Tangsel Waspada Hantavirus 2026, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus tapi Risiko Tetap Diwaspadai

Written by

in

Berita7 | Tangerang Selatan — Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa hingga saat ini **tidak ada laporan kasus Hantavirus di wilayahnya**. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan meskipun kondisi masih aman terkendali.

“Berdasarkan pemantauan SKDR dan surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” ujarnya.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Penularan dapat terjadi melalui urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

Penyakit ini dapat menyebabkan dua kondisi utama, yakni *Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome* (HFRS) dan *Hantavirus Pulmonary Syndrome* (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat.

Dinkes Tangsel menyebut kewaspadaan ditingkatkan seiring laporan global adanya klaster Hantavirus di beberapa negara. Bahkan, Indonesia telah melaporkan kasus tipe HFRS di beberapa provinsi sejak 2024 hingga 2026, meski tipe HPS belum pernah ditemukan.

Pihak Dinkes juga memperkuat sistem deteksi dini melalui pemantauan ISPA, pneumonia, SARI, serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik di fasilitas kesehatan.

Selain itu, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Tangerang Selatan telah disiagakan untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, hingga stabilisasi pasien bila ditemukan kasus mencurigakan.

Dinkes Tangsel juga menerapkan langkah pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

Fasilitas kesehatan turut menyiapkan ruang isolasi sementara serta memperkuat koordinasi dengan laboratorium rujukan sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Allin mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pelaku perjalanan luar negeri untuk mengikuti protokol kesehatan dan informasi resmi dari otoritas kesehatan.

“Belum ada kasus di Tangsel, tapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan terhadap Hantavirus.” (B7)