Category: Kesehatan

  • Heboh! PMI Kota Tangerang Buka Cek Kesehatan dan Cek Golongan Darah Gratis, Warga Rela Datang Sejak Pagi

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Momentum Hari Donor Darah Sedunia dimanfaatkan PMI Kota Tangerang dengan menghadirkan layanan yang menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya mengajak warga untuk mendonorkan darah, PMI juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan cek golongan darah gratis bagi peserta yang datang ke lokasi kegiatan.

    Kegiatan tersebut digelar di Gedung Layanan Donor Darah PMI Kota Tangerang di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Sukasari, pada Ahad (14/6/2026). Sejak kegiatan dimulai, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya.

    Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Donor Darah Sedunia sekaligus bentuk apresiasi kepada para pendonor yang selama ini berkontribusi membantu sesama.

    PMI bekerja sama dengan RS Hermina Daan Mogot menyediakan 50 paket pemeriksaan asam urat dan gula darah serta 30 paket pemeriksaan kolesterol bagi masyarakat. Selain itu, cek golongan darah gratis juga disiapkan untuk 50 orang pertama yang datang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

    [baca_juga]

    Tak hanya layanan kesehatan, PMI Kota Tangerang juga menggelar lomba foto donor darah dengan hadiah saldo e-wallet senilai Rp50 ribu bagi 25 pemenang. Peserta cukup mengunggah foto saat melakukan donor darah melalui akun Instagram pribadi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

    Oman mengajak masyarakat, terutama generasi muda yang telah memenuhi syarat, agar tidak takut mendonorkan darah. Menurutnya, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan pendonor, tetapi juga dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan.

    Salah satu peserta, Agustina, warga Kelurahan Cikokol, mengaku senang dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ia mengatakan hasil pemeriksaan asam urat dan kolesterol yang dijalaninya masih berada dalam batas normal.

    Melalui kegiatan ini, PMI Kota Tangerang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah terus meningkat sehingga kebutuhan stok darah dapat terpenuhi untuk membantu pasien yang membutuhkan.(B7

  • Kabar Menggembirakan! Stunting di Kota Tangerang Bertahan 5,4 Persen, Dinkes Maksimalkan Langkah Pencegahan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar positif datang dari sektor kesehatan di Kota Tangerang. Hingga Mei 2026, prevalensi stunting tercatat berada di angka 5,4 persen menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Namun, Pemerintah Kota Tangerang memilih tidak berpuas diri dan kini mengalihkan fokus besar pada satu target utama, yakni mencegah munculnya kasus stunting baru

    Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program terintegrasi yang menyasar sejak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita. Strategi ini diyakini menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan setiap anak memiliki hak untuk tumbuh secara optimal sehingga pencegahan menjadi prioritas utama pemerintah.

    “Data e-PPGBM hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kota Tangerang berada di angka 5,4 persen. Angka ini relatif stabil, namun kami tidak ingin ada tambahan kasus stunting baru sehingga seluruh upaya pencegahan terus diperkuat,” ujarnya.

    Menurutnya, penanganan stunting saat ini tidak hanya berfokus pada anak yang sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai jauh sebelum kelahiran melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin.

    Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan perjalanan penurunan stunting di Kota Tangerang terus mengalami dinamika. Dari angka 19,1 persen pada 2018, prevalensi berhasil turun menjadi 16,4 persen pada 2019, kemudian 15,3 persen pada 2021 dan 11,8 persen pada 2022. Meski sempat meningkat menjadi 17,6 persen pada 2023, angka tersebut kembali turun menjadi 11,2 persen pada 2024.

    Pemerintah Kota Tangerang menilai keberhasilan menekan stunting tidak hanya menjadi tugas sektor kesehatan. Faktor kesejahteraan keluarga, sanitasi lingkungan, pola asuh, pendidikan, hingga kolaborasi lintas sektor memiliki peran besar dalam menciptakan generasi bebas stunting.

    Untuk memperkuat langkah tersebut, berbagai inovasi terus dijalankan, termasuk pemanfaatan aplikasi SIDATA yang terintegrasi dengan e-PPGBM sehingga pemantauan kondisi gizi anak dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

    Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dunia usaha, dan masyarakat, Kota Tangerang optimistis mampu menekan angka stunting lebih rendah lagi serta mewujudkan generasi emas yang sehat dan berdaya saing. (B7

  • Dinkes Kota Tangerang Pastikan Jemaah Haji Pulang Sehat, Monitoring Kesehatan Dilakukan Selama 3 Pekan

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan para jemaah haji yang telah kembali dari Tanah Suci. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh hingga pemantauan kondisi jemaah selama tiga pekan setelah tiba di Kota Tangerang.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk membantu proses pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang tiba melalui Debarkasi Asrama Haji Banten Grand El-Hajj Cipondoh.

    Menurutnya, seluruh jemaah yang baru tiba akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur pemulangan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

    “Pemkot Tangerang mendukung penuh proses pemeriksaan kesehatan jemaah haji agar seluruh jemaah dapat kembali ke keluarga dalam kondisi aman, nyaman, dan sehat,” ujar dr. Dini.

    Selain memastikan kesehatan saat kedatangan, Dinkes Kota Tangerang juga akan melakukan pemantauan lanjutan terhadap seluruh jemaah haji asal Kota Tangerang selama tiga minggu pascakepulangan.

    Monitoring kesehatan dilakukan melalui puskesmas di wilayah masing-masing. Apabila jemaah mengalami keluhan kesehatan selama masa pemantauan, mereka dapat segera mengakses layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang diperlukan.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang dalam memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat, khususnya para jemaah haji yang baru kembali dari pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

    [baca_juga]

    Dengan adanya pemeriksaan dan monitoring kesehatan secara berkelanjutan, diharapkan seluruh jemaah haji asal Kota Tangerang dapat menjalani masa pemulihan dengan baik serta kembali beraktivitas bersama keluarga dalam kondisi sehat dan prima.

  • 66 Warga Kabupaten Tangerang Jalani Operasi Katarak Gratis, Penglihatan Kembali Terang dengan Teknologi Modern

    Berita7 | Kabupaten Tangerang,. – kembali menghadirkan kabar menggembirakan bagi masyarakat. Sebanyak 66 warga menjalani operasi katarak gratis di RSUD Kabupaten Tangerang melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Sentra Mulia Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Banten.

    Program yang digelar dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 tersebut menyasar masyarakat kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

    Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan seluruh peserta telah melalui proses verifikasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Tangerang agar bantuan tepat sasaran.

    “Peserta operasi berasal dari kelompok masyarakat yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Program ini dibiayai pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Pelaksanaan operasi dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang dengan dukungan empat ruang operasi dan tim medis khusus mata yang disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta.

    Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, Endang Widyastiwi, mengatakan rumah sakit juga menyediakan layanan kontrol pascaoperasi guna memastikan kondisi pasien terus terpantau hingga masa pemulihan selesai.

    Menurutnya, pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan hasil operasi berjalan optimal dan mengurangi risiko komplikasi.

    Yang menarik, operasi kali ini menggunakan metode **fakoemulsifikasi**, yakni teknik bedah katarak modern dengan sayatan yang lebih kecil sehingga proses tindakan lebih cepat dan masa pemulihan pasien menjadi lebih singkat.

    [baca_juga]

    Ketua Perdami Banten, Darmawan M. Sophian, menjelaskan metode tersebut menjadi salah satu teknologi terkini dalam penanganan katarak.

    “Teknik ini memungkinkan tindakan dilakukan lebih cepat dengan luka operasi yang minimal sehingga pemulihan pasien dapat berlangsung lebih singkat,” jelasnya.

    Untuk mendukung program tersebut, Perdami Banten menerjunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata yang bertugas melakukan operasi dan pemantauan kesehatan pasien.

    Salah satu peserta operasi, Sopian, warga Kecamatan Cisoka, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut setelah lama mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

    “Penglihatan saya sudah terganggu cukup lama. Dengan adanya operasi gratis ini saya berharap bisa kembali beraktivitas normal. Pelayanannya juga sangat baik dan tidak dipungut biaya,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, menyampaikan keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, tenaga kesehatan, hingga pendamping sosial yang menjaring calon penerima manfaat di 29 kecamatan.

    Program operasi katarak gratis ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan kembali kualitas penglihatan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, sekaligus menekan risiko kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui tindakan medis. (B7)

  • Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Warga, Konsumsi Daging Kurban Berlebihan Bisa Picu Hipertensi

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola makan sehat saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah, terutama dalam mengonsumsi daging kurban agar tidak berlebihan.

    Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, pada Jumat (29/5/26), sebagai langkah pencegahan terhadap risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.

    Menurutnya, konsumsi daging merah yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama bagi warga yang sudah memiliki riwayat penyakit tersebut.

    “Masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Iduladha, tetapi harus seimbang. Perbanyak sayur, buah, dan air putih agar tubuh tetap stabil,” ujar dr. Dini.

    Ia menegaskan bahwa kelompok masyarakat dengan riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol, dan penyakit metabolik lainnya perlu lebih berhati-hati dalam mengatur pola makan selama momen Iduladha.

    Selain imbauan pola makan sehat, Dinkes Kota Tangerang juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia di 39 puskesmas.

    Layanan tersebut memungkinkan warga untuk memeriksa tekanan darah, kadar gula, kolesterol, serta mendapatkan konsultasi kesehatan langsung dari tenaga medis.

    “Jika muncul keluhan seperti pusing, tengkuk berat, atau tekanan darah naik setelah mengonsumsi makanan berlemak, segera lakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat,” tambahnya.

    Dinkes Kota Tangerang berharap masyarakat dapat tetap menikmati momen Iduladha dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kondisi kesehatan agar tidak terjadi gangguan setelah konsumsi makanan tinggi lemak. (B7

  • RSU Kota Tangsel Resmi Layani Operasi Kanker BPJS, Warga Kini Tak Perlu Dirujuk Jauh

    Berita7 | Pamulang — RSU Kota Tangerang Selatan resmi membuka layanan bedah onkologi untuk pasien BPJS Kesehatan mulai 25 Mei 2026. Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan pasien kanker tanpa harus dirujuk ke rumah sakit luar daerah.

    Layanan operasi kanker tersebut kini dapat diakses langsung masyarakat Kota Tangerang Selatan melalui poli bedah onkologi yang dibuka setiap Senin dan Kamis. Sebelumnya, banyak pasien harus menjalani rujukan ke rumah sakit besar di Jakarta untuk mendapatkan tindakan operasi kanker.

    Dokter Subspesialis Bedah Onkologi RSU Kota Tangsel dr. Randi Dwiyanto, SpB.Subsp.Onk.(K) mengatakan, layanan poliklinik bedah onkologi sebenarnya sudah berjalan sejak Desember 2025. Namun layanan bagi peserta BPJS baru dapat dibuka setelah proses akreditasi dan kredensial selesai dilakukan.

    “Yang sebelumnya dirujuk ke rumah sakit lain seperti Fatmawati atau Kanker Dharmais, sekarang tindakan operasinya sudah bisa dilakukan di RSU Kota Tangsel,” ujar dr. Randi.

    Ia menjelaskan, layanan tersebut menangani berbagai kasus tumor maupun kanker, baik jinak maupun ganas. Penanganannya meliputi kanker payudara, kanker tiroid, kanker rongga mulut, kanker kulit, hingga tumor jaringan lunak pada tangan dan kaki.

    Kemudahan lain yang kini dirasakan masyarakat yakni pasien dapat memperoleh rujukan langsung dari puskesmas menuju poli bedah onkologi tanpa harus melalui dokter spesialis bedah umum terlebih dahulu. Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses pemeriksaan dan tindakan medis bagi pasien.

    Dalam proses penanganan, pasien akan menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik, USG hingga biopsi guna memastikan jenis tumor yang dialami sehingga penanganan bisa dilakukan secara tepat dan cepat.

    RSU Kota Tangsel juga tengah mengembangkan fasilitas pelayanan kanker lanjutan seperti kemoterapi. Saat ini rumah sakit tersebut telah ditunjuk menjadi bagian dari program KJSU Kementerian Kesehatan yang mencakup layanan kanker, jantung, stroke dan uronefrologi.

    Melalui program tersebut, RSU Kota Tangsel akan mendapatkan tambahan fasilitas penunjang pelayanan kanker seperti alat imunohistokimia, mamografi hingga layanan kemoterapi.

    “Kami berharap layanan ini bisa mempermudah masyarakat mendapatkan akses penanganan kanker lebih cepat dan lebih dekat. Semakin cepat ditemukan dan ditangani, peluang kesembuhan juga semakin besar,” tutup dr. Randi. (B7

  • Lomba Posyandu 2026 di Kota Tangerang Diikuti 13 Kecamatan, Penilaian Kini Lebih Ketat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bersama Tim Pembina Posyandu menggelar Lomba Posyandu Berprestasi dan Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026 di Gedung Nyimas Melati, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi perhatian karena sistem penilaian tahun ini dibuat lebih luas dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

    Sebanyak 13 posyandu terbaik dari seluruh kecamatan di Kota Tangerang ikut dalam ajang tahunan tersebut. Penilaian tidak lagi hanya fokus pada pelayanan kesehatan, namun juga mengacu pada 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang menjadi program prioritas pemerintah.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan perubahan sistem penilaian dilakukan agar pelayanan posyandu semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

    “Tahun ini penilaiannya lebih terintegrasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi seluruh 6 SPM ikut dinilai untuk melihat kesiapan pelayanan di masyarakat,” ujar dr. Dini.

    Ia menjelaskan, seluruh peserta menjalani proses seleksi mulai dari administrasi, pemaparan inovasi kader, hingga evaluasi langsung oleh tim juri. Nantinya akan dipilih tiga posyandu terbaik untuk masuk tahap verifikasi lapangan sebelum diumumkan pada Agustus 2026.

    Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong inovasi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan warga di tingkat lingkungan.

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Masturoh Sachrudin menambahkan, pembinaan terhadap kader terus dilakukan setiap bulan guna memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal di seluruh wilayah.

    “Lewat evaluasi dan lomba ini, kita bisa melihat langsung efektivitas pelayanan posyandu di masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan kader,” ungkap Masturoh.

    Pelaksanaan lomba ini juga dinilai berdampak positif bagi masyarakat karena mendorong peningkatan pelayanan kesehatan dasar, edukasi keluarga, hingga penguatan peran kader di lingkungan warga.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap kegiatan tersebut mampu memacu semangat inovasi posyandu agar pelayanan masyarakat semakin cepat, aktif, dan tepat sasaran di seluruh kecamatan. (B7

  • Dinkes Kota Tangerang Latih 100 Penjamah Pangan, Tekan Risiko Keracunan Makanan

    Dinkes Kota Tangerang Latih 100 Penjamah Pangan, Tekan Risiko Keracunan Makanan

    Berita7 | TANGERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang diikuti 100 peserta di Aula Kecamatan Pinang, Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemkot Tangerang untuk memastikan makanan siap saji yang beredar di masyarakat aman, higienis dan bebas dari risiko kontaminasi berbahaya.

    Pelatihan tersebut menyasar pemilik usaha katering, restoran, hotel, instalasi gizi rumah sakit hingga relawan SPPG yang telah terdaftar melalui aplikasi SIKASEP.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, pelatihan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat pilar kesehatan lingkungan sekaligus mencegah munculnya penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases.

    “Kami ingin memastikan setiap makanan siap saji yang dikonsumsi warga Kota Tangerang telah melalui proses yang benar-benar higienis,” ujar dr. Dini.

    Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar higiene sanitasi mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan makanan, teknik penyimpanan hingga penyajian yang aman dan sehat.

    Dinkes Kota Tangerang menilai pengawasan keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna menekan potensi keracunan makanan di tengah masyarakat.

    Selain memperkuat pengetahuan pelaku usaha kuliner, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat dan menciptakan lingkungan pangan yang aman.

    “Kami berharap pelatihan ini melahirkan penjamah pangan yang kompeten untuk menekan angka keracunan makanan. Ini langkah nyata bersama pelaku usaha demi mewujudkan Kota Tangerang yang sehat dan aman pangannya,” katanya.

    Pelatihan berlangsung antusias dengan fokus edukasi langsung kepada peserta terkait praktik pengolahan pangan yang sesuai standar kesehatan. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui pengawasan keamanan pangan yang lebih ketat.

    (B7)

  • Tangsel Waspada Hantavirus 2026, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus tapi Risiko Tetap Diwaspadai

    Tangsel Waspada Hantavirus 2026, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus tapi Risiko Tetap Diwaspadai

    Berita7 | Tangerang Selatan — Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa hingga saat ini **tidak ada laporan kasus Hantavirus di wilayahnya**. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging.

    Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan meskipun kondisi masih aman terkendali.

    “Berdasarkan pemantauan SKDR dan surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” ujarnya.

    Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Penularan dapat terjadi melalui urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

    Penyakit ini dapat menyebabkan dua kondisi utama, yakni *Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome* (HFRS) dan *Hantavirus Pulmonary Syndrome* (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat.

    Dinkes Tangsel menyebut kewaspadaan ditingkatkan seiring laporan global adanya klaster Hantavirus di beberapa negara. Bahkan, Indonesia telah melaporkan kasus tipe HFRS di beberapa provinsi sejak 2024 hingga 2026, meski tipe HPS belum pernah ditemukan.

    Pihak Dinkes juga memperkuat sistem deteksi dini melalui pemantauan ISPA, pneumonia, SARI, serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik di fasilitas kesehatan.

    Selain itu, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Tangerang Selatan telah disiagakan untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, hingga stabilisasi pasien bila ditemukan kasus mencurigakan.

    Dinkes Tangsel juga menerapkan langkah pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

    Fasilitas kesehatan turut menyiapkan ruang isolasi sementara serta memperkuat koordinasi dengan laboratorium rujukan sesuai standar Kementerian Kesehatan.

    Allin mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

    “Masyarakat diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan pelaku perjalanan luar negeri untuk mengikuti protokol kesehatan dan informasi resmi dari otoritas kesehatan.

    “Belum ada kasus di Tangsel, tapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan terhadap Hantavirus.” (B7)

  • Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan untuk merespon cepat potensi penyebaran Hantavirus usai meningkatnya perhatian terhadap kasus penyakit tersebut dari luar negeri.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini agar penyebaran virus tidak berdampak luas kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki risiko kontak dengan lingkungan tidak bersih dan hewan pengerat seperti tikus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan panduan pencegahan penyebaran Hantavirus kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat.

    Virus tersebut diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

    “Hantavirus dianggap sangat berbahaya karena dapat menginfeksi saluran pernapasan sampai ginjal manusia,” ujar Dini.

    Ia menjelaskan, gejala Hantavirus biasanya muncul dalam satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan dan gagal ginjal pada kondisi tertentu.

    Selain memperkuat kewaspadaan di fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.

    Pemkot Tangerang menilai kebersihan lingkungan menjadi langkah paling penting untuk memutus potensi penyebaran virus Hanta di tengah masyarakat, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan pascabanjir yang rawan memicu munculnya hewan pengerat.

    Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kebersihan lingkungan setelah adanya imbauan dari pemerintah terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Mereka berharap sosialisasi kesehatan terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami gejala dan cara pencegahannya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memastikan sebanyak 23 kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejak 2023 merupakan jenis ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

    Menurut Dante, Indonesia hanya mendeteksi varian “Hanta Fever Renal Syndrome” dengan tingkat kematian lebih rendah dibandingkan varian “Pulmonary Syndrome” yang memiliki fatalitas mencapai 60 hingga 80 persen.

    “Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah Hanta Fever Renal Syndrome yang ringan,” katanya.

    Ia menambahkan pola penyebaran virus ini mirip dengan leptospirosis, yakni melalui perantara tikus dan lingkungan dengan sanitasi buruk. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko penularan. (B7)