Blog

  • Polres Jember Berhasil Ungkap Curanmor Viral di Bangsalsari, Satu Pelaku Langsung Diamankan

    Berita7 | JEMBER,. – Aksi pencurian sepeda motor yang sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Jember. Berbekal penyelidikan intensif dan rekaman CCTV yang beredar luas, polisi berhasil mengidentifikasi sekaligus mengamankan seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bangsalsari.

    Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video aksi pelaku tersebar melalui media sosial dan memicu berbagai respons dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Elang Bangsalsari (TEBAS) bersama Tim Khusus 2 Jatanras Polres Jember bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku pada Minggu (7/6/2026).

    Kanit Reskrim Polsek Bangsalsari, Aiptu Beny, menjelaskan bahwa peristiwa pencurian terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu pelaku yang melintas menggunakan sebuah truk melihat sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan dalam kondisi tidak terkunci setang, sementara korban sedang tertidur di pos ronda.

    Melihat situasi tersebut, pelaku diduga memanfaatkan kesempatan dengan membawa kabur sepeda motor dan menuntunnya ke lokasi yang dianggap aman untuk disembunyikan. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, pelaku bahkan meminta bantuan seorang pengemudi ojek dengan alasan kendaraan yang dibawanya mengalami kerusakan.

    Setelah berbagai upaya dilakukan untuk menghilangkan jejak, sepeda motor tersebut akhirnya dibawa pulang oleh pelaku. Namun langkah tersebut tidak berlangsung lama karena petugas berhasil mengumpulkan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada identitas pelaku.

    [baca_juga]

    Terduga pelaku berinisial AH, warga Tanggul Wetan, kemudian diamankan bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Jember.

    “Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan wujud komitmen Polres Jember dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Aiptu Beny.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman serta dalam kondisi terkunci guna meminimalkan peluang terjadinya tindak pencurian.

    Keberhasilan pengungkapan kasus yang sempat viral tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Respons cepat aparat kepolisian dinilai menunjukkan keseriusan dalam menindak pelaku kejahatan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi korban dan rasa aman bagi warga. (BAM)

  • Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejari Kota Tangerang, Penyidik Sebut Perkara Sudah Terang Benderang

    Berita7 KOTA TANGERANG — Proses hukum yang menjerat dokter kecantikan Richard Lee memasuki babak baru. Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21, Richard Lee resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang bersama barang bukti dalam tahap dua penanganan perkara.

    Pelimpahan tersebut dilakukan pada Jumat (5/6/2026) dan dikonfirmasi langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Anak Agung Made Suarja Teja, Senin (8/6/2026).

    Menurutnya, seluruh proses administrasi dan pemeriksaan terhadap Richard Lee telah berjalan sesuai prosedur. Setelah sebelumnya sempat berada di Cilegon, Richard Lee akhirnya diserahkan kepada Jaksa Peneliti di Kejari Kota Tangerang untuk proses hukum selanjutnya.

    “Hari ini kami menyampaikan bahwa DRL telah kami terima pelimpahannya. Pada Jumat lalu perkara tersebut telah dinyatakan tahap dua,” ujar Anak Agung Made Suarja Teja.

    Ia menjelaskan, tahap dua merupakan proses penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada pihak kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.

    Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan jaksa, pihak Kejari menyebut perkara yang menjerat Richard Lee kini sudah semakin jelas.

    “Pada saat pemeriksaan kemarin, seluruh fakta sudah terang benderang dan seluruhnya juga telah diakui oleh DRL,” katanya.

    Kasus yang menjerat Richard Lee bermula dari laporan yang dilayangkan oleh Samira Farahnaz atau yang dikenal sebagai Doktif ke Polda Metro Jaya. Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan, Richard Lee kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

    Dalam perkara tersebut, Richard Lee diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jika terbukti bersalah dalam persidangan, ia terancam hukuman pidana maksimal hingga 12 tahun penjara.

    Pelimpahan perkara ke Kejari Kota Tangerang menjadi tahapan penting sebelum kasus tersebut memasuki proses persidangan di pengadilan. (B7)

  • Heboh! Puluhan Paspor Jemaah Haji Ditemukan Berserakan di BSD, Imigrasi Tangerang Turun Tangan

    Berita7 | TANGERANG SELATAN – Warga dan pengguna media sosial dihebohkan oleh beredarnya video yang memperlihatkan puluhan paspor diduga milik jemaah haji ditemukan berserakan di kawasan BSD City, Kota Tangerang Selatan.

    Video yang viral sejak Senin (8/6/2026) itu memperlihatkan sejumlah paspor berwarna hijau tergeletak di bawah pohon dekat halte bus di Jalan Letjen Sutopo, kawasan yang berada di sekitar Pasar Modern BSD dan Santa Ursula.

    Temuan tersebut langsung memicu perhatian publik karena dokumen yang terlihat dalam video diduga merupakan paspor milik calon atau jemaah haji. Bahkan, foto pemilik paspor tampak terlihat pada sampul dokumen sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi.

    Peristiwa yang disebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) itu segera mendapat respons dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang.

    [baca_juga]

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dari Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) untuk melakukan penelusuran dan memastikan kebenaran informasi yang beredar.

    Petugas diketahui mendatangi lokasi sekitar pukul 21.00 WIB pada malam hari. Namun saat pemeriksaan dilakukan, tumpukan paspor yang sebelumnya terlihat dalam video sudah tidak ditemukan di lokasi.

    Meski demikian, tim masih menemukan dua sampul paspor yang telah terpisah dari halaman biodata maupun halaman utama dokumen. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa sebelumnya memang terdapat sejumlah paspor di lokasi tersebut.

    Selain sampul paspor, petugas juga menemukan beberapa dokumen lain yang diduga berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk bukti setoran haji dan berkas pendukung lainnya.

    Seluruh dokumen yang ditemukan kini diamankan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.

    Hasanin menjelaskan pihaknya sedang melakukan penelusuran nomor paspor melalui sistem keimigrasian untuk mengidentifikasi pemilik dokumen serta pihak yang berkaitan dengan penerbitan maupun pengurusan paspor tersebut.

    Tak hanya itu, Kantor Imigrasi Tangerang juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran dalam peristiwa tersebut.

    Proses pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) saat ini masih berlangsung untuk mengungkap siapa pihak yang diduga membuang atau meninggalkan paspor serta dokumen haji tersebut di lokasi kejadian.

    “Hasil pendalaman nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Hasanin.

    Hingga kini, misteri keberadaan puluhan paspor jemaah haji yang sempat ditemukan berserakan di kawasan BSD masih belum terpecahkan. Pihak Imigrasi memastikan investigasi terus dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian yang menghebohkan masyarakat tersebut. (B7)

  • Sekolah Negeri Penuh, Wali Kota Tangerang Pastikan Sekolah Swasta Gratis Jadi Solusi untuk Ribuan Siswa

    Berita7 | TANGERANG – Keterbatasan daya tampung sekolah negeri kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Tangerang memastikan program sekolah swasta gratis terus diperkuat sebagai solusi agar seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum berhasil lolos seleksi masuk sekolah negeri. Pemerintah telah menyiapkan ratusan sekolah swasta yang tergabung dalam program sekolah swasta gratis dengan kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, keterbatasan jumlah sekolah negeri menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Saat ini Kota Tangerang memiliki 471 Sekolah Dasar Negeri dan 34 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang harus melayani kebutuhan pendidikan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

    “Kami terus mendorong kualitas pendidikan di sekolah swasta agar semakin baik dan mampu memberikan layanan pendidikan yang setara,” ujar Sachrudin, Senin (8/6/2026).

    Ia menegaskan program sekolah swasta gratis bukan sekadar alternatif, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas hanya karena keterbatasan kursi di sekolah negeri.

    Pemkot Tangerang juga terus melakukan penguatan mutu pendidikan melalui berbagai program peningkatan kualitas guru, sarana pembelajaran, hingga pengawasan terhadap proses belajar mengajar di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

    Sachrudin juga mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui sekolah negeri atau sekolah yang dianggap favorit. Menurutnya, banyak tokoh sukses yang lahir dari sekolah biasa namun mampu meraih prestasi karena dukungan keluarga dan lingkungan yang baik.

    “Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh status sekolah. Peran orang tua dan lingkungan juga sangat menentukan keberhasilan anak dalam meraih masa depan,” katanya.

    Selain memastikan akses pendidikan, Pemkot Tangerang juga menaruh perhatian besar terhadap pelaksanaan SPMB 2026 agar berjalan bersih dan transparan. Pemerintah telah membentuk tim pengawasan khusus yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mengawal proses seleksi.

    Sachrudin menegaskan tidak boleh ada praktik kecurangan dalam penerimaan siswa baru, termasuk pungutan liar maupun praktik titip-menitip yang merugikan masyarakat.

    “Kami ingin SPMB berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan. Tidak boleh ada pungli maupun praktik yang mencederai keadilan dalam penerimaan siswa baru,” tegasnya.

    Tak hanya itu, menjelang pembagian rapor akhir tahun ajaran, Sachrudin juga mengajak para ayah untuk hadir langsung mengambil rapor anak di sekolah. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap motivasi, kepercayaan diri, dan perkembangan psikologis anak.

    Ia berharap seluruh rangkaian SPMB 2026 dapat berjalan lancar sehingga setiap anak di Kota Tangerang memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala persoalan daya tampung sekolah negeri. (B7

  • Warga Tangsel Perlu Tahu, Semua Layanan Pertanahan Dipastikan Tanpa Biaya Tambahan

    Berita7 | TANGERANG SELATAN – Komitmen mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan bebas pungutan liar kembali ditegaskan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang Selatan. Seluruh layanan pertanahan dipastikan berjalan sesuai aturan resmi tanpa adanya biaya tambahan di luar ketentuan yang berlaku.

    Langkah tegas tersebut disampaikan langsung Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.

    Menurut Seto, segala bentuk pungutan liar dalam proses pelayanan pertanahan merupakan pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi.

    “Saya melarang keras segala bentuk pungutan liar dalam pelayanan pertanahan. Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan prinsip bersih, transparan, dan profesional. Setiap pegawai wajib menjalankan prosedur sesuai ketentuan,” tegasnya.

    Ia memastikan seluruh mekanisme pelayanan dan biaya administrasi yang berlaku di Kantah Tangsel telah mengacu pada peraturan perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu memberikan biaya tambahan kepada siapapun di luar ketentuan resmi.

    Seto juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran yang mencederai integritas pelayanan publik.

    “Jika ada pelanggaran akan ditindak tegas demi menjaga integritas dan kepercayaan publik kepada kami,” ujarnya.

    [baca_juga]

    Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah besar Kantah Tangsel dalam mewujudkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari percepatan penyelesaian layanan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga memberikan kepastian hukum yang lebih baik kepada masyarakat.

    Selain melakukan pengawasan internal, Kantah Tangsel juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi jalannya pelayanan pertanahan. Warga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi pungutan liar maupun praktik yang tidak sesuai aturan.

    Menurut Seto, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menciptakan pelayanan yang bersih, transparan, dan terpercaya.

    “Jika ada indikasi pungli segera laporkan, maka akan ditindaklanjuti dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

    Dengan pengawasan yang melibatkan seluruh pihak, Kantah Tangsel optimistis kualitas pelayanan pertanahan akan semakin baik serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

    Langkah tegas ini sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan pertanahan di Kota Tangerang Selatan harus bebas dari praktik pungli dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat. (B7)

  • Gus Fawait Tancap Gas! Petani Jember Dapat Bantuan Alsintan dan Irigasi, Produksi Pangan Dibidik Melonjak

    Berita7 | JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersama pemerintah pusat terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan penguatan ketahanan pangan nasional.

    Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Jember Muhammad Fawait saat kegiatan Pro Gus’e Update yang digelar di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Sabtu (6/6/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jember menyalurkan sejumlah bantuan penting kepada kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan. Bantuan tersebut meliputi alat mesin pertanian, program optimalisasi lahan, pembangunan irigasi perpompaan, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

    Bantuan Combine Harvester diserahkan kepada Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Sementara bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2026 diberikan kepada Kelompok Tani Moro Seneng di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo.

    Selain itu, Kelompok Tani Gemah Ripah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari menerima bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom), sedangkan Kelompok Tani Sri Murni 1 di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk mendapatkan bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

    Gus Fawait menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah karena memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

    [baca_juga]

    Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

    “Pemerintah terus hadir untuk petani. Mulai dari bantuan alat mesin pertanian, perbaikan jaringan irigasi, bantuan benih, pupuk, hingga berbagai program peningkatan produktivitas pertanian terus kami dorong,” ujar Gus Fawait.

    Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, seluruh bantuan harus benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tani agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil produksi pertanian.

    “Jangan sampai setiap tahun kita bantu tetapi tidak termanfaatkan dengan baik. Saya yakin dengan cara seperti ini bantuan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa kita awasi bersama-sama,” tegasnya.

    Tak hanya pemerintah daerah dan pusat, penguatan sektor pertanian di Jember juga mendapat dukungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi vertikal yang turut mengawal pelaksanaan program ketahanan pangan di lapangan.

    Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta menjadikan Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan yang semakin kuat di Jawa Timur.

    Dengan berbagai bantuan yang terus digelontorkan, petani Jember kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (BAM)

  • Gus Fawait Siapkan Pasukan Digital, 22 Ribu ASN Siap Gaungkan Kemajuan Jember

    Berita7 | JEMBER – Langkah tidak biasa dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat citra daerah. Sebanyak 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) kini didorong menjadi duta informasi digital guna memperkenalkan berbagai potensi unggulan Jember kepada masyarakat luas.

    Kebijakan yang digagas di era kepemimpinan Bupati Jember Gus Muhammad Fawait tersebut menjadi bagian dari strategi besar memanfaatkan kekuatan media sosial dalam mendukung pembangunan daerah, menarik investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, hingga memperkuat kepercayaan publik terhadap berbagai program pemerintah.

    Di tengah era digital yang serba cepat, Pemerintah Kabupaten Jember menilai informasi positif memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, seluruh ASN diajak aktif menyebarluaskan informasi pembangunan melalui akun media sosial masing-masing.

    Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Pemerintah harus mampu menyesuaikan diri agar berbagai program pembangunan dapat diketahui masyarakat secara luas.

    “Bupati Jember memiliki keyakinan bahwa narasi positif yang disampaikan secara konsisten akan membangun citra yang baik bagi daerah. Ketika masyarakat mengetahui berbagai kemajuan yang terjadi, maka kepercayaan akan tumbuh, wisatawan datang, dan investor semakin tertarik masuk ke Jember,” ujarnya.

    Melalui gerakan tersebut, ASN tidak hanya menjalankan tugas pelayanan publik, tetapi juga berperan sebagai ujung tombak promosi daerah. Setiap hari Jumat, ribuan ASN didorong untuk membagikan berbagai informasi yang telah dipublikasikan melalui kanal resmi pemerintah daerah.

    Konten yang disebarluaskan mencakup program pembangunan, inovasi pelayanan publik, prestasi daerah, peluang investasi, sektor pertanian, ekonomi kreatif, hingga destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Jember.

    Dengan kekuatan sekitar 22 ribu ASN yang tersebar di berbagai instansi, jangkauan informasi dinilai akan jauh lebih luas dan efektif. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mempercepat penyebaran informasi positif sekaligus memperkuat branding Kabupaten Jember di tingkat nasional.

    [baca_juga]

    Menurut Gatot, gerakan ini bukan sekadar membagikan konten di media sosial. Lebih dari itu, pemerintah ingin membangun rasa bangga, rasa memiliki, serta kecintaan ASN terhadap daerah tempat mereka mengabdi.

    “ASN bukan hanya pegawai pemerintah. ASN juga merupakan duta informasi yang memiliki peran strategis untuk mengenalkan potensi dan kemajuan Jember kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

    Di sisi lain, Pemkab Jember memastikan dukungan terhadap ASN tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga kesejahteraan pegawai, termasuk mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) agar tidak mengalami pengurangan.

    Melalui kolaborasi digital tersebut, Pemkab Jember optimistis berbagai potensi daerah mulai dari sektor pariwisata, pertanian, pendidikan, UMKM hingga investasi dapat semakin dikenal publik. Dampaknya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.

    Gerakan digital yang melibatkan puluhan ribu ASN ini sekaligus menjadi salah satu strategi transformasi komunikasi publik yang diyakini mampu membawa Jember semakin dikenal, semakin dipercaya, dan semakin kompetitif di tingkat nasional. (BA?M)

  • Harga Jeruk Melonjak hingga 5 Kali Lipat, Program MBG Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Desa di Jember

    Berita7 | JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Jember. Tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, program nasional tersebut kini disebut menjadi pemicu naiknya harga hasil pertanian dan perputaran ekonomi desa.

    Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis telah membuka pasar baru bagi petani, pelaku UMKM, hingga buruh tani di berbagai wilayah.

    Menurutnya, meningkatnya permintaan bahan pangan lokal membuat sejumlah komoditas pertanian mengalami kenaikan harga yang signifikan dan lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

    “Kami melihat Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa,” kata Gus Fawait, Senin (8/6/2026).

    Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah jeruk dari kawasan Jember Barat. Jika sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, kini harga jualnya mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

    Kenaikan harga tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Efek ekonomi yang muncul juga dirasakan oleh buruh tani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai distribusi hasil pertanian.

    Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas cakupan penerima manfaat Program MBG, termasuk bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

    Menurutnya, manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat desa.

    Potensi dampak ekonomi yang dihasilkan pun tidak main-main. Apabila rencana pembangunan sekitar 400 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember dapat terealisasi, nilai perputaran ekonomi yang tercipta diperkirakan menembus Rp4,6 triliun.

    Angka tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat sektor pertanian lokal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat.

    [baca_juga]

    Meski masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan masyarakat secara maksimal.

    “Kami ingin memastikan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Gus Fawait.

    Dengan dukungan pemerintah daerah, petani, pelaku UMKM, dan berbagai pihak terkait, Program Makan Bergizi Gratis kini dipandang sebagai salah satu penggerak ekonomi baru yang berpotensi mengubah wajah perekonomian desa di Kabupaten Jember. (BAM)

  • Jember Resmi Perkuat Koperasi Merah Putih, 48 Armada Operasional Disalurkan untuk Desa

    Berita7 | Jember kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Sebanyak 48 armada operasional yang terdiri dari 23 unit truk dan 25 unit kendaraan pick up resmi diserahkan untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) di berbagai wilayah desa dan kelurahan, Senin (8/6/2026).

    Program yang mengusung semangat membangun ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera tersebut menjadi salah satu upaya konkret Pemkab Jember dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat di tingkat desa.

    [baca_juga]

    Armada yang disalurkan akan dimanfaatkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, memperkuat rantai pasok komoditas unggulan desa, hingga membantu menjaga kestabilan harga produk pertanian yang dihasilkan masyarakat.

    Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang dikenal sebagai Gus Fawait, menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, serta mengurangi ketimpangan pendapatan masyarakat. Karena itu, Koperasi Merah Putih harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih tidak ditujukan untuk bersaing dengan pelaku usaha swasta maupun usaha kecil milik warga. Sebaliknya, koperasi hadir untuk mengisi sektor ekonomi yang belum terlayani secara maksimal serta memperkuat distribusi produk masyarakat desa.

    Pemkab Jember juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mendorong kerja sama antara Koperasi Merah Putih dan Bulog. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat penyerapan hasil panen petani agar memberikan keuntungan yang lebih optimal.

    Selain mendukung sektor pertanian, koperasi juga diproyeksikan menjadi bagian penting dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai komoditas dan produk unggulan desa nantinya dapat disalurkan melalui koperasi untuk memenuhi kebutuhan layanan pemenuhan gizi masyarakat.

    Sementara itu, Komandan Kodim 0824/Jember, Rifqi Muhammad Syuhada, menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Jember berjalan sesuai target. Hingga saat ini, pembentukan koperasi pada 42 titik yang menjadi tanggung jawab Kodim telah mencapai 100 persen.

    Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah desa menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Dengan dukungan armada operasional yang telah disalurkan, koperasi diyakini mampu memperkuat distribusi hasil produksi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

    Melalui penguatan sarana operasional ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap Koperasi Merah Putih dapat berkembang menjadi pilar ekonomi desa yang kokoh, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah. (BAM)

  • Kasus Dugaan Pengeroyokan Anak di Jember Belum Tuntas, Keluarga Korban Pertanyakan Penanganan Polisi

    Berita7 | JEMBER,.– Harapan keluarga Dedi untuk mendapatkan keadilan masih belum terwujud. Meski laporan dugaan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur itu telah masuk sejak September 2025, hingga kini kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.

    Lamanya proses penanganan membuat keluarga korban mempertanyakan perkembangan perkara yang dinilai belum menunjukkan kepastian hukum. Padahal korban maupun sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

    IW, keluarga korban, mengaku kecewa karena kasus yang telah berjalan berbulan-bulan itu belum juga memasuki tahap lanjutan. Menurutnya, korban sudah memberikan keterangan sejak lama, namun hingga Juni 2026 perkara tersebut masih berstatus penyelidikan.

    “Korban dan saksi sudah diperiksa sejak lama. Namun sampai sekarang kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujar IW, Sabtu (6/6/2026).

    [baca_juga]

    Keluarga juga mengungkapkan adanya informasi mengenai sejumlah saksi yang disebut telah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Kondisi tersebut dinilai semakin memperlambat proses pengungkapan perkara yang menjadi perhatian keluarga korban.

    Menurut IW, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan memberikan kepastian hukum terhadap laporan yang telah berjalan selama berbulan-bulan tersebut.

    Selain itu, keluarga meminta seluruh pihak yang mengetahui peristiwa tersebut untuk bersikap kooperatif agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih maksimal.

    Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan korban anak di bawah umur yang secara hukum mendapatkan perlindungan khusus sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, setiap bentuk kekerasan terhadap anak dilarang dan dapat dikenakan sanksi pidana. Selain itu, dugaan tindakan pengeroyokan juga diatur dalam Pasal 170 KUHP mengenai tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama.

    Hingga berita ini diterbitkan, informasi terkait dugaan adanya pihak yang memengaruhi saksi untuk tidak menghadiri pemeriksaan masih merupakan keterangan dari keluarga korban dan belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak yang disebut maupun aparat penegak hukum.

    Keluarga berharap penyelidikan dapat segera menemukan titik terang sehingga keadilan bagi korban dapat terwujud dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. (B7