Tag: Tangsel

  • Klasemen POPDA Banten 2026 Mengejutkan! Kota Tangerang Unggul Tipis, Kabupaten Tangerang Siap Menyalip

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Persaingan di ajang POPDA XII Provinsi Banten 2026 semakin memanas dan mulai menunjukkan kejutan di papan klasemen sementara. Hingga Minggu (14/6/2026) pukul 14.30 WIB, perebutan posisi puncak benar-benar berlangsung ketat dan belum ada yang bisa disebut aman.

    Sorotan utama tertuju pada dua kekuatan besar yang sama-sama mengoleksi total medali yang identik, namun berbeda dalam jumlah emas.

    Kota Tangerang saat ini masih berada di posisi pertama dengan total 40 medali. Dari jumlah tersebut, Kota Tangerang mengoleksi 21 emas, 10 perak, dan 9 perunggu. Jumlah emas yang lebih tinggi menjadi kunci utama mereka bertahan di puncak klasemen sementara.

    [baca_juga]

    Di posisi kedua, Kabupaten Tangerang menempel sangat ketat dengan total 40 medali juga. Perolehan mereka terdiri dari 10 emas, 14 perak, dan 16 perunggu. Selisih emas yang cukup jauh menjadi tantangan utama Kabupaten Tangerang untuk merebut posisi teratas.

    Meski begitu, tren pertandingan menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang masih sangat berpotensi mengejar, terutama karena mereka unggul dalam jumlah medali perak dan perunggu yang bisa menjadi penentu jika selisih emas mulai mengecil di pertandingan berikutnya.

    Sementara itu, Kota Tangerang Selatan berada di posisi ketiga dengan total 29 medali. Tangsel mencatat 7 emas, 15 perak, dan 7 perunggu. Meski tertinggal, peluang mereka untuk naik peringkat masih terbuka jika mampu tampil konsisten di sisa pertandingan.

    Kondisi klasemen ini membuat suasana kompetisi dalam POPDA XII Provinsi Banten 2026 semakin menarik untuk diikuti. Setiap cabang olahraga kini memiliki dampak besar terhadap posisi akhir klasemen.

    Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah tampil maksimal sejak awal kompetisi. Ia menyebut bahwa semangat juang para atlet menjadi faktor penting dalam menjaga posisi Kota Tangerang di puncak klasemen sementara.

    Namun ia juga mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang dan semua kemungkinan masih bisa terjadi. Menurutnya, masih banyak pertandingan yang akan menentukan perubahan posisi klasemen.

    “Jangan cepat puas, karena pertandingan masih panjang dan semua bisa berubah,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para atlet.

    Di sisi lain, tekanan semakin besar bagi seluruh kontingen karena selisih medali yang sangat tipis. Satu pertandingan saja dapat mengubah peta klasemen secara drastis, terutama di papan atas.

    Dengan kondisi ini, POPDA Banten 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kekuatan antar daerah di Provinsi Banten. (B7

  • Pemkot Tangsel Warning Panitia Kurban, Limbah Darah dan Kotoran Jadi Sorotan

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat mengawasi pengelolaan limbah hewan kurban selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah darah, kotoran, dan sisa penyembelihan hewan kurban di permukiman warga dan area masjid.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan seluruh lokasi penyembelihan hewan kurban wajib memperhatikan sanitasi dan sistem pembuangan limbah agar tidak menimbulkan bau maupun gangguan kesehatan lingkungan.

    “Tempat pemotongan hewan harus memiliki penampungan limbah dan saluran air yang memadai,” ujar Benyamin, Rabu (27/05/2026).

    Menurutnya, pengawasan dilakukan lebih ketat karena mayoritas penyembelihan hewan kurban berlangsung langsung di lingkungan masyarakat dan masjid, bukan hanya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

    Pemkot Tangsel juga meminta panitia kurban memastikan proses pembagian daging berjalan tertib guna menghindari kerumunan warga saat antre distribusi.

    “Penerima manfaat sudah didata agar pembagian berlangsung tertib,” katanya.

    Selain fokus pada kebersihan lingkungan, Pemkot Tangsel turut menggalakkan gerakan kurban ramah lingkungan dengan membagikan hampir 10 ribu kantung kain dan besek bambu ke berbagai titik pemotongan hewan kurban.

    Program tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang biasanya meningkat tajam saat pembagian daging kurban.

    “Saya membagikan kantung kain dan besek bambu ke lokasi pemotongan hewan,” ungkap Benyamin.

    Tak hanya itu, Pemkot Tangsel memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan layak disembelih. Pemeriksaan dilakukan bersama dokter hewan, Dinas Pertanian, dan Majelis Ulama Indonesia selama sepekan terakhir.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan kurban di wilayah Tangerang Selatan.

    “Alhamdulillah semuanya memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban,” ujar Benyamin.

    Pemkot Tangsel juga memilih pendekatan edukasi kepada masyarakat dibandingkan pemberian sanksi. Pemerintah bahkan siap turun langsung membantu membersihkan area pemotongan apabila ditemukan limbah berserakan di lingkungan warga.

    Kebijakan ini mendapat perhatian warga karena dinilai mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan pelaksanaan kurban tetap aman, sehat, dan nyaman selama Iduladha 2026 berlangsung. (B7

  • 37 Sapi dan 60 Kambing Disebar ke Seluruh Tangsel, Benyamin Pastikan Kurban Bebas PMK dan Ramah Lingkungan

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 37 ekor sapi dan 60 ekor kambing kurban didistribusikan ke berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan untuk dibagikan kepada masyarakat, Rabu (27/5/2026).

    Penyaluran hewan kurban tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, usai melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Islamic Center Baiturrahmi.

    “Total kurban dari Pemkot Tangsel sebanyak 37 sapi dan 60 kambing. Distribusinya disebar ke seluruh wilayah Tangerang Selatan hari ini,” ujar Benyamin Davnie.

    Tak hanya fokus pada pembagian hewan kurban, Pemkot Tangsel juga membuat gebrakan ramah lingkungan dengan membagikan hampir 10 ribu kantong kain dan besek bambu ke lokasi pemotongan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat distribusi daging kepada masyarakat.

    “Kurang lebih hampir 10 ribu kita bagikan ke tempat-tempat pemotongan hewan,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Benyamin Davnie memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan selama sepekan terakhir, tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

    “Alhamdulillah semuanya memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban karena sudah diperiksa secara teliti,” tuturnya.

    Pemkot Tangsel juga menetapkan standar ketat untuk lokasi pemotongan hewan kurban, mulai dari penyediaan tempat penampungan, saluran pembuangan limbah, hingga mekanisme distribusi daging agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

    Menurut Benyamin, Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

    “Semangat berbagi melalui ibadah kurban harus mampu menumbuhkan empati di tengah masyarakat Tangerang Selatan yang maju dan dinamis,” ucapnya.

    Dalam pemaparannya, ia juga mengungkapkan perkembangan Kota Tangerang Selatan yang kini memiliki jumlah penduduk mencapai 1,47 juta jiwa dengan dominasi usia produktif sebesar 72,20 persen. Tingkat kemiskinan tercatat rendah di angka 2,39 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 84,81 atau masuk kategori sangat tinggi.

    Meski demikian, Pemkot Tangsel tetap menyoroti tantangan besar seperti persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, ketimpangan sosial hingga kebutuhan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM.

    Karena itu, pembangunan kota terus diarahkan melalui visi Tangsel yang unggul, inovatif, inklusif dan lestari dengan memperkuat program sosial serta keagamaan di tengah masyarakat.

    “Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kuatnya nilai religius dan kepedulian sosial masyarakat,” tegasnya. (B7

  • Tangsel Waspada Hantavirus 2026, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus tapi Risiko Tetap Diwaspadai

    Tangsel Waspada Hantavirus 2026, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus tapi Risiko Tetap Diwaspadai

    Berita7 | Tangerang Selatan — Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa hingga saat ini **tidak ada laporan kasus Hantavirus di wilayahnya**. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging.

    Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menyampaikan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan meskipun kondisi masih aman terkendali.

    “Berdasarkan pemantauan SKDR dan surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” ujarnya.

    Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Penularan dapat terjadi melalui urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

    Penyakit ini dapat menyebabkan dua kondisi utama, yakni *Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome* (HFRS) dan *Hantavirus Pulmonary Syndrome* (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat.

    Dinkes Tangsel menyebut kewaspadaan ditingkatkan seiring laporan global adanya klaster Hantavirus di beberapa negara. Bahkan, Indonesia telah melaporkan kasus tipe HFRS di beberapa provinsi sejak 2024 hingga 2026, meski tipe HPS belum pernah ditemukan.

    Pihak Dinkes juga memperkuat sistem deteksi dini melalui pemantauan ISPA, pneumonia, SARI, serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik di fasilitas kesehatan.

    Selain itu, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Tangerang Selatan telah disiagakan untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, hingga stabilisasi pasien bila ditemukan kasus mencurigakan.

    Dinkes Tangsel juga menerapkan langkah pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

    Fasilitas kesehatan turut menyiapkan ruang isolasi sementara serta memperkuat koordinasi dengan laboratorium rujukan sesuai standar Kementerian Kesehatan.

    Allin mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

    “Masyarakat diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan pelaku perjalanan luar negeri untuk mengikuti protokol kesehatan dan informasi resmi dari otoritas kesehatan.

    “Belum ada kasus di Tangsel, tapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan terhadap Hantavirus.” (B7)

  • Alun-Alun Pondok Ranji Resmi Dibuka, Warga Tangsel Langsung Padati Ruang Publik Baru

    Alun-Alun Pondok Ranji Resmi Dibuka, Warga Tangsel Langsung Padati Ruang Publik Baru

    Berita7 | Tangerang Selatan — Kehadiran Alun-Alun Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur langsung disambut antusias masyarakat sejak resmi dibuka Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ruang publik baru tersebut kini ramai dipadati warga untuk bersantai, berolahraga hingga menikmati suasana kawasan yang semakin tertata.

    Sejak dibuka, masyarakat mulai memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di area alun-alun. Kehadiran ruang terbuka ini menjadi daya tarik baru bagi warga Pondok Ranji dan sekitarnya untuk berkumpul bersama keluarga maupun melakukan aktivitas positif di ruang publik.

    Salah satu warga Pondok Ranji, Audy Putri mengaku senang dengan hadirnya alun-alun baru tersebut. Menurutnya, fasilitas yang disediakan membuat masyarakat kini memiliki tempat nyaman untuk berinteraksi.

    “Senang sekali akhirnya di Pondok Ranji ada alun-alun yang bagus dan tertata seperti ini. Tadi saya datang bersama keluarga untuk melihat langsung, ternyata tempatnya nyaman dan cocok untuk warga berkegiatan,” ujarnya, Selasa (12/05/2026).

    Hal serupa juga disampaikan Fesya yang menilai Alun-Alun Pondok Ranji mampu menjadi ruang interaksi baru bagi masyarakat di kawasan Ciputat Timur.

    “Menurut saya ini bagus untuk warga karena sekarang ada ruang terbuka yang bisa dipakai bersama. Mudah-mudahan fasilitasnya bisa dijaga supaya tetap nyaman dan bersih,” katanya.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan menghadirkan Alun-Alun Pondok Ranji sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang publik yang inklusif, ramah keluarga dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial maupun olahraga.

    Selain mempercantik kawasan Pondok Ranji, keberadaan alun-alun tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, hidup dan menjadi pusat aktivitas warga di Tangerang Selatan. (B7)

  • Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui program edukasi kesehatan, layanan pemeriksaan, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan kerja sama semua pihak serta menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

    “Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin, Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan atau skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, edukasi juga digencarkan kepada masyarakat, terutama kelompok usia produktif dan generasi muda, agar memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS serta menerapkan pola hidup sehat.

    Pemerintah juga menekankan pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA agar mereka dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan kehidupan sosial yang layak.

    “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik,” katanya.

    Pemkot Tangsel turut menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan dalam memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.

    Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.

    “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya. (B7

  • Tangsel Resmi Gelar 58 Cabor Porprov Banten 2026, Atlet dan Venue Disiapkan Maksimal

    Tangsel Resmi Gelar 58 Cabor Porprov Banten 2026, Atlet dan Venue Disiapkan Maksimal

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — KONI Provinsi Banten resmi menetapkan 58 cabang olahraga untuk dipertandingkan dalam Porprov VII Banten 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui penyerahan Surat Keputusan oleh Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid kepada Ketua PB Porprov VII Banten 2026 Pilar Saga Ichsan di Aula Blandongan Balai Kota Tangsel, Kamis (30/4/2026).

    Sebanyak 58 cabang olahraga kini mulai dipersiapkan untuk dipertandingkan pada Porprov VII Banten 2026, setelah sebelumnya Porprov VI di Kota Tangerang hanya mempertandingkan 47 cabang olahraga. Penambahan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pembinaan atlet dan kualitas kompetisi olahraga di Banten.

    “Penetapan ini tidak dilakukan sembarangan. Semua melalui mekanisme panjang, mulai dari kajian, verifikasi, hingga rapat pimpinan,” ujar Agus Rasyid.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada sukses penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap prestasi atlet dan tata kelola olahraga daerah.

    Selain itu, Kota Tangerang Selatan dinilai siap menjadi tuan rumah dengan dukungan venue, fasilitas olahraga, hingga anggaran pembinaan yang terus dimatangkan. KONI Banten juga mengalokasikan dana hibah sebesar Rp7,5 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Porprov.

    Sejumlah pihak mulai menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan event olahraga terbesar di Banten tersebut, termasuk sekolah, kampus, TNI, Polri, hingga perusahaan swasta yang menyediakan fasilitas venue pertandingan.

    Pilar Saga Ichsan mengatakan, Porprov VII bukan hanya menjadi agenda Kota Tangsel, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Banten. Ia memastikan seluruh persiapan terus dipercepat agar pelaksanaan pada November 2026 berjalan sukses.

    “Ini bukan hanya hajat Kota Tangsel, tapi hajat seluruh Provinsi Banten,” tegas Pilar.

    Panitia juga dijadwalkan menggelar kick-off Porprov VII Banten 2026 pada 3 Mei 2026 di BSD. Agenda tersebut akan menjadi peluncuran resmi logo, maskot, dan jingle Porprov.

    Pemerintah Kota Tangsel berharap ajang ini dapat terus berlanjut guna menciptakan prestasi olahraga yang lebih kompetitif, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Banten melalui olahraga. (B7)