Tag: Kesehatan

  • Penggerebekan Cepat di Kelapa Dua Tangerang, BPOM Pastikan 2 Juta Kosmetik Ilegal Disita

    Berita7 | Kabupaten Tangerang ,. — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan operasi besar dengan menggerebek dua gudang penyimpanan kosmetik ilegal di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (5/6). Aksi ini menjadi bagian dari pengawasan ketat terhadap peredaran produk tanpa izin edar di Indonesia.

    Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan lebih dari 2 juta produk kosmetik ilegal dengan total nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp27,6 miliar. Barang-barang tersebut terdiri dari berbagai jenis kosmetik impor yang tidak memiliki dokumen resmi.

    Gudang yang dijadikan tempat penyimpanan berada di kawasan Jalan Diklat Pemda, Kelurahan Bojong Nangka. Lokasinya tertutup dan tidak mencolok, sehingga aktivitas di dalamnya tidak banyak diketahui oleh warga sekitar.

    Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari pemantauan aktivitas perdagangan online yang mencurigakan. Dari hasil penelusuran digital, petugas kemudian menemukan titik distribusi utama barang ilegal tersebut.

    “Ini merupakan jaringan yang cukup rapi dan disembunyikan dengan baik, sehingga masyarakat sekitar tidak menyadari aktivitas ilegal di lokasi tersebut,” ujarnya saat berada di lokasi penggerebekan.

    [baca_juga]

    BPOM menjelaskan bahwa kosmetik tersebut merupakan produk impor dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia tanpa kelengkapan dokumen resmi. Diduga, barang tersebut diselundupkan melalui jalur tidak resmi dan kemudian diedarkan secara luas melalui platform online.

    Dari hasil pendataan, ditemukan sebanyak 2.082.039 unit produk dari 956 jenis kosmetik berbeda, mayoritas merupakan produk rias wajah atau dekoratif.

    Selain menyita barang bukti dalam jumlah besar, BPOM juga mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi tersebut. Satu orang berperan sebagai pengelola pemasaran online, sementara lainnya diduga sebagai pihak pengimpor.

    Kasus ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. BPOM menegaskan akan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara. (B7

  • Pelayanan JKN Keliling Hadir di Larangan, Warga Kini Bisa Urus BPJS Kesehatan Lebih Mudah

    Berita7 | Kota Tangerang – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang. Kali ini, Kecamatan Larangan berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tangerang menghadirkan pelayanan keliling Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digelar di Kantor Kecamatan Larangan, Jumat (5/6/2026).

    Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan administrasi BPJS Kesehatan secara langsung tanpa harus datang ke kantor cabang. Program ini disambut antusias warga karena dinilai mempermudah proses pengurusan kepesertaan JKN.

    Camat Larangan, Nasrullah, mengatakan pelayanan keliling tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat.

    [baca_juga]

    Beragam layanan yang tersedia meliputi pendaftaran peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), penambahan anggota keluarga, perubahan data peserta, hingga aktivasi peserta pensiunan PNS, TNI dan Polri.

    Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan aktivasi anak peserta yang telah berusia di atas 21 tahun atau tidak lagi menjadi tanggungan, memperoleh informasi seputar BPJS Kesehatan, hingga melakukan pendaftaran aplikasi Mobile JKN.

    “Kami menyambut baik kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan pelayanan langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga dapat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat dan efisien tanpa harus menempuh jarak yang jauh,” ujar Nasrullah.

    Ia menambahkan, program pelayanan keliling ini tidak hanya membantu masyarakat dalam mengurus administrasi kepesertaan JKN, tetapi juga meningkatkan pemahaman warga terhadap berbagai layanan kesehatan yang telah tersedia.

    Petugas BPJS Kesehatan turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan secara digital, mulai dari pengecekan status kepesertaan, perubahan data, antrean online fasilitas kesehatan, hingga informasi tagihan dan pembayaran iuran.

    Kehadiran pelayanan keliling JKN ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan serta mendorong masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia secara mudah dan modern.

    “Kami ingin memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat, mudah dan efisien melalui berbagai inovasi pelayanan yang terus dikembangkan,” tambahnya. (B7

  • 66 Warga Kabupaten Tangerang Jalani Operasi Katarak Gratis, Penglihatan Kembali Terang dengan Teknologi Modern

    Berita7 | Kabupaten Tangerang,. – kembali menghadirkan kabar menggembirakan bagi masyarakat. Sebanyak 66 warga menjalani operasi katarak gratis di RSUD Kabupaten Tangerang melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Sentra Mulia Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Banten.

    Program yang digelar dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 tersebut menyasar masyarakat kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

    Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan seluruh peserta telah melalui proses verifikasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Tangerang agar bantuan tepat sasaran.

    “Peserta operasi berasal dari kelompok masyarakat yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Program ini dibiayai pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Pelaksanaan operasi dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang dengan dukungan empat ruang operasi dan tim medis khusus mata yang disiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta.

    Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, Endang Widyastiwi, mengatakan rumah sakit juga menyediakan layanan kontrol pascaoperasi guna memastikan kondisi pasien terus terpantau hingga masa pemulihan selesai.

    Menurutnya, pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan hasil operasi berjalan optimal dan mengurangi risiko komplikasi.

    Yang menarik, operasi kali ini menggunakan metode **fakoemulsifikasi**, yakni teknik bedah katarak modern dengan sayatan yang lebih kecil sehingga proses tindakan lebih cepat dan masa pemulihan pasien menjadi lebih singkat.

    [baca_juga]

    Ketua Perdami Banten, Darmawan M. Sophian, menjelaskan metode tersebut menjadi salah satu teknologi terkini dalam penanganan katarak.

    “Teknik ini memungkinkan tindakan dilakukan lebih cepat dengan luka operasi yang minimal sehingga pemulihan pasien dapat berlangsung lebih singkat,” jelasnya.

    Untuk mendukung program tersebut, Perdami Banten menerjunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata yang bertugas melakukan operasi dan pemantauan kesehatan pasien.

    Salah satu peserta operasi, Sopian, warga Kecamatan Cisoka, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut setelah lama mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

    “Penglihatan saya sudah terganggu cukup lama. Dengan adanya operasi gratis ini saya berharap bisa kembali beraktivitas normal. Pelayanannya juga sangat baik dan tidak dipungut biaya,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, menyampaikan keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, tenaga kesehatan, hingga pendamping sosial yang menjaring calon penerima manfaat di 29 kecamatan.

    Program operasi katarak gratis ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan kembali kualitas penglihatan yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, sekaligus menekan risiko kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui tindakan medis. (B7)

  • Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan untuk merespon cepat potensi penyebaran Hantavirus usai meningkatnya perhatian terhadap kasus penyakit tersebut dari luar negeri.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini agar penyebaran virus tidak berdampak luas kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki risiko kontak dengan lingkungan tidak bersih dan hewan pengerat seperti tikus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan panduan pencegahan penyebaran Hantavirus kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat.

    Virus tersebut diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

    “Hantavirus dianggap sangat berbahaya karena dapat menginfeksi saluran pernapasan sampai ginjal manusia,” ujar Dini.

    Ia menjelaskan, gejala Hantavirus biasanya muncul dalam satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan dan gagal ginjal pada kondisi tertentu.

    Selain memperkuat kewaspadaan di fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.

    Pemkot Tangerang menilai kebersihan lingkungan menjadi langkah paling penting untuk memutus potensi penyebaran virus Hanta di tengah masyarakat, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan pascabanjir yang rawan memicu munculnya hewan pengerat.

    Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kebersihan lingkungan setelah adanya imbauan dari pemerintah terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Mereka berharap sosialisasi kesehatan terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami gejala dan cara pencegahannya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memastikan sebanyak 23 kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejak 2023 merupakan jenis ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

    Menurut Dante, Indonesia hanya mendeteksi varian “Hanta Fever Renal Syndrome” dengan tingkat kematian lebih rendah dibandingkan varian “Pulmonary Syndrome” yang memiliki fatalitas mencapai 60 hingga 80 persen.

    “Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah Hanta Fever Renal Syndrome yang ringan,” katanya.

    Ia menambahkan pola penyebaran virus ini mirip dengan leptospirosis, yakni melalui perantara tikus dan lingkungan dengan sanitasi buruk. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko penularan. (B7)

  • Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Kabar Besar dari Kota Tangerang, RSUD Benda Kini Resmi Layani Pasien BPJS

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar yang ditunggu banyak warga akhirnya datang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda Kota Tangerang kini resmi melayani pasien BPJS Kesehatan atau JKN-KIS setelah Pemerintah Kota Tangerang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    Langkah ini langsung menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar Kecamatan Benda dan wilayah perbatasan Kota Tangerang.

    Sebelumnya, layanan pasien BPJS di RSUD Benda masih terbatas. Kini, hampir seluruh poli sudah bisa diakses peserta JKN-KIS.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

    Menurutnya, warga kini tidak perlu lagi khawatir atau harus pergi jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan BPJS.

    “Pasien atau peserta BPJS khususnya yang tinggal di sekitar RSUD Benda sekarang bisa memanfaatkan layanan kesehatan di sini secara maksimal,” ujar Sachrudin usai peresmian kerja sama di RSUD Benda, Rabu 13 Mei 2026.

    RSUD Benda Kota Tangerang Kini Layani Hampir Semua Poli

    Direktur RSUD Benda dr. Suhendra menjelaskan pelayanan BPJS atau JKN-KIS mulai berlaku penuh sejak Mei 2026.

    Ia memastikan peserta BPJS kini bisa mengakses hampir seluruh layanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di RSUD Benda.

    “Kalau sebelumnya layanan BPJS hanya tersedia di UGD, sekarang hampir semua poli sudah bisa melayani peserta JKN-KIS,” katanya.

    Saat ini hanya ada satu poli yang masih menunggu proses perekrutan dokter spesialis sehingga belum beroperasi penuh.

    Selain memperluas pelayanan, RSUD Benda juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan agar pelayanan pasien tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah kunjungan.

    Warga Kota Tangerang Kini Punya Pilihan Layanan Kesehatan Lebih Dekat

    Kerja sama antara Pemkot Tangerang dan BPJS Kesehatan ini dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat.

    Pasalnya, warga kini memiliki akses rumah sakit pemerintah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, khususnya di wilayah Benda dan sekitarnya.

    Keberadaan layanan BPJS di RSUD Benda juga diprediksi membantu mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit lain di Kota Tangerang.

    Tidak hanya itu, masyarakat juga diuntungkan dengan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau.

    RSUD Benda sendiri saat ini telah mengantongi akreditasi dengan nilai kredensial “sangat direkomendasikan”.

    Rumah sakit tersebut melayani delapan poli utama, mulai dari poli penyakit dalam, bedah, anak, kandungan, paru hingga layanan kesehatan gigi.

    Pemkot Tangerang Perluas Pemerataan Layanan Kesehatan

    Pemerintah Kota Tangerang menegaskan perluasan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Kerja sama dengan BPJS Kesehatan di RSUD Benda diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan terjangkau dan berkualitas.

    Dengan bertambahnya fasilitas kesehatan yang menerima pasien BPJS, warga Kota Tangerang kini memiliki lebih banyak pilihan layanan medis tanpa harus keluar biaya besar.

    Kehadiran layanan BPJS di RSUD Benda juga menjadi langkah penting dalam memperkuat pemerataan layanan kesehatan di Kota Tangerang. (B7)

  • Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Waspada Virus Hanta di Tangerang, Dinkes Ingatkan Bahaya Tikus dan Penyakit Pernapasan

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Virus ini diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat seperti tikus.

    Dinas Kesehatan Kota Tangerang kini mulai memperkuat pengawasan dan sosialisasi pencegahan di berbagai wilayah, setelah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan hingga ginjal manusia tersebut.

    “Kami sudah melakukan persiapan sesuai edaran sampai meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Selasa (12/5/2026).

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat dari ancaman penyakit menular berbahaya.

    Selain itu, Dinkes Kota Tangerang juga mulai meningkatkan pemantauan terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dan mengalami keluhan kesehatan tertentu.

    Virus Hanta sendiri diketahui memiliki masa inkubasi sekitar 1 hingga 8 minggu setelah terpapar. Gejalanya diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual hingga tubuh terasa lemas.

    Dalam kondisi lebih serius, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, sesak napas hingga gagal ginjal yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

    “Adapun untuk pencegahannya sendiri karena ini berhubungan langsung dengan tikus, jadi kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu,” lanjut Dini.

    Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang dapat memicu penyebaran virus Hanta.

    Sejumlah warga juga diminta lebih waspada terhadap keberadaan hewan pengerat di lingkungan permukiman, terutama di area lembap, gudang penyimpanan hingga saluran air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak tikus.

    “Maria menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus yang bisa menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” tegasnya.

    Pemkot Tangerang berharap langkah pencegahan sejak dini dapat meminimalkan risiko penyebaran virus Hanta sekaligus menjaga kesehatan masyarakat tetap aman dan terkendali. (B7)

  • Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui program edukasi kesehatan, layanan pemeriksaan, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan kerja sama semua pihak serta menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

    “Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin, Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan atau skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, edukasi juga digencarkan kepada masyarakat, terutama kelompok usia produktif dan generasi muda, agar memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS serta menerapkan pola hidup sehat.

    Pemerintah juga menekankan pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA agar mereka dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan kehidupan sosial yang layak.

    “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik,” katanya.

    Pemkot Tangsel turut menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan dalam memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.

    Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.

    “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya. (B7

  • Tangerang Peringati HUT ke-62 RSUD, Bupati Tekankan Inovasi Layanan Kesehatan

    Tangerang Peringati HUT ke-62 RSUD, Bupati Tekankan Inovasi Layanan Kesehatan

    Berita7 | Tangerang — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 RSUD Kabupaten Tangerang yang digelar di Aula RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (5/5/2026). Momentum ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien dan tenaga medis.

    Selama 62 tahun perjalanan, RSUD Kabupaten Tangerang terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelayanan kesehatan. Kini, rumah sakit tersebut menjadi rujukan bagi masyarakat tidak hanya dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, hingga Kota Tangerang.

    “HUT ke-62 tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi RSUD Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien,” ujar Bupati Moch. Maesyal Rasyid.

    Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas dan layanan medis, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan masyarakat dan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

    Selain itu, berbagai inovasi layanan terus dikembangkan, termasuk layanan bedah jantung, sistem digital terintegrasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini semakin memperkuat posisi RSUD Kabupaten Tangerang sebagai rumah sakit rujukan unggulan.

    Sejumlah masyarakat mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan karena dinilai ramah, profesional, dan didukung fasilitas yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan layanan mulai dirasakan secara langsung.

    Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan layanan kesehatan yang optimal, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah.

    Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Tangerang dr. Endang Widyastiwi menyampaikan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “RSUD Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ungkapnya.

    Dalam rangka HUT ke-62, RSUD Kabupaten Tangerang juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti vaksinasi kanker serviks gratis, donor darah, santunan anak yatim, pembagian makanan gratis, hingga berbagai lomba internal. (B7)