Tag: Dinkes Kota Tangerang

  • Lomba Posyandu 2026 di Kota Tangerang Diikuti 13 Kecamatan, Penilaian Kini Lebih Ketat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bersama Tim Pembina Posyandu menggelar Lomba Posyandu Berprestasi dan Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026 di Gedung Nyimas Melati, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi perhatian karena sistem penilaian tahun ini dibuat lebih luas dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

    Sebanyak 13 posyandu terbaik dari seluruh kecamatan di Kota Tangerang ikut dalam ajang tahunan tersebut. Penilaian tidak lagi hanya fokus pada pelayanan kesehatan, namun juga mengacu pada 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang menjadi program prioritas pemerintah.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan perubahan sistem penilaian dilakukan agar pelayanan posyandu semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

    “Tahun ini penilaiannya lebih terintegrasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi seluruh 6 SPM ikut dinilai untuk melihat kesiapan pelayanan di masyarakat,” ujar dr. Dini.

    Ia menjelaskan, seluruh peserta menjalani proses seleksi mulai dari administrasi, pemaparan inovasi kader, hingga evaluasi langsung oleh tim juri. Nantinya akan dipilih tiga posyandu terbaik untuk masuk tahap verifikasi lapangan sebelum diumumkan pada Agustus 2026.

    Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong inovasi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan warga di tingkat lingkungan.

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Masturoh Sachrudin menambahkan, pembinaan terhadap kader terus dilakukan setiap bulan guna memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal di seluruh wilayah.

    “Lewat evaluasi dan lomba ini, kita bisa melihat langsung efektivitas pelayanan posyandu di masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan kader,” ungkap Masturoh.

    Pelaksanaan lomba ini juga dinilai berdampak positif bagi masyarakat karena mendorong peningkatan pelayanan kesehatan dasar, edukasi keluarga, hingga penguatan peran kader di lingkungan warga.

    Pemerintah Kota Tangerang berharap kegiatan tersebut mampu memacu semangat inovasi posyandu agar pelayanan masyarakat semakin cepat, aktif, dan tepat sasaran di seluruh kecamatan. (B7

  • Dinkes Kota Tangerang Latih 100 Penjamah Pangan, Tekan Risiko Keracunan Makanan

    Dinkes Kota Tangerang Latih 100 Penjamah Pangan, Tekan Risiko Keracunan Makanan

    Berita7 | TANGERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang diikuti 100 peserta di Aula Kecamatan Pinang, Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemkot Tangerang untuk memastikan makanan siap saji yang beredar di masyarakat aman, higienis dan bebas dari risiko kontaminasi berbahaya.

    Pelatihan tersebut menyasar pemilik usaha katering, restoran, hotel, instalasi gizi rumah sakit hingga relawan SPPG yang telah terdaftar melalui aplikasi SIKASEP.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, pelatihan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat pilar kesehatan lingkungan sekaligus mencegah munculnya penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases.

    “Kami ingin memastikan setiap makanan siap saji yang dikonsumsi warga Kota Tangerang telah melalui proses yang benar-benar higienis,” ujar dr. Dini.

    Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar higiene sanitasi mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan makanan, teknik penyimpanan hingga penyajian yang aman dan sehat.

    Dinkes Kota Tangerang menilai pengawasan keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna menekan potensi keracunan makanan di tengah masyarakat.

    Selain memperkuat pengetahuan pelaku usaha kuliner, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat dan menciptakan lingkungan pangan yang aman.

    “Kami berharap pelatihan ini melahirkan penjamah pangan yang kompeten untuk menekan angka keracunan makanan. Ini langkah nyata bersama pelaku usaha demi mewujudkan Kota Tangerang yang sehat dan aman pangannya,” katanya.

    Pelatihan berlangsung antusias dengan fokus edukasi langsung kepada peserta terkait praktik pengolahan pangan yang sesuai standar kesehatan. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui pengawasan keamanan pangan yang lebih ketat.

    (B7)

  • Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Faskes Diminta Respon Cepat

    Berita7 | Kota Tangerang — Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan untuk merespon cepat potensi penyebaran Hantavirus usai meningkatnya perhatian terhadap kasus penyakit tersebut dari luar negeri.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini agar penyebaran virus tidak berdampak luas kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki risiko kontak dengan lingkungan tidak bersih dan hewan pengerat seperti tikus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan panduan pencegahan penyebaran Hantavirus kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat.

    Virus tersebut diketahui dapat menular melalui kotoran, urine hingga air liur hewan pengerat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

    “Hantavirus dianggap sangat berbahaya karena dapat menginfeksi saluran pernapasan sampai ginjal manusia,” ujar Dini.

    Ia menjelaskan, gejala Hantavirus biasanya muncul dalam satu hingga delapan pekan setelah paparan. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan dan gagal ginjal pada kondisi tertentu.

    Selain memperkuat kewaspadaan di fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus.

    Pemkot Tangerang menilai kebersihan lingkungan menjadi langkah paling penting untuk memutus potensi penyebaran virus Hanta di tengah masyarakat, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan pascabanjir yang rawan memicu munculnya hewan pengerat.

    Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kebersihan lingkungan setelah adanya imbauan dari pemerintah terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Mereka berharap sosialisasi kesehatan terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami gejala dan cara pencegahannya.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memastikan sebanyak 23 kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejak 2023 merupakan jenis ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

    Menurut Dante, Indonesia hanya mendeteksi varian “Hanta Fever Renal Syndrome” dengan tingkat kematian lebih rendah dibandingkan varian “Pulmonary Syndrome” yang memiliki fatalitas mencapai 60 hingga 80 persen.

    “Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah Hanta Fever Renal Syndrome yang ringan,” katanya.

    Ia menambahkan pola penyebaran virus ini mirip dengan leptospirosis, yakni melalui perantara tikus dan lingkungan dengan sanitasi buruk. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko penularan. (B7)

  • Dinkes Kota Tangerang Bentuk 100 Inspektur Pangan Cilik untuk Awasi Jajanan Sekolah

    Dinkes Kota Tangerang Bentuk 100 Inspektur Pangan Cilik untuk Awasi Jajanan Sekolah

    Berita7 |Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mengukuhkan 100 siswa sekolah dasar sebagai Inspektur Pangan Cilik dalam kegiatan yang digelar di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis 7 Mei 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya keamanan pangan sekaligus membentuk agen pengawas jajanan sehat di lingkungan sekolah.

    Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini menjadi langkah preventif Pemkot Tangerang dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Para siswa diberikan pelatihan terkait pengawasan pangan, mulai dari mengenali makanan yang mengandung bahan berbahaya hingga memahami kandungan gizi dalam produk kemasan.

    Bekali Siswa Kenali Bahaya Pangan

    Dalam pelatihan tersebut, siswa diajarkan cara mendeteksi berbagai potensi bahaya pada makanan seperti cemaran fisik, biologis dan kimia. Mereka juga dibimbing memahami Informasi Nilai Gizi pada kemasan produk agar mampu mengontrol konsumsi gula, garam dan lemak secara seimbang.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini mengatakan, pembentukan Inspektur Pangan Cilik dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengawasan pangan di lingkungan sekolah yang masih ditemukan jajanan tidak layak konsumsi.

    “Pembentukan Inspektur Pangan Cilik sangat penting karena berdasarkan hasil pengawasan, masih ditemukan sekitar 17 persen jajanan sekolah mengandung bahan berbahaya. Anak-anak ini nantinya menjadi bagian dari deteksi dini terhadap pangan yang berisiko bagi kesehatan,” ujar dr. Dini.

    Ia menambahkan, edukasi keamanan pangan perlu dilakukan sejak usia dini agar anak-anak lebih bijak dalam memilih makanan sehat serta mampu mengurangi risiko penyakit tidak menular di masa depan.

    Perkuat Budaya Jajanan Sehat di Sekolah

    Selain pelatihan kepada siswa, program tersebut juga melibatkan guru pendamping guna memperkuat pengawasan dan edukasi di sekolah. Hingga tahun 2026, Dinkes Kota Tangerang tercatat telah melatih sebanyak 250 Inspektur Pangan Cilik dan 50 guru pendamping.

    Keberadaan Inspektur Pangan Cilik diharapkan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kualitas makanan dan kebersihan jajanan yang dikonsumsi sehari-hari.

    Salah satu peserta, Meinanda Salsabila Cahyani Putri dari SDN Perumnas II mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pengawas pangan di sekolahnya.

    “Tugas aku membantu teman-teman mengetahui makanan yang sehat dan mengecek jajanan di kantin supaya aman dikonsumsi,” katanya.

    Siswa lainnya, Keenan Arsy Mumtaz Charijfie dari SDIT Granada, mengaku kini lebih memahami pentingnya membaca label kemasan makanan sebelum membeli.

    “Sekarang saya jadi tahu cara melihat informasi nilai gizi seperti jumlah gula dan kandungan lainnya. Semoga ini membuat anak-anak lebih pintar memilih makanan sehat,” ujarnya.

    Dukung Program Sekolah Sehat

    Program Inspektur Pangan Cilik juga menjadi bagian dari penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah di Kota Tangerang. Pemkot berharap edukasi yang diberikan dapat membantu mencegah anak-anak mengonsumsi makanan berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet non-pangan hingga makanan yang tercemar bakteri akibat sanitasi buruk.

    Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang ingin membangun generasi yang lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat serta lingkungan sekolah yang aman dari pangan berisiko.(B7)