkan Pungli dan Calo Sekolah

    Pemkot Tangerang Minta Warga Awasi Pra-SPMB 2026, Laporkan Pungli dan Calo Sekolah

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) Tahun 2026 agar berjalan transparan, bersih, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun percaloan. Imbauan tersebut disampaikan Dinas Pendidikan Kota Tangerang sebagai bentuk komitmen menciptakan proses penerimaan peserta didik yang adil dan sesuai aturan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menegaskan masyarakat diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pungli, calo, atau penyimpangan selama proses Pra-SPMB berlangsung.

    “Seluruh proses Pra-SPMB harus berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Jika masyarakat menemukan adanya pungli atau praktik yang tidak sesuai aturan, segera laporkan agar bisa langsung ditindaklanjuti,” ujar Wahyudi, Jumat (08/05/2026).

    Pemkot Siapkan Kanal Pengaduan Resmi

    Untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan maupun mendapatkan informasi terkait Pra-SPMB, Pemerintah Kota Tangerang telah menyediakan sejumlah layanan pengaduan resmi yang dapat diakses selama proses berlangsung.

    Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi LAKSA maupun layanan darurat 112. Selain itu, Dinas Pendidikan juga membuka helpdesk khusus untuk masing-masing jenjang pendidikan.

    Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), masyarakat dapat menghubungi nomor helpdesk 0877-4852-8302. Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), layanan pengaduan tersedia melalui nomor 0877-4852-8303.

    Wahyudi menegaskan seluruh tahapan Pra-SPMB tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan sekolah atau pihak tertentu dengan janji membantu meloloskan peserta didik melalui jalur tertentu.

    “Seluruh proses Pra-SPMB tidak dipungut biaya. Masyarakat harus waspada terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan atau jalur khusus dengan meminta sejumlah uang,” tegasnya.

    Masyarakat Diminta Teliti Saat Input Data

    Selain pengawasan terhadap pungli dan praktik percaloan, masyarakat juga diimbau memastikan seluruh data yang diinput selama proses Pra-SPMB telah sesuai dengan dokumen asli yang dimiliki.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari kendala saat proses verifikasi administrasi berlangsung. Kesalahan pengisian data berpotensi menghambat tahapan pendaftaran peserta didik baru.

    Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga memastikan petugas helpdesk siap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan selama proses Pra-SPMB berlangsung.

    “Jika masyarakat mengalami kendala, jangan ragu menghubungi helpdesk yang sudah disediakan. Petugas kami siap memberikan informasi dan pendampingan,” tambah Wahyudi.

    Komitmen Wujudkan SPMB Bersih dan Transparan

    Pemerintah Kota Tangerang berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat membantu menciptakan proses Pra-SPMB yang bersih, transparan, dan bebas penyimpangan. Pengawasan bersama dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan peserta didik baru.

    Dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi masyarakat, Pemkot Tangerang optimistis pelaksanaan Pra-SPMB Tahun 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik. (B7

  • Puskesmas Batusari Edukasi Kesehatan Mental Pelajar di SMAN 14 Tangerang

    Puskesmas Batusari Edukasi Kesehatan Mental Pelajar di SMAN 14 Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Puskesmas Batusari menggelar penyuluhan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi pelajar dan guru di SMAN 14 Tangerang, Jalan Darussalam II, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Kamis 7 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental sekaligus membekali lingkungan sekolah agar mampu mendeteksi tekanan emosional sejak dini.

    Program edukasi tersebut diikuti siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman dan suportif bagi kesehatan psikologis remaja.

    Bangun Kepedulian terhadap Kesehatan Mental

    Dalam penyuluhan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pertolongan pertama pada luka psikologis yang dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan hanya tenaga kesehatan.

    Penyuluh dari Puskesmas Batusari dr. Mutiara Citraristi mengatakan, tekanan emosional pada pelajar bisa muncul akibat berbagai perubahan dalam kehidupan sekolah maupun lingkungan sosial.

    “Luka psikologis tidak selalu berasal dari trauma besar. Perubahan lingkungan, tekanan akademik, hingga proses adaptasi di sekolah baru juga dapat memicu tekanan mental pada siswa,” ujar dr. Mutiara.

    Menurutnya, P3LP hadir sebagai bentuk pertolongan awal agar kondisi psikologis seseorang tidak semakin memburuk sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Ia menjelaskan, peran guru, teman maupun keluarga sangat penting dalam membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan emosional.

    Pentingnya Mendengarkan Tanpa Menghakimi

    dr. Mutiara menekankan bahwa mendengarkan secara tulus menjadi salah satu langkah sederhana namun sangat berarti dalam membantu orang yang mengalami luka psikologis.

    “Akses menuju layanan kesehatan mental terkadang masih dianggap sulit karena adanya rasa sungkan atau stigma. Kehadiran orang terdekat yang mau mendengarkan tanpa menghakimi sangat dibutuhkan agar mereka tidak merasa sendirian,” jelasnya.

    Melalui pendekatan tersebut, lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan maupun tekanan yang mereka alami.

    Selain memberikan materi edukasi, kegiatan ini juga mengajak peserta memahami pentingnya empati, komunikasi sehat dan dukungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

    Sekolah Didorong Jadi Ruang Aman bagi Pelajar

    Puskesmas Batusari berharap kegiatan edukasi kesehatan mental ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dan guru terhadap pentingnya menjaga kondisi psikologis sejak usia remaja.

    Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kesehatan mental pelajar karena sebagian besar aktivitas siswa berlangsung di sekolah.

    Dengan adanya program P3LP, sekolah diharapkan mampu menjadi tempat yang lebih peduli terhadap kondisi emosional siswa sekaligus mencegah dampak tekanan psikologis yang berkepanjangan. (B7

  • Kota Tangerang Pra SPMB 2026 Tembus 16 Ribu Pendaftar, 4 Ribu Masih Verifikasi

    Kota Tangerang Pra SPMB 2026 Tembus 16 Ribu Pendaftar, 4 Ribu Masih Verifikasi

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Pendidikan Kota Tangerang mencatat Pra SPMB 2026 telah berjalan sejak 13 April 2026. Program ini berdampak pada tingginya antusias masyarakat dalam proses pendaftaran sekolah.

    Sebanyak 16 ribu lebih pendaftar telah masuk dalam sistem, sementara sekitar 4 ribu lainnya masih dalam proses verifikasi berkas oleh pihak Disdik Kota Tangerang.

    “Sudah sekitar 16 ribu pendaftar. Ada 4 ribu lagi yang masih kita verifikasi,” ujar Wahyu Iskandar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Senin 4 Mei 2026 di Ruang Akhlakul Karimah, Puspemkot Tangerang.

    Pra-SPMB menjadi tahap awal penting sebelum calon siswa masuk ke proses penerimaan berikutnya. Peserta yang lolos verifikasi akan mendapatkan PIN sebagai kunci untuk melanjutkan tahapan pendaftaran.

    “PIN itu jadi kunci. Artinya dokumen sudah lengkap dan bisa lanjut,” jelasnya.

    Bagi peserta yang belum lolos verifikasi, Disdik memberikan waktu untuk melakukan perbaikan dokumen agar tetap bisa melanjutkan proses pendaftaran.

    Terkait isu titip-menitip atau jalur belakang, Disdik Kota Tangerang menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara sistem dan transparan.

    “Insyaallah tidak ada. Semua lewat sistem, tidak ada penerimaan di luar jalur ini,” tegas Wahyu.

    Ia menyebut sistem Pra-SPMB saat ini dapat diawasi secara terbuka dan jika ada pelanggaran akan langsung terdeteksi dan ditindaklanjuti.

    “Kalau ada backdoor, pasti kita tindak. Sistemnya transparan,” tambahnya.

    Pengawasan juga melibatkan berbagai pihak seperti Ombudsman dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan.

    Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan kendala atau dugaan pelanggaran melalui kanal pengaduan resmi seperti WhatsApp, helpdesk, hingga website Pemkot Tangerang.

    Terkait daya tampung sekolah, Disdik menyebut jumlahnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun masih dalam tahap finalisasi data.

    Sementara itu, persoalan tenaga pendidik seperti guru PPPK paruh waktu juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari kebutuhan sistem pendidikan.

    “Ini PR nasional. Kebutuhan guru ada, tapi harus disesuaikan kemampuan daerah,” ujarnya.

    Disdik Kota Tangerang juga menegaskan bahwa pelaksanaan Pra-SPMB sejalan dengan kebijakan tingkat Provinsi Banten dalam mendorong sistem pendidikan yang transparan dan terintegrasi.

    “Ini sinergi. Dari kota, provinsi, sampai pusat sama-sama mendorong keterbukaan,” pungkas Wahyu. (B7)

  • Kota Tangerang Gelar Porseni PAUD, Wali Kota Tekankan Pendidikan Karakter

    Kota Tangerang Gelar Porseni PAUD, Wali Kota Tekankan Pendidikan Karakter

    Berita7 | Kota Tangerang — Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan komitmennya dalam membangun generasi emas Indonesia melalui penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PAUD tingkat Kota Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Tang City Mall, Selasa (28/04/2026).

    “Porseni adalah investasi kita untuk generasi emas. Kita tidak sedang mencari siapa yang paling hebat, tetapi sedang menumbuhkan karakter anak-anak kita,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, Porseni bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi ruang pembelajaran yang membentuk keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.

    “Hari ini kita melihat wajah masa depan Kota Tangerang, yaitu anak-anak yang ceria, berani, cerdas, dan penuh potensi,” tambahnya.

    Sachrudin menekankan bahwa PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak agar tumbuh seimbang antara kecerdasan dan sikap sosial.

    Melalui kegiatan seperti Porseni, anak-anak dilatih keberanian, disiplin, serta kemampuan berekspresi sejak dini sebagai bekal masa depan.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan serta memperkuat ekosistem pendidikan yang berkualitas. (B7)

  • Hardiknas 2026 di Kota Tangerang, Tak Ada Lagi Sekolah Kasta Favorit

    Hardiknas 2026 di Kota Tangerang, Tak Ada Lagi Sekolah Kasta Favorit

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara dan penguatan komitmen pendidikan melalui semangat Kolaborasi Semesta di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Sabtu (02/05/2026).

    Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata”.

    Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Tangerang, para guru, kepala sekolah, siswa, hingga insan pendidikan dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada pemerintah maupun sekolah semata.

    Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

    “Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita harus membangun komunikasi untuk mendorong kesadaran orang tua agar tidak hanya menitipkan anaknya di sekolah, tetapi juga memberikan kepedulian tinggi terhadap potensi dan perkembangan mereka,” ujar Sachrudin.

    Ia mengatakan, peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas serta merata.

    Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang digelar di lingkungan SMP Negeri 1 Kota Tangerang tersebut.

    Sachrudin juga kembali menegaskan keberhasilan program unggulan Pemerintah Kota Tangerang, yakni 3G atau Gampang Sekolah.

    Program tersebut, kata dia, menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan seluruh anak di Kota Tangerang mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi maupun keterbatasan akses.

    “Saat ini tidak ada lagi perbedaan kasta antara sekolah favorit dan non-favorit, karena seluruh sekolah di Kota Tangerang, baik negeri maupun swasta, sudah memiliki standar kualitas yang merata. Faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak,” tegasnya.

    Program Gampang Sekolah sendiri menjadi salah satu upaya Pemkot Tangerang untuk menghadirkan pemerataan layanan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

    Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat merasakan kemudahan akses pendidikan dengan fasilitas yang semakin memadai dan terjangkau.

    Selain fokus pada pemerataan akses pendidikan, Pemkot Tangerang juga terus mendorong penguatan karakter siswa di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan tantangan pendidikan modern saat ini tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

    Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas pungutan liar menjadi bagian penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik.

    “Program sekolah gratis adalah komitmen intervensi pemerintah. Jika ditemukan pungutan liar di sekolah yang sudah berkomitmen gratis, kami akan menindak tegas. Kami ingin pendidikan menjadi kebutuhan dasar yang terfasilitasi dengan baik untuk mencetak generasi unggul Kota Tangerang,” ujar Wahyudi.

    Ia memastikan Pemerintah Kota Tangerang akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program sekolah gratis di seluruh satuan pendidikan.

    Tidak hanya itu, Pemkot Tangerang juga berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman melalui kolaborasi berbagai pihak.

    Peringatan Hardiknas 2026 di Kota Tangerang diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (B7)

  • Hardiknas 2026 di Kota Tangerang, Sachrudin Tegaskan Pendidikan Harus Bisa Diakses Semua Anak

    Hardiknas 2026 di Kota Tangerang, Sachrudin Tegaskan Pendidikan Harus Bisa Diakses Semua Anak

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 melalui upacara khidmat yang digelar di SMP Negeri 1 Tangerang, Sabtu (02/05/2026).

    Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, sebagai pembina apel dan diikuti para guru, kepala sekolah, pelajar, serta perwakilan insan pendidikan se-Kota Tangerang.

    Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata”.

    Momentum tersebut sekaligus menjadi penguatan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kota Tangerang.

    Dalam amanatnya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

    “Pendidikan merupakan usaha bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh, guna mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat,” ujar Sachrudin.

    Ia menjelaskan, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah maupun sekolah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

    Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan merata.

    “Upaya ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi semua pihak. Mari kita jaga semangat gotong royong untuk menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas, sehingga setiap anak di Kota Tangerang dapat memperoleh haknya untuk belajar dan meraih cita-citanya,” lanjutnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Tangerang dalam mendukung akses pendidikan, salah satunya melalui program Gampang Sekolah.

    Program tersebut dihadirkan sebagai solusi untuk memastikan tidak ada anak di Kota Tangerang yang putus sekolah akibat kendala biaya maupun keterbatasan akses pendidikan.

    Pemkot Tangerang, lanjutnya, terus berupaya memberikan kemudahan akses pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

    “Melalui Gampang Sekolah, kami memastikan pendidikan dapat diakses tanpa kendala finansial maupun akses. SD dan SMP sudah gratis, bahkan hingga SMA melalui kebijakan pemerintah provinsi. Selain itu, kami juga memberikan bantuan bagi mahasiswa kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

    Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh semangat. Para peserta upacara tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hardiknas tersebut.

    Sejumlah guru dan tenaga pendidik juga menyambut positif komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat pemerataan pendidikan.

    Selain itu, momentum Hardiknas dinilai menjadi pengingat penting bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan seluruh elemen masyarakat.

    Wali Kota Tangerang juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang dan proses belajar anak di lingkungan keluarga.

    Menurutnya, kualitas pendidikan akan semakin baik apabila didukung sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga.

    “Sekolah di Kota Tangerang pada dasarnya memiliki kualitas yang baik. Namun, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, melainkan juga oleh kepedulian kita bersama—orang tua, guru, dan masyarakat. Mari kita bangun kolaborasi untuk mendampingi anak-anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutupnya.

    Peringatan Hardiknas 2026 di Kota Tangerang diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (B7)

  • RSUD Kota Tangerang Kerahkan MCU Calon Paskibraka untuk Seleksi HUT RI 2026

    RSUD Kota Tangerang Kerahkan MCU Calon Paskibraka untuk Seleksi HUT RI 2026

    Berita7 | Kota Tangerang, Sabtu pagi 2 Mei 2026. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang bergerak melakukan Medical Check Up (MCU) terhadap calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang sebagai langkah memastikan kondisi fisik peserta tetap prima menghadapi seleksi tingkat provinsi dan nasional.

    Pemeriksaan kesehatan dilakukan menyeluruh di ruang MCU RSUD Kota Tangerang. Calon peserta yang sebelumnya lolos seleksi administrasi menjalani cek tekanan darah, jantung, paru-paru, kadar gula, pemeriksaan darah lengkap, urin, radiologi hingga kebugaran fisik sebagai bagian dari tahapan seleksi menuju HUT RI ke-81 tahun 2026.

    “Calon Paskibraka berada di bawah binaan Kesbangpol. Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kesiapan fisik mereka, perlu dilakukan MCU secara menyeluruh,” kata Plt Kepala Humas RSUD Kota Tangerang, Shal Purnama.

    RSUD Kota Tangerang menegaskan dukungan penuh terhadap persiapan kegiatan nasional peringatan Hari Kemerdekaan RI. Hasil MCU nantinya menjadi dasar evaluasi Kesbangpol Kota Tangerang dalam menentukan kesiapan fisik dan kesehatan calon anggota Paskibraka sebelum masuk tahapan seleksi lanjutan.

    Kegiatan ini juga berdampak langsung pada kualitas pembinaan generasi muda di Kota Tangerang. Pemeriksaan kesehatan dinilai penting untuk memastikan peserta memiliki kesiapan jasmani dan rohani sebelum mengikuti tahapan latihan fisik berat, termasuk lari 12 menit, push up, sit up hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB).

    Secara nasional, seleksi Paskibraka menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter kebangsaan dan kaderisasi generasi muda. Pemerintah daerah di berbagai wilayah kini semakin memperketat tahapan kesehatan dan kebugaran sebagai standar utama dalam pembentukan pasukan pengibar bendera tingkat daerah hingga nasional.

    Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Eksosbud Agama Kesbangpol Kota Tangerang, Akhmad Budiarto, menjelaskan sebanyak 16 calon peserta dipersiapkan mengikuti seleksi lanjutan tingkat provinsi. Dari jumlah tersebut, sebagian akan diproyeksikan mengikuti seleksi nasional, sementara peserta lainnya akan bertugas di tingkat Kota Tangerang setelah seluruh tahapan selesai dilakukan. (B7)

  • Disdik Kota Tangerang Tegaskan Sekolah Gratis Dikawal Ketat Bebas Pungli

    Disdik Kota Tangerang Tegaskan Sekolah Gratis Dikawal Ketat Bebas Pungli

    Berita7 | Kota Tangerang, Sabtu pagi 2 Mei 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar bergerak menegaskan komitmen menjaga kualitas pendidikan sekaligus mengawal program sekolah gratis agar berjalan maksimal tanpa adanya pungutan liar di seluruh sekolah yang telah ditetapkan.

    Penegasan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMP Negeri 1 Kota Tangerang. Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini yang tidak hanya fokus pada akses belajar, tetapi juga penguatan karakter siswa di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

    “Program sekolah gratis adalah bentuk komitmen intervensi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang merata. Jika ditemukan pungutan liar di sekolah yang sudah berkomitmen gratis, kami akan menindak tegas,” kata Wahyudi Iskandar.

    Kebijakan pengawasan sekolah gratis berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan. Pemerintah Kota Tangerang memastikan seluruh sekolah penerima program wajib memberikan pelayanan optimal tanpa membebani peserta didik dengan pungutan dalam bentuk apa pun.

    Secara nasional, isu pemerataan pendidikan dan pengawasan pungutan sekolah menjadi perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penguatan karakter siswa, kualitas lingkungan belajar hingga transparansi layanan pendidikan kini menjadi fokus utama di berbagai daerah.

    Peringatan Hardiknas 2026 di Kota Tangerang mengusung tema “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata”. Pemerintah daerah bersama sekolah, orang tua dan masyarakat akan terus memperkuat sinergi untuk menciptakan pendidikan berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh siswa. (B7)

  • Pilar Gerakkan Semangat Hardiknas 2026 di Tangsel Lewat Nilai Asah Asih dan Asuh

    Pilar Gerakkan Semangat Hardiknas 2026 di Tangsel Lewat Nilai Asah Asih dan Asuh

    Berita7 | Tangerang Selatan, Sabtu pagi 2 Mei 2026. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan bergerak menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Sekolah Al-Azhar BSD, Serpong. Kegiatan ini dihadiri jajaran pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat komitmen pembangunan pendidikan berkualitas di Kota Tangsel.

    Dalam peringatan Hardiknas tersebut, Pilar menegaskan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses memuliakan manusia melalui nilai asah, asih, dan asuh yang diwariskan Ki Hajar Dewantara. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga mendorong penguatan mutu pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter siswa hingga perluasan akses pendidikan.

    “Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Pilar Saga Ichsan.

    Peringatan Hardiknas 2026 di Tangsel berdampak langsung terhadap penguatan kolaborasi dunia pendidikan antara sekolah, keluarga, masyarakat dan media. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman serta mendukung lahirnya generasi unggul dan berkarakter.

    Secara nasional, momentum Hardiknas 2026 menjadi bagian dari penguatan pembangunan sumber daya manusia sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat. Pendidikan dinilai menjadi fondasi utama menuju Indonesia maju melalui peningkatan kualitas guru, literasi, numerasi, STEM serta pemerataan akses pendidikan di seluruh daerah.

    Rangkaian kegiatan Hardiknas tingkat Kota Tangerang Selatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, merata dan bermartabat bagi generasi penerus bangsa di Tangsel. (B7)