Category: Kesehatan

  • Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar yang ditunggu banyak warga akhirnya datang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda Kota Tangerang kini resmi melayani pasien BPJS Kesehatan atau JKN-KIS setelah Pemerintah Kota Tangerang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    Langkah ini langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar Kecamatan Benda dan wilayah perbatasan Kota Tangerang.

    Sebelumnya, layanan pasien BPJS di RSUD Benda masih terbatas. Kini, hampir seluruh poli sudah bisa diakses peserta JKN-KIS.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Menurutnya, warga kini tidak perlu lagi khawatir atau harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan BPJS.

    “Pasien atau peserta BPJS khususnya yang tinggal di sekitar RSUD Benda sekarang bisa memanfaatkan layanan kesehatan di sini secara maksimal,” ujar Sachrudin usai peresmian kerja sama di RSUD Benda, Rabu 13 Mei 2026.

    RSUD Benda Kota Tangerang Kini Layani Hampir Semua Poli

    Direktur RSUD Benda dr. Suhendra menjelaskan pelayanan BPJS atau JKN-KIS mulai berlaku penuh sejak Mei 2026.

    Ia memastikan peserta BPJS kini bisa mengakses hampir seluruh layanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di RSUD Benda.

    “Kalau sebelumnya layanan BPJS hanya tersedia di UGD, sekarang hampir semua poli sudah bisa melayani peserta JKN-KIS,” katanya.

    Saat ini hanya ada satu poli yang masih menunggu proses perekrutan dokter spesialis sehingga belum beroperasi penuh.

    Selain memperluas pelayanan, RSUD Benda juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan agar pelayanan pasien tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah kunjungan.

    Warga Kota Tangerang Kini Punya Pilihan Layanan Kesehatan Lebih Dekat

    Kerja sama antara Pemkot Tangerang dan BPJS Kesehatan ini dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat.

    Pasalnya, warga kini memiliki akses rumah sakit pemerintah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, khususnya di wilayah Benda dan sekitarnya.

    Keberadaan layanan BPJS di RSUD Benda juga diprediksi membantu mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit lain di Kota Tangerang.

    Tidak hanya itu, masyarakat juga diuntungkan dengan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau.

    RSUD Benda sendiri saat ini telah mengantongi akreditasi dengan nilai kredensial “sangat direkomendasikan”.

    Rumah sakit tersebut melayani delapan poli utama, mulai dari poli penyakit dalam, bedah, anak, kandungan, paru hingga layanan kesehatan gigi.

    Pemkot Tangerang Perluas Pemerataan Layanan Kesehatan

    Pemerintah Kota Tangerang menegaskan perluasan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Kerja sama dengan BPJS Kesehatan di RSUD Benda diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan terjangkau dan berkualitas.

    Dengan bertambahnya fasilitas kesehatan yang menerima pasien BPJS, warga Kota Tangerang kini memiliki lebih banyak pilihan layanan medis tanpa harus keluar biaya besar.

    Kehadiran layanan BPJS di RSUD Benda juga menjadi langkah penting dalam memperkuat pemerataan layanan kesehatan di Kota Tangerang. (B7)

  • Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Virus ini diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat seperti tikus.

    Dinas Kesehatan Kota Tangerang kini mulai memperkuat pengawasan dan sosialisasi pencegahan di berbagai wilayah, setelah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan hingga ginjal manusia tersebut.

    “Kami sudah melakukan persiapan sesuai edaran sampai meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Selasa (12/5/2026).

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat dari ancaman penyakit menular berbahaya.

    Selain itu, Dinkes Kota Tangerang juga mulai meningkatkan pemantauan terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan mengalami keluhan kesehatan tertentu.

    Virus Hanta sendiri diketahui memiliki masa inkubasi sekitar 1 hingga 8 minggu setelah terpapar. Gejalanya diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual hingga tubuh terasa lemas.

    Dalam kondisi lebih serius, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, sesak napas hingga gagal ginjal yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

    “Adapun untuk pencegahannya sendiri karena ini berhubungan langsung dengan tikus, jadi kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu,” lanjut Dini.

    Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang dapat memicu penyebaran virus Hanta.

    Sejumlah warga juga diminta lebih waspada terhadap keberadaan hewan pengerat di lingkungan permukiman, terutama di area lembap, gudang penyimpanan hingga saluran air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak tikus.

    “Maria menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang bisa menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” tegasnya.

    Pemkot Tangerang berharap langkah pencegahan sejak dini dapat meminimalkan risiko penyebaran virus Hanta sekaligus menjaga kesehatan masyarakat tetap aman dan terkendali. (B7)

  • Puskesmas Cipadu Gelar Pemeriksaan TBC Gratis dengan Layanan Rontgen di Kota Tangerang

    Puskesmas Cipadu Gelar Pemeriksaan TBC Gratis dengan Layanan Rontgen di Kota Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. -Pemerintah Kota Tangerang melalui Puskesmas Cipadu kembali menggelar pemeriksaan Active Case Finding (ACF) secara gratis untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Kamis 7 Mei 2026, dan mendapat antusias tinggi dari warga.

    Program pemeriksaan ACF menjadi bagian dari strategi jemput bola yang dilakukan Pemkot Tangerang guna menekan angka penyebaran TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

    Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan TBC Gratis

    Camat Larangan Nasrullah mengatakan, layanan pemeriksaan ACF disambut positif oleh masyarakat karena memudahkan warga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara cepat dan gratis.

    “Alhamdulillah, layanan pemeriksaan ACF gratis ini disambut sangat antusias oleh masyarakat sekitar. Tidak hanya mendeteksi penyakit, kami berharap kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan,” ujar Nasrullah.

    Menurutnya, pemeriksaan aktif seperti ini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran TBC yang masih menjadi salah satu perhatian di sektor kesehatan masyarakat.

    Layanan Rontgen Tingkatkan Akurasi Pemeriksaan

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Cipadu dr. Anna Amelia menjelaskan, pemeriksaan ACF kali ini telah didukung fasilitas kesehatan berupa alat rontgen sehingga hasil pemeriksaan dapat dilakukan lebih akurat dan maksimal.

    “Pemeriksaan berjalan sangat lancar. Ada puluhan masyarakat dari berbagai kelompok usia memanfaatkan layanan ACF rontgen yang telah disediakan petugas kesehatan,” kata dr. Anna.

    Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sehat dan mencegah penularan penyakit TBC di lingkungan sekitar.

    Ia menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap gejala awal TBC sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

    Dukung Lingkungan Sehat dan Bebas TBC

    Program pemeriksaan ACF gratis diharapkan dapat dilakukan secara berkala di berbagai wilayah Kota Tangerang guna memperluas deteksi dini penyakit TBC di masyarakat.

    Melalui langkah preventif tersebut, Pemkot Tangerang ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan terbebas dari penularan TBC.

    Kegiatan pemeriksaan gratis ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat kewilayahan. (B7)

  • Puskesmas Batusari Edukasi Kesehatan Mental Pelajar di SMAN 14 Tangerang

    Puskesmas Batusari Edukasi Kesehatan Mental Pelajar di SMAN 14 Tangerang

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Puskesmas Batusari menggelar penyuluhan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi pelajar dan guru di SMAN 14 Tangerang, Jalan Darussalam II, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Kamis 7 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental sekaligus membekali lingkungan sekolah agar mampu mendeteksi tekanan emosional sejak dini.

    Program edukasi tersebut diikuti siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman dan suportif bagi kesehatan psikologis remaja.

    Bangun Kepedulian terhadap Kesehatan Mental

    Dalam penyuluhan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pertolongan pertama pada luka psikologis yang dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat, bukan hanya tenaga kesehatan.

    Penyuluh dari Puskesmas Batusari dr. Mutiara Citraristi mengatakan, tekanan emosional pada pelajar bisa muncul akibat berbagai perubahan dalam kehidupan sekolah maupun lingkungan sosial.

    “Luka psikologis tidak selalu berasal dari trauma besar. Perubahan lingkungan, tekanan akademik, hingga proses adaptasi di sekolah baru juga dapat memicu tekanan mental pada siswa,” ujar dr. Mutiara.

    Menurutnya, P3LP hadir sebagai bentuk pertolongan awal agar kondisi psikologis seseorang tidak semakin memburuk sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Ia menjelaskan, peran guru, teman maupun keluarga sangat penting dalam membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan emosional.

    Pentingnya Mendengarkan Tanpa Menghakimi

    dr. Mutiara menekankan bahwa mendengarkan secara tulus menjadi salah satu langkah sederhana namun sangat berarti dalam membantu orang yang mengalami luka psikologis.

    “Akses menuju layanan kesehatan mental terkadang masih dianggap sulit karena adanya rasa sungkan atau stigma. Kehadiran orang terdekat yang mau mendengarkan tanpa menghakimi sangat dibutuhkan agar mereka tidak merasa sendirian,” jelasnya.

    Melalui pendekatan tersebut, lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan maupun tekanan yang mereka alami.

    Selain memberikan materi edukasi, kegiatan ini juga mengajak peserta memahami pentingnya empati, komunikasi sehat dan dukungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

    Sekolah Didorong Jadi Ruang Aman bagi Pelajar

    Puskesmas Batusari berharap kegiatan edukasi kesehatan mental ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dan guru terhadap pentingnya menjaga kondisi psikologis sejak usia remaja.

    Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kesehatan mental pelajar karena sebagian besar aktivitas siswa berlangsung di sekolah.

    Dengan adanya program P3LP, sekolah diharapkan mampu menjadi tempat yang lebih peduli terhadap kondisi emosional siswa sekaligus mencegah dampak tekanan psikologis yang berkepanjangan. (B7

  • Dinkes Kota Tangerang Bentuk 100 Inspektur Pangan Cilik untuk Awasi Jajanan Sekolah

    Dinkes Kota Tangerang Bentuk 100 Inspektur Pangan Cilik untuk Awasi Jajanan Sekolah

    Berita7 |Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mengukuhkan 100 siswa sekolah dasar sebagai Inspektur Pangan Cilik dalam kegiatan yang digelar di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis 7 Mei 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan pangan sekaligus membentuk agen pengawas jajanan sehat di lingkungan sekolah.

    Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini menjadi langkah preventif Pemkot Tangerang dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Para siswa diberikan pelatihan terkait pengawasan pangan, mulai dari mengenali makanan yang mengandung bahan berbahaya hingga memahami kandungan gizi dalam produk kemasan.

    Bekali Siswa Kenali Bahaya Pangan

    Dalam pelatihan tersebut, siswa diajarkan cara mendeteksi berbagai potensi bahaya pada makanan seperti cemaran fisik, biologis dan kimia. Mereka juga dibimbing memahami Informasi Nilai Gizi pada kemasan produk agar mampu mengontrol konsumsi gula, garam dan lemak secara seimbang.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini mengatakan, pembentukan Inspektur Pangan Cilik dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengawasan pangan di lingkungan sekolah yang masih ditemukan jajanan tidak layak konsumsi.

    “Pembentukan Inspektur Pangan Cilik sangat penting karena berdasarkan hasil pengawasan, masih ditemukan sekitar 17 persen jajanan sekolah mengandung bahan berbahaya. Anak-anak ini nantinya menjadi bagian dari deteksi dini terhadap pangan yang berisiko bagi kesehatan,” ujar dr. Dini.

    Ia menambahkan, edukasi keamanan pangan perlu dilakukan sejak usia dini agar anak-anak lebih bijak dalam memilih makanan sehat serta mampu mengurangi risiko penyakit tidak menular di masa depan.

    Perkuat Budaya Jajanan Sehat di Sekolah

    Selain pelatihan kepada siswa, program tersebut juga melibatkan guru pendamping guna memperkuat pengawasan dan edukasi di sekolah. Hingga tahun 2026, Dinkes Kota Tangerang tercatat telah melatih sebanyak 250 Inspektur Pangan Cilik dan 50 guru pendamping.

    Keberadaan Inspektur Pangan Cilik diharapkan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kualitas makanan dan kebersihan jajanan yang dikonsumsi sehari-hari.

    Salah satu peserta, Meinanda Salsabila Cahyani Putri dari SDN Perumnas II mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pengawas pangan di sekolahnya.

    “Tugas aku membantu teman-teman mengetahui makanan yang sehat dan mengecek jajanan di kantin supaya aman dikonsumsi,” katanya.

    Siswa lainnya, Keenan Arsy Mumtaz Charijfie dari SDIT Granada, mengaku kini lebih memahami pentingnya membaca label kemasan makanan sebelum membeli.

    “Sekarang saya jadi tahu cara melihat informasi nilai gizi seperti jumlah gula dan kandungan lainnya. Semoga ini membuat anak-anak lebih pintar memilih makanan sehat,” ujarnya.

    Dukung Program Sekolah Sehat

    Program Inspektur Pangan Cilik juga menjadi bagian dari penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah di Kota Tangerang. Pemkot berharap edukasi yang diberikan dapat membantu mencegah anak-anak mengonsumsi makanan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet non-pangan hingga makanan yang tercemar bakteri akibat sanitasi buruk.

    Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang ingin membangun generasi yang lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat serta lingkungan sekolah yang aman dari pangan berisiko.(B7)

  • Tangerang Peringati HUT ke-62 RSUD, Bupati Tekankan Inovasi Layanan Kesehatan

    Tangerang Peringati HUT ke-62 RSUD, Bupati Tekankan Inovasi Layanan Kesehatan

    Berita7 | Tangerang — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 RSUD Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (5/5/2026). Momentum ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien dan tenaga medis.

    Selama 62 tahun perjalanan, RSUD Kabupaten Tangerang terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelayanan kesehatan. Kini, rumah sakit tersebut menjadi rujukan bagi masyarakat tidak hanya dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, hingga Kota Tangerang.

    “HUT ke-62 tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi RSUD Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien,” ujar Bupati Moch. Maesyal Rasyid.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas dan layanan medis, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan masyarakat dan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

    Selain itu, berbagai inovasi layanan terus dikembangkan, termasuk layanan bedah jantung, sistem digital terintegrasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini semakin memperkuat posisi RSUD Kabupaten Tangerang sebagai rumah sakit rujukan unggulan.

    Sejumlah masyarakat mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan karena dinilai ramah, profesional, dan didukung fasilitas yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan layanan mulai dirasakan secara langsung.

    Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan layanan kesehatan yang optimal, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah.

    Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Tangerang dr. Endang Widyastiwi menyampaikan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “RSUD Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ungkapnya.

    Dalam rangka HUT ke-62, RSUD Kabupaten Tangerang juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti vaksinasi kanker serviks gratis, donor darah, santunan anak yatim, pembagian makanan gratis, hingga berbagai lomba internal. (B7)

  • Sorotan di Karawaci, Puskesmas Jemput Bola Gelar Layanan VCT di Tempat Nongkrong

    Sorotan di Karawaci, Puskesmas Jemput Bola Gelar Layanan VCT di Tempat Nongkrong

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Suasana berbeda terlihat di Kafe Bajawa, Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (1/5/2026). Di tengah aktivitas santai pengunjung, hadir layanan kesehatan yang langsung menarik perhatian warga.

    Puskesmas Karawaci Baru menggelar Mobile Voluntary Counseling and Testing atau Mobile VCT langsung di ruang publik. Bukan di gedung layanan kesehatan, melainkan di salah satu tempat nongkrong yang ramai dikunjungi masyarakat.

    Langkah ini menjadi strategi baru pelayanan kesehatan dengan pendekatkan layanan langsung ke tengah aktivitas warga. Konsep “jemput bola” tersebut dinilai lebih efektif karena masyarakat tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan konseling.

    Pengunjung yang datang ke kafe tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut. Sebagian berkonsultasi terkait kesehatan, sementara lainnya mengikuti pemeriksaan yang disediakan petugas medis.

    Kepala Puskesmas Karawaci Baru, dr. Rinalco Franky Saragih mengatakan pendekatan layanan di ruang publik sengaja dilakukan agar masyarakat merasa lebih nyaman dan tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan.

    Menurutnya, masih banyak masyarakat yang ragu atau menunda pemeriksaan karena merasa canggung datang langsung ke fasilitas kesehatan. Karena itu, pendekatan santai di tempat publik dinilai mampu memecah stigma tersebut.

    “Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan tidak ragu untuk memeriksakan kesehatannya. Melalui Mobile VCT di ruang publik seperti kafe, layanan ini menjadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan,” ujar dr. Rinalco.

    Tidak hanya pemeriksaan, kegiatan tersebut juga diisi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat.

    Petugas memberikan pemahaman secara langsung kepada peserta dengan pendekatan ringan dan komunikatif. Cara ini membuat suasana pemeriksaan terasa lebih santai dibanding layanan konvensional.

    Bagi sebagian pengunjung, konsep layanan kesehatan di kafe menjadi pengalaman baru yang cukup menarik. Mereka merasa pemeriksaan menjadi lebih mudah diakses tanpa harus mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Program Mobile VCT sendiri menjadi bagian dari inovasi pelayanan kesehatan yang kini mulai diarahkan lebih dekat dengan lingkungan masyarakat. Ruang publik dinilai menjadi lokasi efektif untuk memperluas jangkauan edukasi dan pemeriksaan kesehatan.

    Selain menyasar pegawai dan pengunjung kafe, kegiatan ini juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan rutin sejak dini.

    “Langkah kecil seperti melakukan pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas,” lanjutnya.

    Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau, konsep jemput bola seperti ini mulai mendapat perhatian masyarakat. Apalagi banyak warga yang kini menginginkan pelayanan praktis tanpa prosedur rumit.

    Kegiatan berlangsung tertib dengan tetap mengedepankan privasi peserta. Petugas memastikan proses konseling maupun pemeriksaan dilakukan secara nyaman dan rahasia.

    Puskesmas Karawaci Baru juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk pengelola Kafe Bajawa dan masyarakat yang ikut berpartisipasi aktif.

    Ke depan, layanan serupa direncanakan terus diperluas ke berbagai titik keramaian lainnya di Kota Tangerang agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses kesehatan secara mudah dan cepat. (B7)

  • RSUD Kota Tangerang Kerahkan MCU Calon Paskibraka untuk Seleksi HUT RI 2026

    RSUD Kota Tangerang Kerahkan MCU Calon Paskibraka untuk Seleksi HUT RI 2026

    Berita7 | Kota Tangerang, Sabtu pagi 2 Mei 2026. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang bergerak melakukan Medical Check Up (MCU) terhadap calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang sebagai langkah memastikan kondisi fisik peserta tetap prima menghadapi seleksi tingkat provinsi dan nasional.

    Pemeriksaan kesehatan dilakukan menyeluruh di ruang MCU RSUD Kota Tangerang. Calon peserta yang sebelumnya lolos seleksi administrasi menjalani cek tekanan darah, jantung, paru-paru, kadar gula, pemeriksaan darah lengkap, urin, radiologi hingga kebugaran fisik sebagai bagian dari tahapan seleksi menuju HUT RI ke-81 tahun 2026.

    “Calon Paskibraka berada di bawah binaan Kesbangpol. Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kesiapan fisik mereka, perlu dilakukan MCU secara menyeluruh,” kata Plt Kepala Humas RSUD Kota Tangerang, Shal Purnama.

    RSUD Kota Tangerang menegaskan dukungan penuh terhadap persiapan kegiatan nasional peringatan Hari Kemerdekaan RI. Hasil MCU nantinya menjadi dasar evaluasi Kesbangpol Kota Tangerang dalam menentukan kesiapan fisik dan kesehatan calon anggota Paskibraka sebelum masuk tahapan seleksi lanjutan.

    Kegiatan ini juga berdampak langsung pada kualitas pembinaan generasi muda di Kota Tangerang. Pemeriksaan kesehatan dinilai penting untuk memastikan peserta memiliki kesiapan jasmani dan rohani sebelum mengikuti tahapan latihan fisik berat, termasuk lari 12 menit, push up, sit up hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB).

    Secara nasional, seleksi Paskibraka menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter kebangsaan dan kaderisasi generasi muda. Pemerintah daerah di berbagai wilayah kini semakin memperketat tahapan kesehatan dan kebugaran sebagai standar utama dalam pembentukan pasukan pengibar bendera tingkat daerah hingga nasional.

    Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Eksosbud Agama Kesbangpol Kota Tangerang, Akhmad Budiarto, menjelaskan sebanyak 16 calon peserta dipersiapkan mengikuti seleksi lanjutan tingkat provinsi. Dari jumlah tersebut, sebagian akan diproyeksikan mengikuti seleksi nasional, sementara peserta lainnya akan bertugas di tingkat Kota Tangerang setelah seluruh tahapan selesai dilakukan. (B7)