Tag: Pendidikan Kota Tangerang

  • DPAD Kota Tangerang Hidupkan Semangat Membaca di SDN Tangerang 14, Siswa Antusias Ikuti Kegiatan Literasi

    Berita7 | TANGERANG – Suasana berbeda terlihat di SDN Tangerang 14 saat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang menggelar kunjungan literasi yang disambut antusias oleh para siswa. Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya membaca sejak usia dini.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DPAD Kota Tangerang dalam memperkuat gerakan literasi di lingkungan sekolah. Tidak hanya menghadirkan buku dan materi bacaan, para siswa juga diajak mengikuti beragam aktivitas kreatif yang mampu meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis.

    Sejak kegiatan dimulai, ratusan siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diselenggarakan. Mulai dari kegiatan literasi, permainan edukatif, hingga aktivitas yang mendorong kreativitas dan interaksi antarsiswa.

    Pendekatan yang menyenangkan membuat para peserta didik lebih mudah memahami pentingnya membaca sebagai jendela pengetahuan. Suasana belajar pun terasa lebih hidup karena siswa dapat memperoleh pengalaman baru di luar pembelajaran rutin di dalam kelas.

    Guru SDN Tangerang 14, Ea Julaeha, mengapresiasi kunjungan DPAD Kota Tangerang yang dinilai memberikan dampak positif terhadap semangat belajar para siswa.

    Menurutnya, kegiatan literasi yang dikemas secara menarik mampu membangun kebiasaan membaca sekaligus memperluas wawasan peserta didik dengan cara yang menyenangkan.

    “Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kunjungan dari DPAD Kota Tangerang. Anak-anak terlihat sangat senang dan antusias mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga melatih kemampuan sosial siswa melalui berbagai aktivitas kolaboratif yang dilakukan bersama teman-temannya.

    [baca_juga]

    Melalui berbagai permainan dan kegiatan edukatif, siswa diajak untuk lebih aktif berkomunikasi, bekerja sama, serta mengembangkan karakter positif dalam lingkungan sekolah.

    “Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga belajar berinteraksi, berkolaborasi, serta mengembangkan karakter yang baik melalui berbagai aktivitas yang edukatif dan menyenangkan,” katanya.

    Menurut Ea, budaya literasi perlu terus ditanamkan secara konsisten agar menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari peserta didik. Karena itu, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong tumbuhnya minat baca.

    Kehadiran DPAD Kota Tangerang dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi di sekolah dasar.

    Selain memperkenalkan pentingnya membaca, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan pendapat, bertanya, dan mengeksplorasi berbagai informasi yang mereka temukan dari buku.

    Ke depan, pihak sekolah berharap kolaborasi dengan DPAD Kota Tangerang dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan pengalaman belajar yang inspiratif dan menyenangkan.

    Melalui sinergi antara sekolah dan DPAD Kota Tangerang, budaya literasi diharapkan semakin berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta memiliki kebiasaan membaca yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan. (B7

  • Pemerintah Kota Tangerang Perkuat Implementasi Program Sekolah Aman dan Nyaman, Libatkan Seluruh Satuan Pendidikan

    Pemerintah Kota Tangerang Perkuat Implementasi Program Sekolah Aman dan Nyaman, Libatkan Seluruh Satuan Pendidikan

    Berita7 | Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh penerapan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman atau BSAN yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program ini mulai diperkuat implementasinya di seluruh satuan pendidikan di Kota Tangerang pada Sabtu 9 Mei 2026, seiring dengan dorongan nasional untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyampaikan bahwa kebijakan ini mengacu pada Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya penerapan budaya sekolah aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Menurutnya, seluruh sekolah di Kota Tangerang wajib menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut secara bertahap dan terukur.

    Dukungan nyata Pemerintah Kota Tangerang ditunjukkan melalui keterlibatan langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Maryono, bersama Gubernur Banten Andra Soni serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam kegiatan pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Pada kesempatan itu dilakukan pemasangan rompi Kelompok Kerja BSAN sebagai simbol dimulainya penguatan program di daerah.

    Wahyudi Iskandar menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap sekolah memiliki standar keamanan dan kenyamanan yang jelas. Ia menyebutkan bahwa Pemkot Tangerang sudah mulai bergerak cepat sejak kebijakan ini diumumkan.

    Dalam upaya memperkuat implementasi BSAN, Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan sejumlah perangkat pendukung. Salah satu yang utama adalah pembentukan Satuan Tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di seluruh sekolah. Satgas ini berfungsi untuk mengawasi, mencegah, sekaligus menangani berbagai potensi kekerasan di lingkungan pendidikan.

    Selain itu, Pemkot Tangerang juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Kelompok Kerja BSAN yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari dinas pendidikan, tenaga pendidik, hingga perangkat daerah terkait. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif dan responsif terhadap setiap laporan di sekolah.

    Wahyudi menambahkan bahwa pendekatan ini tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan sejak dini agar lingkungan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.

    Selain penguatan kelembagaan di sekolah, Pemerintah Kota Tangerang juga telah mengembangkan berbagai layanan pengaduan berbasis teknologi dan layanan cepat. Salah satunya adalah SI LACAK PERAK, yaitu Sistem Layanan Cepat Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai kasus secara lebih mudah dan cepat.

    Pemkot Tangerang juga memaksimalkan layanan LAKSA atau Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda sebagai sarana pelaporan tambahan yang dapat diakses oleh masyarakat, termasuk orang tua dan siswa. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah dalam menangani setiap aduan yang masuk dari lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum.

    Dengan berbagai kanal pelaporan tersebut, pemerintah berupaya memastikan tidak ada laporan yang terabaikan serta setiap kasus dapat ditangani secara profesional dan tepat waktu.

    Program BSAN di Kota Tangerang tidak hanya dipandang sebagai kebijakan jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen pendidikan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekolah.

    Wahyudi Iskandar menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan tidak ada lagi kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

    Ke depan, Pemkot Tangerang akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan BSAN di lapangan untuk memastikan seluruh sekolah benar-benar menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

    Dengan dimulainya penguatan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Kota Tangerang, pemerintah daerah menunjukkan langkah konkret dalam mendukung kebijakan nasional pendidikan. Melalui pembentukan satgas, penguatan layanan pengaduan, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan dunia pendidikan di Kota Tangerang semakin aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. (B7)