Category: Berita Tangerang

  • Razia Pajak Kendaraan di Bintaro Gegerkan Pengendara, 81 Kendaraan Menunggak Terjaring dalam Sehari

    Berita7 | TANGERANG SELATAN — Razia pajak kendaraan bermotor yang digelar UPTD Samsat Ciputat di kawasan Boulevard Bintaro, Tangerang Selatan, mengungkap masih tingginya angka kendaraan yang menunggak pajak di wilayah Banten. Dalam satu hari operasi, petugas menjaring 81 kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak.

    Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/6/2026) tersebut merupakan bagian dari Bulan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Provinsi Banten yang digelar sepanjang Juni 2026.

    [baca_juga]

    Kepala Seksi Penerimaan UPTD Samsat Ciputat, Firdaus, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menekan angka tunggakan pajak kendaraan yang masih sangat tinggi.

    Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar dua juta kendaraan di Provinsi Banten yang tercatat menunggak pajak.

    “Dari hasil pemeriksaan hari ini, sebanyak 81 kendaraan terjaring karena belum membayar pajak kendaraan bermotor,” ujar Firdaus.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 unit merupakan sepeda motor dan empat unit kendaraan roda empat. Sementara pada operasi sebelumnya, petugas juga menemukan 86 kendaraan yang belum melunasi kewajiban pajaknya.

    Tingginya angka tunggakan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan utama yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan.

    Pendapatan dari sektor pajak kendaraan berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga berbagai program kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatan.

    Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak tepat waktu sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah.

    UPTD Samsat Ciputat memastikan kegiatan pemeriksaan akan terus dilakukan di sejumlah titik strategis lainnya selama Juni 2026. Salah satu lokasi yang masuk dalam agenda berikutnya adalah kawasan Alun-Alun Pamulang.

    Pelaksanaan razia selanjutnya akan disesuaikan dengan jadwal Operasi Patuh Jaya yang digelar oleh kepolisian.

    Dalam kegiatan tersebut, Samsat juga mensosialisasikan penerapan sistem opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Melalui mekanisme baru ini, sebagian penerimaan pajak dapat langsung masuk ke kas pemerintah daerah pada hari yang sama setelah pembayaran dilakukan.

    Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak kendaraan secara tepat waktu.

    Dengan masih adanya sekitar dua juta kendaraan menunggak pajak di Banten, pemerintah mengajak seluruh pemilik kendaraan segera melakukan pembayaran agar terhindar dari sanksi administrasi dan turut mendukung pembangunan daerah. (B7

  • DAMKAR Karawaci Resmi Evakuasi Sarang Lebah, 3 Siswa SD Jadi Korban Sengatan

    Berita7 | Kota Tangerang — Petugas Pemadam Kebakaran dari UPT Cibodas bersama BPBD Kota Tangerang bergerak cepat mengevakuasi sarang lebah madu yang berada di dalam speaker musala SD Muhammadiyah 5 Galeong, Kecamatan Karawaci, Senin (25/05/2026). Evakuasi tersebut dilakukan setelah keberadaan lebah mulai membahayakan aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

    Sebanyak empat personel Damkar diterjunkan untuk melakukan proses evakuasi yang berlangsung sekitar satu jam. Sebelumnya, sarang lebah yang sudah bersarang lebih dari dua tahun itu dilaporkan sempat menyerang sejumlah siswa saat berada di sekitar musala sekolah.

    Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan sekolah sekaligus mencegah bertambahnya korban sengatan lebah.

    “Penanganannya kami lakukan melalui pengasapan dengan membakar kardus agar madu di dalam sarang tetap aman dan tidak rusak,” ujar Komandan Regu 2 UPT Damkar Cibodas, Yunedi.

    Ia menambahkan, proses evakuasi cukup sulit karena posisi sarang berada di bagian atas speaker yang terpasang di depan musala sekolah. Petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) harus menurunkan speaker terlebih dahulu sebelum memindahkan koloni lebah ke dalam kantong plastik secara aman.

    Selain itu, kondisi sarang yang terus membesar selama dua tahun terakhir menyebabkan speaker mengalami kerusakan total dan tidak lagi dapat digunakan.

    Pihak sekolah mengaku mulai khawatir setelah tiga siswa kelas 5 menjadi korban sengatan lebah saat hendak melaksanakan salat. Para siswa mengalami luka ringan pada bagian tangan dan jari sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan pertama.

    “Sarangnya memang sudah ada lebih dari dua tahun. Awalnya speaker masih berfungsi, tapi sekarang sudah mati total karena lebahnya semakin banyak. Karena mulai menyerang anak-anak, kami meminta bantuan Damkar,” kata guru SD Muhammadiyah 5 Galeong, Etin Fitria.

    Setelah proses evakuasi selesai, petugas Damkar langsung membawa sarang dan sisa koloni lebah ke Pos UPT Damkar Cibodas untuk penanganan lebih lanjut. (B7

  • 19 Kali Berturut-turut! Pemkot Tangerang Kembali Raih WTP, Sachrudin Tegaskan Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran

    Berita7 | Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang kembali mencatat sejarah membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk ke-19 kalinya secara berturut-turut, Pemkot Tangerang sukses meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

    Penghargaan prestisius tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, bersama Ketua DPRD Kota Tangerang di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Serang, Selasa (26/5/2026).

    Raihan ini menjadi bukti nyata konsistensi Pemkot Tangerang dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, modern dan akuntabel di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.

    “Alhamdulillah, raihan WTP ke-19 kali berturut-turut ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa setiap anggaran daerah dikelola secara tepat sasaran dan benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat Kota Tangerang.

    “Bagi kami, WTP bukan hanya penghargaan administratif. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen agar uang rakyat digunakan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

    Sachrudin juga menekankan, prestasi tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, raihan WTP harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat sistem birokrasi yang efektif dan efisien.

    Seluruh rekomendasi dan catatan dari BPK RI, lanjutnya, akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan terpercaya.

    Dengan raihan 19 kali Opini WTP secara berturut-turut, Pemkot Tangerang kini semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemerintah daerah paling konsisten di Indonesia dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Prestasi ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Kota Tangerang terus bergerak menuju tata kelola pemerintahan modern yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (B7

  • 55 Kandidat Ikuti Rekrutmen PT Starkleen di Kota Tangerang, Disnaker Pastikan Peluang Kerja Terbuka Lebar

    Berita7 | Kota Tangerang — PT Starkleen resmi menggelar proses rekrutmen tenaga kerja bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang di Gedung Disnaker Kota Tangerang Lantai 2, Selasa (26/5/2026). Langkah ini berdampak langsung terhadap peningkatan peluang kerja bagi masyarakat lokal, khususnya para pencari kerja di Kota Tangerang.

    Sebanyak 55 peserta kini mulai mengikuti tahapan seleksi ketat untuk mengisi sejumlah posisi strategis, mulai dari cleaning service, leader hingga supervisor, setelah sebelumnya menjalani proses pendataan dan pengenalan budaya kerja perusahaan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran.

    “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena dunia kerja saat ini membutuhkan keterampilan, kedisiplinan dan tanggung jawab yang kuat,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan.

    Ia menambahkan, proses rekrutmen tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

    Selain sesi wawancara langsung, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait budaya kerja profesional yang diterapkan perusahaan. Hal ini semakin memperkuat nilai positif dari sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru.

    Sejumlah peserta mengaku antusias mengikuti seleksi karena dinilai menjadi kesempatan besar untuk memperoleh pekerjaan tetap dan meningkatkan taraf hidup. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa program rekrutmen mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

    PT Starkleen berharap langkah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan berintegritas, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan profesional perusahaan di berbagai sektor. (B7)

  • Pasar Anyar Tangerang Tekan 16 Ton Sampah per Hari, Maggot BSF Jadi Pakan Ternak Protein Tinggi

    Pasar Anyar Tangerang Tekan 16 Ton Sampah per Hari, Maggot BSF Jadi Pakan Ternak Protein Tinggi

    Berita7 | Kota Tangerang — Pasar Anyar Tangerang kini memiliki terobosan baru dalam pengelolaan sampah organik. Melalui kolaborasi antara Unit Pengelola Pasar Anyar dan Rumah Edukasi OC, sampah organik yang sebelumnya menjadi persoalan utama kini diolah menjadi pakan ternak tinggi protein melalui budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF).

    Inovasi tersebut berdampak langsung terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus membantu para peternak yang selama ini terbebani mahalnya harga pakan komersial.

    Sebanyak 30 unit budi daya maggot teknik ring kini telah beroperasi di Pasar Anyar dengan kapasitas tujuh kilogram per ember. Dalam waktu dekat, jumlah tersebut akan ditambah menjadi 60 unit guna meningkatkan kapasitas pengolahan sampah organik harian.

    “Kami menggunakan maggot teknik ring. Sampah yang masuk seperti sisa makanan dan sayuran diberikan sore hari, lalu pagi harinya sudah habis dimakan,” ujar Pengelola Rumah Edukasi OC Hok Tjuan Wula Djana.

    Ia menjelaskan, satu kilogram maggot mampu mengonsumsi tiga hingga empat kilogram sampah organik per hari. Dengan pengembangan unit yang dilakukan, pihaknya menargetkan mampu mengolah hingga 300 kilogram sampah organik setiap hari.

    Selain membantu menyelesaikan persoalan lingkungan, hasil panen maggot juga dimanfaatkan menjadi pakan ternak ikan, unggas hingga udang dengan kandungan protein mencapai 58,6 persen.

    “Kami mengajak para peternak di Tangerang untuk datang ke Pasar Anyar. Kami mampu menyediakan pakan berkualitas dengan harga hampir separuh dari harga komersial,” tambahnya.

    Di lokasi yang sama, Kepala Unit Pasar Anyar Achmad Junaidi mengungkapkan, inovasi tersebut memberikan dampak besar terhadap kebersihan pasar. Jika sebelumnya volume sampah mencapai lima hingga enam kontainer atau sekitar 20 hingga 24 ton per hari, kini tersisa sekitar dua kontainer atau delapan ton per hari.

    “Dampaknya luar biasa. Selain sampah organik diolah menjadi maggot, sampah anorganik seperti plastik, kardus dan botol juga kami kelola. Hasilnya digunakan untuk tambahan kesejahteraan petugas kebersihan pasar,” jelasnya.

    Ke depan, area pengolahan sampah di Pasar Anyar juga akan dikembangkan menjadi pusat edukasi pertanian dan urban farming guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

    “Kita ingin menunjukkan bahwa dari sumber masalah berupa sampah, bisa lahir manfaat besar sekaligus mendukung ketahanan pangan,” katanya.

    Masyarakat, pelajar maupun peternak yang ingin mempelajari sistem pengolahan sampah tersebut dapat mengunjungi Rumah Edukasi OC Unit Pengolahan Sampah Pasar Anyar di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. (B7

  • RSUD Benda Kota Tangerang Resmi Layani BPJS Kesehatan, Ribuan Pasien Kini Dipermudah

    RSUD Benda Kota Tangerang Resmi Layani BPJS Kesehatan, Ribuan Pasien Kini Dipermudah

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang resmi memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui kerja sama BPJS Kesehatan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Benda, Kota Tangerang.

    Peresmian layanan tersebut menjadi langkah penting Pemkot Tangerang dalam memastikan masyarakat, khususnya di Kecamatan Benda dan sekitarnya, semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan terjangkau.

    Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata, terutama bagi masyarakat rentan.

    “Pemerintah Kota Tangerang memastikan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat rentan, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, terutama di wilayah Kecamatan Benda dan sekitarnya,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Benda akan semakin mempermudah warga dalam memperoleh pelayanan medis tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit lain.

    RSUD Benda Kota Tangerang Terus Berkembang

    Pemerintah Kota Tangerang juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan RSUD Benda yang dinilai terus menunjukkan peningkatan layanan dalam waktu relatif singkat.

    Sachrudin mengatakan, RSUD Benda kini berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan pelayanan profesional dan lebih humanis kepada masyarakat.

    “RSUD Benda terus menunjukkan peningkatan layanan. Dengan semangat Melayani dengan Hati, kami berharap budaya pelayanan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

    Kerja sama bersama BPJS Kesehatan ini diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi warga Kota Tangerang.

    Selain memperluas akses kesehatan, Pemkot Tangerang juga ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang nyaman dan berkualitas.

    “Semoga layanan BPJS Kesehatan ini semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Namun menjaga kesehatan tetap paling penting agar masyarakat tetap produktif,” tambahnya.

    Ribuan Pasien Sudah Dilayani RSUD Benda

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang, RSUD Benda termasuk rumah sakit tipe D yang telah beroperasi selama 16 bulan sejak Desember 2024.

    Meski baru beroperasi, rumah sakit tersebut sudah melayani ribuan pasien dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

    Tercatat sebanyak 6.409 pasien telah mendapatkan pelayanan di RSUD Benda. Dari jumlah tersebut, 2.132 pasien merupakan pasien rawat jalan.

    RSUD Benda juga telah memiliki tujuh layanan poli rawat jalan, mulai dari Poli Bedah, Penyakit Dalam, Anak, Kebidanan, Bedah Mulut, Konservasi Gigi hingga Poli Paru.

    Tak hanya itu, rumah sakit ini juga dilengkapi berbagai layanan penunjang seperti farmasi, radiologi dan laboratorium yang seluruhnya sudah beroperasi.

    Pemkot Tangerang Perkuat Layanan Kesehatan Warga

    Penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    RSUD Benda bahkan telah meraih Akreditasi Kategori Utama pada Desember 2025. Rumah sakit ini juga memperoleh rekomendasi kredensial dari BPJS Kesehatan pada Januari 2026 sebagai dasar kerja sama pelayanan kesehatan.

    Kontrak resmi layanan BPJS Kesehatan bersama RSUD Benda mulai berlaku sejak 1 April 2026.

    Dengan diresmikannya layanan tersebut, masyarakat Kota Tangerang kini memiliki akses kesehatan yang lebih dekat, terutama warga di wilayah Kecamatan Benda dan sekitarnya.

    Pemkot Tangerang berharap kehadiran layanan BPJS di RSUD Benda dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara lebih cepat, mudah dan merata. (B7)

  • Wali Kota Tangerang Buka Pelatihan Komunikasi Publik, Pimpinan OPD Didorong Adaptif di Era Digital

    Wali Kota Tangerang Buka Pelatihan Komunikasi Publik, Pimpinan OPD Didorong Adaptif di Era Digital

    Berita7 | Kota Tangerang — Wali Kota Tangerang H. Sachrudin resmi membuka Pelatihan Komunikasi Publik bagi pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Tahun 2026 di Gedung Graha Bhakti Karya, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat kemampuan komunikasi para pejabat pemerintah di tengah arus informasi digital yang semakin cepat.

    Pelatihan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang itu dinilai penting guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

    Sachrudin menegaskan, kemampuan komunikasi kini menjadi salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki para pimpinan perangkat daerah dalam menghadapi era keterbukaan informasi.

    “Kita hidup di era keterbukaan informasi. Masyarakat sangat cepat menerima dan merespons berbagai informasi, sehingga para pejabat pemerintah harus mampu membangun komunikasi yang baik, adaptif, dan menenangkan,” ujar Sachrudin.

    Menurutnya, pemerintah saat ini tidak cukup hanya menghadirkan program pembangunan dan pelayanan yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, terbuka, dan mudah dipahami masyarakat.

    Ia menambahkan, komunikasi yang kurang tepat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

    “Pemimpin hari ini tidak cukup hanya bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menjelaskan kebijakan dan program kepada masyarakat secara humanis, solutif, dan penuh empati,” tambahnya.

    Selain memperkuat kemampuan komunikasi publik, pelatihan tersebut juga menghadirkan tenaga pengajar dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan pendekatan mentoring berbasis small group agar pembelajaran lebih interaktif dan aplikatif.

    Dekan Fakultas Komunikasi Digital, Hotel, dan Pariwisata Universitas Binus, Dr. Yanti, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang yang dinilai progresif dalam meningkatkan kapasitas komunikasi pimpinan pemerintahan.

    “Para pimpinan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman dan studi kasus nyata yang dekat dengan dinamika pelayanan publik,” jelas Yanti.

    Pemkot Tangerang berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pola komunikasi pemerintahan yang lebih informatif, responsif, dan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan Kota Tangerang. (B7)

  • Tangsel Siapkan Bangunan Hemat Energi, Targetkan Hemat Rp8 Triliun

    Tangsel Siapkan Bangunan Hemat Energi, Targetkan Hemat Rp8 Triliun

    Berita7 |TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai bergerak serius menuju pembangunan rendah karbon. Bersama Global Buildings Performance Network (GBPN), Pemkot Tangsel resmi meluncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi sebagai strategi menekan emisi sekaligus mengurangi beban konsumsi listrik di sektor bangunan.

    Langkah ini dinilai penting karena Tangerang Selatan menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan pembangunan tercepat di kawasan Jabodetabek. Jika tidak dikendalikan, lonjakan pembangunan berpotensi membuat konsumsi energi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

    Melalui pedoman baru tersebut, Tangerang Selatan diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 4,1 juta MT CO2 sampai tahun 2040. Tak hanya itu, efisiensi energi juga disebut bisa menghemat anggaran hampir Rp8 triliun.

    Anggaran itu nantinya dapat dialihkan untuk sektor penting seperti pendidikan, kesehatan hingga layanan publik lainnya.

    Pemkot Tangsel Dorong Pembangunan Rendah Karbon

    Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangerang Selatan, Ade Suprizal, mengatakan peluncuran pedoman teknis ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemkot Tangsel dalam mendukung target iklim nasional.

    Menurutnya, pembangunan kota tidak boleh hanya fokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga harus memperhatikan dampak lingkungan jangka panjang.

    “Sebagai kota yang terus berkembang, Tangerang Selatan memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan pembangunan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

    Ia menjelaskan bangunan hemat energi memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Selain menekan tagihan listrik, konsep ini juga mampu meningkatkan kenyamanan bangunan dan membantu mengurangi beban kelistrikan kota.

    Tak hanya itu, kualitas udara dan ketahanan kota terhadap perubahan iklim juga disebut akan ikut meningkat.

    Bangunan Jadi Penyumbang Besar Konsumsi Energi

    Sektor bangunan saat ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam pengurangan emisi karbon nasional.

    Data Kementerian ESDM tahun 2020 mencatat bangunan gedung mengonsumsi sekitar 60 persen listrik nasional. Sementara sektor ini juga menyumbang hampir sepertiga emisi energi di Indonesia.

    Karena itu, pembangunan gedung tanpa konsep efisiensi energi dinilai berisiko menciptakan konsumsi energi tinggi selama puluhan tahun.

    Sebaliknya, penerapan bangunan hemat energi dianggap mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi biaya operasional bangunan dalam jangka panjang.

    GBPN Sebut Tangsel Bisa Jadi Contoh Kota Lain

    Managing Director GBPN Indonesia, Farida Lasida Adji, mengatakan kerja sama dengan Pemkot Tangsel menjadi langkah penting dalam menerjemahkan target iklim nasional ke level daerah.

    Menurutnya, kota memiliki peran besar dalam transisi menuju pembangunan rendah karbon, terutama melalui sektor bangunan.

    “Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung Tangerang Selatan dalam menerjemahkan target iklim nasional menjadi langkah implementasi yang konkret,” katanya.

    Farida menyebut pendekatan yang digunakan dalam penyusunan pedoman ini berbasis data serta melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian, pemerintah daerah hingga sektor swasta.

    Kerja sama antara Pemkot Tangsel dan GBPN sendiri telah berjalan sejak 2023 untuk mendukung konservasi energi dan pengembangan bangunan rendah emisi.

    Pedoman teknis tersebut juga mengacu pada sejumlah regulasi nasional, termasuk Peraturan Pemerintah tentang Konservasi Energi hingga aturan Bangunan Gedung Hijau.

    Ke depan, Pemkot Tangsel berharap pedoman ini dapat menjadi acuan penerapan bangunan hemat energi di berbagai daerah lain di Indonesia. (B7

  • Jelang Idul Adha, DKP Kota Tangerang Tempel Stiker Khusus di Lapak Hewan Kurban

    Jelang Idul Adha, DKP Kota Tangerang Tempel Stiker Khusus di Lapak Hewan Kurban

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten di sejumlah lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, Selasa 12 Mei 2026.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, aman dikonsumsi, serta memenuhi syarat syariat Islam.

    Tim gabungan turun langsung melakukan pemeriksaan fisik hewan, pengecekan usia, hingga memverifikasi dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Lapak yang lolos pemeriksaan langsung diberi stiker khusus sebagai tanda hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan layak.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengatakan pengawasan dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban.

    Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang ingin memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan benar-benar sehat dan memenuhi standar kesehatan hewan.

    “Kegiatan ini untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual pedagang memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat Islam,” katanya saat melakukan pemeriksaan di salah satu lapak hewan kurban di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh.

    Muhdorun menjelaskan, tim dokter hewan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap kondisi hewan di lapangan. Mulai dari kondisi tubuh, kesehatan umum, hingga riwayat vaksinasi.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, hewan-hewan kurban yang diperiksa dinyatakan sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

    “Hasil pemeriksaan langsung di lapangan menunjukkan hewan-hewan ini dalam kondisi baik dan layak untuk dikurbankan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pasokan hewan kurban di Kota Tangerang berasal dari berbagai daerah seperti Bima, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung hingga peternak lokal di wilayah Tangerang.

    DKP Kota Tangerang juga mencatat jumlah lapak penjualan hewan kurban mulai meningkat menjelang Idul Adha. Tahun lalu terdapat lebih dari 200 lapak yang terdata, sementara tahun ini pendataan sementara sudah mencapai lebih dari 60 lapak dan diperkirakan terus bertambah.

    Pemerintah Kota Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli hewan kurban. Warga diminta memastikan hewan memiliki kondisi sehat serta dilengkapi dokumen resmi kesehatan hewan.

    Muhdorun mengimbau masyarakat memilih lapak yang telah mendapatkan tanda pemeriksaan dari petugas.

    “Lapak yang sudah kami periksa akan diberi stiker sebagai tanda hewan kurban di lokasi tersebut aman, sehat dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

    Ia berharap partisipasi pedagang dan masyarakat terus meningkat agar pengawasan kesehatan hewan kurban berjalan maksimal selama musim Idul Adha tahun ini.

    Pedagang Sebut Penjualan Hewan Kurban Meningkat

    Salah satu pedagang hewan kurban di Kota Tangerang, Muhammad Amiruddin, mengatakan pengawasan kesehatan hewan tahun ini berjalan sangat ketat.

    Menurutnya, seluruh dokumen kesehatan hewan diperiksa secara rinci mulai dari pendataan, penimbangan, pengambilan sampel darah hingga vaksinasi.

    “Hewan kurban di sini dipastikan sehat, aman dan tidak terpapar penyakit seperti PMK,” katanya.

    Ia menjelaskan sebagian hewan yang dijual berasal dari Bali dan Nusa Tenggara Timur. Seluruh hewan telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sesuai prosedur.

    Selain itu, Amiruddin mengaku penjualan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Meski permintaan meningkat, harga hewan kurban di lapaknya masih relatif terjangkau untuk masyarakat.

    “Pembeli sekarang banyak yang melihat dulu lewat foto dan video. Tapi banyak juga yang datang langsung ke lapak sebelum transaksi,” ungkapnya.

    Pengawasan kesehatan hewan kurban diperkirakan akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha guna memastikan seluruh hewan yang beredar di Kota Tangerang aman dan layak dikurbankan masyarakat. (B7)