Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan memastikan seluruh sistem digital dan infrastruktur teknologi untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 siap digunakan secara maksimal.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan klasik seperti server down, akses lemot, hingga ancaman kebocoran data pribadi calon siswa saat pendaftaran online berlangsung.
Kepala Diskominfo Tangsel, Asep Nurdin, menegaskan pihaknya telah meningkatkan kapasitas server secara signifikan agar mampu menahan lonjakan trafik pada hari pertama pembukaan pendaftaran.
“Kami memastikan kapasitas server berjalan optimal, stabil, dan aman dari lonjakan trafik pendaftaran,” ujar Asep.
Diskominfo Tangsel juga menjadi tulang punggung teknologi yang mendukung proses penerimaan siswa bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Menurut Asep, sistem SPMB tahun ini dirancang lebih transparan, cepat, dan aman agar masyarakat bisa mengakses layanan pendidikan tanpa hambatan teknis.
“Teknologi bukan tujuan, tetapi jembatan untuk menghadirkan akses pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Tak hanya fokus pada kekuatan server, Pemkot Tangsel juga memperketat perlindungan data pribadi siswa seperti NIK dan Kartu Keluarga dengan standar keamanan internasional ISO 27001 serta regulasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan sistem keamanan dari Badan Siber dan Sandi Negara.
Untuk mencegah kebocoran dan celah serangan siber, Diskominfo melakukan pengujian berlapis melalui User Acceptance Test (UAT) hingga Penetration Testing (Pentest) sebelum sistem dibuka ke publik.
Selain itu, aplikasi SPMB kini telah terintegrasi langsung dengan database kependudukan Disdukcapil untuk mempercepat verifikasi alamat domisili dan meminimalisasi praktik manipulasi data zonasi.
Pemkot Tangsel juga memfasilitasi pengecekan data kesejahteraan siswa jalur afirmasi secara mandiri melalui sistem milik Kementerian Sosial Republik Indonesia agar proses seleksi lebih transparan dan tepat sasaran.
Guna memastikan pelayanan berjalan lancar di lapangan, Diskominfo memberikan pelatihan khusus kepada operator sekolah dan kepala sekolah di seluruh wilayah Tangerang Selatan.
Tak hanya itu, tim IT dan pemantau siber juga disiagakan selama proses pendaftaran berlangsung untuk menangani kendala teknis secara cepat.
Sebagai dukungan tambahan, Pemkot Tangsel menyediakan sekitar 5.000 titik internet gratis yang tersebar di balai warga, taman, masjid, dan fasilitas umum lainnya agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan SPMB tanpa kendala jaringan.
Pemkot Tangsel menegaskan seluruh proses pendaftaran dan seleksi SPMB 2026 dilakukan gratis tanpa pungutan biaya apa pun. Warga juga diminta waspada terhadap praktik percaloan yang mengatasnamakan jalur masuk sekolah.
Untuk jenjang SD Negeri pada 21 sekolah percontohan, pendaftaran online dibuka mulai 8 hingga 19 Juni 2026. Sedangkan Pra-SPMB SMP Negeri berlangsung mulai 4 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan beberapa tahapan jalur seleksi yang telah dijadwalkan secara resmi. (B7
Leave a Reply