Category: Pemerintahan

  • 329 Rumah Warga Tangsel Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    329 Rumah Warga Tangsel Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi menggulirkan program bedah rumah untuk 329 rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026. Langkah ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hunian masyarakat prasejahtera, khususnya warga berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Tangsel.

    Sebanyak 329 rumah kini mulai direnovasi menjadi hunian sehat, aman dan layak, setelah sebelumnya banyak warga tinggal di rumah dengan kondisi sanitasi buruk dan konstruksi membahayakan. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Yang diajukan sebenarnya lebih dari 1.000 unit, tetapi tahun ini kami mendapatkan pagu anggaran untuk 329 unit,” ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

    Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Anggaran perbaikan rumah pada 2026 juga meningkat menjadi Rp75 juta per unit dari sebelumnya Rp71 juta. Dengan anggaran tersebut, rumah penerima bantuan akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, fasilitas listrik, lantai keramik hingga pompa air.

    Selain itu, proses pembangunan satu unit rumah diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan termasuk pembongkaran bangunan lama. Program ini juga diprioritaskan bagi warga dengan kondisi ekonomi lemah dan rumah yang dinilai tidak layak huni.

    Sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur karena program tersebut membantu mereka mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk keluarga.

    Pelaksana Tugas Kepala Disperkimta Tangsel Robby Cahyadi mengatakan, rumah penerima bantuan harus memenuhi kriteria RTLH seperti sanitasi buruk dan konstruksi yang membahayakan keselamatan penghuni.

    “Jangan sampai rumah yang dibangun ternyata berdiri di atas tanah milik orang lain atau bangunan liar,” jelas Robby.

    Pemkot Tangsel berharap program bedah rumah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan lingkungan hunian sehat, layak dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kota Tangerang Selatan. (B7)

  • Diskominfo Kota Tangerang Gelar Forum Kehumasan 2026, 100 Admin OPD Diminta Gercep

    Diskominfo Kota Tangerang Gelar Forum Kehumasan 2026, 100 Admin OPD Diminta Gercep

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi menggelar Forum Kehumasan Tahun 2026 yang diikuti 100 pengelola PPID dan admin media sosial OPD di lingkungan Pemkot Tangerang. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlakul Karimah itu menjadi langkah percepatan komunikasi publik digital yang lebih cepat, responsif, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

    Sebanyak 100 peserta dari berbagai perangkat daerah kini mulai memperkuat koordinasi komunikasi publik, setelah sebelumnya tantangan penyampaian informasi digital dinilai semakin kompleks dan membutuhkan respons cepat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat di era digital.

    “Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus selaras dengan tujuan pembangunan dan pelayanan pemerintah. Media sosial juga harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana informasi dan komunikasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman.

    Ia menambahkan, pengelolaan media sosial pemerintah tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kepercayaan publik dan kualitas pelayanan pemerintah.

    Selain itu, forum ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang komunikasi publik digital, di antaranya Product Manager Katadata.co.id Firman Fisdaus, Kepala Subkomunikasi Digital Kementerian Keuangan RI Abdul Aziz, serta Ketua Tim Pengembangan dan Kemitraan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Tangerang.

    Sejumlah peserta mengaku kegiatan tersebut sangat membantu meningkatkan pemahaman pengelolaan media sosial pemerintah, terutama dalam menghadapi kritik, saran, dan aduan masyarakat melalui platform digital. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan komunikasi publik kini menjadi kebutuhan penting di lingkungan pemerintahan modern.

    Pemkot Tangerang berharap Forum Kehumasan Tahun 2026 dapat terus berlanjut guna menciptakan komunikasi publik yang efektif, konsisten, dan terpercaya, sekaligus memperkuat pelayanan informasi kepada masyarakat secara digital. (B7)

  • Tangerang Selatan Targetkan PSEL Mandiri 1.200 Ton Sampah di Cipeucang, Investasi Rp1,2 Triliun Disiapkan

    Tangerang Selatan Targetkan PSEL Mandiri 1.200 Ton Sampah di Cipeucang, Investasi Rp1,2 Triliun Disiapkan

    Berita7 | TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mandiri di TPA Cipeucang dengan kapasitas pengolahan mencapai sekitar 1.200 ton sampah per hari.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa proyek tersebut akan dibangun secara mandiri tanpa skema aglomerasi dengan daerah lain. Ia menegaskan seluruh persyaratan yang diminta pihak Danantara akan diupayakan untuk dipenuhi oleh pemerintah daerah.

    “Insyaallah apa saja yang diminta oleh Danantara bisa dipenuhi, karena kita ditetapkan sebagai PSEL mandiri di Cipeucang,” ujar Pilar, Jumat (15/5/2026).

    Menurutnya, fasilitas PSEL ini tidak hanya akan mengolah sampah baru yang masuk setiap hari, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi tumpukan sampah lama yang selama ini menumpuk di kawasan TPA Cipeucang TPA Cipeucang.

    “Kami berharap sampah existing juga bisa ditangani supaya lama-lama habis juga di Cipeucang,” tambahnya.

    Saat ini, Pemkot Tangsel masih menyelesaikan proses pembebasan lahan sekitar 2,5 hektare yang menjadi syarat utama pembangunan proyek tersebut. Anggaran pembebasan lahan disebut sudah disiapkan dan kini memasuki tahap akhir pembayaran kepada warga.

    Pilar menegaskan bahwa target penyelesaian pembebasan lahan harus tuntas pada tahun ini agar proyek tidak tertunda.

    Di sisi lain, Pemkot Tangsel menargetkan proyek PSEL dapat memasuki tahap groundbreaking pada akhir 2026 dengan nilai investasi diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

    “Kalau bisa groundbreaking di akhir tahun, karena dari Danantara sudah ada investornya. Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai target,” ujar Pilar. (B7)

  • Perkim Kota Tangerang Luncurkan SAHABAT MBR, 1.000 Rumah Warga Bakal Dapat PBG Gratis

    Perkim Kota Tangerang Luncurkan SAHABAT MBR, 1.000 Rumah Warga Bakal Dapat PBG Gratis

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang resmi meluncurkan program SAHABAT MBR atau Sahkan Bangunan Bersama Rakyat Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Program ini ditujukan untuk membantu warga prasejahtera mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis, khususnya penerima manfaat rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    Program tersebut dijalankan sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap rumah warga yang telah direnovasi melalui bantuan pemerintah.

    Sebanyak 1.000 unit rumah ditargetkan mulai difasilitasi mendapatkan legalitas bangunan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perkim Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan hukum bagi warga berpenghasilan rendah.

    “Kami ingin memastikan rumah yang telah direhabilitasi tidak hanya mempunyai kelayakan secara fisik namun juga memiliki kepastian atau sah secara hukum,” ujar Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo, Selasa (12/5/2026).

    Ia menambahkan, melalui program SAHABAT MBR, rumah-rumah yang sebelumnya direnovasi kini dapat memperoleh dokumen PBG tanpa dipungut biaya.

    Program tersebut tidak hanya berfokus pada penerbitan administrasi bangunan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan nilai aset masyarakat serta rasa aman bagi pemilik rumah.

    “Program ini diharapkan mampu membangun rasa aman, meningkatkan nilai aset warga, sampai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemkot Tangerang dalam menjamin terciptanya kota yang layak huni,” tambahnya.

    Selain itu, Perkim Kota Tangerang berharap program SAHABAT MBR dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya penerima bantuan RTLH yang selama ini belum memiliki legalitas bangunan resmi.

    Program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, aman, dan layak huni bagi masyarakat Kota Tangerang. (B7

  • Bappeda Kota Tangerang Kawal Perbaikan Jalan Prioritas, Infrastruktur Jadi Fokus Pembangunan Wilayah

    Bappeda Kota Tangerang Kawal Perbaikan Jalan Prioritas, Infrastruktur Jadi Fokus Pembangunan Wilayah

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat pembangunan infrastruktur melalui agenda perbaikan jalan yang kini menjadi prioritas di seluruh wilayah. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Kewilayahan yang digelar di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (11/5/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti sebagai bagian dari penguatan sinkronisasi program pembangunan antar perangkat daerah.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, agenda perbaikan jalan akan terus digencarkan mulai dari jalan protokol, jalan sekunder hingga jalan lingkungan yang dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di kawasan permukiman.

    “Kami memanfaatkan momentum rapat evaluasi kewilayahan setiap bulan ini untuk mematangkan persiapan kinerja semua dinas khususnya mengenai agenda prioritas,” ujar Sachrudin didampingi Wakil Wali Kota Tangerang Mayono.

    Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan menjadi perhatian serius Pemkot Tangerang karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat sehari-hari.

    “Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan akan menjadi prioritas untuk segera ditangani,” lanjutnya.

    Melalui dukungan perencanaan pembangunan yang dikawal Bappeda Kota Tangerang, agenda peningkatan kualitas infrastruktur diharapkan berjalan lebih terarah, merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menjelaskan, Pemkot Tangerang telah melakukan perbaikan di sekitar 1.200 titik jalan atau mencapai 3.200 meter persegi selama beberapa bulan terakhir.

    Perbaikan tersebut dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan sebagai bentuk percepatan penanganan kerusakan jalan yang menjadi keluhan masyarakat.

    “Kami tadi sudah melaporkan ada sekitar 17,2 persen yang mengalami kerusakan sedang serta 3,9 persen mengalami kerusakan berat dari total semua ruas jalan yang ada di Kota Tangerang,” ujar Taufik.

    Ia memastikan proses perbaikan akan terus digencarkan, termasuk di sejumlah titik yang mengalami kerusakan pasca tingginya mobilitas masyarakat selama dan setelah Lebaran.

    Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam mendukung konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi daerah serta keselamatan pengguna jalan.

    Dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah termasuk Bappeda, Pemkot Tangerang optimistis pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih maksimal demi menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat. (B7)

  • Kota Tangerang Gelar Pelatihan B2SA di SMPN 1, Orang Tua Diajarkan Olah Pangan Sehat Modern

    Kota Tangerang Gelar Pelatihan B2SA di SMPN 1, Orang Tua Diajarkan Olah Pangan Sehat Modern

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar pelatihan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal dengan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) di SMPN 1 Tangerang, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan pemahaman pola makan sehat bagi keluarga dan pelajar.

    Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih fokus kepada siswa, kali ini DKP Kota Tangerang menitikberatkan edukasi kepada para orang tua siswa. Langkah tersebut dilakukan agar pola konsumsi sehat di sekolah dapat terus diterapkan hingga di lingkungan rumah.

    Puluhan peserta yang terdiri dari orang tua murid, guru hingga Kader Pansat (Pangan Aman Sehat untuk Hebat) mulai mengikuti praktik langsung pengolahan pangan lokal menjadi menu modern dan bergizi. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

    “Tujuannya agar ibu-ibu tidak hanya paham apa itu B2SA, tapi juga memiliki keterampilan memasak yang bisa meningkatkan kesehatan anak sekaligus ekonomi keluarga,” ujar Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah.

    Ia menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teori gizi, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal agar lebih kreatif, sehat dan bernilai ekonomis.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak membuat berbagai menu unik hasil kolaborasi bersama chef profesional. Mulai dari ramen berbahan sagu, ayam angkak hingga puding sayur berbahan wortel dan jagung.

    Menu-menu tersebut disiapkan sebagai alternatif bekal sekolah yang menarik bagi anak-anak namun tetap kaya nutrisi dan aman dikonsumsi setiap hari.

    “Kami ingin orang tua di rumah juga bisa menyiapkan masakan harian dengan standar yang sama. Sehingga kebutuhan gizi anak mulai dari karbohidrat, protein, vitamin hingga mineral selalu tercukupi,” lanjut Lisnah.

    Selain praktik memasak, kegiatan ini juga menjadi momentum edukasi penting tentang pemanfaatan pangan lokal yang selama ini masih kurang dimaksimalkan oleh masyarakat.

    Sejumlah orang tua siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru dalam menyiapkan makanan sehat untuk keluarga.

    Salah satu orang tua siswa kelas 7A SMPN 1 Tangerang, Waika Ismalia, mengaku pelatihan tersebut membuka pemahamannya bahwa sumber karbohidrat tidak selalu bergantung pada nasi.

    “Kebetulan anak saya tidak mengonsumsi nasi. Di pelatihan ini saya mendapat ilmu bahwa sumber karbohidrat itu tidak selalu dari nasi,” ungkapnya.

    Ia berharap edukasi seperti ini dapat terus dilakukan karena dinilai sangat membantu para orang tua dalam menyiapkan makanan sehat dan bergizi untuk anak.

    “Semoga dengan makanan yang disajikan lebih beraneka ragam dan bervitamin, anak-anak bisa tumbuh dengan baik,” tutupnya. (B7)

  • Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui program edukasi kesehatan, layanan pemeriksaan, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan kerja sama semua pihak serta menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

    “Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin, Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan atau skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, edukasi juga digencarkan kepada masyarakat, terutama kelompok usia produktif dan generasi muda, agar memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS serta menerapkan pola hidup sehat.

    Pemerintah juga menekankan pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA agar mereka dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan kehidupan sosial yang layak.

    “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik,” katanya.

    Pemkot Tangsel turut menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan dalam memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.

    Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.

    “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya. (B7

  • Layanan Adminduk Tangerang Gratis, Warga Diminta Pakai Sobat Dukcapil

    Layanan Adminduk Tangerang Gratis, Warga Diminta Pakai Sobat Dukcapil

    Berita7 | Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang menegaskan seluruh layanan administrasi kependudukan (adminduk) diberikan gratis tanpa pungutan biaya. Warga kini juga didorong memanfaatkan aplikasi digital Sobat Dukcapil agar pengurusan dokumen lebih cepat, praktis, dan transparan.

    Berbagai layanan adminduk mulai dari KTP elektronik, kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian hingga pindah datang penduduk kini dapat diakses secara digital melalui aplikasi Sobat Dukcapil. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pelayanan publik sekaligus mencegah praktik percaloan yang masih menjadi perhatian masyarakat.

    “Seluruh layanan adminduk mudah, gratis dan transparan,” tegas Rizal Ridolloh, Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi Sobat Dukcapil memungkinkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Sistem digital tersebut dinilai mampu memangkas antrean sekaligus mempercepat proses administrasi warga.

    Selain memperkuat layanan digital, Pemkot Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa pengurusan dokumen dengan meminta biaya tertentu. Seluruh layanan dipastikan gratis sesuai aturan yang berlaku.

    Langkah ini dinilai berdampak langsung terhadap pelayanan publik, khususnya memudahkan warga dalam mengakses dokumen penting secara cepat dan aman. Digitalisasi layanan adminduk juga diharapkan meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi pungutan liar di lingkungan pelayanan masyarakat.

    Sejumlah warga mengaku terbantu dengan sistem layanan digital karena proses pengurusan menjadi lebih mudah tanpa harus antre panjang di kantor Disdukcapil. (B7

  • Kota Tangerang Perkuat 20 LPK Swasta, Disnaker Siapkan SDM Siap Kerja Hadapi Industri Modern

    Kota Tangerang Perkuat 20 LPK Swasta, Disnaker Siapkan SDM Siap Kerja Hadapi Industri Modern

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan terus bergerak memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui pembinaan terhadap 20 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta. Langkah ini dilakukan untuk mencetak tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di tengah ketatnya kebutuhan industri modern dan dunia kerja saat ini.

    Sebanyak 20 LPK swasta mengikuti pembinaan strategis yang digelar Disnaker Kota Tangerang, Senin (11/5/26). Program tersebut difokuskan pada penguatan standar kompetensi, sinkronisasi kurikulum pelatihan, hingga peningkatan kualitas lulusan agar sesuai kebutuhan perusahaan dan sektor industri.

    “Kami ingin memastikan 20 LPK yang hadir hari ini bukan hanya sekadar penyedia jasa pelatihan, melainkan mitra pemerintah dalam mencetak SDM berkualitas,” ujar Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan.

    Ia menegaskan, standardisasi kurikulum menjadi fokus utama agar sertifikat lulusan LPK memiliki nilai tinggi dan mampu meningkatkan peluang kerja masyarakat Kota Tangerang di berbagai sektor industri.

    “Fokus kami adalah standardisasi kurikulum agar sertifikat yang dikeluarkan LPK memiliki daya tawar yang kuat di mata perusahaan,” tambahnya.

    Menurut Ujang, tantangan dunia kerja saat ini berkembang sangat cepat sehingga lembaga pelatihan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, baik dari sisi teknologi, fasilitas pelatihan maupun materi pembelajaran.

    Disnaker Kota Tangerang juga mendorong seluruh LPK untuk memperbarui metode pelatihan agar lulusan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi benar-benar siap terjun ke dunia kerja dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan perusahaan.

    “Melalui pembinaan ini, kami juga mengajarkan harus sinkron dengan kebutuhan riil di pabrik atau perkantoran. Kami tidak ingin ada celah antara kompetensi lulusan dengan kriteria yang dicari oleh pemberi kerja,” tegas Ujang.

    Langkah tersebut mendapat respons positif karena dinilai mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal yang lebih kompetitif.

    Dengan penguatan pembinaan tersebut, Pemkot Tangerang berharap LPK swasta dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja unggul, profesional, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional. (B7)

  • DLH Kota Tangerang Tindak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah Jalan Marsekal Surya Darma 2026

    DLH Kota Tangerang Tindak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah Jalan Marsekal Surya Darma 2026

    Berita7 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melalui UPT Wilayah Barat menindaklanjuti laporan masyarakat pada Minggu (10/5/2026) dengan melakukan pembersihan tumpukan ranting dan sampah di bahu jalan serta trotoar Jalan Marsekal Surya Darma, Kota Tangerang, Banten. Kegiatan ini melibatkan 25 personel yang diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan area tersebut kembali bersih dan dapat digunakan dengan nyaman oleh masyarakat serta pengguna jalan.

    Setelah menerima laporan warga terkait kondisi lingkungan yang dipenuhi ranting dan sampah, tim DLH segera bergerak ke lokasi. Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh mulai dari bahu jalan hingga area trotoar yang terdampak penumpukan sampah.

    Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas kebersihan kota sekaligus memastikan fasilitas umum tetap layak dan nyaman digunakan. DLH Kota Tangerang juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap tertib dan bersih.

    Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan bahwa tindakan ini merupakan respons cepat pemerintah dalam merespons laporan warga.

    “Ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Tangerang dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

    DLH Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan penumpukan sampah di wilayah sekitar. “Karena kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” tegas Wawan. (B7)