Tag: Kota Tangerang

  • 548 Sekolah Adiwiyata Jadi Kekuatan Kota Tangerang, Sachrudin Luncurkan Lomba Peduli Lingkungan

    KOTA TANGERANG,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Kota (CSAK) sekaligus peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) bagi Sekolah Adiwiyata Mandiri se-Kota Tangerang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Selasa (9/6/2026).

    Saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 548 Sekolah Adiwiyata mulai dari tingkat kota, nasional hingga Adiwiyata Mandiri. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam membangun budaya menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

    [baca_juga]

    Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan bukan sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hingga dewasa.

    “Jika kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta menghemat air dan energi ditanamkan sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

    Ia menegaskan, keberhasilan membangun budaya ramah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar kebiasaan baik tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) antar Sekolah Adiwiyata Mandiri yang akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Kompetisi ini diharapkan mampu mendorong sekolah menghadirkan inovasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

    Penilaian lomba akan difokuskan pada lima aspek utama, yakni kebersihan dan sanitasi sekolah, pengelolaan sampah, pelestarian keanekaragaman hayati, penghematan penggunaan air, serta efisiensi energi.

    Menurut Sachrudin, program Adiwiyata menjadi wadah pembentukan budaya lingkungan, sedangkan PRLH merupakan implementasi konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah.

    “Jika Adiwiyata adalah wadahnya, maka PRLH adalah implementasi nyatanya. Dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita berharap lahir budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Kota Tangerang,” ujarnya.

    Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (B7

  • Dinsos Kota Tangerang Perkuat WKSBM, KSM Se-Kota Dibekali Keterampilan Ketahanan Pangan

    Berita7 | KOTA TANGERANG,.– Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial terus memperkuat peran masyarakat dalam membangun sistem kesejahteraan sosial berbasis lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Tahun 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juni 2026.

    Program pembinaan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat agar mampu mengelola potensi sosial secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat wilayah. Pada pelaksanaan kali ini, peserta yang menjadi sasaran utama adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Darling dan KSM Jimpitan.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan pembinaan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan budaya gotong royong serta kepedulian sosial yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

    “Melalui pembinaan WKSBM ini, kami ingin mengoptimalkan potensi gotong royong dan kepedulian masyarakat. KSM Darling dan KSM Jimpitan menjadi contoh nyata bagaimana pilar sosial berbasis warga mampu bergerak aktif membantu sesama,” ujar Acep.

    Tidak hanya memperkuat tata kelola organisasi, peserta juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan bank sampah, pembuatan eco-enzyme, budidaya ikan lele, budidaya maggot, peternakan kambing hingga teknik bercocok tanam sayuran.

    Beragam pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi para pengurus KSM untuk mengembangkan program pemberdayaan di lingkungan masing-masing sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

    Selain memperkuat fungsi kelembagaan sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun sistem kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan dari tingkat akar rumput.

    Acep menegaskan, seluruh Ketua WKSBM di Kota Tangerang diharapkan dapat menjadi motor penggerak di wilayahnya sehingga semangat kolaborasi, kepedulian sosial, dan kemandirian masyarakat semakin meningkat.

    Dengan pembinaan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang optimistis jaringan WKSBM akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. (B7

  • Pemkot Tangerang Luncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan, 44 Sekolah Adiwiyata Mandiri Jadi Percontohan

    Berita7 | Kota Tangerang,. – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar dengan meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup di Sekolah yang dirangkaikan dengan sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang Juni 2026.

    Peluncuran program berlangsung di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (9/6/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik.

    Sachrudin menegaskan bahwa Program Sekolah Adiwiyata bukan sekadar penghargaan bagi sekolah, tetapi menjadi sarana membangun budaya hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

    “Program Sekolah Adiwiyata sangat penting karena mampu membentuk perilaku peduli lingkungan yang nantinya dibawa siswa ke kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baik ini diharapkan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, pendidikan mengenai kelestarian lingkungan harus terus diperkuat agar lahir generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, serta Kementerian Agama Kota Tangerang.

    Ia menjelaskan bahwa lomba perilaku ramah lingkungan difokuskan bagi sekolah yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Saat ini terdapat sekitar 40 sekolah yang telah mencapai kategori tersebut dan diharapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

    “Kami ingin menjaga semangat sekolah-sekolah yang sudah mencapai level Adiwiyata Mandiri agar tetap konsisten menerapkan budaya peduli lingkungan dan terus melakukan inovasi,” kata Wawan.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dalam memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

    Ia mengungkapkan bahwa capaian Program Adiwiyata di Kota Tangerang terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 167 sekolah meraih predikat Adiwiyata tingkat kota, 252 sekolah tingkat provinsi, lebih dari 90 sekolah tingkat nasional, serta 44 sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri.

    Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperluas gerakan peduli lingkungan di seluruh satuan pendidikan. Pemerintah Kota Tangerang berharap semakin banyak sekolah yang aktif menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan asri sehingga mampu membentuk generasi yang peduli terhadap masa depan lingkungan. (B7

  • Olahraga Selam Makin Diminati! AKSI Banten Siapkan Atlet Terbaik Hadapi FORPROV 2026

    Berita7 | CILEGON – Olahraga selam rekreasi mulai menunjukkan geliat positif di Provinsi Banten. Menjelang Festival Olahraga Provinsi (FORPROV) KORMI Banten 2026, Asosiasi Keselamatan Selam Indonesia (AKSI) Provinsi Banten bergerak cepat mempersiapkan para penggiat terbaik melalui pelatihan dan latihan bersama yang digelar di ASA Sport Center, Kota Cilegon.

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6 hingga 7 Juni 2026 tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas olahraga selam yang berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Banten.

    Pembina AKSI Provinsi Banten, Ratna Ambarwati, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para penggiat olahraga selam menghadapi FORPROV KORMI Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang pada November mendatang.

    [baca_juga]

    Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis peserta, tetapi juga menyangkut kesiapan pelatih, nomor pertandingan, hingga sistem kompetisi yang akan digunakan saat FORPROV berlangsung.

    “Latihan bersama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan berjalan maksimal sehingga para penggiat olahraga selam Banten siap bersaing dan berprestasi di FORPROV 2026,” ujarnya.

    Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi dasar penyelaman atau basic diving, teknik keselamatan, hingga peningkatan kemampuan penyelaman yang dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman.

    Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pengurus Besar AKSI Nasional melalui kehadiran Badai Vana Prastha yang memberikan materi, evaluasi teknis, serta pembekalan kepada peserta.

    Antusiasme peserta terlihat tinggi. Hampir 30 penggiat olahraga selam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang berlangsung intensif selama dua hari.

    Ratna menilai olahraga selam tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda melalui kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan kerja sama tim.

    “Kami ingin olahraga selam semakin dikenal masyarakat, terutama kalangan pelajar dan generasi muda sebagai aktivitas positif yang sehat, edukatif, sekaligus menyenangkan,” katanya.

    Sementara itu, Pengurus Besar AKSI juga memastikan berbagai aspek pendukung kompetisi terus dipersiapkan, mulai dari perangkat pertandingan, sistem penjurian, hingga kesiapan wasit yang akan bertugas selama FORPROV berlangsung.

    Selain mengejar prestasi, AKSI Banten juga terus memperluas jaringan komunitas olahraga selam di berbagai kabupaten dan kota agar olahraga ini semakin berkembang di tengah masyarakat.

    Dengan persiapan yang terus dimatangkan, AKSI Provinsi Banten optimistis mampu melahirkan penggiat olahraga selam yang kompeten sekaligus menjadi salah satu kekuatan baru dalam FORPROV KORMI Banten 2026 di Kota Tangerang. (B7

  • Jaga Masa Depan Cisadane, Pemkot Tangerang Perkuat Kolaborasi Lingkungan Lewat Lebaran Cisadane 2026

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Semangat menjaga lingkungan dan memperkuat kolaborasi lintas daerah menjadi pesan utama dalam pembukaan Lebaran Cisadane dan Cisadane Awards 2026 yang berlangsung di kawasan Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah se-Tangerang Raya, komunitas lingkungan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan masyarakat.

    Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa persoalan sampah dan pencemaran sungai tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan antarwilayah. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama nyata dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan ekosistem sungai.

    “Yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, tetapi kerja sama dan solusi bersama agar Sungai Cisadane tetap bersih dan terjaga,” ujar Maryono.

    Ia menjelaskan, pengelolaan sampah dan limbah harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di sepanjang aliran Sungai Cisadane.

    [baca_juga]

    Maryono juga mengapresiasi konsistensi Bangsa Suci Foundation bersama para pegiat lingkungan yang selama ini aktif melakukan edukasi, kampanye, dan aksi nyata pelestarian sungai.

    Menurutnya, Sungai Cisadane bukan hanya sekadar aliran air, tetapi merupakan aset strategis yang menopang kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Tangerang Raya.

    “Sungai Cisadane adalah aset bersama. Menjaganya berarti menjaga masa depan kita bersama,” tegasnya.

    Selain penguatan kolaborasi, kegiatan Lebaran Cisadane dan Cisadane Awards 2026 juga menjadi sarana membangun kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab agar tidak merusak ekosistem sungai.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap melalui kegiatan tersebut kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terus meningkat sehingga Sungai Cisadane tetap menjadi sumber kehidupan yang bersih, sehat, dan bermanfaat bagi generasi saat ini maupun masa mendatang.

    Pesan pelestarian lingkungan pun kembali digaungkan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai sebagai warisan berharga bagi generasi berikutnya.

    “Jaga Sungai Cisadane. Karena air adalah sumber kehidupan.”(B7

  • Aksi Bersih Sungai Cisadane di Tangerang, Camat Yudi Pradana dan Warga Gaungkan Kepedulian Lingkungan

    Berita7 | Kota Tangerang — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Tangerang berlangsung meriah melalui rangkaian kegiatan bertema “Aksi untuk Iklim”. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian publik adalah aksi bersih-bersih Sungai Cisadane yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

    Camat Tangerang, Yudi Pradana, S.H., bersama jajaran staf Kecamatan Tangerang turut ambil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan sepanjang bantaran Sungai Cisadane, mulai dari kawasan Kampung Bekelir hingga Hutan Kota Tangerang.

    [baca_juga]

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, AP, M.Si., serta Founder Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Ade Yunus. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan sungai.

    “Aksi kecil yang dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” ujar Yudi Pradana di sela kegiatan.

    Menurutnya, menjaga kebersihan sungai tidak hanya berkaitan dengan estetika lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat, pencegahan banjir, serta keberlanjutan ekosistem di wilayah perkotaan.

    Selain melakukan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai, peserta kegiatan juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan menerapkan pola hidup ramah lingkungan.

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut memberikan dukungan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin.

    Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Tangerang berharap semangat menjaga lingkungan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta kawasan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (B7

  • Festival Cisadane 2026 Siap Digelar 5 Hari, Disbudpar Kota Tangerang Hadirkan Perayaan Budaya dan UMKM Terbesar

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menghadirkan agenda budaya terbesar yang selalu dinantikan masyarakat. Festival Cisadane 2026 dipastikan akan berlangsung selama lima hari penuh mulai 22 hingga 26 Juli 2026 di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng, bantaran Sungai Cisadane.

    Mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage”, festival tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif serta penguatan identitas Kota Tangerang sebagai kota yang kaya sejarah dan budaya.

    [baca_juga]

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan Festival Cisadane 2026 dirancang dengan konsep yang lebih kuat dan bermakna dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Menurutnya, tema yang diangkat merepresentasikan warisan budaya yang terus mengalir seperti Sungai Cisadane sekaligus menggambarkan semangat masyarakat Kota Tangerang yang terus tumbuh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

    “Aliran Sungai Cisadane melambangkan warisan luhur yang terus hidup dari generasi ke generasi. Di sisi lain, keberanian menjadi simbol masyarakat Kota Tangerang yang terus berinovasi, berkolaborasi dan bergerak maju bersama,” ujar Boyke.

    Festival Cisadane selama ini dikenal sebagai salah satu agenda wisata unggulan Kota Tangerang yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tahun ini, Disbudpar Kota Tangerang kembali menyiapkan beragam atraksi budaya, seni tradisional, hiburan masyarakat hingga ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

    Tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, Festival Cisadane 2026 juga menjadi wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas kreatif hingga pelaku UMKM.

    “Kami mengintegrasikan Festival Cisadane dengan penguatan ekonomi lokal melalui fasilitasi ratusan stan UMKM. Harapannya, festival ini tidak hanya menjadi magnet wisata tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

    Keberadaan ratusan pelaku UMKM yang akan terlibat diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi selama festival berlangsung. Produk-produk unggulan lokal akan ditampilkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kota Tangerang kepada wisatawan.

    Selain itu, Festival Cisadane juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai kekayaan budaya daerah kepada generasi muda agar tetap terjaga dan berkembang di tengah modernisasi.

    Disbudpar Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat, wisatawan dan pecinta budaya untuk hadir dan meramaikan Festival Cisadane 2026 yang akan berlangsung pada 22 hingga 26 Juli mendatang.

    “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari Festival Cisadane 2026. Mari bersama merayakan warisan budaya sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi kreatif Kota Tangerang,” tutup Boyke. (B7

  • DP3AP2KB Kota Tangerang Bekali Kader Posyandu, Perkuat Perlindungan Anak dan Kesehatan Mental Keluarga

    Berita7 | Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat kualitas pelayanan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Parenting bertema Orientasi dan Pembekalan Dukungan Psikologis Awal (DPA) bagi kader Posyandu yang berlangsung di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang, Gedung Puspem Kota Tangerang.

    Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan keluarga dan anak dari tingkat lingkungan terkecil. Melalui pembekalan tersebut, para kader Posyandu diberikan pemahaman dan keterampilan untuk mengenali berbagai persoalan psikologis yang berpotensi muncul di tengah keluarga maupun masyarakat.

    Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat yang berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungan sekitar.

    Menurutnya, berbagai persoalan psikologis dalam keluarga perlu mendapat perhatian sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan berdampak pada tumbuh kembang anak.

    “Stres pengasuhan bisa memicu kekerasan pada anak. Karena itu, kader Posyandu dibekali kemampuan memberikan Dukungan Psikologis Awal sebagai langkah pencegahan dan mitigasi risiko psikologis keluarga,” ujarnya..

    [baca_juga]

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tiga prinsip utama Dukungan Psikologis Awal atau DPA, yakni Look, Listen dan Link. Ketiga pendekatan tersebut dirancang untuk membantu kader mengenali kondisi psikologis warga, mendengarkan dengan empati, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan pendampingan yang tersedia.

    Selain meningkatkan kapasitas kader, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak.

    DP3AP2KB Kota Tangerang berharap para kader Posyandu mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam mendeteksi permasalahan sosial maupun psikologis sejak dini di lingkungan masing-masing.

    Melalui sinergi antara kader Posyandu, Puspaga dan masyarakat, upaya perlindungan anak serta penguatan ketahanan keluarga di Kota Tangerang diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan.

    “Kami berharap kader Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan awal kepada keluarga yang membutuhkan, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tutupnya. (B7

  • UMB Bangun Teknologi Penampung Air Pintar di Tangerang, 53 Warga Rasakan Dampaknya

    Berita7 | Kota Tangerang – Inovasi menghadapi perubahan iklim kini hadir di lingkungan permukiman warga Kota Tangerang. Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka Asri berhasil membangun Groundwater Tank (GWT) berbasis Smart Rain Garden di Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang.

    Program yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat tersebut tidak hanya membantu pengelolaan air secara berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui pengembangan pertanian urban.

    Keberadaan teknologi tersebut menjadi perhatian karena mampu menyimpan air hujan saat musim penghujan dan memanfaatkannya kembali ketika musim kemarau. Sistem ini sekaligus menjadi solusi inovatif dalam mengurangi risiko genangan dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.

    Ketua KWT Cempaka Asri, Nyimas Tri Dewi, mengatakan program tersebut membawa perubahan besar bagi para anggota kelompok tani yang selama ini aktif mengembangkan pertanian perkotaan di lingkungan mereka.

    Setelah mendapatkan pendampingan dari Universitas Mercu Buana dan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, kemampuan anggota dalam mengelola pertanian urban meningkat secara signifikan.

    “Kami mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi pertanian dan manajemen air. Tanggapan seluruh anggota sangat baik dan kami berterima kasih kepada Universitas Mercu Buana serta DLH Kota Tangerang,” ujarnya.

    Program ini juga melibatkan sekitar 53 warga melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi lingkungan yang terintegrasi dengan Program Kampung Iklim (Proklim). Kehadiran Groundwater Tank berbasis Smart Rain Garden diharapkan menjadi aset jangka panjang yang dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

    Nyimas menjelaskan, hasil panen sayuran yang dihasilkan nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat dipasarkan di lingkungan sekitar melalui berbagai kegiatan warga.

    “Harapannya, KWT Cempaka Asri semakin mandiri. Hasil panen dapat diperjualbelikan dalam kegiatan warga sehingga mampu membantu menambah pemasukan keluarga,” katanya.

    [baca_juga]

    Sementara itu, Dosen Pembimbing Universitas Mercu Buana, Dr. Ir. Uly Amrina, menjelaskan konsep yang diterapkan berfokus pada pengelolaan air berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim di kawasan perkotaan.

    Menurutnya, saat musim hujan, limpasan air akan ditampung secara optimal di tandon bawah tanah untuk mengurangi potensi banjir maupun genangan di lingkungan permukiman. Ketika musim kemarau tiba, cadangan air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan penyiraman tanaman.

    “Konsep ini dirancang untuk menciptakan siklus pemanfaatan air yang efisien dan berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki sumber air cadangan yang dapat digunakan kapan saja,” jelasnya.

    Keunggulan lain dari program tersebut adalah penggunaan teknologi Smart Rain Garden yang dilengkapi sensor pintar untuk memantau tingkat kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman secara otomatis.

    Teknologi tersebut membuat proses penyiraman menjadi lebih efektif, tepat sasaran dan hemat air sehingga mendukung produktivitas pertanian urban sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat diterapkan langsung untuk menjawab tantangan perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga di tingkat lingkungan. (B7

  • 12,7 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Cisadane, Aksi Lebaran Cisadane 2026 Jadi Sorotan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Berita7 | Kota Tangerang – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Tangerang diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak 12,7 ton sampah berhasil diangkut dari aliran Sungai Cisadane dalam kegiatan Lestarikan Bersama Sumber Kehidupan (Lebaran Cisadane) 2026 yang digelar Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) bersama Pemerintah Kota Tangerang dan berbagai pemangku kepentingan, Jumat (5/6/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, mulai dari Kampung Bekelir hingga Hutan Kota Tangerang, menjadi bukti kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.

    [baca_juga]

    Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi bersih sungai tersebut. Menurutnya, Sungai Cisadane memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga harus dijaga bersama secara berkelanjutan.

    “Sungai Cisadane merupakan sumber kehidupan yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Maryono.

    Data hasil kegiatan menunjukkan masih tingginya volume sampah yang mencemari aliran sungai. Sampah yang berhasil diangkat didominasi oleh limbah domestik seperti plastik sekali pakai, kantong kresek, styrofoam hingga berbagai jenis sampah rumah tangga lainnya.

    Founder Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci), Ade Yunus, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan pembersihan sungai. Diperlukan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.

    “Kami ingin mengajak seluruh pihak untuk tidak menjadikan Sungai Cisadane sebagai tempat pembuangan sampah. Pelestarian sungai harus dilakukan bersama melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat,” katanya.

    Selain aksi bersih sungai, rangkaian Lebaran Cisadane 2026 juga diisi dengan pemberian Cisadane Award 2026 kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi aktif dalam upaya menjaga dan melestarikan Sungai Cisadane.

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar gerakan pelestarian lingkungan terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak di wilayah Tangerang Raya.

    Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Namun melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, kelestarian Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan masyarakat dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. (B7