Berita7 | TANGERANG — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang terus mendorong percepatan pembangunan Flyover Sudirman sebagai solusi utama mengatasi kemacetan di salah satu jalur tersibuk di Kota Tangerang.
Langkah percepatan tersebut ditandai dengan digelarnya Kick Off Meeting pembangunan Simpang Tidak Sebidang (STS) Sudirman bersama kementerian terkait, stakeholder hingga tokoh masyarakat di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (19/5/2026).
Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti mengatakan, pembangunan Flyover Sudirman menjadi proyek strategis karena kawasan tersebut merupakan titik penghubung penting antara Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Benteng Betawi hingga Jalan Daan Mogot.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut terus meningkat seiring tingginya mobilitas kendaraan dan aktivitas perlintasan kereta Commuter Line lintas Duri–Tangerang yang melintas hampir setiap lima menit sekali.
“Urgensi pembangunan ini sangat besar karena lokasi ini menjadi simpul penting yang menghubungkan sejumlah jalur strategis di Kota Tangerang,” ujar Yeti.
Bappeda Kota Tangerang menargetkan pembangunan flyover sepanjang sekitar 600 meter tersebut dapat dimulai lebih cepat pada 2027 mendatang melalui dukungan pembiayaan APBN.
Saat ini, Pemkot Tangerang mulai mempersiapkan sejumlah dokumen pendukung pembangunan seperti Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga proses pembebasan lahan.
Yeti menjelaskan, setelah seluruh dokumen rampung disusun, berkas tersebut akan diserahkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik.
“Kami sedang membahas bersama semua pihak terkait untuk mendukung percepatan perencanaan pembangunan, termasuk melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan,” katanya.
Selain itu, skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) juga mulai dipersiapkan guna memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar selama proses pembangunan berlangsung.
Flyover Sudirman nantinya direncanakan dibangun mulai dari kawasan putaran Puspem Kota Tangerang hingga turun di sekitar Jalan LP Pemuda sebelum Balai Kota Tangerang dengan estimasi anggaran mencapai Rp80 miliar.
Sementara itu, sejumlah area yang terdampak pembebasan lahan berada di sekitar kawasan Grand Tulip. Bangunan yang masuk area pembebasan di antaranya rumah makan, bengkel hingga pagar milik PLN di sisi jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmad Suhaely menambahkan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung agar aktivitas kendaraan maupun perjalanan kereta api tetap berjalan lancar.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya agar mobilitas masyarakat tidak terganggu selama pembangunan berlangsung,” ujarnya.
Melalui pembangunan Flyover Sudirman ini, Bappeda Kota Tangerang berharap kemacetan di kawasan Sudirman dapat terurai, konektivitas antarwilayah semakin baik serta mobilitas masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman.
(B7)









