Tag: Benyamin Davnie

  • Panen Perdana Bawang Merah di Tangsel Berhasil, Benyamin Siapkan Pupuk Mikroba untuk Warga

    Berita7 | Tangerang Selatan,.  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat keberhasilan panen perdana bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan melalui lahan demplot pertanian di wilayahnya. Hasil panen tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan pertanian perkotaan karena tanaman yang umumnya cocok di dataran lebih tinggi mampu tumbuh optimal di Tangsel.

    Panen perdana itu berlangsung bersamaan dengan kegiatan Pasar Murah Hasil Bumi yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang pada Selasa (9/6/2026).

    [baca_juga]

    Keberhasilan budidaya bawang merah tersebut didukung penggunaan pupuk bio-organik berbasis mikroba yang dikembangkan PT BioArk Global Pte. Ltd. dari Singapura. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus menghasilkan umbi dengan ukuran lebih besar.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan hasil panen ini menjadi bukti bahwa inovasi di sektor pertanian dapat menjawab keterbatasan kondisi geografis dan lahan di wilayah perkotaan.

    “Yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya sulit tumbuh di daerah seperti kita, namun dengan penggunaan pupuk ini produksinya sangat baik dan ukuran bawangnya lebih besar,” ujar Benyamin.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun berencana menjalin kerja sama lanjutan dengan PT BioArk Global melalui DKP3 untuk mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.

    Apabila hasil uji coba berikutnya kembali menunjukkan perkembangan yang positif, pupuk berbasis mikroba itu akan diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan disalurkan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kota Tangerang Selatan.

    “Bawang merupakan kebutuhan dapur yang dikonsumsi setiap hari selain cabai dan komoditas lainnya. Jika hasilnya terus baik, pupuk yang digunakan akan diproduksi lebih banyak dan disebarkan kepada masyarakat agar produksi rumah tangga di Tangsel semakin meningkat,” kata Benyamin.

    Saat ini, uji coba masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Sementara pengembangan untuk tanaman lain seperti cabai akan dilakukan setelah melalui evaluasi terhadap hasil demplot yang sedang berjalan.

    Di sisi lain, CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward, menjelaskan bahwa teknologi mikroba yang dikembangkan perusahaan mampu membantu tanaman tumbuh lebih optimal sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

    Ia menyebut media tanam tersebut dapat mempertahankan kelembapan tanah hingga sekitar 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan media organik konvensional. Kondisi tersebut membuat tanaman memperoleh lingkungan tumbuh yang lebih stabil sehingga produktivitas hasil panen dapat meningkat.

    Keberhasilan panen perdana ini menjadi harapan baru bagi pengembangan pertanian modern di Tangerang Selatan. Dengan dukungan inovasi teknologi dan kolaborasi berbagai pihak, produksi pangan lokal diharapkan semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (B7

  • Tangsel Raih Penghargaan Nasional, Benyamin Davnie Antar Kota Tangerang Selatan Jadi Terbaik III Jawa-Bali

    Berita7 | YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, Kota Tangsel berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

    Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Yogyakarta pada Kamis (4/6/2026). Capaian ini menjadi bukti keberhasilan berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Tak hanya menerima penghargaan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga memperoleh dana apresiasi sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program-program yang memberikan dampak langsung bagi warga.

    [baca_juga]

    Keberhasilan tersebut tidak lepas dari capaian signifikan yang diraih Tangsel dalam menekan angka kemiskinan dan prevalensi stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting yang sebelumnya berada di kisaran 19,9 persen berhasil ditekan hingga sekitar 9 persen. Bahkan, pemerintah daerah menargetkan angka tersebut turun menjadi 7,05 persen pada tahun 2027.

    Di sisi lain, angka kemiskinan Kota Tangerang Selatan tercatat sebesar 2,36 persen dan menjadi yang terendah di Provinsi Banten. Hasil tersebut menunjukkan berbagai program sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan hasil nyata.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Benyamin Davnie.

    Menurut Benyamin, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat, perangkat daerah, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan berbagai program yang dijalankan.

    Pemkot Tangsel juga berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai intervensi yang menyasar kelompok rentan, meningkatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran hingga tingkat kelurahan.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa apresiasi diberikan kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pelayanan publik yang berkualitas.

    Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah dengan kinerja pembangunan terbaik di Indonesia, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan mempercepat penurunan stunting demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (B7

  • Pemkot Tangsel Warning Panitia Kurban, Limbah Darah dan Kotoran Jadi Sorotan

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat mengawasi pengelolaan limbah hewan kurban selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah darah, kotoran, dan sisa penyembelihan hewan kurban di permukiman warga dan area masjid.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan seluruh lokasi penyembelihan hewan kurban wajib memperhatikan sanitasi dan sistem pembuangan limbah agar tidak menimbulkan bau maupun gangguan kesehatan lingkungan.

    “Tempat pemotongan hewan harus memiliki penampungan limbah dan saluran air yang memadai,” ujar Benyamin, Rabu (27/05/2026).

    Menurutnya, pengawasan dilakukan lebih ketat karena mayoritas penyembelihan hewan kurban berlangsung langsung di lingkungan masyarakat dan masjid, bukan hanya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

    Pemkot Tangsel juga meminta panitia kurban memastikan proses pembagian daging berjalan tertib guna menghindari kerumunan warga saat antre distribusi.

    “Penerima manfaat sudah didata agar pembagian berlangsung tertib,” katanya.

    Selain fokus pada kebersihan lingkungan, Pemkot Tangsel turut menggalakkan gerakan kurban ramah lingkungan dengan membagikan hampir 10 ribu kantung kain dan besek bambu ke berbagai titik pemotongan hewan kurban.

    Program tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang biasanya meningkat tajam saat pembagian daging kurban.

    “Saya membagikan kantung kain dan besek bambu ke lokasi pemotongan hewan,” ungkap Benyamin.

    Tak hanya itu, Pemkot Tangsel memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan layak disembelih. Pemeriksaan dilakukan bersama dokter hewan, Dinas Pertanian, dan Majelis Ulama Indonesia selama sepekan terakhir.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan kurban di wilayah Tangerang Selatan.

    “Alhamdulillah semuanya memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban,” ujar Benyamin.

    Pemkot Tangsel juga memilih pendekatan edukasi kepada masyarakat dibandingkan pemberian sanksi. Pemerintah bahkan siap turun langsung membantu membersihkan area pemotongan apabila ditemukan limbah berserakan di lingkungan warga.

    Kebijakan ini mendapat perhatian warga karena dinilai mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan pelaksanaan kurban tetap aman, sehat, dan nyaman selama Iduladha 2026 berlangsung. (B7

  • 37 Sapi dan 60 Kambing Disebar ke Seluruh Tangsel, Benyamin Pastikan Kurban Bebas PMK dan Ramah Lingkungan

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 37 ekor sapi dan 60 ekor kambing kurban didistribusikan ke berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan untuk dibagikan kepada masyarakat, Rabu (27/5/2026).

    Penyaluran hewan kurban tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, usai melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Islamic Center Baiturrahmi.

    “Total kurban dari Pemkot Tangsel sebanyak 37 sapi dan 60 kambing. Distribusinya disebar ke seluruh wilayah Tangerang Selatan hari ini,” ujar Benyamin Davnie.

    Tak hanya fokus pada pembagian hewan kurban, Pemkot Tangsel juga membuat gebrakan ramah lingkungan dengan membagikan hampir 10 ribu kantong kain dan besek bambu ke lokasi pemotongan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat distribusi daging kepada masyarakat.

    “Kurang lebih hampir 10 ribu kita bagikan ke tempat-tempat pemotongan hewan,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Benyamin Davnie memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan selama sepekan terakhir, tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

    “Alhamdulillah semuanya memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban karena sudah diperiksa secara teliti,” tuturnya.

    Pemkot Tangsel juga menetapkan standar ketat untuk lokasi pemotongan hewan kurban, mulai dari penyediaan tempat penampungan, saluran pembuangan limbah, hingga mekanisme distribusi daging agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

    Menurut Benyamin, Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

    “Semangat berbagi melalui ibadah kurban harus mampu menumbuhkan empati di tengah masyarakat Tangerang Selatan yang maju dan dinamis,” ucapnya.

    Dalam pemaparannya, ia juga mengungkapkan perkembangan Kota Tangerang Selatan yang kini memiliki jumlah penduduk mencapai 1,47 juta jiwa dengan dominasi usia produktif sebesar 72,20 persen. Tingkat kemiskinan tercatat rendah di angka 2,39 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 84,81 atau masuk kategori sangat tinggi.

    Meski demikian, Pemkot Tangsel tetap menyoroti tantangan besar seperti persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, ketimpangan sosial hingga kebutuhan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM.

    Karena itu, pembangunan kota terus diarahkan melalui visi Tangsel yang unggul, inovatif, inklusif dan lestari dengan memperkuat program sosial serta keagamaan di tengah masyarakat.

    “Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kuatnya nilai religius dan kepedulian sosial masyarakat,” tegasnya. (B7

  • Benyamin Minta Kadin Tangsel Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Lintas Sektor

    Benyamin Minta Kadin Tangsel Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Lintas Sektor

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie berharap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tangsel dapat menjadi jembatan aktif antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lintas sektor di wilayah tersebut.

    Hal itu disampaikan Benyamin saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus KADIN Kota Tangerang Selatan Masa Bakti 2025–2030 di kawasan Serpong Utara, Senin (18/5/2026).

    Menurut Benyamin, lebih dari 80 persen pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan ditopang oleh investasi sektor swasta, baik dalam skala besar maupun kecil. Karena itu, Kadin dinilai harus lebih aktif merambah berbagai kegiatan usaha dan investasi di sektor swasta.

    “Melihat laju ekonomi Kota Tangsel yang didominasi oleh investasi sektor swasta, maka KADIN harus banyak merambah kegiatan-kegiatan swasta,” ujar Benyamin Davnie.

    Ia menegaskan keberadaan Kadin memiliki peran strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga memaparkan sejumlah capaian positif Kota Tangerang Selatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangsel tercatat menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten.

    Selain itu, tingkat kemiskinan dan pengangguran di Tangsel disebut relatif rendah dibandingkan daerah lain, sementara produk domestik regional bruto per kapita terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

    Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Kota Tangerang Selatan untuk terus menarik investasi dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

    Pemkot Tangsel berharap kepengurusan baru Kadin periode 2025–2030 mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan UMKM di Kota Tangerang Selatan. (B7)

  • 329 Rumah Warga Tangsel Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    329 Rumah Warga Tangsel Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi menggulirkan program bedah rumah untuk 329 rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026. Langkah ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hunian masyarakat prasejahtera, khususnya warga berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Tangsel.

    Sebanyak 329 rumah kini mulai direnovasi menjadi hunian sehat, aman dan layak, setelah sebelumnya banyak warga tinggal di rumah dengan kondisi sanitasi buruk dan konstruksi membahayakan. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Yang diajukan sebenarnya lebih dari 1.000 unit, tetapi tahun ini kami mendapatkan pagu anggaran untuk 329 unit,” ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

    Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Anggaran perbaikan rumah pada 2026 juga meningkat menjadi Rp75 juta per unit dari sebelumnya Rp71 juta. Dengan anggaran tersebut, rumah penerima bantuan akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, fasilitas listrik, lantai keramik hingga pompa air.

    Selain itu, proses pembangunan satu unit rumah diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan termasuk pembongkaran bangunan lama. Program ini juga diprioritaskan bagi warga dengan kondisi ekonomi lemah dan rumah yang dinilai tidak layak huni.

    Sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur karena program tersebut membantu mereka mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk keluarga.

    Pelaksana Tugas Kepala Disperkimta Tangsel Robby Cahyadi mengatakan, rumah penerima bantuan harus memenuhi kriteria RTLH seperti sanitasi buruk dan konstruksi yang membahayakan keselamatan penghuni.

    “Jangan sampai rumah yang dibangun ternyata berdiri di atas tanah milik orang lain atau bangunan liar,” jelas Robby.

    Pemkot Tangsel berharap program bedah rumah ini dapat terus berlanjut guna menciptakan lingkungan hunian sehat, layak dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kota Tangerang Selatan. (B7)

  • Tangsel Resmi Luncurkan Aplikasi SANSET, Pemkot Pastikan Tata Kelola Aset Lebih Modern

    Tangsel Resmi Luncurkan Aplikasi SANSET, Pemkot Pastikan Tata Kelola Aset Lebih Modern

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi melakukan soft launching aplikasi SANSET (Sistem Administrasi dan Monitoring Aset) dalam kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) Tahun 2027 di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangerang Selatan, Senin (18/5/2026).

    Aplikasi SANSET hadir untuk mempermudah penataan, pencatatan hingga monitoring aset daerah secara terpadu berbasis digital dan tanda tangan elektronik. Sistem ini berdampak langsung pada peningkatan efisiensi tata kelola pemerintahan, khususnya pengelolaan aset bergerak maupun tidak bergerak.

    Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, digitalisasi aset menjadi langkah penting menuju tata kelola pemerintahan modern dan akuntabel.

    “Ini untuk mempermudah penataan pengelolaan aset, pencatatan dan penarikan data di Tangerang Selatan baik berupa aset bergerak terutama aset tanah dan aset tidak bergerak,” ujar Benyamin.

    Ia menambahkan, sistem SANSET akan membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan aset secara lebih cepat, akurat dan terintegrasi sehingga memudahkan pengambilan keputusan berbasis data.

    Selain itu, aplikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel memperkuat transparansi dan meminimalkan potensi kebocoran anggaran dalam pengelolaan aset daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni memberikan apresiasi terhadap inovasi digital yang dilakukan Pemkot Tangsel.

    “Kami dari Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi atas inovasi ini. Dengan Sanset ini, aset di Tangerang Selatan bisa lebih terdata, tata kelola diperbaiki dan dapat dimonitor secara optimal,” ujarnya.

    Menurut Agus Fatoni, digitalisasi aset daerah menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel sekaligus mendorong optimalisasi sumber pembiayaan daerah melalui pemanfaatan aset dan peningkatan kinerja BUMD.

    Ia juga menegaskan pentingnya creative financing melalui inovasi daerah, digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.

    Sejumlah pihak menilai inovasi aplikasi SANSET menjadi langkah maju bagi Kota Tangerang Selatan karena mampu mempercepat pelayanan, meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi potensi praktik korupsi.

    Pemkot Tangsel berharap aplikasi SANSET dapat terus dikembangkan untuk menciptakan sistem pengelolaan aset daerah yang modern, terintegrasi dan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Indonesia. (B7)

  • Evaluasi Sekda Tangsel Disorot, Proses Dinilai Terlambat dan Berpotensi Cacat Administrasi

    Evaluasi Sekda Tangsel Disorot, Proses Dinilai Terlambat dan Berpotensi Cacat Administrasi

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan — Polemik evaluasi kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo, menjadi sorotan setelah sejumlah pihak menilai proses administrasi evaluasi dilakukan terlambat.

    Direktur Serikat Pegiat dan Aktivis Urusan Publik (Speakup), Suhendar, menilai tahapan evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019.

    Bambang Noertjahyo diketahui diangkat sebagai Sekda Tangsel berdasarkan Keputusan Wali Kota Tangsel Nomor 133/Kep.84-Huk/2021 tertanggal 19 April 2021. Masa evaluasi lima tahunan jabatan tersebut jatuh pada April 2026.

    Menurut Suhendar, Pemkot Tangsel terlambat membentuk tim evaluasi. Ia menyoroti tim baru resmi dibentuk pada 6 April 2026, sementara masa evaluasi lima tahunan berakhir pada 19 April 2026.

    “Ketika masa evaluasi habis pada 19 April 2026, maka tim itu seharusnya sudah bekerja sejak Februari,” kata Suhendar, Jumat (15/5/2026).

    Ia menilai proses tersebut berpotensi cacat administrasi dan rawan dipersoalkan secara hukum maupun administrasi pemerintahan.

    Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan tidak ada kekosongan jabatan Sekda. Menurutnya, masa lima tahun tersebut merupakan periode evaluasi, bukan batas akhir jabatan.

    “Tidak ada kekosongan jabatan, karena lima tahun itu bukan masa jabatan Sekda. Tapi setiap lima tahun semua eselon II A harus dievaluasi kinerjanya,” ujar Benyamin melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/5/2026).

    Sorotan juga datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Ucok Khadafi. Ia mempertanyakan lambatnya penetapan tim evaluasi meski kebutuhan evaluasi dinilai mendesak.

    Menurutnya, keterlambatan tersebut memunculkan dugaan adanya kepentingan politik birokrasi di balik proses evaluasi. (B7)

  • Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Pemkot Tangsel Lakukan Langkah Cepat Cegah HIV/AIDS, Ini Dampaknya

    Berita7 | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan HIV/AIDS melalui program edukasi kesehatan, layanan pemeriksaan, serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

    Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan kerja sama semua pihak serta menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

    “Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin, Senin (11/05/2026).

    Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan atau skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, edukasi juga digencarkan kepada masyarakat, terutama kelompok usia produktif dan generasi muda, agar memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS serta menerapkan pola hidup sehat.

    Pemerintah juga menekankan pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA agar mereka dapat memperoleh akses layanan kesehatan dan kehidupan sosial yang layak.

    “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik,” katanya.

    Pemkot Tangsel turut menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan dalam memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.

    Menurut Benyamin, keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.

    “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya. (B7

  • Wali Kota Tangsel Targetkan 329 Rumah Tidak Layak Huni Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    Wali Kota Tangsel Targetkan 329 Rumah Tidak Layak Huni Dibedah pada 2026, Anggaran Naik Jadi Rp75 Juta per Unit

    Berita7 | Kota Tangerang Selatan, Serpong Utara, Kamis (7/5/2026) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Wali Kota Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah tidak layak huni (RUTLH) akan diperbaiki sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari program peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

    Program tersebut kembali ditegaskan Benyamin saat menyerahkan secara simbolis rumah hasil renovasi milik warga di kawasan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara. Ia menyebut program bedah rumah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat.

    Benyamin Davnie menjelaskan bahwa jumlah rumah yang diajukan masyarakat untuk program ini mencapai lebih dari 1.000 unit. Namun, berdasarkan hasil verifikasi dan keterbatasan anggaran, hanya 329 unit yang dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

    “Tahun ini kita rencanakan akan dibedah 329 unit rumah se-Tangsel berdasarkan pengajuan, sistem prioritas, serta skala kelayakan rumah,” ujar Benyamin.

    Ia menegaskan bahwa program ini tetap difokuskan pada masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah serta rumah yang benar-benar tidak layak huni berdasarkan hasil penilaian teknis di lapangan.Anggaran Naik, Standar Hunian Ikut Ditingkatkan

    Pada tahun 2026, Pemkot Tangerang Selatan juga menaikkan anggaran bantuan bedah rumah menjadi Rp75 juta per unit, dari sebelumnya Rp71 juta. Kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil renovasi agar lebih layak dan nyaman ditempati.

    Setiap rumah yang direnovasi nantinya akan dilengkapi fasilitas dasar seperti dua kamar tidur, ruang tamu, instalasi listrik, lantai keramik, serta akses air bersih menggunakan pompa air.

    “Awalnya Rp71 juta, kemudian naik menjadi Rp75 juta,” jelas Benyamin.Proses Verifikasi Ketat Melalui RT dan Dinas Teknis

    Pemkot Tangsel memastikan proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara ketat dan berjenjang. Pengajuan diawali dari tingkat RT dan kelurahan, sebelum kemudian diverifikasi oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan.

    Plt Kepala Disperkimta Tangsel, Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa dua aspek utama dalam penilaian adalah kondisi sanitasi dan struktur bangunan yang dinilai membahayakan penghuni.

    “Untuk rumah tidak layak huni ada kriterianya, seperti sanitasi dan konstruksi yang membahayakan keselamatan penghuninya,” ujarnya.

    Selain itu, kepemilikan lahan juga menjadi syarat wajib dalam program ini untuk memastikan pembangunan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.Komitmen Jangka Panjang Perbaikan Rumah Warga

    Hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat sekitar 2.800 unit rumah telah berhasil diperbaiki melalui program RUTLH sejak beberapa tahun terakhir. Program ini terus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menekan angka rumah tidak layak huni.

    Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak huni di seluruh wilayah kota.