Category: Pemerintahan

  • Kota Tangerang Siapkan Sekolah Khusus Olahraga, Raperda Keolahragaan Dikebut

    Berita7 | TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang bersama DPRD Kota Tangerang terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Keolahragaan yang digadang-gadang menjadi fondasi baru pengembangan dunia olahraga di Kota Tangerang.

    Salah satu program yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah rencana pendirian sekolah khusus olahraga yang diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.

    Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Tangerang sebagai sport city atau kota yang memiliki ekosistem olahraga yang kuat, mulai dari pembinaan atlet, penyediaan fasilitas hingga pencapaian prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan keberadaan Raperda Keolahragaan sangat dinantikan oleh para pelaku olahraga karena akan menjadi landasan hukum bagi berbagai program pengembangan olahraga di masa depan.

    Menurutnya, salah satu harapan besar yang ingin diwujudkan adalah hadirnya sekolah khusus olahraga yang mampu mencetak atlet-atlet potensial secara lebih terarah dan profesional.

    “Kami berharap harapan insan olahraga yang termuat di Raperda Keolahragaan ini bisa secepatnya direalisasikan. Salah satunya, kami ingin memiliki sekolah khusus olahraga agar pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan terarah,” ujar Kaonang, Kamis (4/6/2026).

    Ia menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin, tetapi juga membutuhkan sistem pendidikan yang mampu mendukung perkembangan kemampuan olahraga dan akademik secara bersamaan.

    [baca_juga]

    Dengan adanya sekolah khusus olahraga, proses pencarian bakat, pembinaan hingga pengembangan prestasi atlet diharapkan dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan.

    Sementara itu, Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Tangerang Edi Suhendi menjelaskan bahwa Raperda Keolahragaan merupakan regulasi yang sudah lama dinantikan oleh berbagai kalangan, terutama komunitas dan insan olahraga di Kota Tangerang.

    Proses pembahasan yang sempat tertunda kini kembali dilanjutkan setelah adanya penyesuaian dan sinkronisasi dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Banten.

    Menurut Edi, pihaknya menargetkan pembahasan Raperda tersebut dapat diselesaikan dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah pada akhir tahun 2026.

    “Kami menargetkan Raperda Keolahragaan ini bisa diselesaikan dan ditetapkan menjadi Perda pada akhir tahun ini. Dengan demikian program olahraga, pembinaan atlet, hingga pengembangan prestasi memiliki payung hukum yang jelas dan berkelanjutan,” katanya.

    Selain mendukung pembinaan atlet, regulasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pembangunan sarana dan prasarana olahraga di berbagai wilayah Kota Tangerang.

    Pemkot Tangerang menilai keberadaan payung hukum yang kuat akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas olahraga daerah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat nasional hingga internasional.

    Jika terealisasi, sekolah khusus olahraga tersebut berpotensi menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan generasi atlet masa depan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kualitas pendidikan yang baik. (B7

  • 271 Warga Tangerang Diterima Kerja di Jepang, Pemkot Sebut SDM Lokal Makin Dilirik Dunia

    Berita7 | TANGERANG – Kabar menggembirakan datang bagi pencari kerja di Kota Tangerang. Sebanyak 271 warga berhasil mendapatkan kesempatan berkarier di Jepang melalui program penempatan tenaga kerja luar negeri yang didorong Pemerintah Kota Tangerang.

    Capaian tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Kota Tangerang di pasar kerja internasional. Tidak hanya mampu bersaing, tenaga kerja asal Kota Tangerang juga dinilai semakin dipercaya oleh berbagai perusahaan dan industri di Jepang.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, keberhasilan ratusan warga menembus pasar kerja Jepang menunjukkan kualitas tenaga kerja daerah yang terus mengalami peningkatan.

    “Melalui berbagai program penempatan tenaga kerja ke luar negeri, hingga saat ini tercatat sebanyak 271 warga Kota Tangerang telah memperoleh kesempatan berkarier di Jepang. Ini menjadi bukti bahwa kualitas SDM Kota Tangerang semakin dipercaya dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Sachrudin.

    Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan kerja sama penempatan tenaga kerja ke Jepang antara PT Liana Segrus Indonesia dengan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Tangerang Raya di Kantor LPK Wahana Danau Indah, Karawaci.

    Menurut Sachrudin, kerja sama antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan kerja dan sektor industri menjadi langkah penting dalam mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan pasar global.

    Ia menilai lulusan sekolah kejuruan memiliki peluang besar untuk mengembangkan karier hingga ke luar negeri apabila dibekali keterampilan, disiplin, dan kemampuan bahasa asing yang memadai.

    Pemkot Tangerang juga terus memperluas akses kesempatan kerja melalui Program Gampang Kerja yang selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.

    “Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang mampu mengakses peluang kerja internasional sekaligus memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai daerah penghasil tenaga kerja terampil yang kompetitif di tingkat global,” katanya.

    Selain membuka peluang kerja, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan pengalaman internasional bagi generasi muda sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia di masa depan.

    [baca_juga]

    Dalam kesempatan itu, Sachrudin berpesan kepada para siswa dan peserta pelatihan agar terus meningkatkan kemampuan diri, khususnya dalam penguasaan bahasa asing dan etos kerja profesional.

    Ia menegaskan bahwa persaingan kerja saat ini tidak hanya terjadi di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga sudah memasuki pasar global yang membutuhkan tenaga kerja berkualitas.

    “Saya ingin para siswa dan calon peserta program ini mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Tunjukkan bahwa generasi muda Kota Tangerang memiliki kualitas, etos kerja dan kemampuan yang mampu membanggakan daerah maupun Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

    Sementara itu, Presiden Direktur PT Liana Segrus Indonesia, Kazuya Yamanouchi atau yang akrab disapa Poki San, mengingatkan pentingnya kemampuan bahasa Jepang sebagai modal utama untuk meraih peluang kerja yang lebih besar.

    Menurutnya, penguasaan bahasa akan sangat memengaruhi peluang karier maupun tingkat penghasilan yang diperoleh tenaga kerja di Jepang.

    Ia juga mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi proses wawancara kerja dengan menunjukkan sikap positif dan kepercayaan diri.

    “Semakin tinggi kemampuan bahasa Jepang, semakin besar pula peluang karier dan penghasilan yang diperoleh. Jangan lupa memberikan kesan terbaik saat wawancara kerja. Senyum yang tulus sering kali menjadi awal dari sebuah kesempatan besar,” katanya.

    Kerja sama yang terjalin antara dunia pendidikan dan industri ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja internasional bagi generasi muda Tangerang dalam beberapa tahun mendatang. (B7

  • Indomaret di Karawaci Tangerang Terbakar Dini Hari, Diduga Dipicu Ledakan Freezer

    Berita7 | TANGERANG – Kebakaran menghanguskan sebuah gerai Indomaret di Jalan Raya M Toha, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (4/6/2026) dini hari. Insiden yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu diduga dipicu oleh ledakan freezer yang berada di dalam toko.

    Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 02.50 WIB. Kepulan asap dan kobaran api yang muncul dari bangunan toko membuat warga sekitar segera melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran.

    Laporan resmi diterima sekitar pukul 03.00 WIB dari seorang warga bernama Ilham. Tidak lama setelah menerima informasi, tim gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Cibodas bersama BPBD Kota Tangerang langsung bergerak menuju lokasi.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan petugas langsung diterjunkan untuk mencegah api membesar dan merambat ke bangunan lain di kawasan tersebut.

    Sebanyak 25 personel gabungan dikerahkan dalam proses pemadaman. Tim terdiri dari 10 personel UPT Cibodas dan 15 personel dari Mako BPBD Kota Tangerang.

    Selain itu, sembilan unit kendaraan pemadam kebakaran juga diterjunkan ke lokasi. Tiga unit berasal dari UPT Cibodas dan enam unit lainnya dari Mako BPBD Kota Tangerang.

    “Begitu laporan masuk, tim langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya,” kata Andia.

    Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 03.20 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Kobaran api yang melahap satu lokal toko berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku selama hampir dua jam.

    Proses penanganan akhirnya dinyatakan selesai sekitar pukul 05.20 WIB. Berkat respons cepat petugas, kebakaran tidak sampai meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

    Dari hasil pendataan awal, kebakaran diduga berasal dari freezer yang mengalami gangguan hingga memicu percikan dan kobaran api. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari petugas terkait.

    “Dugaan sementara berasal dari freezer yang mengalami gangguan hingga memicu kebakaran. Kami masih melakukan pendataan dan koordinasi terkait penyebab pastinya,” ujarnya.

    [baca_juga]

    Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh karyawan serta warga di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

    Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada bangunan toko. Hingga kini petugas masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang ditimbulkan.

    BPBD Kota Tangerang mengimbau para pelaku usaha maupun masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik serta perangkat elektronik yang digunakan setiap hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama pada peralatan yang beroperasi selama 24 jam.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gangguan pada peralatan elektronik dapat memicu kebakaran kapan saja jika tidak dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. (B7

  • Tinjau SDN Babakan 01, Pilar Soroti Kebersihan Sekolah dan Fasilitas Belajar Siswa

    Berita7 | TANGERANG SELATAN – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan melakukan peninjauan langsung ke SD Negeri Babakan 01, Kecamatan Setu, Kamis (4/6/2026). Dalam kunjungannya, Pilar mengecek kondisi bangunan sekolah sekaligus memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan aman dan nyaman bagi siswa.

    Peninjauan dilakukan hingga ke lantai tiga gedung sekolah yang sebelumnya telah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sejumlah fasilitas turut diperiksa, mulai dari ruang kelas, toilet, ruang guru, perpustakaan hingga area penunjang lainnya.

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap fasilitas pendidikan yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah. Pilar menegaskan, bangunan sekolah yang sudah direvitalisasi harus dijaga dan dirawat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

    Menurutnya, kebersihan lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

    “Ada beberapa hal yang saya review dan evaluasi terkait kondisi bangunan sekolah. Tetap dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, terutama masalah kebersihan. Kesehatan anak-anak kita dan para pengajar harus terus dijaga,” ujar Pilar.

    Saat melakukan pengecekan, Pilar menemukan beberapa bagian bangunan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Beberapa fasilitas seperti toilet dan plafon di area luar bangunan dinilai perlu segera diperbaiki guna menjaga keamanan pengguna sekolah.

    [baca_juga]

    Meski demikian, ia menjelaskan bahwa kerusakan yang ditemukan masih tergolong ringan dan tidak berada di dalam ruang kelas. Namun perbaikan tetap harus dilakukan sesegera mungkin agar tidak menimbulkan risiko bagi siswa maupun guru.

    “Karena masa retensinya sudah selesai, berarti dinas harus segera memperbaiki kekurangan yang ada. Perbaikannya bersifat minor, tetapi harus tetap segera ditangani untuk menjamin keamanan siswa dan tenaga pendidik,” katanya.

    Selain menyoroti kondisi fisik bangunan, Pilar juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan fasilitas perpustakaan sekolah. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan terus meningkatkan kualitas sarana literasi guna menumbuhkan minat baca siswa sejak usia dini.

    Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus menjadi ruang belajar yang nyaman dan menarik bagi peserta didik.

    Ia mendorong adanya penambahan koleksi buku anak, khususnya buku cerita dan bacaan edukatif yang dapat memperkaya wawasan siswa. Selain itu, fasilitas pendukung seperti komputer dan pendingin ruangan juga dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan saat belajar.

    “Perbanyak buku-buku anak seperti buku cerita. Jika anggarannya memungkinkan, bisa ditambah perangkat komputer dan pendingin ruangan agar anak-anak merasa nyaman saat membaca dan belajar di perpustakaan,” ungkapnya.

    Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan ingin memastikan seluruh fasilitas pendidikan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Lingkungan sekolah yang aman, bersih, nyaman, serta didukung fasilitas belajar yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi siswa di Kota Tangerang Selatan. (B7

  • Laporan Warga Langsung Ditindak, Kecamatan Cibodas Hentikan Pembakaran Sampah di RW 01

    Berita7 | TANGERANG – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Cibodas setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembakaran sampah sembarangan di wilayah RW 01, Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang, Kamis (4/6/2026).

    Laporan yang masuk dari warga langsung ditindaklanjuti petugas Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cibodas dengan melakukan pengecekan ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

    Setibanya di lokasi, petugas mendapati adanya aktivitas pembakaran sampah yang menimbulkan kepulan asap dan berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Selain berdampak terhadap kualitas udara, pembakaran sampah juga dinilai dapat memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar area tersebut.

    [baca_juga]

    Camat Cibodas Ahmad Suhendar mengatakan, petugas segera mengambil langkah cepat dengan memberikan teguran langsung kepada pelaku pembakaran sampah sekaligus memberikan edukasi mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan.

    Menurutnya, pembakaran sampah secara terbuka bukan hanya menyebabkan pencemaran udara, tetapi juga berisiko mengganggu lingkungan permukiman apabila dilakukan secara terus-menerus.

    “Setibanya di lokasi, petugas mendapati adanya aktivitas pembakaran sampah yang berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan dan kenyamanan warga sekitar,” ujar Ahmad Suhendar.

    Tidak hanya memberikan teguran, petugas juga langsung melakukan pemadaman guna menghentikan proses pembakaran dan mencegah asap semakin menyebar ke lingkungan sekitar.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga ketertiban lingkungan sekaligus mengurangi risiko pencemaran udara yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

    Ahmad Suhendar menegaskan, setiap laporan yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan responsif sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada warga.

    Ia menilai partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Karena itu, pihaknya mengajak warga untuk terus aktif melaporkan berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban maupun kebersihan lingkungan.

    “Peran aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi maupun pengaduan menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” katanya.

    Pihak Kecamatan Cibodas juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang peduli terhadap kondisi lingkungan dengan melaporkan kejadian tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

    Ke depan, Kecamatan Cibodas akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.

    Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, serta nyaman bagi seluruh warga Kota Tangerang, khususnya di wilayah Kecamatan Cibodas. (B7

  • Kepulan Asap Hebohkan Pasar Tanah Tinggi, Truk Box Terbakar di Tengah Jalan

    Berita7 | TANGERANG – Kepulan asap tebal mendadak menggegerkan pengguna jalan yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Kamis (4/6/2026) siang. Sebuah truk box yang tengah melaju tiba-tiba terbakar dan nyaris memicu kepanikan di kawasan padat aktivitas tersebut.

    Beruntung, insiden yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB itu dapat segera ditangani oleh personel Polres Metro Tangerang Kota yang saat itu sedang melaksanakan Patroli Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dalam program JAGA JAKARTA+.

    Saat melintas di lokasi kejadian, petugas patroli melihat asap pekat keluar dari sebuah truk box yang berhenti di badan jalan. Melihat kondisi yang berpotensi membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya, anggota kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pengamanan area.

    Petugas segera memeriksa sumber api sekaligus mengatur arus lalu lintas agar situasi tetap aman dan tidak menimbulkan kemacetan panjang. Dari hasil pengecekan awal, api diketahui berasal dari bagian belakang luar kabin kemudi yang terdapat tumpukan kardus.

    [baca_juga]

    Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh panas mesin yang menjalar serta adanya gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan. Dalam waktu singkat, kobaran api mulai membesar dan mengeluarkan asap hitam yang terlihat dari kejauhan.

    Selain menyebabkan kerusakan pada kendaraan, peristiwa tersebut juga mengakibatkan sopir truk mengalami luka bakar pada bagian tangan. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis setelah kondisi berhasil diamankan.

    Kesigapan personel di lapangan menjadi faktor penting yang mencegah kebakaran berkembang lebih besar. Dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dibawa saat patroli, petugas berhasil menjinakkan api sebelum merambat ke bagian kendaraan lainnya.

    Setelah api berhasil dipadamkan, kendaraan kemudian dievakuasi ke tepi jalan guna menghindari gangguan lalu lintas di jalur utama Kota Tangerang tersebut.

    Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Muhammad Jauhari, mengatakan bahwa kehadiran anggota kepolisian di lapangan tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan bantuan saat terjadi situasi darurat.

    “Patroli JAGA JAKARTA+ merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ketika ditemukan kondisi darurat seperti kebakaran kendaraan di jalan raya, anggota wajib bertindak cepat untuk memberikan pertolongan, mengamankan situasi, dan mencegah risiko yang lebih besar,” ujarnya.

    Menurutnya, respons cepat anggota di lapangan berhasil mencegah potensi bahaya yang lebih luas, terutama mengingat lokasi kejadian berada di kawasan ramai aktivitas masyarakat.

    “Alhamdulillah api dapat segera dipadamkan menggunakan APAR yang dibawa petugas sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian,” katanya.

    Kapolres juga mengingatkan para pengemudi agar rutin melakukan pemeriksaan kendaraan, terutama pada sistem kelistrikan dan mesin yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

    Ia mengimbau seluruh pengguna kendaraan untuk segera menghentikan perjalanan apabila menemukan tanda-tanda gangguan seperti munculnya asap atau bau terbakar dari kendaraan.

    Diketahui, Operasi Cipta Kondisi JAGA JAKARTA+ melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi Polres Metro Tangerang Kota. Kehadiran petugas di lapangan tidak hanya menjaga situasi keamanan tetap kondusif, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan cepat kepada masyarakat saat menghadapi kondisi darurat. (B7

  • BLT Kesra Rp900 Ribu Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat Penerima dan Cara Cek Status Bansos 2026

    Berita7 | JAKARTA — Informasi mengenai Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900 ribu kembali ramai diperbincangkan masyarakat pada Juni 2026. Banyak warga mulai mencari tahu siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut, bagaimana proses pendaftaran, hingga cara mengecek status penerima bantuan sosial dari pemerintah.

    BLT Kesra sebelumnya merupakan bantuan tambahan yang terintegrasi dengan program Kartu Sembako untuk membantu menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam skemanya, bantuan diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan dan biasanya disalurkan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga total yang diterima mencapai Rp900 ribu.

    Penyaluran bantuan sosial pemerintah mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terus diperbarui secara berkala. Data tersebut digunakan untuk menentukan keluarga yang berhak menerima berbagai program bantuan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi terkini.

    Dalam sistem DTSEN, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok kesejahteraan atau desil. Kelompok desil 1 merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok ekonomi tertinggi. Untuk program bansos, prioritas penerima umumnya berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4.

    Meski pembahasan mengenai BLT Kesra Rp900 ribu kembali ramai di media sosial, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait jadwal pencairan maupun kepastian penyaluran program tersebut pada tahun 2026.

    Apabila program kembali dijalankan, terdapat beberapa syarat umum yang biasanya menjadi acuan penerima bantuan. Warga harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga aktif. Selain itu, calon penerima harus terdaftar dalam DTSEN atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Persyaratan lainnya adalah termasuk dalam kategori keluarga miskin atau rentan miskin, tidak menerima bantuan sosial sejenis dengan tujuan yang sama, serta bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI maupun Polri.

    “Penyaluran bantuan sosial harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” demikian prinsip yang terus diterapkan dalam berbagai program perlindungan sosial pemerintah.

    Bagi masyarakat yang belum masuk dalam database DTSEN atau DTKS, pemerintah menyediakan mekanisme pengusulan melalui aplikasi Cek Bansos. Prosesnya cukup mudah dengan mengunduh aplikasi resmi, membuat akun menggunakan data sesuai identitas kependudukan, mengunggah foto KTP dan swafoto, kemudian melengkapi seluruh informasi yang diminta.

    Setelah data dikirim, usulan akan diverifikasi oleh dinas sosial setempat sebelum diproses lebih lanjut. Jika memenuhi persyaratan, nama warga dapat masuk dalam daftar calon penerima bantuan sosial pemerintah.

    Sementara itu, masyarakat yang ingin mengetahui status kepesertaan bansos dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui situs resmi Kemensos maupun aplikasi Cek Bansos.

    Melalui laman resmi pengecekan bansos, warga cukup memilih wilayah domisili, memasukkan nama lengkap sesuai KTP, lalu mengisi kode verifikasi yang tersedia. Sistem akan menampilkan informasi apakah nama tersebut terdaftar sebagai penerima bantuan sosial atau tidak.

    Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk selalu mengandalkan informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang beredar tanpa sumber yang jelas. Pasalnya, hingga awal Juni 2026 belum ada keputusan resmi terkait pencairan kembali BLT Kesra Rp900 ribu.

    Di sisi lain, sejumlah program bantuan sosial lainnya masih berjalan pada tahun 2026, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Karena itu, masyarakat disarankan rutin memperbarui data kependudukan dan memeriksa status bansos secara berkala agar tidak kehilangan hak sebagai penerima bantuan pemerintah.

    Dengan validitas data yang terus diperbarui, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi keluarga yang membutuhkan di seluruh Indonesia. (B7

  • Kota Tangerang Perbanyak Bank Sampah, Target 208 Kelurahan Miliki Minimal Dua Unit pada 2026

    Berita7 | KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat strategi pengurangan sampah dari tingkat masyarakat dengan memperluas keberadaan bank sampah di seluruh wilayah kelurahan.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menekan volume sampah yang setiap harinya mencapai sekitar 1.600 ton. Melalui program ini, pengurangan sampah diharapkan dapat dilakukan sejak dari sumber sebelum berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan keberadaan bank sampah menjadi salah satu instrumen penting dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

    Saat ini, jumlah bank sampah aktif di Kota Tangerang mencapai sekitar 100 unit atau rata-rata satu bank sampah di setiap kelurahan. Pada tahun 2026, DLH menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi minimal dua bank sampah di setiap kelurahan.

    “Pembentukan bank sampah merupakan strategi pengurangan sampah dari hulu. Target kami minimal setiap kelurahan memiliki dua bank sampah, bahkan ke depan kami berharap setiap RW memiliki bank sampah,” ujar Wawan, Kamis (4/6/2026).

    Selain memperbanyak bank sampah, DLH juga telah menyalurkan kendaraan bentor beserta dukungan operasional kepada kelurahan sebagai bagian dari pelimpahan kewenangan kebersihan ke wilayah.

    Menurutnya, keterlibatan kecamatan dan kelurahan sangat penting agar penanganan sampah di lingkungan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

    “Kami ingin urusan kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan dukungan bentor, penanganan tumpukan sampah di lingkungan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

    Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga tengah menyusun kajian terkait penerapan pemilahan sampah dari sumber sebagaimana yang mulai diterapkan di sejumlah daerah lain. Namun, kebijakan tersebut akan disiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

    Sementara itu, kondisi TPA Rawa Kucing masih dinilai mampu menampung seluruh timbulan sampah harian Kota Tangerang. Meski demikian, berbagai peningkatan teknologi pengelolaan sampah terus dipersiapkan.

    DLH berencana melakukan penutupan area timbunan sampah (capping), penangkapan gas metana, hingga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program mining landfill agar sampah yang telah tertimbun dapat dimanfaatkan kembali.

    Tak hanya itu, masyarakat juga diajak berperan aktif dalam mencegah munculnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembuangan sampah ilegal di lingkungan sekitar.

    Wawan menegaskan pengawasan persoalan sampah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

    Menariknya, keberadaan bank sampah juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga. Masyarakat yang ingin membentuk bank sampah cukup berkoordinasi dengan lurah setempat untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK), kemudian akan memperoleh pendampingan dari DLH selama satu tahun.

    Selain pembinaan, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi kelompok bank sampah yang aktif dan konsisten menjalankan kegiatan pengelolaan sampah.

    “Bank sampah bukan hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat,”

    pungkasnya. (B7)

  • 25 Finalis Adu Inovasi di Tangsel, Pilar Dorong Lahirnya Teknolog Muda Berdaya Saing Global

    Berita7 | Tangerang Selatan,. — Semangat inovasi dan kreativitas anak muda mewarnai ajang Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-14 tingkat Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 25 finalis dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum bersaing menampilkan karya terbaik yang diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

    Penilaian final digelar di Plaza Rakyat Balai Kota Tangerang Selatan, Rabu (3/6/2026), sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam membangun budaya inovasi dan meningkatkan daya saing daerah di bidang teknologi.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat menuntut lahirnya inovator-inovator baru yang mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

    Menurutnya, teknologi tidak hanya dinilai dari kecanggihannya, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, ramah lingkungan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu diterapkan secara berkelanjutan.

    “Teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjadi solusi sekaligus meningkatkan daya saing daerah,” ujar Pilar.

    Kepala Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan, Fuad, menjelaskan lomba tersebut merupakan implementasi dari kebijakan nasional terkait pengembangan teknologi tepat guna. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun budaya inovasi sejak usia muda.

    Dari 30 proposal yang masuk, sebanyak 25 peserta berhasil lolos seleksi administrasi dan berhak melaju ke tahap penilaian akhir. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum.

    [baca_juga]

    Fuad mengungkapkan tingginya partisipasi pelajar dan mahasiswa menjadi sinyal positif tumbuhnya minat generasi muda terhadap dunia inovasi dan teknologi.

    “Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena semakin banyak generasi muda yang tertarik menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

    Para pemenang nantinya akan memperoleh hadiah pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Juara pertama akan mendapatkan Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta dan juara ketiga Rp6 juta untuk masing-masing kategori.

    Tak hanya itu, para juara juga akan mewakili Kota Tangerang Selatan dalam Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Banten. Jika berhasil menjadi yang terbaik, mereka berkesempatan melaju hingga tingkat nasional.

    Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel berkomitmen membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan kolaboratif melalui berbagai program pembinaan serta penguatan sumber daya manusia di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).

    Menurutnya, penguatan SDM di bidang teknologi menjadi kunci penting agar generasi muda Tangsel mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    “Ke depan kami ingin semakin banyak anak-anak Tangerang Selatan yang menghasilkan inovasi berkelas dan mampu bersaing secara global,” pungkasnya. (B7

  • 500 Kendaraan Ditargetkan Ikut Uji Emisi Gratis di Cikokol, Pemkot Tangerang Perketat Pengendalian Polusi Udara

    Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya pengendalian pencemaran udara melalui program Satgas Langit Biru. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni menggelar uji emisi kendaraan secara gratis di Jalan M.H. Thamrin, Cikokol, tepatnya di depan Tangcity Mall, Rabu (3/6/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memantau tingkat emisi kendaraan yang beroperasi di wilayah Kota Tangerang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas udara.

    Dalam pelaksanaannya, petugas masih menemukan sejumlah kendaraan yang menghasilkan emisi melebihi ambang batas yang ditentukan. Mayoritas kendaraan yang tidak lolos uji merupakan kendaraan berbahan bakar solar.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan pada hari pertama pelaksanaan ditargetkan sedikitnya 500 kendaraan mengikuti pemeriksaan emisi.

    “Target kami hari pertama sedikitnya 500 kendaraan mengikuti uji emisi sebagai upaya bersama menjaga kualitas udara Kota Tangerang,” ujar Wawan.

    [baca_juga]

    Menurutnya, kendaraan yang menghasilkan emisi berlebih berpotensi menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara sehingga perlu segera dilakukan perawatan maupun perbaikan.

    Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik kendaraan yang tidak lolos uji agar segera melakukan servis dan perbaikan mesin demi mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

    Wawan menegaskan, meskipun program Satgas Langit Biru telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk menjaga kualitas lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

    Berbagai program pengendalian polusi udara akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

    Antusiasme warga terhadap kegiatan ini pun cukup tinggi. Salah seorang peserta uji emisi, Syahrudin, menilai program tersebut sangat bermanfaat karena mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.

    “Udara yang bersih sangat penting untuk kesehatan. Program seperti ini perlu terus dilakukan,” katanya.

    Hal serupa disampaikan Diki yang mengaku baru pertama kali mengikuti uji emisi kendaraan. Ia menyadari pemeriksaan emisi secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan nyaman.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kendaraan semakin meningkat sehingga kualitas udara di Kota Tangerang dapat terus terjaga. (B7