Tag: Program Makan Bergizi Gratis

  • Pemkot Tangsel Perkuat Satgas Makan Bergizi Gratis, UMKM Lokal Berpeluang Raup Manfaat Besar

    Berita7 | TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG. Langkah ini dilakukan agar program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

    Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, usai memimpin rapat koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Lengkong, Puspemkot Tangsel.

    [baca_juga]

    Menurut Bambang, Satgas Percepatan MBG sebenarnya telah dibentuk sejak akhir 2025 sebagai tindak lanjut berbagai regulasi pemerintah. Kini, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan seluruh fungsi satgas agar pelaksanaan program semakin maksimal melalui pengawasan dan koordinasi yang lebih kuat.

    “Satgas yang telah dibentuk akan terus diperkuat agar seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

    Tidak hanya fokus pada pengawasan penerima manfaat, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan rantai pasok bahan baku yang dibutuhkan untuk operasional dapur MBG. Pemerintah berharap kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh pelaku usaha dan pemasok yang berasal dari Kota Tangerang Selatan.

    Strategi ini diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi daerah. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program tersebut juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, peternak, hingga distributor bahan pangan di Tangsel.

    Menurut Bambang, salah satu tujuan penting Program Makan Bergizi Gratis adalah menciptakan perputaran ekonomi di daerah sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima program, tetapi juga oleh masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem penyedia bahan baku.

    Forum koordinasi tersebut juga membahas aspek legalitas dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan tanpa menghambat pelayanan kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

    Melalui penguatan Satgas Percepatan MBG, Pemkot Tangerang Selatan berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin optimal, mulai dari pengawasan, distribusi, hingga pemenuhan kebutuhan bahan baku. Program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak peningkatan kualitas gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (B7

  • Aksi di Tugu Adipura Tangerang, LAP Desak Evaluasi Total Program MBG dan Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BGN

    Berita7 | KOTA TANGERANG — Puluhan massa yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) Tangerang menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Rabu (10/6/2026). Dalam aksi long march tersebut, mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).

    Massa membawa sejumlah tuntutan yang mereka nilai penting demi menjaga kualitas program strategis nasional tersebut. Di antaranya evaluasi total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, pengawasan yang lebih ketat dan transparan, penegakan standar pelayanan, perlindungan hak penerima manfaat, serta tata kelola program yang akuntabel.

    Koordinator Massa Aksi LAP Tangerang, Saipul Basri, mengatakan aspirasi tersebut lahir dari berbagai keresahan masyarakat terhadap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Raya.

    [baca_juga]

    “Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh dugaan korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga setiap penyimpangan perlu dievaluasi,” ujarnya.

    Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di lapangan.

    LAP Tangerang juga menyoroti masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dinilai belum memenuhi berbagai persyaratan dan standar operasional. Mereka menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar kualitas pelayanan serta keamanan makanan tetap terjamin.

    Saipul Basri menjelaskan bahwa apabila standar pelayanan tidak dipenuhi, maka potensi munculnya berbagai persoalan, termasuk keamanan pangan, harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

    “Kami tidak meminta program strategis nasional ini dibubarkan. Yang kami dorong adalah evaluasi total dan menyeluruh agar tujuan awal program benar-benar tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Selain melakukan aksi kali ini, LAP Tangerang menyebut kegiatan tersebut merupakan rangkaian penyampaian aspirasi yang akan terus dilakukan sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah.

    Mereka berharap evaluasi yang dilakukan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh penerima manfaat. (DRi

  • Harga Jeruk Melonjak hingga 5 Kali Lipat, Program MBG Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Desa di Jember

    Berita7 | JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Jember. Tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, program nasional tersebut kini disebut menjadi pemicu naiknya harga hasil pertanian dan perputaran ekonomi desa.

    Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis telah membuka pasar baru bagi petani, pelaku UMKM, hingga buruh tani di berbagai wilayah.

    Menurutnya, meningkatnya permintaan bahan pangan lokal membuat sejumlah komoditas pertanian mengalami kenaikan harga yang signifikan dan lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

    “Kami melihat Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat desa,” kata Gus Fawait, Senin (8/6/2026).

    Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah jeruk dari kawasan Jember Barat. Jika sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, kini harga jualnya mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

    Kenaikan harga tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Efek ekonomi yang muncul juga dirasakan oleh buruh tani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai distribusi hasil pertanian.

    Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas cakupan penerima manfaat Program MBG, termasuk bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

    Menurutnya, manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat desa.

    Potensi dampak ekonomi yang dihasilkan pun tidak main-main. Apabila rencana pembangunan sekitar 400 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember dapat terealisasi, nilai perputaran ekonomi yang tercipta diperkirakan menembus Rp4,6 triliun.

    Angka tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru, memperkuat sektor pertanian lokal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat.

    [baca_juga]

    Meski masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan masyarakat secara maksimal.

    “Kami ingin memastikan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Gus Fawait.

    Dengan dukungan pemerintah daerah, petani, pelaku UMKM, dan berbagai pihak terkait, Program Makan Bergizi Gratis kini dipandang sebagai salah satu penggerak ekonomi baru yang berpotensi mengubah wajah perekonomian desa di Kabupaten Jember. (BAM)

  • Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Ini Perkembangan Terbaru di Badan Gizi Nasional

    Berita7 | JAKARTA — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto resmi menyetujui pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas keprajuritan. Keputusan tersebut menjadi sorotan publik di tengah perombakan besar yang terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam beberapa hari terakhir.

    Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas memastikan bahwa pengajuan pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono telah mendapat persetujuan dari Panglima TNI dan seluruh proses administrasi berjalan sesuai aturan yang berlaku.

    “Pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas keprajuritan telah disetujui Panglima TNI,” ujar Brigjen TNI Muhammad Nas.

    Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Trenggono memang sedang menjalani proses pengunduran diri dari TNI setelah dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN.

    [baca_juga]

    Menurut Nanik, proses tersebut telah diajukan sebelum muncul berbagai pertanyaan publik terkait status Trenggono sebagai prajurit aktif yang menduduki jabatan strategis di lembaga sipil.

    “Proses pengunduran diri sudah diajukan dan kemungkinan dalam waktu dekat beliau memasuki masa pensiun,” kata Nanik dalam keterangan pers di Jakarta.

    Mayjen TNI Trenggono diketahui memiliki pengalaman panjang di bidang manajemen dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara sebelum bergabung ke Badan Gizi Nasional.

    Perubahan status Trenggono terjadi di tengah perombakan besar jajaran pimpinan BGN yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Pada awal pekan ini, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

    Selain pergantian Kepala BGN, pemerintah juga melakukan perubahan pada posisi Wakil Kepala BGN dengan menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai pejabat baru.

    Perkembangan tersebut semakin menjadi perhatian setelah Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penggeledahan berlangsung selama berjam-jam sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kasus tersebut berujung pada penetapan tersangka terhadap sejumlah mantan pejabat BGN, termasuk Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung yang kini menjalani proses hukum.

    Di tengah dinamika tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional agar program strategis nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

    Pergantian pejabat dan penataan organisasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (B7