Blog

  • DPUPR Kota Tangerang! Jembatan Kaca Berendeng Segera Diperbaiki, Keselamatan Pengunjung Jadi Prioritas

    Berita7 | KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga fasilitas publik. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), langkah penanganan langsung dilakukan setelah ditemukan keretakan pada salah satu bagian Jembatan Kaca Berendeng yang selama ini menjadi ikon wisata favorit masyarakat.

    Tanpa menunggu lama, area yang mengalami keretakan segera diamankan dan tim teknis diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Langkah cepat tersebut dilakukan agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

    [baca_juga]

    Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak segera setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai kondisi jembatan.

    “Kami langsung melakukan penanganan setelah mendapatkan laporan terkait adanya keretakan di salah satu bagian kaca. Saat ini area sudah diamankan dan akan segera diperbaiki dalam waktu dekat,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

    DPUPR Kota Tangerang kini tengah melakukan pengkajian teknis secara menyeluruh untuk memastikan metode perbaikan yang dilakukan memenuhi standar keamanan. Setelah proses tersebut selesai, pekerjaan perbaikan akan segera dilaksanakan agar Jembatan Kaca Berendeng dapat kembali digunakan dengan aman oleh seluruh pengunjung.

    Tak hanya melakukan perbaikan, pemerintah juga menyiapkan langkah pemantauan dan evaluasi sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas infrastruktur publik. Upaya ini menjadi bagian dari pelayanan yang mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus mempertahankan daya tarik destinasi wisata di Kota Tangerang.

    “Kami sedang melakukan pengkajian teknis, selanjutnya akan segera diperbaiki secepat mungkin sehingga ikon wisata ini bisa kembali dinikmati oleh masyarakat dari dalam maupun luar Kota Tangerang,” tambah Iwan.

    Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pekerjaan sehingga Jembatan Kaca Berendeng dapat kembali beroperasi secara optimal.

    Gerak cepat DPUPR Kota Tangerang ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Penanganan yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk menjaga keberlanjutan salah satu ikon wisata kebanggaan Kota Tangerang. (B7

  • Situ Bulakan Periuk Masuki 80 Persen Normalisasi, Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Perkuat Mitigasi Banjir

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang terus mempercepat proses normalisasi Situ Bulakan di Kecamatan Periuk. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan segera rampung dalam beberapa hari ke depan.

    Normalisasi tersebut difokuskan pada pengerukan endapan lumpur yang selama ini menyebabkan sedimentasi dan mengurangi kapasitas tampung situ. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan kemampuan Situ Bulakan dalam menampung air sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman sekitar.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa pengerjaan telah berlangsung sekitar satu bulan dengan hasil yang signifikan.

    “Upaya normalisasi Situ Bulakan sudah berjalan sekitar sebulan terakhir dengan fokus utama melakukan pengerukan lumpur untuk mengantisipasi sedimentasi dan progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

    Setelah proses normalisasi selesai, kapasitas daya tampung Situ Bulakan diproyeksikan meningkat hingga mencapai sekitar 600 ribu meter kubik. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir, terutama di wilayah Kecamatan Periuk dan kawasan sekitarnya.

    Pemerintah Kota Tangerang juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk melanjutkan tahapan penanganan berikutnya. Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah pembangunan penurapan guna memperkuat fungsi situ dalam jangka panjang.

    “Berdasarkan pemantauan di lapangan, proses normalisasi masih berlangsung dan diperkirakan dapat diselesaikan dalam hitungan hari ke depan,” tambah Taufik.

    Keberlanjutan program ini dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir sekaligus menjaga lingkungan perkotaan agar lebih aman saat musim hujan.

    Dengan hampir rampungnya pengerjaan normalisasi, masyarakat di sekitar Situ Bulakan diharapkan dapat merasakan manfaat berupa berkurangnya potensi genangan serta meningkatnya kapasitas tampung air sebagai langkah mitigasi banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan. (B7

  • Kabar Menggembirakan! Stunting di Kota Tangerang Bertahan 5,4 Persen, Dinkes Maksimalkan Langkah Pencegahan

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Kabar positif datang dari sektor kesehatan di Kota Tangerang. Hingga Mei 2026, prevalensi stunting tercatat berada di angka 5,4 persen menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Namun, Pemerintah Kota Tangerang memilih tidak berpuas diri dan kini mengalihkan fokus besar pada satu target utama, yakni mencegah munculnya kasus stunting baru

    Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program terintegrasi yang menyasar sejak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita. Strategi ini diyakini menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan setiap anak memiliki hak untuk tumbuh secara optimal sehingga pencegahan menjadi prioritas utama pemerintah.

    “Data e-PPGBM hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kota Tangerang berada di angka 5,4 persen. Angka ini relatif stabil, namun kami tidak ingin ada tambahan kasus stunting baru sehingga seluruh upaya pencegahan terus diperkuat,” ujarnya.

    Menurutnya, penanganan stunting saat ini tidak hanya berfokus pada anak yang sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai jauh sebelum kelahiran melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin.

    Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan perjalanan penurunan stunting di Kota Tangerang terus mengalami dinamika. Dari angka 19,1 persen pada 2018, prevalensi berhasil turun menjadi 16,4 persen pada 2019, kemudian 15,3 persen pada 2021 dan 11,8 persen pada 2022. Meski sempat meningkat menjadi 17,6 persen pada 2023, angka tersebut kembali turun menjadi 11,2 persen pada 2024.

    Pemerintah Kota Tangerang menilai keberhasilan menekan stunting tidak hanya menjadi tugas sektor kesehatan. Faktor kesejahteraan keluarga, sanitasi lingkungan, pola asuh, pendidikan, hingga kolaborasi lintas sektor memiliki peran besar dalam menciptakan generasi bebas stunting.

    Untuk memperkuat langkah tersebut, berbagai inovasi terus dijalankan, termasuk pemanfaatan aplikasi SIDATA yang terintegrasi dengan e-PPGBM sehingga pemantauan kondisi gizi anak dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

    Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dunia usaha, dan masyarakat, Kota Tangerang optimistis mampu menekan angka stunting lebih rendah lagi serta mewujudkan generasi emas yang sehat dan berdaya saing. (B7

  • SPMB SD Kota Tangerang Masuk Tahap Domisili, Catat Jadwal Lengkap dan Cara Daftarnya Sebelum Terlambat

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Tangerang memasuki tahapan penting, yakni jalur afirmasi dan domisili. Orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya diminta mencermati jadwal serta mekanisme pendaftaran agar tidak kehilangan kesempatan.

    Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik tahun ajaran 2026/2027 dilakukan secara digital, transparan, dan bebas pungutan liar. Sistem tersebut diterapkan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan jalur afirmasi dan domisili menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada calon murid dari kelompok prioritas maupun yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

    “Seluruh proses tetap dilakukan secara online sebagai bentuk transparansi, mencegah kecurangan, serta memastikan pelayanan berjalan tanpa pungutan liar,” ujarnya.

    Dinas Pendidikan juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi apabila mengalami kendala selama proses pendaftaran. Orang tua dapat mengakses portal Pra SPMB Kota Tangerang maupun layanan pengaduan yang telah disediakan.

    Berikut jadwal SPMB SD Negeri Kota Tangerang Tahun Ajaran 2026/2027:

    **Jalur Afirmasi**

    * Pendaftaran: 8 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 8 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 9 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    **Jalur Domisili Lingkungan Sekolah**

    * Pendaftaran: 10 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 10 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 11 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    **Jalur Domisili Wilayah**

    * Pendaftaran: 12–13 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 13 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 15 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    **Jalur Domisili Umum/Luar Kota**

    * Pendaftaran: 17 Juni, pukul 08.00–16.00 WIB

    * Pengumuman: 17 Juni, pukul 20.00 WIB

    * Daftar Ulang: 18 Juni, pukul 00.01–16.00 WIB

    Adapun tata cara pendaftaran dilakukan sesuai jalur masing-masing. Calon murid lulusan PAUD yang telah memiliki PIN dapat mendaftar secara mandiri melalui sistem SPMB. Jalur domisili dan afirmasi juga dapat dilakukan secara online, sedangkan jalur penyandang disabilitas dan mutasi dilakukan langsung ke sekolah tujuan sesuai ketentuan.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap masyarakat mempersiapkan seluruh persyaratan sejak dini sehingga proses SPMB berjalan lancar, tertib, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap calon peserta didik. (B7

  • 22.865 Pekerja Rentan di Kota Tangerang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Dibayar Pemkot

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk 22.865 pekerja rentan. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada para pekerja sekaligus melindungi keluarga mereka dari berbagai risiko kerja maupun risiko kematian.

    Melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), para pekerja rentan memperoleh perlindungan dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi.

    Sebagai simbol komitmen tersebut, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para penerima manfaat dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Neglasari, Rabu (10/6/2026).

    Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah mengalokasikan anggaran sebesar **Rp384.132.000 setiap bulan** untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 22.865 pekerja rentan.

    “Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami ingin para pekerja dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang karena memiliki jaminan perlindungan ketika menghadapi risiko yang tidak diharapkan,” ujarnya.

    Menurut Sachrudin, manfaat program ini tidak hanya berupa kartu kepesertaan, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika terjadi kecelakaan kerja maupun musibah yang menimpa pekerja.

    Ia berharap para penerima manfaat dapat bekerja lebih fokus, produktif, dan memiliki rasa aman sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga menyerahkan secara langsung kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua warga Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, sebagai simbol dimulainya pemberian perlindungan kepada para pekerja rentan.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memastikan pekerja rentan mendapatkan perlindungan sosial yang layak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

    Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena proses pendaftaran hingga pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan telah ditanggung oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui APBD.

    “BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar administrasi, tetapi investasi perlindungan bagi masa depan keluarga. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap program ini mampu memperluas perlindungan sosial, meningkatkan rasa aman bagi para pekerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (B7)

  • Aksi di Tugu Adipura Tangerang, LAP Desak Evaluasi Total Program MBG dan Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BGN

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Puluhan massa yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) Tangerang menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Rabu (10/6/2026). Dalam aksi long march tersebut, mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

    Massa membawa sejumlah tuntutan yang mereka nilai penting demi menjaga kualitas program strategis nasional tersebut. Di antaranya evaluasi total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, pengawasan yang lebih ketat dan transparan, penegakan standar pelayanan, perlindungan hak penerima manfaat, serta tata kelola program yang akuntabel.

    Koordinator Massa Aksi LAP Tangerang, Saipul Basri, mengatakan aspirasi tersebut lahir dari berbagai keresahan masyarakat terhadap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Raya.

    [baca_juga]

    “Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh dugaan korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga setiap penyimpangan perlu dievaluasi,” ujarnya.

    Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di lapangan.

    LAP Tangerang juga menyoroti masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dinilai belum memenuhi berbagai persyaratan dan standar operasional. Mereka menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar kualitas pelayanan serta keamanan makanan tetap terjamin.

    Saipul Basri menjelaskan bahwa apabila standar pelayanan tidak dipenuhi, maka potensi munculnya berbagai persoalan, termasuk keamanan pangan, harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

    “Kami tidak meminta program strategis nasional ini dibubarkan. Yang kami dorong adalah evaluasi total dan menyeluruh agar tujuan awal program benar-benar tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Selain melakukan aksi kali ini, LAP Tangerang menyebut kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyampaian aspirasi yang akan terus dilakukan sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah.

    Mereka berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh penerima manfaat. (DRi

  • 548 Sekolah Adiwiyata Jadi Kekuatan Kota Tangerang, Sachrudin Luncurkan Lomba Peduli Lingkungan

    KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) sekaligus peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri se-Kota Tangerang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Selasa (9/6/2026).

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 548 Sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam membangun budaya menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan bukan sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hingga dewasa.

    “Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

    Ia menegaskan, keberhasilan membangun budaya ramah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar kebiasaan baik tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Kompetisi ini diharapkan mampu mendorong sekolah menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

    Penilaian lomba akan difokuskan pada lima aspek utama, yakni kebersihan dan sanitasi sekolah, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan penggunaan air, serta efisiensi energi.

    Menurut Sachrudin, program Adiwiyata menjadi wadah pembentukan budaya lingkungan, sedangkan PRLH merupakan implementasi konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah.

    “Jika Adiwiyata adalah wadahnya, maka PRLH adalah implementasi nyatanya. Dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita berharap lahir budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Kota Tangerang,” ujarnya.

    Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (B7

  • Dinsos Kota Tangerang Perkuat WKSBM, KSM Se-Kota Dibekali Keterampilan Ketahanan Pangan

    Berita7 | KOTA TANGERANG,.– Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial terus memperkuat peran masyarakat dalam membangun sistem kesejahteraan sosial berbasis lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Tahun 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juni 2026.

    Program pembinaan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat agar mampu mengelola potensi sosial secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat wilayah. Pada pelaksanaan kali ini, peserta yang menjadi sasaran utama adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Darling dan KSM Jimpitan.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan pembinaan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan budaya gotong royong serta kepedulian sosial yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

    “Melalui pembinaan WKSBM ini, kami ingin mengoptimalkan potensi gotong royong dan kepedulian masyarakat. KSM Darling dan KSM Jimpitan menjadi contoh nyata bagaimana pilar sosial berbasis warga mampu bergerak aktif membantu sesama,” ujar Acep.

    Tidak hanya memperkuat tata kelola organisasi, peserta juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan bank sampah, pembuatan eco-enzyme, budidaya ikan lele, budidaya maggot, peternakan kambing hingga teknik bercocok tanam sayuran.

    Beragam pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi para pengurus KSM untuk mengembangkan program pemberdayaan di lingkungan masing-masing sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

    Selain memperkuat fungsi kelembagaan sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun sistem kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan dari tingkat akar rumput.

    Acep menegaskan, seluruh Ketua WKSBM di Kota Tangerang diharapkan dapat menjadi motor penggerak di wilayahnya sehingga semangat kolaborasi, kepedulian sosial, dan kemandirian masyarakat semakin meningkat.

    Dengan pembinaan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang optimistis jaringan WKSBM akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. (B7

  • Panen Perdana Bawang Merah di Tangsel Berhasil, Benyamin Siapkan Pupuk Mikroba untuk Warga

    Berita7 | Tangerang Selatan,.  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat keberhasilan panen perdana bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan melalui lahan demplot pertanian di wilayahnya. Hasil panen tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan pertanian perkotaan karena tanaman yang umumnya cocok di dataran lebih tinggi mampu tumbuh optimal di Tangsel.

    Panen perdana itu berlangsung bersamaan dengan kegiatan Pasar Murah Hasil Bumi yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang pada Selasa (9/6/2026).

    [baca_juga]

    Keberhasilan budidaya bawang merah tersebut didukung penggunaan pupuk bio-organik berbasis mikroba yang dikembangkan PT BioArk Global Pte. Ltd. dari Singapura. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus menghasilkan umbi dengan ukuran lebih besar.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan hasil panen ini menjadi bukti bahwa inovasi di sektor pertanian dapat menjawab keterbatasan kondisi geografis dan lahan di wilayah perkotaan.

    “Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya sulit tumbuh di daerah seperti kita, namun dengan penggunaan pupuk ini produksinya sangat baik dan ukuran bawangnya lebih besar,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun berencana menjalin kerja sama lanjutan dengan PT BioArk Global melalui DKP3 untuk mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.

    Apabila hasil uji coba berikutnya kembali menunjukkan perkembangan yang positif, pupuk berbasis mikroba itu akan diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan disalurkan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kota Tangerang Selatan.

    “Bawang merupakan kebutuhan dapur yang dikonsumsi setiap hari selain cabai dan komoditas lainnya. Jika hasilnya terus baik, pupuk yang digunakan akan diproduksi lebih banyak dan disebarkan kepada masyarakat agar produksi rumah tangga di Tangsel semakin meningkat,” kata Benyamin.

    Saat ini, uji coba masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Sementara pengembangan untuk tanaman lain seperti cabai akan dilakukan setelah melalui evaluasi terhadap hasil demplot yang sedang berjalan.

    Di sisi lain, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan bahwa teknologi mikroba yang dikembangkan perusahaan mampu membantu tanaman tumbuh lebih optimal sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

    Ia menyebut media tanam tersebut dapat mempertahankan kelembapan tanah hingga sekitar 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan media organik konvensional. Kondisi tersebut membuat tanaman memperoleh lingkungan tumbuh yang lebih stabil sehingga produktivitas hasil panen dapat meningkat.

    Keberhasilan panen perdana ini menjadi harapan baru bagi pengembangan pertanian modern di Tangerang Selatan. Dengan dukungan inovasi teknologi dan kolaborasi berbagai pihak, produksi pangan lokal diharapkan semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (B7

  • Pemkot Tangerang Luncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan, 44 Sekolah Adiwiyata Mandiri Jadi Percontohan

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dengan meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup di Sekolah yang dirangkaikan dengan sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang Juni 2026.

    Peluncuran program berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (9/6/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik.

    Sachrudin menegaskan bahwa Program Sekolah Adiwiyata bukan sekadar penghargaan bagi sekolah, tetapi menjadi sarana membangun budaya hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

    “Program Sekolah Adiwiyata sangat penting karena mampu membentuk perilaku peduli lingkungan yang nantinya dibawa siswa ke kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baik ini diharapkan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, pendidikan mengenai kelestarian lingkungan harus terus diperkuat agar lahir generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, serta Kementerian Agama Kota Tangerang.

    Ia menjelaskan bahwa lomba perilaku ramah lingkungan difokuskan bagi sekolah yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Saat ini terdapat sekitar 40 sekolah yang telah mencapai kategori tersebut dan diharapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

    “Kami ingin menjaga semangat sekolah-sekolah yang sudah mencapai level Adiwiyata Mandiri agar tetap konsisten menerapkan budaya peduli lingkungan dan terus melakukan inovasi,” kata Wawan.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dalam memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

    Ia mengungkapkan bahwa capaian Program Adiwiyata di Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 167 sekolah meraih predikat Adiwiyata tingkat kota, 252 sekolah tingkat provinsi, lebih dari 90 sekolah tingkat nasional, serta 44 sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri.

    Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperluas gerakan peduli lingkungan di seluruh satuan pendidikan. Pemerintah Kota Tangerang berharap semakin banyak sekolah yang aktif menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan asri sehingga mampu membentuk generasi yang peduli terhadap masa depan lingkungan. (B7